Kabupaten Pohuwato | Umar Pasandre menerima BIA Award dari Burung Indonesia atas dedikasinya menjaga kelestarian ekosistem mangrove selama lebih dari 20 tahun. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kerja panjang seorang warga yang konsisten merawat lingkungan pesisir. Umar berasal dari Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, wilayah yang kehidupan masyarakatnya berkaitan erat dengan kawasan pesisir dan mangrove. Melalui upaya yang dijalankannya bersama kelompok konservasi Padakauang, ia turut menjaga keberadaan salah satu ekosistem penting di daerah tersebut.
BIA Award diberikan untuk mengapresiasi kontribusi Umar dalam perlindungan lingkungan, khususnya mangrove di Torosiaje. Dedikasi selama lebih dari dua dekade menunjukkan bahwa upaya konservasi memerlukan keterlibatan yang berkelanjutan, bukan hanya kegiatan sesaat. Perawatan ekosistem pesisir dapat membantu mempertahankan fungsi mangrove sebagai habitat berbagai makhluk hidup sekaligus bagian dari bentang alam yang menopang kehidupan masyarakat setempat. Pengakuan ini juga menyoroti arti penting peran warga dalam menjaga sumber daya alam di lingkungan mereka.
Umar menjalankan upaya tersebut bersama Padakauang, kelompok konservasi yang menjadi bagian dari kerja menjaga kelestarian kawasan mangrove. Kolaborasi seperti ini memungkinkan kepedulian terhadap lingkungan tumbuh dari tingkat lokal dan dilakukan secara konsisten. Bagi Torosiaje, keterlibatan warga merupakan unsur penting dalam merawat pesisir, sementara pengalaman para pegiat konservasi dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk ikut melindungi lingkungan. Penghargaan dari Burung Indonesia sekaligus membawa perhatian pada kerja kolektif yang sering berlangsung jauh dari sorotan publik.
Penghargaan bagi Umar tidak hanya mengapresiasi dedikasi pribadi, tetapi juga mengakui upaya bersama dalam menjaga ekosistem mangrove Torosiaje. Pengalaman lebih dari 20 tahun yang ia jalani memperlihatkan pentingnya komitmen jangka panjang dalam konservasi. Melalui kerja bersama Padakauang, perlindungan lingkungan pesisir terus menjadi bagian dari perhatian masyarakat setempat. BIA Award menjadi penanda atas kontribusi tersebut sekaligus pengingat bahwa keberlanjutan mangrove bergantung pada kepedulian dan keterlibatan yang terus dijaga.
Penghargaan yang diterima Umar Pasandre menyoroti dedikasinya bersama kelompok konservasi Padakauang dalam menjaga lingkungan pesisir Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato. Fokus pengakuan tersebut adalah komitmen yang telah dijalankan selama lebih dari dua dekade untuk merawat ekosistem mangrove di kawasan pesisir setempat. Rentang waktu itu menunjukkan bahwa upaya konservasi bukan kegiatan sesaat, melainkan bagian dari pengabdian yang terus dipertahankan oleh Umar dan kelompoknya.
Mangrove merupakan bagian penting dari lingkungan pesisir Torosiaje, sehingga keberadaannya menjadi perhatian dalam kegiatan yang dilakukan Padakauang. Dalam konteks penghargaan ini, perhatian utama tertuju pada kesediaan Umar dan para anggota kelompok untuk tetap menjaga ekosistem tersebut dari waktu ke waktu. Penghargaan itu memberi pengakuan terhadap konsistensi mereka dalam menjalankan kepedulian terhadap lingkungan, tanpa menggeser fokus dari kerja konservasi yang berlangsung di tingkat desa.
Upaya tersebut berakar pada kerja bersama. Umar tidak disebut sebagai satu-satunya pihak yang bergerak, karena Padakauang turut menjadi bagian dari dedikasi menjaga kawasan mangrove. Kebersamaan ini menjadi unsur penting dalam kisah penghargaan tersebut: perhatian terhadap lingkungan pesisir dijalankan melalui keterlibatan seorang tokoh dan kelompok konservasi yang menyertainya. Selama lebih dari dua puluh tahun, komitmen itu menempatkan pelestarian mangrove sebagai perhatian yang berkelanjutan di Torosiaje.
Penghargaan kepada Umar Pasandre dengan demikian berfokus pada ketekunan menjaga lingkungan pesisir bersama Padakauang, bukan pada klaim mengenai metode atau hasil tertentu. Pengakuan tersebut mengangkat dedikasi yang berlangsung lama di Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, sekaligus menegaskan arti komitmen komunitas dalam perhatian terhadap ekosistem mangrove. Dengan batas informasi yang tersedia, inti kisahnya tetap pada perjalanan konservasi lebih dari dua dekade dan kerja bersama yang terus diarahkan untuk menjaga kawasan pesisir setempat.
Penganugerahan BIA Award kepada Umar Pasandre berlangsung dalam kegiatan bertajuk “Merayakan Keragaman Burung Indonesia”. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Burung Indonesia bersama Biodiversitas Gorontalo (Biota) dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Dengan demikian, penghargaan bagi Umar menjadi bagian dari agenda yang mengambil tema keragaman burung di Indonesia, sekaligus berlangsung dalam ruang kegiatan yang melibatkan organisasi dan lembaga pendidikan tersebut.
Acara penganugerahan itu bertempat di Auditorium Kampus I Universitas Negeri Gorontalo. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (24/10), sesuai dengan informasi yang tersedia. Penyebutan lokasi dan waktu tersebut menandai konteks penyelenggaraan penghargaan, tanpa mengubah fokus utama pada apresiasi yang diberikan kepada Umar Pasandre atas upayanya menjaga mangrove Torosiaje. Auditorium Kampus I UNG menjadi tempat berlangsungnya kegiatan bersama itu.
Burung Indonesia, Biota, dan UNG tercatat sebagai penyelenggara “Merayakan Keragaman Burung Indonesia”. Ketiganya hadir dalam informasi mengenai kegiatan yang menjadi wadah penganugerahan BIA Award tersebut. Penghargaan kepada Umar diserahkan dalam rangkaian kegiatan itu, dengan tempat pelaksanaan di lingkungan kampus Universitas Negeri Gorontalo. Uraian ini menempatkan penganugerahan dalam konteks acara dan penyelenggaranya, tanpa menambahkan keterangan mengenai susunan acara, peserta, atau aktivitas lain yang tidak disebutkan.
Keterkaitan BIA Award dan kegiatan tersebut penting untuk menjelaskan kapan serta dalam kegiatan apa apresiasi kepada Umar diberikan. Nama acara, para penyelenggara, tempat, dan waktu menjadi informasi pokok mengenai penganugerahan. Kegiatan “Merayakan Keragaman Burung Indonesia” diselenggarakan di Auditorium Kampus I Universitas Negeri Gorontalo pada Sabtu (24/10), dengan Burung Indonesia, Biodiversitas Gorontalo (Biota), dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai penyelenggara. Dalam konteks itulah penghargaan atas upaya Umar menjaga mangrove Torosiaje diserahkan.
Penghargaan yang diterima Umar Pasandre Diganjar atas upayanya menjaga mangrove Torosiaje berkaitan dengan rangkaian Festival Bulalo Limutu, sebuah kegiatan yang digelar oleh Limutu Ecologe. Dalam rangkaian tersebut, perhatian terhadap lingkungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari kegiatan yang diselenggarakan. Penganugerahan kepada Umar ditempatkan dalam konteks festival, sehingga apresiasi atas kiprahnya turut hadir bersama agenda-agenda lain yang telah disiapkan.
Festival Bulalo Limutu mencakup youth bootcamp dan penganugerahan BIA Award 2026. Kehadiran youth bootcamp menandai adanya ruang kegiatan bagi kalangan muda dalam rangkaian festival, sementara BIA Award 2026 menjadi bagian penghargaan yang diberikan dalam acara tersebut. Kedua agenda itu memperlihatkan bahwa festival tidak hanya berisi satu kegiatan, tetapi menggabungkan beberapa bentuk partisipasi dan apresiasi dalam satu rangkaian yang diselenggarakan Limutu Ecologe.
Dalam susunan acara tersebut, penghargaan untuk Umar memberi perhatian khusus pada upayanya menjaga mangrove di Torosiaje. Mangrove merupakan ekosistem pesisir yang keberadaannya berkaitan erat dengan lingkungan setempat. Karena itu, upaya menjaga kawasan mangrove dapat menjadi bentuk dedikasi yang mendapat tempat dalam perhelatan yang mengangkat kegiatan lingkungan. Penghargaan tersebut juga menempatkan kerja Umar sebagai bagian dari cerita yang dibawa Festival Bulalo Limutu, berdampingan dengan agenda youth bootcamp dan penganugerahan BIA Award 2026.
Keterkaitan ini menunjukkan bagaimana sebuah festival dapat menjadi wadah untuk menyelenggarakan kegiatan sekaligus memberikan pengakuan terhadap upaya yang dilakukan di tingkat lokal. Dalam konteks Bulalo Limutu, penganugerahan kepada Umar hadir sebagai salah satu bagian dari rangkaian yang digelar oleh Limutu Ecologe. Apresiasi itu diarahkan pada dedikasinya menjaga kelestarian mangrove Torosiaje, tanpa memisahkan pengakuan tersebut dari konteks kegiatan festival yang menaunginya.






