Kota Bogor | Aktor senior Yadi Mulyadi, yang dikenal luas dengan nama Yadi Timo, meninggal dunia akibat serangan jantung. Kabar duka tersebut membawa kehilangan bagi dunia hiburan Tanah Air, terutama bagi penonton yang mengenalnya melalui berbagai peran di layar. Informasi mengenai penyebab wafatnya menjadi hal utama yang disampaikan dalam kabar kepergiannya. Tidak ada rincian lain mengenai kondisi atau waktu kematian yang perlu ditambahkan di luar keterangan tersebut.
Jenazah Yadi Timo dimakamkan pada Jumat (16/7/2026) di TPU Dreded, Jalan Dreded No. 43, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Lokasi pemakaman itu menjadi tempat peristirahatan terakhir sang aktor. Penyebutan alamat secara lengkap membantu masyarakat mengetahui tempat pemakamannya, sekaligus menegaskan bahwa prosesi pemakaman berlangsung di wilayah Bogor Selatan.
Kepergian seorang aktor senior seperti Yadi Timo mengingatkan publik pada perjalanan panjang para pekerja seni yang hadir dalam beragam karya hiburan. Meski kabar yang tersedia dalam informasi ini berfokus pada penyebab wafat dan pemakaman, nama Yadi Timo tetap lekat dengan kiprahnya sebagai aktor. Berita duka tersebut pun menjadi kesempatan bagi para penonton untuk mengenang sosoknya melalui karya-karya yang pernah ia tampilkan.
Informasi mengenai pemakaman juga memberikan kepastian bagi publik tentang lokasi peristirahatan terakhirnya. TPU Dreded berada di Jalan Dreded No. 43, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Keterangan ini disampaikan tanpa menambahkan detail mengenai usia, keluarga, ataupun waktu kematian, karena hal-hal tersebut tidak termasuk dalam informasi yang tersedia. Dengan demikian, kabar yang dapat dipastikan adalah bahwa Yadi Mulyadi atau Yadi Timo wafat akibat serangan jantung dan dimakamkan di TPU Dreded pada tanggal yang disebutkan. Ucapan belasungkawa dan kenangan terhadap kiprahnya menjadi bagian dari respons publik atas kabar kehilangan ini. Kepergiannya menutup perjalanan seorang aktor senior yang dikenal dengan nama Yadi Timo, sementara karya-karyanya tetap dapat dikenang oleh para penonton yang pernah menyaksikannya.
Denpus, sahabat dekat Yadi Timo, mengaku terkejut ketika menerima kabar duka mengenai kepergian Yadi. Kabar tersebut ia terima setelah menunaikan salat Subuh. Rasa kaget itu muncul karena, berdasarkan informasi yang sampai kepadanya, Yadi masih sempat berkumpul dan berbincang dengan sejumlah teman pada malam sebelumnya. Aktivitas tersebut membuat kabar bahwa Yadi meninggal dunia terasa sulit dipercaya bagi Denpus.
Menurut kronologi yang didengar Denpus, pertemuan berlangsung di sebuah kantor PH. Yadi disebut berada di sana bersama teman-temannya hingga sekitar pukul 22.30. Mereka menghabiskan waktu dengan berkumpul dan mengobrol sebelum Yadi pulang. Setelah itu, kabar yang diterima Denpus menyebut Yadi mengalami serangan jantung di rumah. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
Denpus juga menyampaikan keterangan dokter yang ia terima terkait perjalanan menuju rumah sakit. Menurut informasi tersebut, Yadi sudah tidak ada ketika masih dalam perjalanan. Keterangan itu menjadi bagian dari kabar yang disampaikan kepada Denpus setelah kejadian, sekaligus menjelaskan bahwa Yadi tidak sempat tiba di rumah sakit dalam keadaan masih hidup. Denpus menyampaikan hal tersebut sebagai informasi yang diterimanya, bukan sebagai saksi langsung atas peristiwa medis yang dialami Yadi.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak hadir dalam pertemuan malam itu. Karena itu, penjelasan mengenai kegiatan Yadi hingga sekitar pukul 22.30, kepulangannya, serta kejadian setelah berada di rumah bersumber dari kabar yang ia dengar. Dengan demikian, kronologi yang disampaikan Denpus perlu dipahami sebagai keterangan berdasarkan informasi dari pihak lain. Meski begitu, kabar bahwa Yadi masih sempat berbincang dengan teman-temannya pada malam sebelum meninggal menjadi hal yang paling membekas baginya. Denpus baru mengetahui kabar duka pada pagi hari, setelah menjalankan ibadah Subuh, dan tidak menyangka aktivitas malam tersebut akan menjadi pertemuan terakhir Yadi dengan teman-temannya.Denpus mengenal Yadi jauh sebelum namanya dikenal luas melalui berbagai peran di layar kaca. Keduanya bertemu ketika sama-sama menempuh pendidikan teater di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), meski berasal dari angkatan yang berbeda. Yadi tercatat sebagai mahasiswa angkatan 1988, sementara Denpus lebih dahulu masuk, yakni pada 1986. Perbedaan angkatan itu tidak menghalangi keduanya untuk saling mengenal dan menyaksikan proses masing-masing dalam lingkungan seni kampus. Dari masa tersebut, Denpus mengetahui bahwa Yadi memiliki keterkaitan yang kuat dengan seni peran, bidang yang kemudian ia tekuni dalam perjalanan kariernya.
Dalam kenangannya, Denpus menilai perjalanan Yadi sebagai aktor berlangsung panjang. Pengalaman yang dibangun sejak masa pendidikan teater menjadi bagian dari prosesnya sebelum ia semakin dikenal oleh penonton. Menurut Denpus, kiprah Yadi tidak hanya terbatas pada satu jenis produksi atau satu medium. Ia pernah terlibat dalam film, lalu menjalani banyak pekerjaan di televisi, termasuk beragam sinetron. Rentang pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa karier Yadi berkembang melalui berbagai kesempatan, dengan peran dan lingkungan kerja yang berbeda-beda. Denpus menggambarkan perjalanan itu sebagai perjalanan seni peran yang panjang, bukan pencapaian yang muncul secara singkat.
Salah satu film yang disebut Denpus dalam mengingat kiprah awal Yadi adalah Petualangan Sherina. Namun, ia menyampaikan ingatan mengenai waktu keterlibatan itu secara tidak pasti, dengan perkiraan sekitar 1998 atau 1999. Karena keterangan tersebut berupa perkiraan, tahun itu tidak dapat dipastikan sebagai tahun produksi maupun tahun tayang film tersebut. Yang dapat dicatat dari kenangan Denpus ialah bahwa Yadi pernah terlibat dalam film sebelum aktivitasnya di televisi dan sinetron menjadi lebih intens. Penyebutan film itu menjadi salah satu penanda dari luasnya pengalaman Yadi sebagai pemeran, sekaligus mengingatkan bahwa perjalanan kariernya mencakup lebih dari satu medium.
Setelah itu, menurut gambaran Denpus, Yadi semakin banyak hadir dalam produksi televisi dan berbagai sinetron. Peralihan atau perluasan aktivitas tersebut tidak menghapus pengalaman film yang pernah dijalaninya, melainkan menjadi bagian dari keseluruhan perjalanan karier. Kisah pertemanan sejak masa kuliah di IKJ memberi Denpus sudut pandang personal untuk mengenang proses panjang tersebut. Ia mengenal Yadi bukan hanya sebagai sosok yang kemudian tampil di layar, tetapi juga sebagai teman satu lingkungan pendidikan seni. Dari masa belajar teater hingga kiprah di film dan televisi, perjalanan itu menunjukkan konsistensi Yadi dalam menekuni dunia peran selama bertahun-tahun.
Kepergian Yadi meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sesama pelaku seni, terutama Denpus yang telah mengenalnya dalam waktu lama. Di mata orang-orang yang pernah bekerja bersamanya, Yadi bukan hanya sosok yang hadir dalam berbagai kegiatan seni, tetapi juga sahabat yang memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan mereka. Kabar tentang wafatnya pun terasa berat diterima, terlebih karena hubungan persahabatan itu telah tumbuh seiring perjalanan hidup dan karier masing-masing.
Denpus mengenang Yadi sebagai pribadi yang lekat dengan karakter berwatak kuat. Dalam berbagai peran yang dimainkannya, Yadi kerap dipercaya memerankan tokoh dengan pembawaan tegas dan berkarakter. Citra tersebut membuatnya mudah diingat oleh rekan kerja maupun penonton. Namun, bagi Denpus, kenangan tentang sahabatnya tidak berhenti pada sosok yang tampil di depan kamera atau panggung. Ada kedekatan personal yang telah terjalin lama, sehingga kehilangan ini terasa seperti kehilangan bagian dari perjalanan yang mereka lalui bersama.
Persahabatan yang terbentuk melalui perjumpaan dan pengalaman bersama menjadi salah satu hal yang membuat kepergian Yadi begitu membekas.
Baca juga: TNI Perkuat Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda | Olahraga Bersama Pererat Persahabatan Prajurit TNI dan Negara Sahabat di SGS 2026 | DCT CYBEREX SGS 2026 Paparkan Analisis Serangan, Perkuat Pertahanan Siber






