Depok | Trotoar di kawasan Taman Secawan, Jalan Raya Sawangan, Kota Depok, mengalami kerusakan setelah bagian tepian jalan ambles akibat longsor. Kerusakan tersebut terlihat pada sisi trotoar yang berbatasan dengan area lebih rendah, sehingga bagian itu tidak lagi berada dalam kondisi utuh. Kondisi ini menjadi perhatian karena trotoar merupakan jalur bagi pejalan kaki di sepanjang ruas jalan tersebut. Pemerintah Kota Depok menyatakan bagian yang terdampak akan diperbaiki.
Pembangunan trotoar di kawasan Taman Secawan dilakukan melalui dua tahap. Pekerjaan tahap pertama berlangsung pada 2023, kemudian pembangunan dilanjutkan pada Februari 2025. Secara keseluruhan, nilai proyek pembangunan trotoar itu mencapai Rp9,7 miliar. Pelaksanaan dalam beberapa tahap tersebut menjadi bagian dari penataan fasilitas pejalan kaki di Jalan Raya Sawangan, salah satu kawasan yang dilalui aktivitas warga dan pengguna jalan.
Meski pembangunan telah dilakukan, longsor menyebabkan bagian tepian trotoar mengalami ambles dan memerlukan penanganan lanjutan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok akan memperbaiki bagian yang rusak tersebut. Perbaikan diperlukan agar kondisi trotoar kembali layak digunakan dan kerusakan di lokasi itu dapat ditangani. Penanganan pada area yang longsor juga menjadi bagian penting dari pemeliharaan infrastruktur, terutama untuk menjaga fungsi jalur pedestrian di tengah kegiatan lalu lintas yang berlangsung di Jalan Raya Sawangan.
Kerusakan di Taman Secawan menjadi catatan dalam pelaksanaan pembangunan fasilitas publik di kawasan tersebut. Dengan rencana perbaikan dari DPUPR, bagian trotoar yang ambles diharapkan dapat ditangani sesuai kebutuhan lapangan. Warga dan pejalan kaki yang melintasi kawasan itu tetap perlu memperhatikan kondisi sekitar, khususnya pada sisi trotoar yang terdampak, hingga pekerjaan perbaikan dilakukan. Pemerintah daerah akan menangani kerusakan pada bagian yang longsor, sementara rincian lebih lanjut mengenai proses pekerjaan tidak disebutkan dalam keterangan yang tersedia.
Farid, warga Depok Jaya, mengatakan trotoar di tepi Kali Cabang Tengah telah ambles selama lebih dari sepekan ketika ia memberikan keterangan pada Minggu, 2 Agustus 2026. Menurut dia, kerusakan itu tidak hanya mengganggu fungsi trotoar bagi pejalan kaki, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih besar karena lokasinya berdampingan langsung dengan Jalan Raya Sawangan. Ia mengkhawatirkan bagian tepi jalan dapat ikut terkikis apabila kerusakan dibiarkan dan kondisi tanah di sekitar saluran terus berubah.
Kekhawatiran Farid berkaitan dengan peran Jalan Raya Sawangan sebagai jalur utama yang dilalui banyak kendaraan. Arus lalu lintas, menurut penilaiannya, cukup padat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Karena itu, kerusakan di sisi jalan dinilai perlu diperhatikan sebelum merambat ke badan jalan dan berisiko mengganggu perjalanan. Farid menduga turap penahan tanah di lokasi tersebut tidak cukup kuat menahan beban di sekitarnya. Ia juga memperkirakan aliran air turut menggerus tanah, sehingga bagian trotoar kehilangan penopang dan akhirnya ambles.
Penilaian serupa mengenai perlunya perhatian terhadap kondisi lokasi disampaikan pengendara, Rahmat Mulyadi. Ia menyayangkan trotoar yang menurutnya baru dibangun sekitar setahun lalu, tetapi kini sudah mengalami kerusakan. Bagi Rahmat, keadaan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai ketahanan pekerjaan pembangunan dan kualitas penanganan di kawasan itu. Ia juga menyoroti bahwa pembangunan menggunakan uang rakyat, sehingga hasilnya semestinya dapat dimanfaatkan dalam kondisi baik dan bertahan sesuai peruntukannya. Kerusakan yang muncul dalam waktu relatif singkat, menurutnya, patut menjadi perhatian agar penggunaan anggaran publik tidak berujung pada perbaikan berulang. Keterangan warga dan pengendara tersebut menggambarkan kekhawatiran terhadap keselamatan pejalan kaki serta kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi. Mereka berharap kondisi tepi Kali Cabang Tengah dan sisi Jalan Raya Sawangan segera ditangani, sebelum amblesnya trotoar berkembang menjadi kerusakan yang lebih luas.Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kota Depok, Bahtiar Ardiansyah, menjelaskan tahapan penanganan trotoar Taman Secawan yang ambles pada Jumat, 6 November 2026. Pekerjaan akan dimulai dengan membangun dinding tanggul sungai sepanjang 96,6 meter. Struktur tersebut direncanakan menggunakan material CCSP W-350 atau sheet pile dengan tinggi enam meter. Pemasangan tanggul menjadi tahap awal untuk menangani sisi sungai yang terdampak dan menyediakan struktur penahan bagi pekerjaan berikutnya. Dengan urutan tersebut, pembangunan kembali jalur pedestrian dilakukan setelah bagian penahan dan perlindungan tanah disiapkan.
Setelah dinding tanggul selesai, pekerjaan berlanjut dengan pemasangan geotextile non-woven. Material ini akan digunakan sebagai pelindung tanah urugan agar susunan tanah di belakang tanggul tidak mudah tergerus atau berpindah. Berikutnya, area akan diurug dan dipadatkan secara bertahap. Proses pemadatan diperlukan untuk membentuk dasar yang lebih stabil sebelum permukaan pedestrian disiapkan. Jalur yang dibangun kembali direncanakan memiliki panjang 96,6 meter dan lebar 1,25 meter, mengikuti ukuran penanganan yang disampaikan DPUPR. Tahapan ini menjadi bagian dari pekerjaan pemulihan setelah amblesnya trotoar di kawasan Taman Secawan.
Sesudah jalur pedestrian terbentuk, railing yang sebelumnya sudah ada akan dipasang kembali. Pemasangan ulang tersebut melengkapi area pejalan kaki yang dibangun setelah penanganan tanggul dan pengurugan selesai. Tahap terakhir yang disampaikan Bahtiar adalah pengecoran ulang pada bagian jalan eksisting yang terdampak longsor. Dengan demikian, penanganan mencakup dinding penahan sungai, perlindungan tanah urugan, pembentukan jalur pedestrian, pemasangan kembali railing, serta perbaikan permukaan jalan. Rangkaian pekerjaan itu ditujukan untuk memulihkan bagian yang terdampak dan menata kembali fasilitas di sekitar lokasi. Informasi tersebut menjelaskan urutan teknis pekerjaan, tanpa merinci jadwal pelaksanaan maupun waktu penyelesaian setiap tahap.
Untuk mendukung perbaikan trotoar Taman Secawan Depok, Jalan Raya Sawangan direncanakan ditutup pada 7–20 November 2026. Rekayasa lalu lintas selama pekerjaan disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bersama Satlantas Polres Metro Depok dan Dinas Perhubungan Kota Depok. Pengaturan ini mencakup penutupan area kerja serta pengalihan arus kendaraan ke sejumlah jalan alternatif, sesuai arah perjalanan.
Penutupan diperlukan karena pemancangan sheet pile membutuhkan ruang kerja yang memadai dan penggunaan alat berat crawler crane. Posisi crane serta area pemancangan akan memanfaatkan sebagian badan jalan, sehingga ruang yang tersisa tidak aman untuk dilalui kendaraan. Bahtiar menjelaskan, jalan perlu ditutup agar lokasi pekerjaan tetap steril dari kendaraan. Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi risiko kecelakaan, baik bagi pekerja yang melakukan pemancangan maupun pengguna jalan yang melintas di sekitar proyek. Selama periode pekerjaan, pengendara diharapkan mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
Kendaraan dari Jalan Nusantara atau Jembatan Sengon yang hendak menuju Tanah Baru maupun Sawangan dapat melewati Jalan Raya Melati, kemudian melanjutkan perjalanan melalui Jalan Tanah Baru. Sementara itu, pengendara dari Jalan Raya Sawangan yang menuju Margonda dapat memilih Jalan Raya Wadas melalui Jalan Raya Pitara. Pilihan lainnya adalah melewati Jalan Pramuka, lalu Jalan Raya Melati, yang terhubung dengan Jalan Raya Nusantara. Pengguna jalan sebaiknya memilih rute berdasarkan tujuan dan kondisi lalu lintas saat perjalanan.
Bahtiar mengimbau masyarakat untuk memperhatikan pengaturan lalu lintas yang berlaku selama penutupan dan mengikuti petunjuk petugas. Pengendara juga dianjurkan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan, mengatur waktu perjalanan, serta menjaga kecepatan ketika melintasi kawasan sekitar pekerjaan. Kepatuhan terhadap rekayasa arus diharapkan membantu menjaga keselamatan sekaligus mengurangi gangguan perjalanan selama perbaikan berlangsung.
Baca juga: Audit Trotoar Gasibu Ungkap Hambatan Akses bagi Penyandang Disabilitas | 47 Aksi di Jakarta Dikawal 3.983 Personel Gabungan, Polisi Sampaikan Imbauan Lalu Lintas | Bedu Pastikan Dede Sunandar Tumbang di Ring Bukan Rekayasa
46 kunjungan