Jakarta | Survei mengenai kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah dua tahun masa kepemimpinan telah dirilis. Hasil kajian tersebut disusun oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama KabinetBayangan, dengan memuat penilaian terhadap sejumlah anggota kabinet serta pejabat pemerintahan.
Salah satu temuan utama dalam survei itu adalah adanya 10 menteri atau pejabat yang memperoleh skor penilaian terendah. Temuan tersebut menjadi sorotan karena memberikan gambaran mengenai persepsi terhadap kinerja jajaran pemerintahan selama dua tahun pertama masa jabatan Prabowo-Gibran. Penilaian itu juga menempatkan performa sejumlah pejabat dalam perhatian publik, khususnya terkait capaian dan pelaksanaan tanggung jawab di lingkup pemerintahan.
Informasi mengenai hasil survei tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, dalam pemaparan yang berlangsung secara daring pada Minggu, 11 Oktober 2026. Dalam pemaparan itu, CELIOS dan KabinetBayangan mengungkapkan daftar penilaian terhadap anggota kabinet dan pejabat yang tercakup dalam survei, termasuk kelompok dengan skor paling rendah.
Rilis ini menjadi bagian dari evaluasi publik terhadap perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran setelah melewati dua tahun kepemimpinan. Penyebutan 10 menteri atau pejabat dengan nilai terendah menunjukkan adanya perbedaan persepsi atas kinerja di anggota pemerintahan. Hasil tersebut dapat menjadi bahan perhatian bagi pemerintah maupun masyarakat dalam melihat sejauh mana para pejabat menjalankan peran dan tanggung jawabnya. Namun, informasi yang disampaikan dalam pemaparan tersebut berfokus pada hasil penilaian, tanpa mengubahnya menjadi penilaian menyeluruh terhadap seluruh kebijakan pemerintah.
Hasil survei dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan adanya dua menteri dengan skor penilaian paling rendah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memperoleh skor -159. Angka tersebut menempatkannya pada posisi terbawah dalam daftar penilaian terhadap anggota kabinet yang disurvei. Penyajian skor itu merupakan hasil pengukuran survei sebagaimana tercantum dalam laporan, tanpa keterangan tambahan mengenai faktor yang memengaruhinya.
Di bawah atau tepat setelah posisi Bahlil, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mendapatkan skor -158. Nilai tersebut menjadi skor terendah kedua dalam hasil survei. Dengan demikian, Bahlil dan Pigai tercatat sebagai dua nama dengan penilaian paling rendah dibandingkan menteri lain yang masuk dalam pengukuran. Kedua angka itu disampaikan sebagai hasil penilaian survei dan tidak dengan sendirinya menjelaskan latar belakang atau alasan di balik perolehan skor masing-masing.
Bhima menyebut Bahlil Lahadalia dan Natalius Pigai sebagai bagian dari nama-nama yang kembali menempati penilaian buruk. Pernyataan tersebut menempatkan kedua menteri itu dalam konteks hasil survei yang mencatat penilaian rendah, sekaligus menunjukkan bahwa nama mereka kembali muncul dalam kelompok dengan skor buruk. Namun, keterangan tersebut tidak mengubah angka yang tercantum dalam hasil survei: Bahlil memperoleh skor -159, sementara Pigai memperoleh skor -158. Data itu menjadi bagian dari gambaran penilaian publik terhadap jajaran menteri dalam survei dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Pada posisi berikutnya dalam daftar pejabat dengan penilaian rendah, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperoleh skor -103. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu pejabat dengan nilai paling rendah dalam survei dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Skor negatif menunjukkan bahwa penilaian yang diberikan responden terhadap kinerja atau peran pejabat tersebut lebih banyak berada pada sisi kurang memuaskan dibandingkan penilaian positif.
Selain Raja Juli Antoni, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono juga tercatat memperoleh penilaian rendah, dengan skor -47. Perbedaan skor keduanya menunjukkan adanya jarak dalam tingkat penilaian responden, meskipun keduanya tetap masuk dalam kelompok pejabat yang mendapat nilai negatif. Pencantuman nama Sudaryono memperluas daftar pejabat yang menjadi perhatian dalam evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan selama dua tahun berjalan.
Pengamat Bhima menjelaskan bahwa penilaian terhadap Raja Juli Antoni disebut berkaitan dengan masalah karhutla. Pernyataan tersebut menjadi salah satu konteks yang menyertai rendahnya skor yang diterima Menteri Kehutanan itu. Namun, penilaian tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai pandangan narasumber dalam membaca hasil survei, bukan sebagai penambahan rincian di luar bahan yang tersedia. Dengan skor -103, Raja Juli disebut sebagai salah satu pejabat yang memperoleh penilaian rendah, sedangkan Sudaryono menyusul dengan skor -47. Kedua angka ini memperlihatkan bahwa evaluasi terhadap jajaran pemerintahan tidak hanya mencakup menteri, tetapi juga pimpinan badan negara. Daftar tersebut memberikan gambaran mengenai persepsi responden terhadap sejumlah pejabat, termasuk mereka yang memiliki tanggung jawab dalam bidang kehutanan dan gizi nasional.
Survei dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dipaparkan CELIOS dan KabinetBayangan juga mencatat sejumlah pejabat lain dengan penilaian rendah. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memperoleh skor -43. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu pejabat dengan penilaian paling rendah dalam daftar yang disampaikan. Penilaian itu menjadi bagian dari pemetaan persepsi publik terhadap kinerja para anggota kabinet selama periode pemerintahan yang disurvei.
Nama berikutnya adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, dengan skor -24. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf masing-masing mendapat skor -17. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar memperoleh skor -16. Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga tercatat dengan skor yang sama, yakni -16. Dengan demikian, terdapat enam nama dan skor tambahan yang tercantum dalam sumber survei, meskipun ringkasan daftar menyebut lima nama lain.
Di luar daftar menteri tersebut, sumber yang sama menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memperoleh skor di bawah 5. Informasi ini disajikan secara terpisah karena sumber tidak memberikan angka pasti maupun kategori penilaian yang sama dengan daftar sepuluh menteri. Seluruh nama dan angka dalam uraian ini merupakan hasil survei yang dipaparkan CELIOS dan KabinetBayangan.
Baca juga: Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan

