Bulog Jatim Menjamin Ketersediaan Jagung Pakan di Tengah Percepatan Penyaluran SPHP

Bulog Jatim Menjamin Ketersediaan Jagung Pakan di Tengah Percepatan Penyaluran SPHP

GORONTALO, GORONTALO — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur memastikan persediaan jagung untuk kebutuhan pakan ternak masih aman hingga awal Oktober 2026. Kepastian tersebut disampaikan ketika penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus dipercepat di wilayah Jawa Timur. Ketersediaan stok menjadi perhatian utama karena jagung merupakan salah satu bahan penting dalam rantai pasok pakan ternak.

Bulog Jatim menilai jumlah jagung yang tersedia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan peternak. Informasi ini menggambarkan kondisi persediaan pada awal Oktober 2026, sekaligus menunjukkan kesiapan Bulog dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas tersebut melalui mekanisme SPHP. Penyaluran dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan jagung dapat diterima oleh pihak yang membutuhkan sesuai ketentuan program.

Percepatan penyaluran SPHP jagung berlangsung seiring dengan pengelolaan stok yang dilakukan Bulog di wilayah Jawa Timur. Dalam pelaksanaannya, ketersediaan pasokan menjadi dasar penting agar distribusi dapat berjalan secara teratur. Bulog juga terus memantau kebutuhan jagung pakan dan kondisi persediaan untuk mendukung pelaksanaan penyaluran sesuai sasaran.

Bagi peternak, jaminan ketersediaan tersebut memberikan kepastian mengenai akses terhadap jagung yang disalurkan melalui program pemerintah. Namun, informasi yang disampaikan Bulog pada tahap ini berfokus pada kecukupan stok dan percepatan distribusi, tanpa memperluasnya pada perkiraan mengenai perubahan harga maupun dampaknya terhadap produksi peternakan. Dengan kondisi persediaan yang dinilai aman, penyaluran jagung SPHP di Jawa Timur terus diarahkan agar berlangsung sesuai kebutuhan dan jadwal pelaksanaan program.

Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat perkembangan positif dalam penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Berdasarkan keterangan Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A., alokasi SPHP jagung untuk wilayah Jawa Timur ditetapkan sebesar 133.867 ton. Dari total alokasi tersebut, sebanyak 100.699 ton telah disalurkan kepada peternak.

Realisasi itu setara dengan 75,22 persen dari keseluruhan target penyaluran. Capaian tersebut menunjukkan bahwa distribusi jagung pakan telah berjalan secara signifikan dan terus diarahkan untuk mendukung kebutuhan peternak, khususnya dalam menjaga ketersediaan bahan baku pakan. Penyaluran yang berlangsung menjadi bagian penting dari upaya menjaga pasokan sekaligus membantu menciptakan stabilitas harga jagung di tingkat pengguna.

Meski sebagian besar alokasi telah tersalurkan, Bulog masih memiliki stok jagung sebanyak 6.437 ton. Persediaan tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan pemenuhan kebutuhan peternak di Jawa Timur. Bulog kini berfokus mempercepat pergerakan stok agar jagung yang masih tersedia dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan dan ketentuan program.

Percepatan distribusi diperlukan karena kebutuhan jagung pakan berlangsung secara berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan penyaluran sisa persediaan, Bulog dapat menjaga kesinambungan pasokan setelah realisasi mencapai lebih dari tiga perempat alokasi. Langkah ini juga menunjukkan bahwa pengelolaan stok tidak berhenti pada pencapaian distribusi, tetapi mencakup upaya memastikan persediaan bergerak secara efektif hingga seluruh kebutuhan program terpenuhi.

Data realisasi tersebut memberikan gambaran mengenai progres penyaluran SPHP jagung di Jawa Timur. Sebanyak 100.699 ton telah diterima peternak, sementara sisa alokasi masih menjadi perhatian dalam tahap berikutnya. Dengan stok 6.437 ton dan fokus pada percepatan pergerakan persediaan, Bulog berupaya menuntaskan penyaluran secara terukur, menjaga ketersediaan jagung pakan, serta mendukung kelancaran aktivitas peternakan di wilayah tersebut.

Pasokan tambahan jagung pakan sebanyak 35.804 ton sedang dikirim menuju Jawa Timur untuk memperkuat ketersediaan di tengah percepatan penyaluran SPHP. Volume tersebut berasal dari sejumlah sentra produksi di luar wilayah Jawa, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, serta Nusa Tenggara Barat. Pengiriman dari berbagai daerah ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesinambungan pasokan, terutama ketika kebutuhan jagung pakan harus dipenuhi secara cepat dan terukur.

Masuknya pasokan tambahan tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi peternak yang membutuhkan jagung sebagai bahan utama pakan. Bulog mengimbau peternak agar tidak mencemaskan ketersediaan jagung, karena penguatan stok terus dilakukan melalui mobilisasi komoditas dari wilayah-wilayah penghasil. Dengan total 35.804 ton dalam perjalanan, dukungan terhadap kebutuhan pakan di Jawa Timur disiapkan melalui langkah yang terkoordinasi dan berkelanjutan.

Percepatan distribusi dilakukan agar stok yang tersedia dapat segera diterima peternak sesuai kebutuhan. Langkah ini tidak hanya berfokus pada penambahan volume, tetapi juga pada kecepatan penyaluran dari sumber pasokan hingga dapat dimanfaatkan. Ketersediaan jagung yang lebih terjamin membantu peternak menjaga kelancaran kegiatan usaha dan mengurangi kekhawatiran terhadap kemungkinan kekurangan bahan pakan. Melalui pengiriman dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Barat, Bulog memperkuat kesiapan pasokan sekaligus mendukung pelaksanaan penyaluran SPHP secara lebih cepat. Peternak diharapkan tetap mengikuti informasi penyaluran yang tersedia dan memanfaatkan pasokan sesuai kebutuhan, sementara proses distribusi terus dipercepat agar jagung yang dikirim dapat segera diterima oleh pihak yang membutuhkan.

Penyaluran jagung dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dilakukan melalui koperasi serta asosiasi peternak yang telah menjadi mitra Perum Bulog. Mekanisme ini menempatkan mitra sebagai penghubung Bulog dan pelaku usaha peternakan yang membutuhkan jagung untuk pakan. Dengan melibatkan organisasi yang memiliki jaringan anggota, distribusi dapat dilaksanakan berdasarkan kebutuhan yang terdata, bukan semata-mata melalui penjualan terbuka.

Jagung SPHP disalurkan dengan harga Rp5.000 per kilogram. Penetapan harga tersebut ditujukan untuk membantu menjaga ketersediaan bahan baku pakan sekaligus mengendalikan biaya produksi peternak. Penyaluran melalui koperasi dan asosiasi diharapkan membuat distribusi lebih terarah dan tepat sasaran, karena penerima dapat diverifikasi melalui keanggotaan serta kebutuhan operasionalnya. Pola ini juga memungkinkan pemantauan volume, penerima, dan wilayah penyaluran secara lebih tertib.

Selain menyalurkan stok untuk kebutuhan pakan, Bulog mendapat penugasan untuk mengadakan cadangan jagung pemerintah dari produksi petani dalam negeri. Penugasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat cadangan pangan dan memastikan ketersediaan jagung dapat dikelola untuk menghadapi perubahan pasokan maupun permintaan. Pada 2026, target pengadaan cadangan jagung pemerintah ditetapkan sebesar 1 juta ton.

Harga pembelian pemerintah dibedakan berdasarkan mutu dan kadar air jagung. Di tingkat petani, jagung dengan kadar air 18-20 persen dibeli dengan harga Rp5.500 per kilogram. Sementara itu, jagung yang memiliki kadar air maksimal 14 persen dan memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan di gudang Bulog dihargai Rp6.400 per kilogram. Ketentuan tersebut memberikan acuan harga bagi petani sekaligus mendorong pemenuhan standar pascapanen, sehingga jagung yang diserap memiliki mutu yang sesuai untuk dikelola sebagai cadangan pemerintah dan mendukung kebutuhan pakan nasional.