JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Arus belanja di Pasar Tanah Abang tercatat menguat berdasarkan pendataan Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Tanah Abang. Pengelola mencatat rata-rata sekitar 15 ribu orang datang setiap hari untuk berbelanja di kawasan pasar tersebut. Angka ini menjadi gambaran mengenai tingkat kunjungan harian yang dihimpun langsung oleh pihak pengelola.
Manager UPB Pasar Tanah Abang, Rahmat Kartolo, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung pada akhir pekan cenderung lebih tinggi. Berdasarkan pendataan UPB, kunjungan pada periode tersebut rata-rata mendekati 17 ribu orang per hari. Catatan itu menunjukkan bahwa akhir pekan menjadi salah satu periode dengan arus pengunjung yang lebih besar di Pasar Tanah Abang.
Dalam pendataan yang dilakukan pengelola, jumlah kunjungan juga pernah mencapai 20 ribu orang. Capaian tersebut dicatat sebagai tingkat kunjungan tertinggi yang disebutkan dalam informasi UPB Pasar Tanah Abang. Sementara itu, rata-rata harian secara umum berada di angka 15 ribu pengunjung yang datang untuk berbelanja.
Data tersebut disampaikan sebagai catatan resmi dari Unit Pasar Besar Pasar Tanah Abang mengenai perkembangan arus pengunjung. Keterangan Rahmat Kartolo memperlihatkan adanya peningkatan jumlah orang yang datang pada akhir pekan, dengan rata-rata yang mendekati 17 ribu orang per hari dan capaian yang pernah menyentuh 20 ribu orang. Informasi ini menjadi dasar untuk menggambarkan kondisi kunjungan Pasar Tanah Abang berdasarkan hasil pendataan pihak pengelola.
Peningkatan aktivitas pengunjung di Pasar Tanah Abang terutama terlihat di Blok B. Kawasan ini dipadati masyarakat yang datang untuk mencari berbagai kebutuhan busana, mulai dari pakaian sehari-hari hingga perlengkapan untuk keperluan khusus. Arus pembeli yang terus bergerak di kios menunjukkan bahwa minat berbelanja di salah satu pusat perdagangan tekstil dan pakaian terbesar di Jakarta mulai menguat. Kepadatan tersebut juga mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk busana dengan pilihan model, ukuran, dan harga yang beragam. Blok B menjadi salah satu titik yang paling mudah terlihat perkembangannya karena aktivitas jual beli berlangsung sejak pagi hingga menjelang waktu pasar tutup.
Pedagang baju muslim, Nurhayati, mengatakan kondisi pasar memang belum seramai beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, jumlah pembeli masih belum mencapai tingkat keramaian yang pernah dirasakan pedagang pada periode sebelumnya. Namun, ia melihat adanya perubahan positif dalam beberapa bulan terakhir. Jumlah orang yang datang untuk berbelanja mulai meningkat secara bertahap, sehingga aktivitas perdagangan di kios-kios kembali terasa lebih hidup. Pembeli hadir setiap hari dengan kebutuhan yang beragam, baik untuk membeli pakaian secara eceran maupun mencari busana dalam jumlah lebih banyak. Perkembangan ini menjadi tanda bahwa kunjungan ke Tanah Abang mulai menunjukkan pemulihan.
Nurhayati berharap jumlah pengunjung dapat semakin ramai menjelang Lebaran. Periode tersebut biasanya mendorong masyarakat untuk membeli pakaian baru, termasuk baju muslim dan busana untuk dikenakan saat berkumpul bersama keluarga. Ia juga menyampaikan bahwa suasana pasar cenderung lebih ramai pada akhir pekan, ketika masyarakat memiliki waktu lebih luas untuk berbelanja. Kondisi itu membuat pedagang memiliki harapan terhadap peningkatan transaksi pada hari-hari mendatang. Meski demikian, perkembangan kunjungan tetap berlangsung bertahap. Kehadiran pembeli setiap hari dan kepadatan yang lebih terasa pada akhir pekan menjadi modal penting bagi pedagang di Blok B untuk menyambut meningkatnya kebutuhan belanja menjelang Lebaran.
Meningkatnya aktivitas perdagangan di Tanah Abang mendorong pedagang menyesuaikan cara mereka menjangkau konsumen. Selain mengandalkan pembeli yang datang langsung ke toko, banyak pedagang mulai memanfaatkan penjualan daring melalui berbagai platform digital. Langkah ini memungkinkan produk ditawarkan kepada pelanggan di luar kawasan Tanah Abang, termasuk konsumen dari berbagai daerah yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk berbelanja secara langsung.
Perubahan tersebut juga terlihat dari semakin seringnya pedagang melakukan siaran langsung dari tempat usaha. Melalui sesi live, pedagang dapat menampilkan pilihan barang, menjelaskan bahan dan ukuran, serta menjawab pertanyaan calon pembeli secara langsung. Cara ini dinilai mampu membangun interaksi yang lebih dekat sekaligus memberikan gambaran mengenai kondisi barang kepada konsumen. Aktivitas siaran langsung juga membantu toko tetap terlihat aktif, baik bagi pelanggan lama maupun calon pembeli baru.
Rahmat menilai terobosan yang dilakukan pedagang perlu didukung agar kegiatan jual beli terus berjalan dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penggabungan penjualan di toko dengan pemasaran digital membuat pedagang memiliki lebih banyak jalur untuk menjangkau konsumen. Pedagang Rizal menyampaikan bahwa penjualan daring sempat memengaruhi aktivitas perdagangan di Tanah Abang. Namun, kondisi tersebut berangsur membaik setelah para pedagang ikut berjualan melalui platform daring, termasuk dengan melakukan live dari toko. Strategi ini membantu mereka mempertahankan hubungan dengan pelanggan sekaligus membuka peluang transaksi baru tanpa meninggalkan kegiatan perdagangan secara langsung.
Minat masyarakat untuk berbelanja secara langsung di Tanah Abang masih kuat karena pengalaman memilih barang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh transaksi melalui platform digital. Berdasarkan keterangan Nurhayati, sebagian pengunjung datang untuk melihat dan menyentuh bahan pakaian secara langsung sebelum menentukan pilihan. Mereka ingin memastikan tekstur, ketebalan, warna, serta kualitas kain sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, kunjungan ke pusat perdagangan tersebut memberi kesempatan bagi pembeli untuk menemukan model busana terbaru yang belum tentu mudah dijumpai di tempat lain.
Nurhayati menambahkan, tidak semua pengunjung datang sebagai konsumen akhir. Sebagian merupakan pedagang yang mencari pakaian untuk dijual kembali di toko, pasar daerah, maupun melalui perdagangan daring. Bagi kelompok ini, pemeriksaan langsung menjadi tahap penting untuk menilai kualitas produk dan menyesuaikannya dengan selera pelanggan. Mereka juga dapat membandingkan beberapa pilihan dari berbagai kios, sekaligus membicarakan harga dan jumlah pembelian secara langsung dengan penjual.
Pandangan serupa disampaikan Rizal, yang menilai belanja langsung memberikan kesempatan kepada pembeli untuk memeriksa bahan pakaian secara nyata. Menurutnya, foto atau keterangan produk di internet belum selalu mampu menggambarkan kondisi kain secara menyeluruh. Dengan datang ke lokasi, pembeli dapat merasakan bahan, melihat detail jahitan, serta menilai kesesuaian ukuran dan warna sebelum membayar. Proses tersebut membuat keputusan pembelian terasa lebih meyakinkan dan mengurangi kemungkinan barang tidak sesuai harapan.
Pengunjung bernama Rina juga menilai pilihan busana di Tanah Abang sangat lengkap. Beragam model, ukuran, warna, dan kisaran harga tersedia di banyak kios, sehingga pengunjung memiliki ruang untuk menyesuaikan barang dengan kebutuhan dan anggaran. Ia mengakui bahwa pembeli terkadang harus berkeliling cukup lama untuk membandingkan produk, tetapi banyaknya pilihan justru menjadi daya tarik tersendiri. Kondisi itu membuat masyarakat tetap bersedia datang langsung dan menjadikan Tanah Abang sebagai tujuan belanja yang terus diminati.







