PSIM Yogyakarta Tertahan Imbang Isenmulang FC, Tren Tanpa Kemenangan Berlanjut

PSIM Yogyakarta Tertahan Imbang Isenmulang FC, Tren Tanpa Kemenangan Berlanjut

Yogyakarta | PSIM Yogyakarta bermain imbang tanpa gol melawan Isenmulang Kalteng FC dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Sabtu (24/10) itu berakhir dengan skor 0-0. Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama memperoleh satu poin, sementara PSIM kembali gagal membawa pulang kemenangan.

Tambahan satu angka belum cukup untuk mengakhiri tren tanpa kemenangan yang sedang berlanjut bagi PSIM. Tim asal Yogyakarta itu harus menerima hasil imbang setelah tidak ada gol tercipta hingga pertandingan berakhir. Bagi Isenmulang Kalteng FC, satu poin dari laga ini juga menjadi hasil akhir yang dibawa dari pertemuan tersebut. Dengan demikian, kedua tim berbagi poin dalam pertandingan lanjutan kompetisi musim ini.

Skor tanpa gol menjadi penanda hasil laga di Bali, sekaligus memperpanjang catatan PSIM yang belum kembali meraih tiga poin penuh. Meski mendapatkan tambahan poin, hasil ini belum memberikan kemenangan yang dibutuhkan untuk menghentikan rangkaian hasil tanpa kemenangan. Perolehan satu angka dari pertandingan melawan Isenmulang Kalteng FC menjadi hasil yang harus diterima PSIM pada Sabtu tersebut.

Laga ini merupakan bagian dari jadwal BRI Super League 2026/2027 dan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Tidak adanya gol membuat skor tetap 0-0, sehingga tidak ada tim yang keluar sebagai pemenang. PSIM dan Isenmulang sama-sama menutup pertandingan dengan satu poin. Bagi PSIM, perhatian utama dari hasil tersebut adalah tren belum menang yang masih berlanjut, sedangkan pertandingan ini menjadi catatan perolehan poin bagi kedua kesebelasan.

Dengan hasil imbang tersebut, PSIM belum mampu mengubah kesempatan pada laga ini menjadi kemenangan. Mereka harus puas berbagi poin dengan Isenmulang Kalteng FC, sementara catatan tanpa kemenangan tetap menjadi sorotan dari hasil pertandingan. Skor 0-0 di Bali pun memastikan kedua tim memperoleh satu poin dalam lanjutan kompetisi, dan PSIM masih menantikan hasil yang dapat mengakhiri tren tersebut.

PSIM Yogyakarta langsung memperlihatkan inisiatif menyerang sejak pertandingan dimulai. Belum genap satu menit, tepatnya pada detik ke-36, Adrian Purzycki mencoba menguji pertahanan Isenmulang FC melalui tembakan jarak jauh. Upaya tersebut mengarah ke gawang dan memaksa Lucas Frigeri bergerak untuk melakukan penyelamatan. Kiper Isenmulang itu berhasil menepis bola, sehingga ancaman awal PSIM tidak berubah menjadi gol. Meski demikian, percobaan Purzycki menjadi tanda bahwa tuan rumah berusaha mengambil kendali permainan sejak awal laga.

Tekanan PSIM berlanjut pada menit ketujuh, kali ini setelah terjadi kesalahan passing dari Frigeri. Bola yang dilepaskan kiper Isenmulang tersebut dapat diblok Ezequiel Vidal. Situasi itu membuat bola bergerak menuju gawang yang sudah tidak terjaga, membuka kesempatan bagi PSIM untuk mencetak gol. Namun, arah bola hanya melebar tipis dari sasaran. Momen tersebut menjadi salah satu peluang paling berbahaya pada fase awal pertandingan, sekaligus memperlihatkan bagaimana tekanan PSIM dapat memaksa lawan melakukan kesalahan di area pertahanan sendiri.

Dua menit setelahnya, pada menit kesembilan, PSIM kembali mengancam melalui situasi bola udara. Franco Ramos Mingo menyambut bola dengan sundulan, tetapi Frigeri mampu mengamankannya. Penyelamatan itu menjaga gawang Isenmulang tetap tidak kebobolan, meski PSIM kembali berhasil menciptakan peluang dalam waktu singkat. Rangkaian serangan tersebut—mulai dari tembakan jarak jauh Purzycki, bola hasil blok Vidal yang melebar, hingga sundulan Ramos Mingo—menunjukkan intensitas dan agresivitas PSIM pada awal babak pertama. Tim tuan rumah tidak menunggu lama untuk menekan dan berupaya memanfaatkan celah yang muncul. Akan tetapi, ketiga peluang itu belum menghasilkan gol, karena Frigeri melakukan penyelamatan dan upaya lainnya tidak tepat sasaran. Awal yang aktif tersebut memberi gambaran tentang pendekatan menyerang PSIM pada laga ini, tanpa mengubah kenyataan bahwa peluang-peluang tersebut belum berbuah gol.Isenmulang FC mulai menunjukkan respons pada menit ke-15 melalui upaya Firman Ramadhan. Dalam momen tersebut, Firman mencoba mengancam gawang PSIM Yogyakarta dengan sepakan spekulasi dari luar kotak penalti. Percobaan itu menjadi peluang yang disebutkan dari kubu Isenmulang pada bagian pertandingan ini, setelah tim tersebut mulai memberi jawaban di lapangan.

Firman memilih melepaskan tembakan dari jarak jauh, tanpa lebih dahulu membawa bola masuk ke area kotak penalti. Namun, arah bola belum mengarah ke sasaran. Sepakannya melambung di atas gawang, sehingga usaha tersebut tidak menghasilkan gol maupun ancaman langsung yang mengubah kedudukan. Skor tetap sama setelah bola meninggalkan lapangan permainan.

Meski berakhir tanpa gol, percobaan pada menit ke-15 itu menandai momen ketika Isenmulang mulai membalas tekanan dalam pertandingan melawan PSIM. Upaya tersebut juga memperlihatkan pilihan Firman untuk mengambil kesempatan dari luar kotak penalti, alih-alih menunggu bola berada lebih dekat dengan gawang. Karena tembakannya melambung, peluang itu tidak berlanjut menjadi penyelesaian yang menguji penjaga gawang.

Respons tersebut dapat dicatat secara khusus melalui satu aksi Firman Ramadhan: sepakan jarak jauh yang belum menemukan arah tepat. Tidak ada perubahan skor dari peluang itu, dan Isenmulang belum mampu mengonversinya menjadi gol. Dengan demikian, momen menit ke-15 tersebut menjadi gambaran singkat dari usaha tim untuk memberi perlawanan, sekaligus menunjukkan bahwa percobaan spekulatif masih membutuhkan akurasi lebih baik agar dapat menjadi ancaman yang efektif.

Bagi jalannya pertandingan, hasil akhir dari aksi itu tetap sederhana: bola melambung, gawang PSIM tidak kebobolan, dan kedudukan tidak berubah. Catatan tersebut menegaskan bahwa respons Isenmulang pada menit ke-15 hadir lewat inisiatif Firman, tetapi belum cukup untuk menghasilkan hasil konkret. Uraian peluang ini terbatas pada sepakan tersebut, sesuai momen yang tercatat, tanpa menambahkan rangkaian kejadian lain.

Hasil imbang yang diraih PSIM Yogyakarta saat menghadapi Isenmulang FC membuat catatan tanpa kemenangan PSIM berlanjut hingga pekan ketujuh. Dalam tujuh pekan kompetisi yang telah dijalani, tim tersebut belum memperoleh kemenangan. Pertandingan ini berakhir dengan pembagian poin, sehingga PSIM menambahkan satu poin ke dalam perolehan sementara. Hasil tersebut menjadi bagian dari catatan pertandingan PSIM sampai pekan ketujuh dan tidak mengubah statusnya sebagai tim yang masih belum menang. Dengan demikian, tambahan poin dari laga melawan Isenmulang FC tercatat pada klasemen, sementara rangkaian tanpa kemenangan PSIM tetap berlangsung.

Tambahan satu poin itu belum cukup untuk mengangkat PSIM keluar dari zona degradasi. PSIM berada di peringkat ke-17 dengan dua poin, sedangkan Isenmulang FC menempati posisi ke-16 dengan tiga poin. Kedua tim tercatat berdekatan di papan bawah klasemen, dengan Isenmulang FC unggul satu poin atas PSIM. Posisi tersebut menunjukkan susunan peringkat kedua tim setelah pertandingan berakhir. Perolehan PSIM kini berjumlah dua poin, sementara total poin Isenmulang FC adalah tiga. Hasil seri tidak mengubah urutan keduanya, dan PSIM masih berada satu tingkat di bawah Isenmulang FC dalam klasemen yang tersedia hingga pekan ketujuh.

Dalam pertandingan tersebut, PSIM ditangani oleh pelatih sementara Guntur Cahyo Utomo. Keterangan itu menempatkan Guntur sebagai pelatih yang memimpin tim pada laga kontra Isenmulang FC, sementara statusnya adalah pelatih sementara. Hasil pertandingan dan posisi klasemen menjadi catatan yang menyertai kepemimpinan tersebut pada pekan ketujuh. Tidak ada perubahan pada fakta bahwa PSIM belum meraih kemenangan, mengoleksi dua poin, dan berada di peringkat ke-17 setelah tambahan satu poin dari hasil imbang.

Baca juga: Panglima TNI Hadiri Bazar Bersama Rakyat di Yogyakarta | Api Belum Usai Perjuangan Berlanjut, Satgas Irigasi Lanud Sjamsudin Noor Terus Perkuat Upaya Padamkan Karhutla Kalsel Optimalkan Air Hingga Dinginkan Lahan Gambut