Jakarta | Laporan Counterpoint mengenai ponsel pintar terlaris dunia pada kuartal I 2026 menempatkan iPhone 17 sebagai model dengan penjualan tertinggi secara global. Hasil ini menunjukkan kuatnya posisi perangkat tersebut di tengah persaingan berbagai merek dan model di pasar internasional. Peringkat yang disusun dalam laporan mengacu pada penjualan dunia selama periode tersebut, sehingga menggambarkan permintaan lintas negara, bukan kecenderungan pembelian di satu pasar tertentu. Karena itu, posisi teratas iPhone 17 perlu dibaca sebagai capaian global, bukan sebagai ukuran langsung popularitasnya di Indonesia.
Apple juga mengisi sejumlah posisi penting dalam daftar sepuluh besar. iPhone 17 Pro Max berada di urutan kedua, disusul iPhone 17 Pro di posisi ketiga. Sementara itu, iPhone 16 menempati peringkat keenam. Dengan demikian, empat model Apple tercatat di sepuluh smartphone terlaris dunia pada kuartal pertama 2026. Susunan ini memperlihatkan bahwa daya tarik Apple tidak hanya bertumpu pada satu perangkat unggulan, tetapi tersebar pada beberapa model dengan posisi dan rentang produk berbeda. Namun, peringkat saja tidak menjelaskan seluruh faktor di balik penjualan, seperti ketersediaan produk, harga, maupun strategi distribusi di tiap wilayah.
Daftar Counterpoint tersebut memberi gambaran mengenai persaingan penjualan ponsel pada awal 2026, sekaligus menegaskan kehadiran kuat Apple di jajaran teratas. iPhone 17 memimpin, sedangkan dua varian Pro menempati posisi kedua dan ketiga, dan iPhone 16 masih masuk enam besar. Temuan ini tetap harus dipahami sesuai cakupan datanya: peringkat penjualan global untuk kuartal I 2026. Hasil tersebut tidak secara otomatis menunjukkan urutan ponsel terlaris di Indonesia, sebab pola permintaan lokal dapat berbeda dari tren dunia. Untuk mengetahui pilihan konsumen Indonesia, diperlukan data penjualan yang secara khusus mengukur pasar nasional pada periode yang sama.
Lima model Samsung yang masuk dalam daftar ponsel terlaris dunia pada kuartal I 2026 berasal dari satu keluarga produk, yakni Galaxy A. Capaian ini memperlihatkan kuatnya posisi lini tersebut di pasar global, terutama pada segmen yang mengutamakan harga terjangkau, pilihan konektivitas, dan fitur yang memadai untuk kebutuhan sehari-hari. Kehadiran lima perangkat sekaligus juga menunjukkan bahwa permintaan terhadap ponsel kelas menengah dan entry-level Samsung tersebar di beberapa tingkat harga, bukan hanya bertumpu pada satu model unggulan.
Galaxy A07 4G menempati posisi keempat dan menjadi ponsel Android terlaris selama periode tersebut. Peringkat ini menempatkannya di perangkat dengan penjualan tertinggi secara keseluruhan, sekaligus memperkuat daya tarik model 4G yang lebih ekonomis di berbagai pasar. Di urutan kelima terdapat Galaxy A17 5G. Kehadiran dua model tersebut pada posisi berdekatan menunjukkan bahwa perangkat dengan dukungan jaringan berbeda dapat sama-sama menarik pembeli, bergantung pada kebutuhan dan ketersediaan jaringan di masing-masing wilayah.
Samsung juga menempatkan Galaxy A56 pada urutan ketujuh, disusul Galaxy A36 di posisi kedelapan. Kedua ponsel ini memperluas jangkauan Galaxy A ke segmen yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi dibandingkan model entry-level. Dengan mengisi dua posisi berurutan, keduanya menandakan bahwa konsumen tetap mempertimbangkan pilihan kelas menengah dalam jumlah besar, di tengah persaingan ketat dari berbagai merek. Posisi tersebut turut melengkapi representasi Samsung di daftar, dari model dasar hingga perangkat dengan fitur yang lebih beragam.
Galaxy A17 4G berada di urutan kesembilan, sehingga melengkapi lima ponsel Galaxy A Samsung dalam sepuluh besar. Secara keseluruhan, susunan peringkat ini memperlihatkan strategi portofolio yang menjangkau pembeli dengan preferensi konektivitas dan anggaran berbeda. Hasilnya bukan sekadar keberhasilan satu produk, melainkan tanda bahwa rangkaian Galaxy A memiliki jangkauan pasar luas. Meski demikian, peringkat penjualan menggambarkan performa pada satu kuartal dan tidak dengan sendirinya menjelaskan faktor penyebabnya secara rinci; harga, distribusi, promosi, serta kebutuhan lokal dapat turut memengaruhi hasil di tiap pasar.Galaxy S26 Ultra menjadi salah satu perangkat yang patut diperhatikan dalam peta persaingan ponsel terlaris dunia pada kuartal pertama 2026. Model flagship Samsung ini disebut hampir menembus daftar sepuluh besar, sebuah posisi yang menunjukkan bahwa minat terhadap perangkat kelas premium tetap hadir di tengah pasar yang juga diramaikan ponsel dengan harga lebih terjangkau. Meski belum masuk sepuluh besar, capaian tersebut menempatkan Galaxy S26 Ultra cukup dekat dengan jajaran perangkat terlaris pada periode itu. Informasi yang tersedia tidak mencantumkan angka penjualan maupun peringkat persisnya, sehingga pencapaian ini sebaiknya dipahami sebagai gambaran umum, bukan ukuran kuantitatif yang lebih terperinci.
Menurut informasi sumber, penjualan awal Galaxy S26 Ultra lebih kuat dibandingkan pendahulunya. Perbandingan ini menjadi petunjuk bahwa sambutan pada tahap awal peluncuran mengalami peningkatan, meskipun belum cukup untuk menyimpulkan bagaimana kinerja perangkat sepanjang kuartal atau selama masa pemasarannya. Penjualan awal dapat memberi gambaran mengenai daya tarik sebuah produk ketika pertama kali tersedia, tetapi posisinya dalam daftar terlaris juga dipengaruhi persaingan dari berbagai model dan kondisi pasar. Karena itu, kedekatan Galaxy S26 Ultra dengan sepuluh besar menarik untuk dicermati tanpa menganggapnya sebagai bukti bahwa ponsel tersebut telah mengungguli seluruh pesaing di segmen premium.
Salah satu pembaruan yang disebut menjadi perhatian adalah fitur layar privasi, yang menurut sumber diperkenalkan sebagai yang pertama di industri. Kehadiran fitur tersebut memberi perangkat ini pembeda dalam narasi peluncurannya, terutama bagi konsumen yang mempertimbangkan aspek privasi saat menggunakan ponsel. Namun, informasi yang tersedia tidak merinci cara kerja, batasan, ataupun penerapan fitur tersebut, sehingga tidak tepat untuk menambahkan klaim teknis lebih jauh. Secara keseluruhan, kombinasi penjualan awal yang lebih kuat daripada generasi sebelumnya dan pembaruan layar privasi membantu menjelaskan mengapa Galaxy S26 Ultra hampir masuk daftar sepuluh ponsel terlaris dunia pada kuartal I 2026. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada data penjualan yang lebih lengkap serta respons pasar setelah periode awal peluncuran.
Redmi A5 dari Xiaomi melengkapi daftar sepuluh smartphone terlaris dunia pada kuartal I 2026. Kehadirannya menempatkan Xiaomi sebagai merek ketiga yang tercatat dalam susunan tersebut, bersama perangkat-perangkat dari Apple dan Samsung. Dengan model ini, daftar mencakup tiga merek, tetapi jumlah perangkat dari masing-masing merek tidak terbagi merata. Redmi A5 menjadi satu-satunya wakil Xiaomi di sepuluh posisi yang dihimpun untuk periode tersebut.
Komposisi keseluruhan memperlihatkan Apple menyumbang empat perangkat, Samsung lima perangkat, dan Xiaomi satu perangkat. Dengan demikian, lima dari sepuluh model berasal dari Samsung, empat berasal dari Apple, sementara satu sisanya adalah Redmi A5. Angka tersebut memberi gambaran ringkas mengenai merek yang hadir dalam daftar, sekaligus memperjelas porsi masing-masing tanpa perlu menambahkan dugaan mengenai alasan di balik urutan atau jumlah model.
Susunan ini menempatkan Redmi A5 sebagai penutup daftar sepuluh besar yang dibahas. Penyebutan model dan merek tersebut melengkapi catatan tentang perangkat-perangkat yang masuk dalam jajaran terlaris dunia sepanjang tiga bulan pertama 2026. Fokusnya tetap pada identitas produk dan distribusi merek yang tercantum. Data yang tersedia di sini tidak merinci faktor yang menentukan posisi setiap ponsel, sehingga peringkat dapat disampaikan sebagai catatan hasil, bukan sebagai penjelasan sebab-akibat.
Daftar kuartal I 2026 itu, pada akhirnya, terdiri atas empat smartphone Apple, lima smartphone Samsung, dan satu smartphone Xiaomi, yakni Redmi A5. Pembagian tersebut merangkum keseluruhan sepuluh perangkat yang masuk dalam pemeringkatan global pada periode itu.






