Lansia di Brebes Ditemukan Tewas di Kebun, Anak Kandung Diamankan Polisi

Lansia di Brebes Ditemukan Tewas di Kebun, Anak Kandung Diamankan Polisi

Kabupaten Brebes | Iksan, seorang pria lanjut usia berusia 83 tahun, ditemukan meninggal dunia di area kebun miliknya di Dukuh Krajan Selatan, Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Peristiwa tersebut diperkirakan berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB.

Penemuan itu segera mengundang perhatian warga di sekitar lokasi. Kondisi korban saat ditemukan menunjukkan adanya luka yang diduga berkaitan dengan penganiayaan menggunakan senjata tajam. Namun, penyebab pasti kematian dan rangkaian kejadian yang dialami Iksan masih menunggu pemeriksaan serta pendalaman dari pihak kepolisian.

Lokasi kebun kemudian menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Petugas perlu mengamankan area tersebut untuk mencari dan mendokumentasikan berbagai kemungkinan barang bukti, termasuk benda yang diduga digunakan dalam peristiwa itu. Pemeriksaan terhadap kondisi jenazah juga diperlukan untuk mengetahui jenis luka dan waktu kematian secara lebih akurat.

Informasi awal mengenai kejadian ini masih terbatas pada penemuan korban di kebun. Polisi selanjutnya melakukan serangkaian langkah penyelidikan, seperti meminta keterangan dari warga yang mengetahui peristiwa tersebut serta menelusuri aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Keterangan dari saksi diharapkan dapat membantu menjelaskan bagaimana kejadian berlangsung.

Kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat Desa Pengarasan karena korban ditemukan di lingkungan yang selama ini dikenal sebagai area kebun warga. Aparat mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi dan menyerahkan proses pengungkapan perkara kepada penyidik. Setiap perkembangan mengenai identitas pihak yang bertanggung jawab, motif, serta kronologi lengkap masih menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh tiga warga yang sedang memanen jagung di lahan sekitar 30 meter dari kebun milik Iksan. Pada saat kegiatan berlangsung, ketiganya tidak menaruh curiga terhadap situasi di kebun tersebut. Aktivitas di lokasi korban pada awalnya berjalan seperti biasa dan tidak terlihat sesuatu yang dianggap mencurigakan oleh para warga.

Situasi kemudian berubah ketika mereka mendengar teriakan dari arah kebun. Suara tersebut membuat ketiganya menghentikan kegiatan dan mendatangi sumber suara untuk memastikan apa yang terjadi. Setibanya di lokasi, mereka melihat Iksan sudah tergeletak di tanah. Tubuh korban disebut berlumuran darah, sehingga para warga segera menyadari bahwa telah terjadi peristiwa serius.

Selain menemukan korban, ketiga warga itu juga melihat seorang pria yang diduga merupakan anak kandung Iksan berada di sekitar lokasi. Pria tersebut terlihat membawa sebilah golok, kemudian meninggalkan kebun. Kesaksian mengenai keberadaan pria itu menjadi salah satu informasi awal yang disampaikan warga kepada pihak kepolisian untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban, ditemukan sejumlah luka pada tubuh Iksan. Luka tersebut lain berada di bagian kepala dan leher. Salah satu tangannya juga mengalami luka parah hingga nyaris putus. Temuan itu menunjukkan adanya kekerasan berat terhadap korban, meskipun kepastian mengenai penyebab, urutan kejadian, serta pihak yang bertanggung jawab tetap menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Setelah menerima informasi dari warga, petugas melakukan penanganan di lokasi dan mengamankan pihak yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Keterangan tiga saksi yang berada tidak jauh dari kebun diharapkan dapat membantu penyidik menyusun kronologi secara lebih jelas. Polisi juga perlu memeriksa barang bukti, kondisi tempat kejadian, serta keterangan dari saksi lain sebelum menetapkan fakta hukum dalam kasus tersebut.

Perkembangan kasus terungkap setelah Nasiun, pria berusia 57 tahun yang merupakan anak kandung Iksan, mendatangi rumah Kepala Desa Pengarasan, Ahmad Nirom. Kedatangan Nasiun disampaikan untuk meminta bantuan sekaligus menyampaikan pengakuan bahwa dirinya telah membacok ayahnya. Ia juga meminta Ahmad memeriksa kondisi Iksan yang berada di kebun.

Menurut keterangan Ahmad, saat Nasiun datang, dirinya masih berada di sawah. Ahmad kemudian menerima kabar dari istrinya mengenai kedatangan Nasiun ke rumah. Setelah menyelesaikan keperluannya di sawah, Ahmad segera pulang untuk menemui Nasiun dan mendengar langsung pengakuan tersebut.

Setelah memperoleh informasi itu, Ahmad bersama sejumlah warga mendatangi lokasi kebun yang dimaksud. Sesampainya di tempat kejadian, mereka mendapati Iksan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi warga untuk melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur.

Ahmad menyebut Nasiun mengaku sakit hati kepada ayahnya sebagai alasan di balik tindakan tersebut. Namun, penyebab pasti perselisihan Nasiun dan Iksan belum diketahui. Polisi masih perlu mendalami keterangan para saksi, memeriksa lokasi kejadian, serta mengumpulkan bukti-bukti lain untuk mengetahui rangkaian peristiwa dan motif yang melatarbelakanginya.

Nasiun selanjutnya diamankan oleh polisi untuk menjalani pemeriksaan. Status dan proses hukum terhadapnya akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan serta alat bukti yang ditemukan. Aparat juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap korban sebagai bagian dari upaya mengungkap penyebab kematian dan memastikan seluruh fakta dalam perkara tersebut.

Nasiun telah diamankan di Polsek Bantarkawung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kematian Iksan, seorang lansia yang ditemukan tewas di area kebun. Pengamanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah awal aparat untuk meminta keterangan dan mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan. Status pemeriksaan Nasiun masih berada dalam proses, sehingga seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatannya tetap menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian.

Anggota Polsek Bantarkawung bersama tim kesehatan telah mendatangi tempat kejadian perkara. Kedatangan petugas dilakukan untuk melaksanakan penanganan awal, memastikan kondisi korban, serta mengamankan informasi penting dari lokasi. Polisi juga masih menunggu kedatangan tim identifikasi Polres Brebes yang akan melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh di tempat kejadian perkara. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu menemukan petunjuk mengenai waktu, kondisi, dan kemungkinan penyebab kematian Iksan.

Kapolsek Bantarkawung Iptu Dwi Utomo menyatakan bahwa penanganan masih berlangsung di lapangan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menyusun kronologi secara utuh berdasarkan keterangan saksi, hasil pemeriksaan lokasi, serta temuan medis. Aparat juga mendalami motif di balik peristiwa tersebut dan menelusuri hubungan berbagai fakta yang ditemukan selama proses pemeriksaan.

Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai perkara ini. Rangkaian kejadian secara menyeluruh masih didalami, termasuk dugaan keterlibatan Nasiun dalam kematian Iksan. Setiap keterangan dan barang bukti akan diperiksa secara bertahap untuk memastikan proses hukum berjalan berdasarkan fakta. Masyarakat diharapkan menunggu informasi resmi dari kepolisian serta tidak menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi, sementara petugas melanjutkan pemeriksaan dan pengumpulan bukti di lapangan.