Wabup Madina Dorong Sinergi dengan BI untuk Stabilitas Ekonomi dan Beasiswa

Wabup Madina Dorong Sinergi dengan BI untuk Stabilitas Ekonomi dan Beasiswa

Medan | Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, menilai Bank Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Menurutnya, keberadaan BI tidak hanya penting dalam mengendalikan inflasi dan menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, tetapi juga dalam menciptakan iklim ekonomi yang sehat, terukur, dan mampu mendukung aktivitas masyarakat serta dunia usaha.

Pernyataan tersebut disampaikan Atika setelah menghadiri pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara. Kegiatan itu berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, pada Jumat, 9 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya membangun hubungan dan koordinasi yang lebih kuat pemerintah daerah dan BI, terutama untuk merespons berbagai tantangan perekonomian.

Atika memandang stabilitas ekonomi sebagai fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengendalian harga kebutuhan pokok, kelancaran distribusi, serta kepastian bagi pelaku usaha memerlukan kerja sama lintas lembaga. Karena itu, pemerintah daerah perlu memanfaatkan sinergi dengan BI melalui pertukaran informasi, perumusan kebijakan, dan pelaksanaan program yang sesuai dengan kondisi daerah.

Peran BI juga dinilai dapat membantu pemerintah daerah membaca perkembangan ekonomi secara lebih akurat. Data dan analisis yang berkualitas dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah menghadapi tekanan harga, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor produktif. Langkah tersebut penting agar kebijakan ekonomi tidak hanya bersifat reaktif, melainkan mampu mengantisipasi perubahan yang berpotensi memengaruhi masyarakat.

Atika berharap penguatan koordinasi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan BI dapat terus dikembangkan. Sinergi yang berkelanjutan diharapkan memberi dampak nyata terhadap ketahanan ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang bagi program pembangunan yang lebih inklusif dan berkesinambungan.

Kehadiran Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam kegiatan tersebut menunjukkan kesiapan daerah untuk membangun kerja sama yang lebih erat dengan Bank Indonesia. Partisipasi ini tidak sekadar menjadi bentuk pemenuhan undangan, tetapi juga mencerminkan komitmen Pemkab Madina untuk terlibat aktif dalam pembahasan isu ekonomi yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Melalui kolaborasi yang terarah, pemerintah daerah dapat menyampaikan kondisi riil di lapangan sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai kebijakan ekonomi nasional.

Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika, memandang sinergi pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah sebagai unsur penting dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Menurutnya, keselarasan persepsi antarlembaga diperlukan agar setiap kebijakan tidak berjalan sendiri-sendiri. Pemahaman yang sama mengenai tantangan ekonomi, kebutuhan masyarakat, serta karakteristik daerah akan membantu memperkuat koordinasi dan mempercepat penerapan kebijakan di tingkat lokal.

Keselarasan tersebut juga berkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas harga. Atika menjelaskan bahwa angka inflasi terbentuk dari harga berbagai barang dan jasa yang tercatat di daerah. Dengan demikian, perkembangan harga di setiap kabupaten atau kota menjadi bagian penting dalam menggambarkan kondisi inflasi secara lebih luas. Pemantauan terhadap harga pangan, kebutuhan pokok, transportasi, dan komoditas strategis perlu dilakukan secara berkelanjutan agar perubahan harga dapat dikenali sejak dini.

Di sisi lain, kebijakan terkait inflasi ditetapkan oleh pemerintah pusat dengan mempertimbangkan masukan penting dari Bank Indonesia. Bank sentral memiliki peran dalam menjaga inflasi melalui analisis, rekomendasi, dan koordinasi kebijakan yang mendukung stabilitas ekonomi. Pemerintah daerah kemudian berperan menerjemahkan arah kebijakan tersebut sesuai kondisi setempat. Hubungan timbal balik ini membuat informasi dari daerah dapat menjadi bahan pertimbangan, sementara kebijakan nasional dapat dilaksanakan secara lebih relevan. Kolaborasi yang konsisten diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata, baik melalui pengendalian harga maupun penguatan program ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Mandailing Natal.

Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika, membahas sejumlah peluang kerja sama dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang baru. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menjajaki program yang berpotensi dibawa ke Mandailing Natal, khususnya program yang dapat mendukung penguatan ekonomi daerah sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat.

Salah satu perhatian penting dalam pembicaraan itu adalah dukungan bagi generasi muda. Anak-anak dan pelajar di Mandailing Natal dipandang sebagai kelompok yang perlu memperoleh akses pengembangan kapasitas secara berkelanjutan. Sinergi dengan Bank Indonesia diharapkan dapat memperluas peluang pendidikan dan memperkuat kesiapan generasi muda dalam menghadapi kebutuhan pembangunan serta perubahan dunia kerja.

Peluang fasilitasi beasiswa menjadi bagian yang menonjol dari gagasan tersebut. Dukungan pendidikan ini dapat mencakup pendidikan formal, sehingga anak-anak sekolah di daerah dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan dan mengembangkan pendidikannya. Selain itu, cakupannya juga dapat diarahkan pada pendidikan vokasi yang membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang relevan.

Pendidikan vokasi memiliki arti penting bagi daerah karena dapat membantu generasi muda membangun kompetensi sesuai potensi ekonomi setempat. Dengan dukungan yang tepat, kesempatan belajar tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga dapat mendorong kemandirian dan produktivitas masyarakat pada masa mendatang. Meski demikian, rincian mengenai bentuk program, jumlah penerima, jadwal pelaksanaan, maupun mekanisme pengajuan belum disampaikan. Pembicaraan Atika dan Bank Indonesia menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi peluang sinergi yang dapat ditindaklanjuti demi mendukung masa depan pelajar Mandailing Natal.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pimpinan Bank Indonesia yang sebelumnya atas perhatian serta komunikasi yang telah terjalin. Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas peran pimpinan terdahulu dalam membangun hubungan kelembagaan dengan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Pemerintah daerah menilai hubungan yang terjalin tersebut merupakan bagian penting dari komunikasi antarlembaga dalam membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menyambut serta mengucapkan selamat datang kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang baru dikukuhkan. Penyambutan itu menjadi bagian dari penghormatan pemerintah daerah terhadap pergantian kepemimpinan di lingkungan Bank Indonesia Sumatera Utara. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berharap kehadiran pimpinan baru dapat diterima sebagai bagian dari dinamika kelembagaan yang berlangsung secara resmi, tanpa mengurangi penghargaan kepada pimpinan sebelumnya.

Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika, juga telah berkenalan dan berkomunikasi langsung dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara yang baru. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan sikap terbuka Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam membangun komunikasi dengan pimpinan Bank Indonesia yang baru. Komunikasi langsung itu dicatat sebagai bagian dari rangkaian penyambutan, sementara Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal tetap menyampaikan terima kasih kepada pimpinan sebelumnya dan selamat datang kepada pimpinan yang baru dikukuhkan.