Korban Luka Bakar Karhutla Bromo Meninggal Saat Dirawat di Surabaya

Korban Luka Bakar Karhutla Bromo Meninggal Saat Dirawat di Surabaya

Kabupaten Probolinggo | Munawi (44), salah satu korban kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kabupaten Probolinggo, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, pada Senin. Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.55 WIB. Kabar duka tersebut disampaikan oleh Adin Niken Primasari, staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr. Soetomo.

Adin mengatakan Munawi meninggal di hadapan anggota keluarganya. Menurut keterangan rumah sakit, keluarga menerima kepergian Munawi. Kehadiran keluarga pada saat-saat terakhir menjadi bagian dari informasi yang disampaikan pihak rumah sakit mengenai meninggalnya korban kebakaran tersebut. Pihak rumah sakit tidak menyampaikan keterangan lain mengenai kondisi medis Munawi dalam informasi yang tersedia.

Munawi merupakan salah satu orang yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di kawasan taman nasional tersebut. Setelah menjadi korban, ia menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo, rumah sakit di Surabaya yang menangani dirinya hingga meninggal pada Senin siang. Informasi mengenai waktu kematian dan penerimaan keluarga disampaikan melalui staf yang bertugas dalam bidang hukum, hubungan masyarakat, dan pemasaran rumah sakit.

Peristiwa ini menambah kabar duka terkait kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kabupaten Probolinggo. Munawi meninggal saat masih berada dalam perawatan, dengan keluarga mendampingi di sisinya. Keterangan rumah sakit mengenai meninggalnya pria berusia 44 tahun itu menjadi informasi utama yang diketahui pada Senin, termasuk waktu kematian yang tercatat pada pukul 14.55 WIB dan bahwa keluarga telah menerima kepergiannya.

Munawi menjalani perawatan intensif di ruang intensive care unit (ICU) setelah mengalami luka bakar dalam insiden kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo. Luka bakar yang dideritanya diperkirakan mencakup sekitar 51 persen dari luas permukaan tubuh. Selain cedera tersebut, kondisinya juga disertai kegagalan multipel organ, sehingga membutuhkan pemantauan ketat dan penanganan berkelanjutan dari tim medis.

Sejak Senin pagi, kondisi Munawi dilaporkan terus menurun meskipun berbagai upaya perawatan telah diberikan. Tim medis memberikan obat-obatan untuk membantu mempertahankan fungsi jantungnya serta melakukan perawatan terhadap luka bakar yang dialami. Penanganan luka dilakukan sebagai bagian dari upaya merawat cedera yang luas, sementara kondisi organ dan tanda-tanda vital pasien terus dipantau di ICU.

Dalam perkembangan berikutnya, tekanan darah Munawi terus mengalami penurunan hingga ia berada dalam kondisi syok. Detak jantungnya juga melemah seiring memburuknya keadaan. Situasi tersebut memerlukan tindakan segera karena penurunan tekanan darah dan denyut jantung menunjukkan kondisi tubuh yang semakin tidak stabil. Tim medis kemudian melakukan resusitasi, termasuk pijat jantung, untuk berupaya mengembalikan fungsi jantung.

Meski telah dilakukan tindakan resusitasi, upaya tersebut tidak berhasil mengembalikan detak jantung Munawi. Perawatan intensif dan obat-obatan yang diberikan sebelumnya juga tidak mampu menghentikan penurunan kondisinya. Pasien akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di Surabaya. Rangkaian penanganan itu mencerminkan beratnya kondisi yang dihadapi, mulai dari luka bakar pada sebagian besar tubuh hingga komplikasi berupa kegagalan multipel organ dan syok. Selama dirawat, tim medis berupaya mempertahankan fungsi jantung serta menangani luka bakar, tetapi kondisi vital Munawi terus memburuk sampai upaya penyelamatan berakhir tanpa hasil.

Korban lain dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo, berinisial S (44), masih menjalani perawatan intensif di ruang resuscitation observation intensive (ROI). Kondisinya memerlukan perhatian khusus karena luka bakar yang dialami mencapai sekitar 49 persen dari luas permukaan tubuh. Tim medis terus memantau perkembangan pasien dan melakukan penanganan sesuai kebutuhan klinisnya. Hingga saat ini, S belum dapat bernapas secara mandiri dan masih memerlukan bantuan mesin pernapasan. Dukungan tersebut diberikan untuk membantu mempertahankan fungsi pernapasan selama tubuhnya menjalani proses perawatan. Perawatan di ruang intensif memungkinkan kondisi pasien dipantau secara berkelanjutan, termasuk ketika tim menangani sejumlah komplikasi yang muncul akibat luka bakar berat.

Selain luka bakar yang luas, tim medis menangani infeksi berat yang berkaitan dengan kondisi luka. Pasien juga mengalami kadar protein dalam darah yang rendah serta infeksi pada paru-paru. Masalah-masalah tersebut menjadi bagian dari pertimbangan dalam perawatan, sebab kondisi tubuh pasien perlu diawasi secara cermat selama menjalani pemulihan. Untuk membantu mengatasi kadar protein yang rendah, pasien mendapat tambahan protein melalui infus. Sementara itu, antibiotik diberikan sebagai bagian dari upaya menangani infeksi. Pemberian terapi dan evaluasi kondisi dilakukan oleh tim yang merawatnya, dengan pemantauan terhadap respons pasien dari waktu ke waktu. Penanganan komplikasi ini berjalan bersamaan dengan perawatan luka bakar dan dukungan pernapasan.

S masih membutuhkan perawatan intensif dan pengawasan ketat di ruang ROI. Bantuan mesin pernapasan tetap diperlukan, sedangkan infeksi berat, infeksi paru, serta kadar protein darah yang rendah terus menjadi perhatian tim medis. Dengan kondisi luka bakar yang mencakup hampir setengah luas tubuh, proses perawatan memerlukan pemantauan berkelanjutan dan penyesuaian tindakan berdasarkan perkembangan pasien. Tambahan protein melalui infus dan pemberian antibiotik merupakan bagian dari penanganan yang sedang dijalankan. Kondisi pasien dapat berubah selama masa perawatan, sehingga tenaga medis perlu terus menilai kebutuhan dukungan pernapasan dan terapi lainnya. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai perubahan kondisi S, sehingga pemantauan intensif masih berlangsung. Perkembangan perawatan akan bergantung pada evaluasi medis berikutnya serta respons tubuh pasien terhadap penanganan yang diberikan.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo menimbulkan korban jiwa, termasuk Munawi, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Tengger Laut Pasir. Ia juga bekerja sebagai petugas keamanan di Artotel Cabin Bromo. Dalam menjalankan tugasnya, Munawi berada di lingkungan yang terdampak kebakaran. Setelah mengalami luka bakar, ia dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk memperoleh penanganan medis. Munawi kemudian meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Sebelum Munawi meninggal, empat orang telah meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran tersebut. Dua di antaranya adalah Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata, yang merupakan petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya tercatat sebagai petugas yang terlibat dalam upaya penanganan kebakaran di kawasan taman nasional. Informasi mengenai para korban ini menunjukkan bahwa dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh warga dan pekerja di sekitar lokasi, tetapi juga oleh petugas yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan.

Dua korban lainnya adalah Wisnu Yuda Pratama, berusia 25 tahun, dan Sefriel Ardiansyah, berusia 19 tahun. Keduanya merupakan relawan yang bekerja sebagai karyawan hotel setempat. Dengan demikian, korban jiwa yang disebut dalam laporan mencakup petugas TNBTS, relawan, serta anggota MPA yang juga menjalankan pekerjaan sebagai petugas keamanan. Keterangan mengenai identitas dan peran para korban membantu menggambarkan beragam pihak yang berada di sekitar kawasan terdampak, tanpa mengurangi perhatian terhadap kehilangan yang dialami keluarga dan rekan kerja mereka.

Rujukan Munawi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya merupakan bagian dari upaya untuk memberikan penanganan medis setelah ia mengalami luka bakar. Rumah sakit tersebut menjadi tempat perawatan sebelum kabar meninggalnya Munawi disampaikan. Informasi tentang penanganan dan latar belakangnya sekaligus menjelaskan bahwa ia memiliki peran ganda: sebagai anggota MPA Tengger Laut Pasir dan petugas keamanan Artotel Cabin Bromo. Keempat korban lain yang telah disebutkan berasal dari kelompok pekerjaan yang berbeda, tetapi semuanya menjadi korban dalam peristiwa kebakaran di kawasan Bromo.

Baca juga: Gelap Malam Tak Jadi Penghalang, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Kembali Berjibaku Hadang Karhutla Hingga Dini Hari | Tingkatkan Kesadaran Bahaya Karhutla, TNI Kembali Laksanakan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Kabupaten Sambas | Pastikan Sumber Air Karhutla Tetap Andal, Personel Lanud Sjamsudin Noor Siaga 24 Jam Dukung Kesiapan dan Operasi Penanganan Karhutla