Jakarta | Ribuan peserta kategori maraton Jakarta Running Festival (JRF) 2026 memulai perlombaan di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melepas para pelari sebagai penanda dimulainya salah satu agenda utama festival tersebut. Pelepasan berlangsung pada pagi hari, ketika kawasan GBK menjadi titik berkumpul peserta sebelum mereka menempuh rute perlombaan. Kehadiran ribuan pelari menandai dimulainya kategori maraton dalam rangkaian JRF tahun ini.
Flag off dilakukan tepat pukul 04.00 WIB. Pramono mengibarkan bendera sebagai tanda bahwa perlombaan telah dimulai, lalu para pelari langsung bergerak meninggalkan area awal untuk memulai lomba. Momen pengibaran bendera menjadi penanda resmi bagi peserta untuk berangkat dan menjalani tantangan maraton. Dengan dimulainya flag off, suasana persiapan di titik start beralih menjadi pelaksanaan lomba, sementara peserta mulai bergerak mengikuti jalur yang telah disiapkan penyelenggara.
Pelepasan di GBK menjadi bagian penting dari pelaksanaan Jakarta Running Festival 2026. Kawasan olahraga tersebut digunakan sebagai lokasi awal bagi para peserta kategori maraton, sekaligus menjadi tempat berlangsungnya seremoni singkat sebelum perlombaan dimulai. Para pelari berangkat setelah tanda diberikan, mengikuti alur start secara berurutan. Momentum ini menghubungkan persiapan peserta dengan perjalanan lomba yang mereka hadapi pada hari itu. Dimulainya maraton sejak pukul 04.00 WIB juga menempatkan pelepasan sebagai agenda awal pada Minggu pagi, dengan Pramono Anung memimpin penandaannya. Setelah bendera dikibarkan, fokus beralih kepada para peserta yang mulai menapaki rute dan menjalani perlombaan masing-masing.
Saat para peserta melintasi area tempat Pramono Anung berdiri, suasana berlangsung hangat dan penuh semangat. Sejumlah pelari yang melihatnya tampak mengangkat tangan untuk menyapa, meski mereka tetap menjaga langkah dan perhatian pada jalur lomba. Sapaan itu menjadi bagian dari momen singkat di tengah kegiatan yang dimulai sejak dini hari. Pramono merespons dengan melambaikan tangan dan tersenyum kepada para peserta. Interaksi sederhana tersebut memperlihatkan suasana akrab pejabat yang hadir dan pelari yang sedang mengikuti ajang Jakarta Running Festival 2026. Bagi para peserta, sapaan langsung seperti itu memberi warna tersendiri ketika mereka bergerak melewati area pelepasan. Sementara itu, jalur tetap dipenuhi pelari yang bersiap menempuh jarak sesuai kategori masing-masing.
Pramono tampak membalas sapaan dari beberapa arah, mengikuti arus peserta yang terus melintas. Ia tidak hanya melepas lomba, tetapi juga menyempatkan diri memberi respons kepada pelari yang menyapanya. Senyum dan lambaian tangannya terlihat menjadi bentuk dukungan sederhana bagi mereka yang memulai tantangan pada pagi hari. Momen tersebut berlangsung di rangkaian kegiatan pelepasan, sehingga tidak mengubah alur acara. Para pelari kemudian meneruskan langkah di lintasan, sementara Pramono menuntaskan tugasnya dalam pelepasan peserta maraton. Kehadiran peserta dengan energi dan antusiasme yang beragam membuat suasana di sekitar area itu terasa hidup. Interaksi singkat tersebut juga menegaskan kedekatan suasana perayaan olahraga, ketika dukungan dapat disampaikan melalui gestur kecil tanpa mengganggu jalannya lomba.
Setelah prosesi melepas peserta maraton selesai, Pramono kembali ke ruang VIP. Ia bersiap untuk mengikuti kategori 10K, sehingga agenda berikutnya beralih dari melepas pelari menjadi persiapan pribadi sebelum berlomba. Sekitar pukul 04.31 WIB, Pramono terlihat melakukan pemanasan. Waktu yang masih pagi itu menunjukkan bahwa kegiatan festival telah dimulai sejak dini, dengan rangkaian agenda yang berlangsung berdekatan. Pemanasan menjadi bagian dari persiapan sebelum menempuh jarak 10 kilometer, sementara para peserta maraton telah lebih dahulu bergerak di lintasan. Peralihan tersebut menutup momen interaksi Pramono dengan para pelari yang melintasinya, sekaligus menandai persiapannya untuk turut berlari. Dengan demikian, keterlibatannya dalam festival mencakup peran sebagai pejabat yang melepas peserta dan sebagai peserta kategori 10K.
Jakarta Running Festival 2026 berlangsung selama dua hari, pada 24–25 Oktober 2026, dengan jumlah peserta lebih dari 37.000 pelari. Skala keikutsertaan tersebut menunjukkan besarnya penyelenggaraan festival lari ini, yang menghimpun peserta dari berbagai negara. Para pelari yang hadir berasal dari 48 negara, sehingga partisipasi tidak hanya mencakup warga Indonesia, tetapi juga pelari mancanegara. Dengan ribuan peserta dan keterwakilan lintas negara, Jakarta Running Festival 2026 menjadi agenda olahraga yang melibatkan pelari dalam jumlah besar selama dua hari penyelenggaraan.
Dari keseluruhan peserta, lebih dari 1.000 pelari tercatat berasal dari luar negeri. Angka ini merupakan bagian dari total peserta yang melampaui 37.000 orang, bukan tambahan di luar jumlah tersebut. Kehadiran pelari mancanegara dari 48 negara turut menggambarkan jangkauan festival yang melintasi batas nasional. Sementara itu, jumlah peserta secara keseluruhan mencerminkan tingginya skala partisipasi yang dihimpun dalam Jakarta Running Festival 2026. Kedua angka tersebut—total pelari dan peserta dari luar negeri—memberi gambaran mengenai besarnya keterlibatan peserta dalam acara yang berlangsung pada 24 dan 25 Oktober.
Data peserta menjadi salah satu penanda utama skala Jakarta Running Festival 2026. Selama dua hari, festival ini diikuti lebih dari 37.000 pelari, dengan asal peserta tersebar di 48 negara. Lebih dari 1.000 di antaranya merupakan pelari mancanegara. Rangkaian jumlah tersebut memperlihatkan bahwa penyelenggaraan festival melibatkan kelompok peserta yang luas, baik dari dalam maupun luar negeri. Informasi mengenai durasi acara, total pelari, jumlah negara asal, dan peserta internasional memberikan gambaran ringkas tentang besarnya partisipasi pada edisi 2026, tanpa mengubah cakupan data yang tersedia. Jakarta Running Festival 2026 pun tercatat sebagai pertemuan lari dua hari dengan keterlibatan puluhan ribu peserta dan perwakilan dari berbagai negara.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah dukungan untuk menjaga kelancaran Jakarta Running Festival 2026, termasuk layanan transportasi gratis bagi peserta. Fasilitas ini diharapkan membantu pelari mencapai lokasi perlombaan tanpa harus mengandalkan kendaraan pribadi, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar area kegiatan. Kemudahan akses menjadi perhatian penting karena peserta perlu tiba lebih awal untuk melakukan persiapan dan mengikuti prosedur sebelum lomba dimulai. Dengan menyediakan pilihan perjalanan yang mudah dijangkau, pemerintah berupaya mendukung kebutuhan peserta maupun masyarakat yang beraktivitas di Jakarta selama acara berlangsung. Informasi mengenai titik keberangkatan dan tata cara pemanfaatan layanan dapat diperhatikan peserta melalui pengumuman resmi penyelenggara.
Selain pengaturan transportasi, Pemprov DKI juga melakukan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah untuk mendukung kenyamanan selama kegiatan. Upaya tersebut ditujukan untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang berpotensi mengganggu jalannya perlombaan dan aktivitas pendukung. Pelaksanaan operasi ini menjadi bagian dari koordinasi pemerintah dalam mempersiapkan acara berskala besar, yang melibatkan banyak peserta serta berlangsung di ruang terbuka. Meski kondisi cuaca tidak dapat sepenuhnya dipastikan, langkah antisipatif diharapkan membantu mengurangi risiko gangguan dan menciptakan situasi yang lebih kondusif. Peserta tetap perlu memantau informasi terbaru, menyiapkan perlengkapan yang sesuai, serta mengikuti arahan petugas dan panitia selama kegiatan.
Pramono juga menginstruksikan agar MRT Jakarta mulai beroperasi pukul 03.00 WIB selama dua hari pelaksanaan festival. Penyesuaian jam layanan tersebut dirancang untuk memberi kesempatan kepada peserta dari berbagai wilayah agar dapat berangkat lebih awal dan tiba tepat waktu di lokasi perlombaan. Jadwal khusus ini relevan bagi pelari yang harus mengikuti proses registrasi, pemanasan, atau persiapan sebelum waktu start, terutama ketika akses jalan dan lalu lintas mengalami pengaturan.
Baca juga: Culture Day Peserta Staffex SGS 2026 Ulik Budaya Indonesia Di Saung Angklung Udjo | Peserta Super Garuda Shield 2026 Simulasikan Respons Terpadu Hadapi Bencana | Bukan Sekadar Jalan Santai, 10 Ribu Peserta Satukan Langkah di HUT TNI






