Betrand Peto Klarifikasi Video Lama yang Dikaitkan dengan Dugaan Pesta Minuman Keras

Betrand Peto Klarifikasi Video Lama yang Dikaitkan dengan Dugaan Pesta Minuman Keras

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Nama Betrand Peto kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah video lama beredar di media sosial dan dikaitkan dengan narasi bahwa dirinya sedang berpesta serta menenggak minuman keras. Materi tersebut menyebar di tengah meningkatnya perhatian terhadap perkembangan perkara dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang turut menyeret namanya dalam pemberitaan. Betrand Peto, yang juga dikenal dengan sapaan Onyo, kemudian menjadi sorotan karena video itu dibagikan ulang dengan berbagai keterangan dan tafsir.

Video yang beredar menampilkan suasana sebuah acara, lalu dinarasikan oleh sejumlah akun sebagai momen ketika Betrand sedang berpesta minuman keras. Namun, konteks asli rekaman, waktu pengambilan gambar, serta identitas seluruh orang yang berada di dalamnya perlu ditelusuri secara cermat. Beredarnya potongan video dan narasi di media sosial tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh keterangan yang menyertainya benar.

Perhatian terhadap video tersebut muncul ketika proses penanganan laporan dugaan TPKS dari ANW, 26 tahun, masih berlanjut. Keterkaitan video lama dan perkara tersebut menjadi bahan pembahasan warganet, meskipun keduanya perlu dipisahkan agar informasi tidak bercampur dengan asumsi. Laporan maupun tuduhan yang sedang ditangani aparat tetap harus dipahami sebagai bagian dari proses hukum, bukan sebagai putusan yang telah menetapkan kesalahan pihak tertentu.

Dalam situasi seperti ini, publik disarankan menilai informasi berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan menunggu klarifikasi dari pihak terkait. Video yang ramai dibicarakan menjadi sorotan terutama karena dikaitkan dengan sosok Betrand Peto, bukan karena isi narasinya telah terbukti. Penjelasan mengenai rekaman tersebut diharapkan dapat membantu memberikan konteks yang lebih jelas, tanpa menyimpulkan kebenaran tuduhan dalam video ataupun perkara dugaan TPKS yang masih berjalan.

Betrand Peto memberikan keterangan setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Kamis malam, 8 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia mengonfirmasi bahwa telah terjadi tindakan peretasan terhadap akun pribadinya. Keterangan itu disampaikan untuk menjelaskan asal-usul materi dokumentasi lama yang kemudian dikaitkan dengan dugaan pesta minuman keras.

Betrand menyatakan bahwa materi dokumentasi tersebut merupakan miliknya dan telah dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pernyataan itu menegaskan bahwa kemunculan materi lama tersebut berkaitan dengan akses terhadap data pribadi, bukan karena ia secara sengaja menyebarkannya kepada publik. Ia juga menyampaikan bahwa dokumentasi yang beredar tidak semestinya berada di tangan pihak lain.

Dalam keterangannya, Betrand turut menyebut adanya pembobolan terhadap akun surat elektronik miliknya. Ia mengatakan, “Ada pihak yang membobol email saya.” Pernyataan tersebut menjadi bagian dari penjelasannya mengenai bagaimana materi dokumentasi pribadi dapat diakses dan kemudian muncul kembali. Ia menyampaikan hal itu dalam konteks pemeriksaan yang dijalaninya di Polda Metro Jaya.

Pengakuan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi Betrand atas video lama yang dikaitkan dengan dugaan pesta minuman keras. Ia menekankan bahwa materi itu berasal dari dokumentasi pribadi yang telah dicuri. Meski demikian, keterangan yang disampaikan hanya menjelaskan adanya pembobolan email dan pencurian dokumentasi, tanpa menguraikan pihak yang diduga melakukannya maupun cara akses tersebut dilakukan.

Setelah pemeriksaan, pernyataan Betrand memperjelas posisi yang ia sampaikan kepada publik. Ia mengakui adanya peretasan akun pribadi dan pembobolan email, serta menyebut dokumentasi miliknya telah diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Klarifikasi itu diarahkan untuk memberikan konteks terhadap peredaran video lama, sekaligus menjaga agar materi pribadi tersebut tidak dipahami tanpa mempertimbangkan asal-usul dan statusnya sebagai dokumentasi yang dicuri.

Betrand Peto memberikan klarifikasi mengenai rekaman lama yang kembali beredar di media sosial dan dikaitkan dengan dugaan pesta minuman keras. Ia membantah narasi yang berkembang dengan menjelaskan bahwa potongan video tersebut tidak dapat dipahami tanpa melihat konteks pembuatannya. Menurut keterangan Betrand, rekaman itu merupakan dokumentasi lama dari kegiatan pribadinya, bukan gambaran sebuah peristiwa sebagaimana yang disimpulkan dalam unggahan-unggahan di media sosial.

Betrand juga menyebut bahwa video tersebut telah mengalami penyuntingan dan penggabungan secara keliru. Sejumlah potongan rekaman, menurut penjelasannya, disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan bahwa seluruh adegan berlangsung dalam satu waktu, tempat, dan situasi yang sama. Penyajian seperti itu kemudian memunculkan narasi yang menghubungkan video dengan dugaan pesta minuman keras, meskipun konteks asli setiap bagian rekaman disebut berbeda.

Melalui klarifikasinya, Betrand berupaya meluruskan informasi yang telanjur menyebar dan meminta agar publik tidak langsung menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video. Ia menekankan bahwa penjelasan mengenai asal-usul serta proses penyuntingan rekaman perlu dipertimbangkan sebelum sebuah narasi dinilai benar. Klarifikasi tersebut merupakan keterangan dari Betrand mengenai konteks video yang beredar, sehingga tidak dimaksudkan sebagai penilaian independen bahwa rekaman itu benar ataupun palsu. Publik tetap perlu bersikap kritis, memeriksa sumber, dan memahami rangkaian peristiwa secara utuh sebelum ikut menyebarkan informasi lebih lanjut.

Selain memberikan klarifikasi mengenai video lama yang dikaitkan dengan dugaan pesta minuman keras, Betrand Peto juga telah menjalani pemeriksaan terkait perkara dugaan tindak pidana kekerasan seksual atau TPKS. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan laporan yang berkaitan dengan dirinya.

Dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Betrand Peto disebut dicecar sebanyak 55 pertanyaan. Materi pertanyaan itu menjadi bagian dari pendalaman keterangan yang diperlukan penyidik untuk memahami perkara secara menyeluruh. Keterangan dari pihak yang diperiksa akan menjadi salah satu bahan dalam proses penanganan dugaan TPKS tersebut.

Pemeriksaan terhadap Betrand berlangsung dalam konteks penyelidikan atau penyidikan perkara yang masih berjalan. Karena itu, informasi mengenai proses tersebut perlu ditempatkan secara proporsional dan tidak disimpulkan sebagai penetapan kesalahan pihak tertentu. Penanganan perkara tetap mengacu pada keterangan para pihak serta bukti-bukti yang dihimpun oleh penyidik.

Polda Metro Jaya juga disebut akan menggelar perkara dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang berkaitan dengan Betrand Peto. Gelar perkara merupakan tahapan internal untuk membahas penanganan suatu perkara berdasarkan informasi dan bahan yang telah diperoleh. Dalam perkara ini, agenda tersebut disebut berkaitan dengan dugaan TPKS yang sedang ditangani.

Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat keterangan mengenai jadwal pelaksanaan gelar perkara maupun hasil yang akan diperoleh dari agenda tersebut. Demikian pula, perkembangan mengenai status hukum dan tahapan penyidikan lainnya tidak dicantumkan dalam informasi yang tersedia. Oleh sebab itu, publik diharapkan menunggu keterangan resmi dari Polda Metro Jaya serta mengikuti perkembangan perkara berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.