Pengunduran Diri Santiago Peña di Tengah Krisis Ueno Bank dan Ancaman Pemakzulan

Pengunduran Diri Santiago Peña di Tengah Krisis Ueno Bank dan Ancaman Pemakzulan

Jakarta | Kebangkrutan Ueno Bank menjadi pusat krisis keuangan dan politik yang mengguncang Paraguay. Bank digital itu berkembang pesat selama pemerintahan Presiden Santiago Peña dan diklaim telah menjangkau sekitar 60 persen nasabah dewasa di negara tersebut. Pertumbuhan yang cepat membuat Ueno Bank berperan penting dalam kehidupan sehari-hari banyak warga, mulai dari menerima penghasilan hingga menyimpan dana untuk kebutuhan rumah tangga. Karena itu, masalah solvabilitas lembaga tersebut segera melampaui persoalan bisnis dan berubah menjadi ancaman bagi kestabilan keuangan nasional.

Pada hari Senin, bank sentral memerintahkan penyelesaian insolvensi Ueno Bank, sebelum Peña mengundurkan diri. Langkah itu diikuti pembekuan simpanan sekitar tiga juta nasabah, sehingga banyak orang kehilangan akses terhadap uang mereka. Dampaknya terasa langsung di tingkat keluarga: ratusan ribu rumah tangga dilaporkan kesulitan memperoleh dana untuk membeli makanan dan memenuhi kebutuhan pokok. Bagi warga yang bergantung pada layanan digital bank untuk transaksi harian, pembatasan tersebut menciptakan ketidakpastian sekaligus tekanan ekonomi. Situasi ini juga memunculkan pertanyaan tentang pengawasan terhadap pertumbuhan bank dan kesiapan otoritas menghadapi kegagalan lembaga dengan jangkauan luas.

Krisis perbankan itu kemudian berkembang menjadi gejolak politik. Penangkapan sejumlah eksekutif bank menambah perhatian publik terhadap penyebab kebangkrutan, tanggung jawab pengelola, dan kemungkinan adanya kelalaian dalam pengawasan. Pada saat yang sama, demonstrasi besar berlangsung di jalanan, dengan warga menuntut kejelasan mengenai dana yang dibekukan dan langkah pemerintah untuk melindungi nasabah. Ketegangan meningkat karena dampak krisis dirasakan langsung oleh masyarakat, sementara perdebatan tentang kepemimpinan Peña dan ancaman pemakzulan terus menguat. Dengan demikian, perkara Ueno Bank bukan sekadar kegagalan satu institusi keuangan; krisis tersebut memperlihatkan bagaimana runtuhnya kepercayaan terhadap bank dapat memperbesar tekanan sosial dan menggoyahkan pemerintahan. Penanganan insolvensi, pemulihan akses terhadap simpanan, dan penyelidikan yang transparan menjadi isu mendesak bagi Paraguay, sementara keluarga yang terdampak menunggu kepastian atas uang mereka serta bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ueno Bank menjadi pusat perhatian publik setelah keterkaitannya dengan dana negara dan pensiun terungkap di tengah krisis politik Paraguay. Latar belakang bank ini bermula pada 2021, ketika Grupo Vázquez membelinya. Pada akhir 2023, Ueno memperoleh izin untuk beroperasi sebagai bank digital, memperluas jangkauan layanan dan menarik nasabah melalui berbagai promosi. Salah satu daya tarik yang menonjol adalah penawaran uang kembali atau cashback untuk transaksi tertentu.

Strategi pemasaran Ueno juga mencakup keterlibatan dalam olahraga nasional. Bank tersebut menjadi sponsor tim sepak bola nasional Paraguay, sehingga mereknya semakin dikenal luas. Namun, perhatian terhadap perusahaan meningkat ketika diketahui bahwa Ueno mengelola dana publik dan pensiun dengan nilai sekitar US$800 juta hingga US$850 juta. Besarnya dana yang dipercayakan kepada bank swasta itu memunculkan pertanyaan mengenai proses penempatan, pengawasan, serta kriteria yang digunakan dalam pengelolaannya. Isu tersebut menjadi semakin sensitif karena menyangkut uang negara dan hak pensiunan.

Presiden Santiago Peña menghadapi kritik atas dugaan konflik kepentingan, menyusul hubungannya dengan kepemilikan saham di Ueno Holding. Peña menyatakan bahwa keterkaitan tersebut hanya berupa investasi dan bahwa seluruh sahamnya telah dilepas. Sebelum polemik membesar, ia juga menyebut laporan mengenai dugaan keberpihakan dalam penempatan dana negara di Ueno sebagai kampanye palsu yang bertujuan melemahkan pemerintahannya. Pernyataan itu tidak meredakan tuntutan akan keterbukaan, terutama mengenai waktu pelepasan saham dan tata kelola dana publik.

Tekanan turut datang dari dunia sepak bola. Para pemain tim nasional Paraguay merilis surat yang mendesak pemerintah dan sistem peradilan untuk menindak tegas skandal tersebut. Sikap mereka memperluas isu dari perdebatan mengenai hubungan bisnis dan politik menjadi seruan publik atas akuntabilitas. Dalam konteks ancaman pemakzulan terhadap Peña, pengelolaan dana oleh Ueno menjadi salah satu titik yang memperbesar sorotan terhadap pemerintah. Penyelidikan yang transparan dinilai penting untuk memastikan apakah keputusan terkait dana publik telah mengikuti aturan dan menghindari konflik kepentingan.

Santiago Peña, yang menjabat sebagai presiden Paraguay sejak Agustus 2023, menghadapi tekanan politik yang meningkat setelah dua kelompok parlemen mengajukan mosi pemakzulan pada hari Rabu. Mosi tersebut datang dari anggota parlemen oposisi maupun anggota Partai Colorado, partai yang mendukung pemerintahannya. Perkembangan ini menunjukkan bahwa krisis Ueno Bank telah berkembang menjadi persoalan yang mengancam kelangsungan kepemimpinannya.

Peña dituding bertanggung jawab atas kejatuhan bank karena dianggap mengabaikan peringatan mengenai masalah yang dihadapi lembaga itu. Peringatan tersebut, menurut para pengkritiknya, telah disampaikan oleh bank sentral dan juga diberitakan media. Tuduhan itu menjadi dasar desakan agar presiden dimintai pertanggungjawaban, meskipun proses pemakzulan masih menghadapi tahapan politik dan hukum sebelum dapat berujung pada pencopotan dari jabatan.

Tekanan semakin berat ketika Horacio Cartes, mantan presiden Paraguay sekaligus sekutu Peña, menyatakan dukungan terhadap langkah pemakzulan. Cartes mengatakan pihaknya tidak akan membela dugaan pencurian dana publik, dana swasta, maupun dana pensiunan. Sikap tersebut mengisyaratkan bahwa Peña tidak lagi dapat mengandalkan dukungan tanpa syarat dari tokoh berpengaruh di dalam kubu politiknya sendiri. Dengan dukungan partai yang terbelah dan oposisi yang mendorong proses tersebut, ruang politik presiden kian menyempit.

Di tengah situasi itu, Peña mengumumkan pengunduran dirinya melalui sebuah video. Ia menjelaskan keputusan tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas negara dan melestarikan institusi demokrasi. Inti pesannya adalah bahwa ketenangan Paraguay harus menjadi prioritas, sementara masyarakat perlu memperoleh kepastian bahwa simpanan nasabah dapat dikembalikan. Pernyataan tersebut menempatkan stabilitas nasional dan perlindungan para penabung sebagai alasan utama di balik langkah mundurnya.

Pengunduran diri itu terjadi setelah ancaman pemakzulan dan tekanan dari berbagai arah semakin kuat. Namun, pengumuman tersebut tidak dengan sendirinya menyelesaikan dampak krisis Ueno Bank. Nasib pengembalian simpanan tetap menjadi perhatian penting bagi nasabah, sedangkan perkembangan politik berikutnya akan menentukan bagaimana Paraguay menangani peralihan kepemimpinan serta menjaga kepercayaan terhadap lembaga-lembaga demokratisnya.

Belum ada kepastian mengenai siapa yang secara resmi akan menggantikan Santiago Peña untuk menuntaskan sisa masa jabatannya hingga 2028. Pengunduran diri presiden tidak serta-merta mengakhiri seluruh persoalan kelembagaan: Kongres masih harus menerima pengunduran diri tersebut, sementara proses pemakzulan yang telah bergulir dapat menentukan konsekuensi politik dan hukum bagi Peña. Jika Kongres menerima pengunduran dirinya, Wakil Presiden Pedro Alliana secara teori dapat mengambil alih kepemimpinan negara. Namun, kemungkinan itu juga menempatkan suksesi dalam sorotan, karena Alliana turut dicurigai memiliki kaitan dengan skandal Ueno Bank. Ia telah membantah keterlibatan dalam perkara tersebut.

Ketidakpastian itu muncul ketika proses pemakzulan tetap berjalan. Sekitar satu jam setelah pengumuman pengunduran diri Peña, majelis rendah menyetujui mosi pemakzulan secara bulat untuk diteruskan ke Senat. Dengan demikian, pengunduran diri tidak otomatis menghentikan pemeriksaan politik. Apabila Senat menyetujui pemakzulan, Peña berpotensi kehilangan kursi Senat serta kekebalan parlementernya, meskipun telah mundur dari jabatan presiden. Hilangnya perlindungan tersebut dapat membuka jalan bagi kemungkinan tuntutan pidana terhadapnya di pengadilan biasa. Tahap berikutnya bergantung pada keputusan Senat, sehingga nasib politik dan status hukum Peña masih belum dapat dipastikan.

Senator oposisi Rafael Filizzola mengecam skandal Ueno Bank dengan menyebutnya sebagai penipuan besar yang dilakukan melalui kekuasaan politik. Ia juga menuding bank tersebut dibentuk untuk memanfaatkan dana publik bagi kepentingan bisnis swasta yang terhubung dengan kekuasaan.

Baca juga: Ombudsman Tegaskan Pengunduran Diri Dirjen Pemasyarakatan Merupakan Urusan Internal Kementerian | Wamentan Muhammad Saleh Mustafa Ajukan Pengunduran Diri dari Jabatan Wakasad

41 kunjungan