Kabupaten Konawe | Seorang pria berinisial MS, berusia 56 tahun, membakar rumah miliknya sendiri di Desa Labela, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 9 Oktober, sekitar pukul 09.30 WITA. Kebakaran itu menjadi perhatian warga karena bangunan yang dilalap api merupakan tempat tinggal pelaku.
Api tidak hanya merusak bagian utama rumah, tetapi juga membakar sejumlah barang yang berada di dalamnya. Perabotan dan berbagai benda milik keluarga ikut terdampak dalam kejadian tersebut. Kobaran api menyebabkan rumah mengalami kerusakan, sementara barang-barang yang tersimpan di dalam bangunan hangus atau tidak dapat digunakan kembali.
Peristiwa di Desa Labela itu diduga berkaitan dengan persoalan rumah tangga. Sebelum membakar rumah, MS disebut menuduh istrinya berselingkuh. Tuduhan tersebut kemudian berujung pada tindakan pembakaran, meskipun rincian mengenai pemicu perselisihan dan kondisi hubungan keduanya masih memerlukan pendalaman.
Waktu kejadian yang berlangsung pada pagi hari membuat warga sekitar dapat mengetahui adanya kebakaran dan berupaya memberikan perhatian terhadap situasi di lokasi. Namun, kobaran api telah membakar bangunan beserta barang-barang di dalamnya. Kejadian ini selanjutnya menjadi bahan penanganan dan penyelidikan aparat untuk memastikan rangkaian peristiwa, kerugian yang ditimbulkan, serta motif tindakan MS.
Kasatreskrim Polres Konawe AKP Laode M Jefri Hamzah menyampaikan bahwa hasil penyelidikan sementara mengarah pada persoalan rumah tangga sebagai latar belakang dugaan pembakaran rumah yang dilakukan oleh MS. Keterangan tersebut menjadi dasar awal aparat dalam memahami rangkaian peristiwa yang terjadi, sekaligus masih dapat berkembang seiring proses penyelidikan berlangsung.
Menurut keterangan aparat, dugaan pembakaran itu dipicu oleh masalah dalam hubungan rumah tangga. MS disebut menuding istrinya berselingkuh sebelum peristiwa pembakaran terjadi. Tuduhan tersebut kemudian diduga memicu emosi dan pertengkaran MS dengan istrinya. Namun, informasi mengenai perselisihan tersebut disampaikan dalam konteks hasil penyelidikan sementara, sehingga belum dapat dipandang sebagai kesimpulan akhir mengenai seluruh peristiwa.
AKP Laode M Jefri Hamzah menegaskan bahwa penyidik masih mendalami kasus tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan keterangan, mencocokkan informasi dari para pihak, serta memastikan rangkaian kejadian yang berkaitan dengan dugaan pembakaran rumah. Langkah itu diperlukan agar motif dan peran setiap pihak dapat dijelaskan berdasarkan fakta yang diperoleh selama proses hukum.
Dengan demikian, dugaan motif yang telah disampaikan aparat sejauh ini berkaitan dengan persoalan rumah tangga dan tudingan perselingkuhan yang diarahkan MS kepada istrinya. Tidak terdapat informasi lain yang perlu ditambahkan di luar keterangan tersebut. Publik diharapkan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian agar perkembangan kasus dapat diketahui secara utuh dan tidak menimbulkan kesimpulan berdasarkan dugaan yang belum terverifikasi.
Sehari sebelum kebakaran terjadi, aparat menyebut adanya peristiwa yang menjadi latar belakang dugaan pembakaran rumah di Konawe. Pada Kamis, 8 Oktober, MS mengaku mendapati istrinya sedang berduaan dengan seorang pria lain. Pengakuan tersebut kemudian disampaikan sebagai bagian dari keterangan awal mengenai rangkaian kejadian yang berujung pada kebakaran.
Menurut informasi yang dihimpun, pertemuan itu disebut berlangsung di rumah mereka. Situasi tersebut diduga memicu emosi MS, meskipun detail mengenai apa yang terjadi setelah ia mendapati keduanya masih dalam penanganan dan pemeriksaan aparat. Keterangan tentang keberadaan sang istri bersama pria lain juga belum dapat dipahami sebagai bukti bahwa telah terjadi hubungan perselingkuhan. Hal itu tetap merupakan klaim MS yang perlu diuji melalui keterangan para pihak serta bukti lain.
Aparat menggunakan pengakuan tersebut untuk menjelaskan konteks awal sebelum insiden kebakaran, bukan untuk menetapkan kesalahan salah satu pihak dalam persoalan rumah tangga itu. Belum ada keterangan yang memastikan alasan atau hubungan istri MS dan pria yang disebut berada bersamanya. Karena itu, kronologi pada Kamis tersebut perlu ditempatkan secara hati-hati sebagai informasi berdasarkan pengakuan, sementara penyelidikan berlanjut untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh. Pemeriksaan diharapkan dapat menjelaskan apakah konflik setelah kejadian itu berkaitan langsung dengan tindakan pembakaran, termasuk kapan keputusan tersebut muncul dan bagaimana prosesnya berlangsung. Polisi juga perlu mencocokkan keterangan MS dengan keterangan istrinya, pria yang berada di lokasi, serta saksi lain yang mungkin mengetahui kejadian sebelum api berkobar. Pendekatan tersebut penting agar pemberitaan tidak memperlakukan tuduhan sebagai fakta yang telah terbukti.
Sebelum api membesar, MS disebut sempat melakukan sejumlah tindakan di dalam rumah. Peristiwa itu terjadi sehari setelah ia mengaku memergoki istrinya berselingkuh. Setelah kejadian tersebut, MS mencari buku nikah miliknya, tetapi dokumen itu tidak ditemukan. Belum diketahui secara pasti alasan buku nikah tersebut dicari pada saat itu.
Setelah tidak menemukan buku nikah, MS kemudian mengambil korek gas. Ia lalu membakar kain gorden yang berada di ruang tengah rumah. Tindakan tersebut membuat api mulai muncul dari bagian gorden dan menimbulkan kobaran di dalam ruangan. Api yang awalnya berada pada kain kemudian diduga merambat ke sejumlah benda lain di sekitarnya.
MS selanjutnya membakar spring bed yang berada di kamarnya. Material pada gorden dan spring bed yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar. Dalam waktu berikutnya, api menyebar ke bagian lain bangunan hingga melalap rumah tersebut. Sejumlah barang yang berada di dalam rumah turut terbakar dalam peristiwa itu.
Rangkaian tindakan tersebut menjadi bagian dari keterangan mengenai awal mula kebakaran. Api tidak langsung muncul dari seluruh bangunan, melainkan bermula dari benda-benda di dalam rumah yang dibakar MS, yakni gorden di ruang tengah dan spring bed di kamar. Setelah kobaran membesar, kondisi api menjadi sulit dikendalikan sehingga kerusakan meluas ke rumah beserta berbagai barang di dalamnya.
