Padang | Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menetapkan sasaran tinggi untuk Pemilu 2029. Partai tersebut tidak hanya ingin melewati ambang batas parlemen dan memperoleh kursi di DPR RI, tetapi juga membidik posisi tiga besar dalam perolehan suara nasional. Target ini disampaikan Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat PSI, Ahmad Ali, saat menghadiri konsolidasi dan memberikan pengarahan kepada pengurus partai di Sumatera Barat. Pernyataan itu menegaskan bahwa PSI ingin memperluas dukungan sekaligus meningkatkan daya saingnya dalam kontestasi politik mendatang.
Menurut Ahmad Ali, pencapaian sasaran tersebut tidak dapat bergantung pada popularitas atau kerja menjelang hari pemungutan suara saja. PSI perlu membenahi organisasi secara menyeluruh, termasuk memastikan struktur partai berjalan hingga tingkat bawah. Penguatan kepengurusan di daerah dan kesiapan kader untuk bekerja secara konsisten dinilai penting agar aktivitas partai tidak berhenti pada tingkat pusat. Konsolidasi di Sumatera Barat menjadi bagian dari upaya menyamakan arah kerja dan mendorong pengurus menjalankan tugas organisasi dengan lebih teratur.
Selain pembenahan struktur, PSI juga perlu merekrut kader baru untuk memperluas jangkauan partai. Rekrutmen diharapkan menghadirkan lebih banyak orang yang bersedia terlibat dalam kegiatan politik dan pelayanan kepada masyarakat. Namun, penambahan anggota saja tidak cukup untuk memperoleh dukungan pemilih. Ahmad Ali menekankan perlunya membangun kepercayaan masyarakat melalui kerja yang nyata, komunikasi yang terbuka, serta kehadiran kader di tengah warga. Kepercayaan publik menjadi modal penting bagi partai untuk mengubah aktivitas organisasi menjadi dukungan elektoral.
Dengan demikian, target masuk tiga besar pada Pemilu 2029 menuntut PSI bekerja sejak jauh hari. Penguatan organisasi, perekrutan kader, dan upaya menjaga kepercayaan masyarakat saling berkaitan dalam strategi tersebut. Konsolidasi pengurus menjadi salah satu langkah awal untuk menerjemahkan target nasional ke dalam kerja di daerah. Tantangannya adalah memastikan setiap struktur dan kader mampu menjalankan peran secara berkelanjutan, sekaligus menunjukkan manfaat kehadiran partai bagi masyarakat. Hasil pemilu nantinya akan menguji sejauh mana upaya tersebut dapat memperluas basis dukungan dan memenuhi ambisi PSI di tingkat nasional.
Konsolidasi dan pengarahan Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) bersama jajaran pengurus PSI Sumatera Barat berlangsung di Padang pada Kamis, 29 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi partai di daerah sekaligus menyamakan arah kerja pengurus dalam menghadapi agenda politik mendatang. Hadir Ketua DPW PSI Sumbar Hendrajoni, pengurus dari 12 DPD se-Sumbar, serta jajaran pengurus DPP dan DPW PSI. Kehadiran perwakilan dari berbagai tingkatan kepengurusan memberi ruang untuk menyampaikan arahan dan membahas kebutuhan organisasi secara langsung.
Dalam kegiatan tersebut, konsolidasi ditempatkan sebagai langkah penting untuk membangun koordinasi yang lebih kuat pengurus pusat dan daerah. Namun, pesan yang disampaikan tidak berhenti pada pentingnya rapat, pengarahan, atau penataan struktur. Ahmad Ali menekankan bahwa hasil konsolidasi perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang membuat partai semakin dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, pertemuan internal dapat menjadi awal dari kerja yang terlihat dan dirasakan di tengah kehidupan warga, bukan sekadar agenda formal antar pengurus.
Penekanan pada kerja konkret juga mengingatkan jajaran partai bahwa penguatan organisasi harus berjalan seiring dengan keterlibatan publik. Pengurus daerah diharapkan membawa arahan yang diterima ke dalam aktivitas kepartaian, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing. Pesan tersebut memberi ukuran praktis bagi konsolidasi: keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya pertemuan, tetapi juga oleh tindak lanjut yang dilakukan setelahnya. Melalui komunikasi yang terjaga dan kerja yang konsisten, hubungan organisasi dan warga dapat terus dibangun.
Bagi PSI Sumatera Barat, kehadiran pengurus dari 12 DPD bersama jajaran DPW dan DPP menunjukkan cakupan koordinasi yang melibatkan berbagai tingkat organisasi. Tantangan berikutnya ialah memastikan arahan bersama dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan. Konsolidasi di Padang, dengan demikian, diarahkan bukan hanya untuk menyatukan pandangan, melainkan juga mendorong pengurus bergerak mendekati masyarakat melalui kerja yang relevan. Ukuran penting dari kegiatan ini akan terlihat pada tindak lanjut di daerah, serta kemampuan partai menjaga hubungan terbuka dengan warga.
Ahmad Ali menekankan bahwa PSI perlu membuka ruang keanggotaan seluas mungkin agar partai tidak hanya mengandalkan kader yang telah lebih dahulu bergabung. Organisasi yang ingin berkembang membutuhkan aliran anggota baru dengan pengalaman, gagasan, dan latar belakang yang beragam. Karena itu, proses perekrutan perlu menjangkau tokoh daerah, anak muda, serta masyarakat dari berbagai kelompok. Perluasan keanggotaan bukan sekadar menambah jumlah nama, melainkan membangun keterlibatan yang nyata dan memberi kesempatan kepada lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam kegiatan partai.
Gagasan PSI sebagai partai super terbuka, menurut sumber, perlu diterjemahkan ke dalam langkah organisasi yang konkret. Keterbukaan tersebut dapat terlihat dari cara partai menerima anggota, memberi ruang bagi aspirasi, dan mendorong kader baru untuk mengambil peran. Merangkul tokoh lokal dapat membantu partai memahami kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing, sementara keterlibatan anak muda dapat membawa perspektif serta energi baru. Pada saat yang sama, pendekatan kepada masyarakat dengan beragam latar belakang penting agar organisasi tidak terkesan hanya mewakili lingkaran tertentu. Perekrutan yang lebih luas perlu berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya dilakukan menjelang pemilu.
Perluasan anggota juga harus diikuti penguatan jaringan organisasi di daerah. PSI didorong melengkapi struktur kepengurusan sampai tingkat ranting agar hubungan dengan masyarakat dapat dibangun lebih dekat dan konsisten. Struktur yang hadir di tingkat lokal dapat menjadi saluran untuk menyerap masukan, mengoordinasikan kegiatan, serta memperluas partisipasi warga. Pembentukan kepengurusan di seluruh tingkatan, dengan demikian, bukan pekerjaan yang dapat dibebankan hanya kepada pengurus pusat. Tanggung jawab itu perlu dipikul bersama oleh seluruh unsur partai, termasuk pengurus daerah dan kader yang terlibat di lapangan. Dengan rekrutmen yang inklusif dan organisasi yang tertata hingga akar rumput, gagasan partai terbuka memiliki landasan untuk diwujudkan dalam kerja sehari-hari. Langkah tersebut sekaligus membantu PSI membangun basis yang lebih luas dan kuat menuju Pemilu 2029.
Bergabungnya Joko Widodo atau Jokowi ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi salah satu perhatian dalam strategi partai menuju Pemilu 2029. Ahmad Ali menilai kehadiran Jokowi memiliki daya tarik besar dan dapat menjadi magnet bagi PSI. Perhatian publik terhadap sosok mantan presiden itu dinilai membuka peluang bagi partai untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat yang lebih luas. Namun, daya tarik tersebut bukan pengganti bagi penguatan partai. Momentum yang muncul perlu diikuti langkah konkret agar memberi dampak terhadap organisasi dan dukungan masyarakat.
Menurut Ahmad Ali, PSI perlu menerjemahkan perhatian terhadap Jokowi menjadi kerja nyata. Partai harus memperkuat struktur organisasi, memperluas jangkauan ke masyarakat, serta merekrut dan membina kader. Kehadiran tokoh yang menarik perhatian publik dapat menjadi pintu masuk, tetapi kepercayaan tidak terbentuk hanya melalui figur. PSI perlu menunjukkan bahwa organisasinya bekerja secara konsisten, memahami kebutuhan masyarakat, dan mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan. Dengan demikian, rekrutmen kader dan pengembangan struktur menjadi bagian penting dari upaya memperluas dukungan menjelang pemilu.
Kerja partai, dalam pandangan Ahmad Ali, juga perlu disertai keberpihakan yang jelas pada kepentingan masyarakat. PSI ditantang membuktikan manfaatnya melalui kegiatan dan sikap yang relevan dengan kebutuhan warga, termasuk di Sumatera Barat.
Baca juga: Olahraga Bersama, Panglima TNI Perkuat Kebersamaan dengan Prajurit Mabes TNI | Panglima TNI Hadiri Hit & Eat Kodam Jaya, Perkuat Kebersamaan dengan Masyarakat | Jaga Gambut Tetap Aman, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Pembasahan Berkelanjutan





