Jakarta | Pelita Jaya Jakarta membuka laga penyisihan Grup B IBL All Indonesian 2026 dengan tekanan kuat terhadap Hangtuah JG Liem Jakarta. Pertandingan yang berlangsung di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa itu berakhir dengan kemenangan Pelita Jaya 81-49. Sejak kuarter pertama, Pelita Jaya tampil agresif dan mampu membangun keunggulan melalui permainan yang efektif. Hangtuah kesulitan mengimbangi tekanan pada awal pertandingan, sehingga Pelita Jaya menutup kuarter pembuka dengan skor 22-11.
Keunggulan dua digit tersebut memberi Pelita Jaya pijakan untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Pada kuarter kedua, Hangtuah memberikan perlawanan yang lebih ketat dan menjaga jarak skor agar tidak semakin melebar. Pelita Jaya mencetak 15 poin pada periode itu, sementara Hangtuah menambah 14 poin. Dengan tambahan tersebut, skor saat jeda menjadi 37-25 untuk keunggulan Pelita Jaya. Selisih yang lebih kecil dalam kuarter kedua menunjukkan Hangtuah mulai menemukan cara untuk merespons, meski belum mampu memangkas jarak secara signifikan.
Pelita Jaya memasuki pertandingan ini di bawah arahan Johannis Winar, yang dikenal dengan sapaan Coach Ahang. Di kubu lawan, Hangtuah ditangani Yohanes Kristian. Perbedaan awal permainan tampak jelas dari hasil kuarter pertama, ketika Pelita Jaya langsung mengambil kendali dan membatasi peluang lawannya untuk mengembangkan ritme. Meski Hangtuah tampil lebih kompetitif pada kuarter kedua, keunggulan Pelita Jaya tetap terjaga hingga turun minum. Skor 37-25 itu menjadi gambaran bahwa tekanan awal Pelita Jaya telah membentuk dasar keunggulan, sementara Hangtuah masih harus mengejar ketertinggalan pada paruh berikutnya. Hasil akhir 81-49 memastikan Pelita Jaya meraih kemenangan dalam laga Grup B tersebut dan memperkuat posisinya di grup. Selisih akhir 32 poin juga menegaskan bahwa tim asuhan Coach Ahang mampu mempertahankan kendali setelah memulai pertandingan dengan dominan, meskipun Hangtuah sempat memberi perlawanan lebih seimbang pada kuarter kedua.
Selepas jeda, Pelita Jaya kembali memperlebar keunggulan atas Hangtuah dengan memanfaatkan celah dalam pertahanan lawan, terutama di sekitar ring. Serangan yang diarahkan ke area tersebut membantu Pelita Jaya menjaga tekanan dan menghasilkan tambahan angka. Hangtuah berupaya merespons, tetapi pada kuarter ketiga perolehan poinnya tertahan. Perbedaan produktivitas kedua tim pada periode ini pun membuat jarak skor semakin besar dibandingkan sebelumnya.
Pelita Jaya mencetak 21 poin pada kuarter ketiga, sementara Hangtuah hanya menambahkan 10 poin. Selisih 11 poin dalam satu kuarter itu membawa skor menjadi 58-35 untuk keunggulan Pelita Jaya. Angka tersebut menunjukkan bahwa Pelita Jaya mampu mempertahankan momentum setelah turun minum, sedangkan Hangtuah belum memperoleh cukup poin untuk memangkas jarak. Keunggulan di sekitar ring tetap menjadi bagian penting dari jalannya permainan pada periode tersebut, seiring Pelita Jaya memanfaatkan ruang dalam pertahanan Hangtuah.
Memasuki kuarter terakhir, Pelita Jaya kembali menambah angka dan menjaga jarak dari Hangtuah. Pelita Jaya mencetak 23 poin pada periode penutup, berbanding 14 poin yang dibukukan Hangtuah. Tambahan tersebut membuat keunggulan Pelita Jaya tetap bertambah hingga pertandingan berakhir. Hangtuah tidak mampu mengejar selisih yang telah terbentuk pada kuarter ketiga, sementara Pelita Jaya mempertahankan keunggulan melalui perolehan poin yang lebih tinggi di kuarter terakhir. Dengan hasil pada dua kuarter selepas jeda itu, Pelita Jaya menutup pertandingan dengan skor akhir 81-49. Selisih 32 poin memastikan kemenangan Pelita Jaya atas Hangtuah dalam laga Grup B IBL All Indonesian 2026. Jalannya babak kedua ditandai oleh tambahan 44 poin dari Pelita Jaya dan 24 poin dari Hangtuah, dengan Pelita Jaya mencatat keunggulan pada masing-masing kuarter. Skor akhir tersebut merangkum perbedaan perolehan angka sepanjang dua periode terakhir tanpa mengubah fakta bahwa celah pertahanan di sekitar ring menjadi perhatian dalam uraian pertandingan selepas jeda.
Muhamad Arighi tampil sebagai pencetak angka terbanyak dalam pertandingan Pelita Jaya melawan Hangtuah. Ia mengakhiri laga dengan sumbangan 20 poin dan enam rebound, sekaligus menjadi salah satu sosok penting dalam upaya Pelita Jaya meraih kemenangan. Perolehan poin tersebut menempatkannya di posisi teratas di para pemain yang tampil. Selain mencetak angka, Arighi juga membantu tim menguasai bola-bola pantul, yang dalam permainan basket disebut rebound. Catatan enam rebound menunjukkan kontribusinya tidak hanya terlihat saat menyerang, tetapi juga dalam perebutan penguasaan bola. Angka statistik itu menggambarkan peran produktifnya sepanjang pertandingan, tanpa mengurangi kontribusi rekan-rekan setim yang ikut mendukung hasil Pelita Jaya.
Kapten Pelita Jaya, Andakara Prastawa Dhyaksa, turut mencatatkan kontribusi dalam beberapa aspek permainan. Ia menghasilkan 14 poin, mengamankan dua rebound, serta membukukan tujuh assist. Assist adalah umpan yang diterima rekan setim dan langsung berbuah angka, sehingga statistik tersebut mencerminkan keterlibatan Prastawa dalam membangun peluang bagi tim. Catatan tujuh assist menjadi angka yang menonjol di statistik individunya dan melengkapi sumbangan poin yang ia berikan. Dengan demikian, kontribusi kapten Pelita Jaya tidak hanya berupa penyelesaian serangan, tetapi juga distribusi bola kepada pemain lain. Kombinasi peran mencetak angka dan menciptakan peluang membantu memperlihatkan beragam cara seorang pemain dapat memberi dampak dalam pertandingan.
Di kubu Hangtuah, Matthew Bryan Maranata mencatatkan double-double melalui 11 poin dan 10 rebound. Istilah double-double digunakan ketika pemain mencapai sedikitnya dua digit dalam dua kategori statistik, dalam hal ini poin dan rebound. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Maranata tetap memberikan kontribusi pada dua sisi permainan, baik dengan mencetak angka maupun mengejar bola pantul. Performa individu itu menjadi bagian dari gambaran pertandingan, meskipun hasil akhirnya berpihak kepada Pelita Jaya. Statistik para pemain dari kedua tim memperlihatkan kontribusi yang beragam: Arighi memimpin perolehan poin, Prastawa membantu menciptakan peluang, sementara Maranata menonjol lewat catatan double-double. Data tersebut memberi pembaca gambaran lebih lengkap tentang peran pemain dalam laga, di luar skor akhir dan hasil pertandingan.
Kemenangan atas Hangtuah memberi dampak penting bagi persaingan Grup B IBL All Indonesian 2026. Setelah menuntaskan tiga pertandingan, Pelita Jaya mengoleksi dua kemenangan dan satu kekalahan. Raihan lima poin menempatkan mereka di posisi kedua klasemen sementara, sekaligus menjaga peluang untuk melaju ke babak semifinal.
Catatan Pelita Jaya di turnamen ini diawali kekalahan tipis 59-61 dari Dewa United Banten pada laga pembuka, Sabtu (24/10). Mereka kemudian bangkit dengan mengalahkan Kesatria Bengawan Solo 76-52 pada Senin (26/10), sebelum meraih kemenangan atas Hangtuah. Hasil beruntun tersebut menjadi modal penting bagi Pelita Jaya dalam memburu posisi dua besar grup.
Hangtuah berada di urutan ketiga dengan empat poin dari satu kemenangan dan dua kekalahan. Sebelum menghadapi Pelita Jaya, mereka menang 62-58 atas Satya Wacana Salatiga pada Sabtu (24/10), tetapi kemudian takluk 57-66 dari Dewa United Banten pada Minggu (25/10). Persaingan di Grup B masih terbuka, sebab setiap hasil dapat memengaruhi peluang tim menembus fase gugur.
Turnamen ini diikuti 10 klub yang dibagi ke dalam Grup A dan Grup B, masing-masing berisi lima tim. Grup B dihuni Pelita Jaya, Hangtuah, Kesatria Bengawan Solo, Dewa United Banten, dan Satya Wacana Salatiga. Grup A terdiri atas Satria Muda Pertamina Jakarta, Prawira Bandung, Bali United Basketball, Borneo Hornbills, dan Tangerang Hawks.
Baca juga: STAFFEX SGS 2026 Perkuat Kesiapan Operasi Gabungan Melalui AAR | DCT CYBEREX SGS 2026 Paparkan Analisis Serangan, Perkuat Pertahanan Siber | Latihan Cyber Super Garuda Shield 2026 Perkuat kemampuan Pertahanan Siber Gabungan





