Langkah Dinkes Palangka Raya Menjaga Warga di Tengah Kabut Asap

Langkah Dinkes Palangka Raya Menjaga Warga di Tengah Kabut Asap

KOTA PALANGKA RAYA, KALIMANTAN TENGAH — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya membagikan masker dan suplemen susu gratis kepada masyarakat pada Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dilakukan ketika wilayah Palangka Raya menghadapi bencana kabut asap yang menyebabkan kualitas udara memburuk dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 5.000 suplemen susu dan 1.000 masker disalurkan kepada masyarakat. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan awal kepada warga selama kondisi udara belum kembali normal. Masker diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel asap, sedangkan suplemen susu diberikan untuk mendukung pemenuhan asupan dan menjaga daya tahan tubuh masyarakat.

Pembagian bantuan ini ditujukan untuk membantu warga menghadapi dampak kabut asap secara lebih aman. Masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Penggunaan masker secara tepat dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika warga harus keluar rumah, sementara konsumsi makanan dan minuman bergizi mendukung kebugaran tubuh.

Melalui penyaluran masker dan suplemen secara gratis, Dinas Kesehatan Palangka Raya berupaya hadir langsung di tengah masyarakat saat kualitas udara menurun. Bantuan tersebut tidak hanya menyediakan perlengkapan dan asupan pendukung, tetapi juga menunjukkan perhatian terhadap kesehatan warga selama bencana kabut asap berlangsung. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mempertahankan kondisi tubuh dan mengurangi dampak kesehatan akibat paparan asap.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menjelaskan bahwa pembagian masker kepada masyarakat merupakan kegiatan rutin yang dilakukan selama kondisi kabut asap. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan untuk membantu warga mengurangi paparan udara yang tercemar, terutama ketika kualitas udara memburuk dan aktivitas masyarakat tetap berlangsung di luar ruangan. Masker dibagikan kepada warga sebagai perlindungan dasar yang dapat digunakan saat bepergian, bekerja, atau menjalankan keperluan sehari-hari.

Dalam kegiatan kali ini, Dinas Kesehatan menambahkan susu sebagai suplemen bagi masyarakat. Menurut Riduan, pemberian susu dimaksudkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menyehatkan paru-paru. Penambahan tersebut melengkapi pembagian masker yang selama ini telah dilakukan secara berkala pada masa kabut asap. Dengan demikian, bantuan yang disalurkan tidak hanya berfokus pada perlindungan melalui penggunaan masker, tetapi juga menyediakan susu sesuai dengan tujuan yang disampaikan oleh pihak dinas.

Riduan menyampaikan keterangan itu di Jalan Diponegoro, Palangka Raya, pada Senin, 5 Oktober 2026. Penjelasan tersebut menegaskan bahwa pembagian bantuan dilakukan sebagai respons terhadap kondisi udara yang sedang memburuk, sekaligus sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kesehatan warga. Masyarakat tetap diimbau menggunakan masker yang telah dibagikan ketika berada di luar rumah, sementara susu yang diterima dapat dikonsumsi sebagai suplemen sebagaimana tujuan pembagian kegiatan tersebut.

Pelaksanaan pembagian secara rutin menunjukkan bahwa penanganan kabut asap memerlukan langkah yang berkelanjutan. Masker menjadi bantuan utama dalam kegiatan tersebut, sedangkan susu diberikan sebagai tambahan pada kesempatan kali ini. Pernyataan Riduan memberikan konteks bahwa kedua jenis bantuan itu disalurkan dalam rangka mendukung warga selama menghadapi kabut asap, dengan pembagian susu diarahkan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menyehatkan paru-paru.

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya memastikan perlindungan dasar bagi warga tetap tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama ketika kabut asap memengaruhi kualitas udara. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menyediakan masker di puskesmas-puskesmas yang berada di wilayah Palangka Raya. Ketersediaan ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang datang memperoleh layanan kesehatan sekaligus mengurangi paparan asap selama berada di lingkungan fasilitas kesehatan.

Setiap pasien yang datang ke puskesmas akan memperoleh masker secara gratis. Dengan demikian, warga tidak perlu menunggu memiliki perlengkapan pelindung sendiri untuk mendapatkan perlindungan dasar saat memeriksakan kondisi kesehatan. Pemberian masker tersebut menjadi bagian dari layanan langsung kepada pasien yang mengunjungi fasilitas kesehatan, sehingga bantuan dapat diterima pada saat kebutuhan muncul.

Selain masker, bentuk bantuan yang diberikan juga berbeda dari aksi sosial sebelumnya. Pada kegiatan-kegiatan sosial terdahulu, pembagian vitamin biasanya menjadi salah satu bentuk dukungan bagi masyarakat. Dalam penanganan kabut asap kali ini, bantuan tersebut dilengkapi dengan susu suplemen. Tambahan ini diberikan bersamaan dengan dukungan langsung yang tersedia bagi warga di fasilitas pelayanan kesehatan.

Langkah tersebut menunjukkan perhatian Dinas Kesehatan terhadap kebutuhan praktis warga selama kondisi udara kurang baik. Puskesmas tidak hanya menjadi tempat pemeriksaan dan pengobatan, tetapi juga menjadi titik layanan tempat masyarakat dapat memperoleh perlengkapan serta bantuan pendukung ketika berkunjung. Melalui penyediaan masker gratis, vitamin yang biasa dibagikan dalam aksi sosial, dan susu suplemen sebagai pelengkap bantuan kali ini, perlindungan dasar diharapkan tetap dapat diakses oleh pasien yang datang ke puskesmas di Palangka Raya.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan bahwa aksi sosial untuk membantu warga terdampak kabut asap akan terus dilanjutkan di wilayahnya. Keberlanjutan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan pernapasan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan warga dengan penyakit penyerta. Bantuan serta layanan kesehatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara merata selama kondisi udara masih berisiko.

Pemerintah setempat mencatat lebih dari 10.240 kasus infeksi saluran pernapasan akut selama periode kebakaran hutan dan lahan sejak Juni hingga awal Oktober 2026. Data tersebut menunjukkan besarnya dampak yang harus dihadapi warga dan tenaga kesehatan. Karena itu, pemerintah kota terus mendorong masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila muncul keluhan yang berkaitan dengan pernapasan.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kualitas udara menurun atau kabut asap terlihat semakin pekat. Jika kegiatan di luar rumah tidak dapat dihindari, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai dan memastikan perlindungannya terpasang dengan benar. Upaya tersebut perlu disertai kebiasaan menjaga kebersihan diri, memperbanyak istirahat, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Warga yang mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, tenggorokan teriritasi, demam, atau gejala gangguan pernapasan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu memperoleh penanganan yang tepat dan mencegah kondisi memburuk. Pemerintah Kota Palangka Raya juga mengajak masyarakat mengikuti informasi resmi serta mendukung langkah perlindungan kesehatan yang terus dilakukan di berbagai wilayah.