UIN Raden Intan Lampung dan Perkembangan Kampus Hijau yang Inklusif

Bandar Lampung | Perkembangan kegiatan di UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) memperlihatkan bahwa kehidupan kampus tidak hanya berpusat pada proses pembelajaran di ruang kelas. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UIN RIL menjadi ruang bagi berlangsungnya berbagai kegiatan kemahasiswaan, penguatan karakter, pengembangan kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan kampus. Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan upaya kampus membangun suasana akademik yang mendukung pertumbuhan mahasiswa secara menyeluruh, baik dalam aspek pengetahuan maupun sikap.

Salah satu momentum yang mencerminkan perhatian itu tampak dalam penutupan KMD 2026. Dalam kesempatan tersebut, rektor meminta para pembina pramuka untuk menjadi teladan yang berkarakter. Pesan ini menempatkan pembina bukan sekadar sebagai pendamping kegiatan, melainkan sebagai figur yang menunjukkan nilai, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Peran tersebut penting karena pembinaan mahasiswa berlangsung melalui arahan sekaligus contoh nyata yang mereka temui dalam lingkungan pendidikan.

Penutupan KMD 2026 juga dapat dipahami sebagai bagian dari perhatian UIN RIL terhadap pembentukan sikap mahasiswa. Kegiatan kemahasiswaan memberi ruang bagi peserta untuk belajar menjalankan tanggung jawab, bekerja bersama, serta mengembangkan kemampuan memimpin. Nilai-nilai itu memiliki keterkaitan dengan upaya menciptakan kehidupan kampus yang tertib, berkarakter, dan inklusif. Ketika pembina mampu menghadirkan keteladanan, proses pembinaan diharapkan tidak berhenti pada penyampaian arahan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang tercermin dalam perilaku mahasiswa.

Dengan demikian, rangkaian kegiatan UIN RIL memperlihatkan bahwa pengembangan kampus mencakup dimensi manusia dan lingkungan sosialnya. Perhatian terhadap pendidikan karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab menjadi bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi peran di tengah masyarakat. Pada saat yang sama, kehidupan kampus terus diarahkan agar mendukung keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang membangun, tanpa memisahkan pencapaian akademik dari pembentukan kepribadian.

Peningkatan kapasitas mahasiswa menjadi salah satu cara penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi di tengah masyarakat. Pembekalan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga dengan kecakapan memahami persoalan sosial, berkomunikasi secara tepat, serta menerapkan pengetahuan dalam konteks pendidikan di Lampung. Dalam kerangka tersebut, kerja sama Universitas Teknokrat Indonesia dengan Balai Bahasa Lampung memberikan perhatian pada pentingnya literasi bagi mahasiswa. Literasi dipahami sebagai kemampuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab. Penguatan kemampuan ini dapat membantu mahasiswa menyampaikan gagasan dengan lebih jelas sekaligus mendukung keterlibatan mereka dalam kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Di lingkungan UIN Raden Intan Lampung, penguatan peran mahasiswa juga tampak melalui program yang membekali peserta Kuliah Kerja Nyata untuk menjadi pendamping proses produk halal. Pelatihan tersebut menyiapkan mahasiswa agar mampu membantu masyarakat memahami tahapan, persyaratan, dan pentingnya jaminan kehalalan produk, terutama bagi pelaku usaha. Kegiatan ini merupakan bagian tersendiri dari program UIN RIL dan tidak disamakan dengan kerja sama literasi Universitas Teknokrat Indonesia. Sumber yang sama juga mencatat adanya pembekalan KKN bagi dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa. Pembekalan tersebut berfungsi menyelaraskan pemahaman mengenai tujuan, mekanisme, serta tanggung jawab selama pelaksanaan KKN, sehingga pendampingan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih terarah.

Sementara itu, informasi pendidikan di Lampung turut mencatat pilihan dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera yang membekali siswa Sekolah Alam Lampung mengenai strategi menabung berbasis target pendidikan. Materi tersebut mendorong siswa menyusun tujuan finansial dan merencanakan kebutuhan pendidikan secara bertahap. Kegiatan ITERA ini perlu dipahami sebagai kegiatan yang berbeda, bukan bagian dari program UIN RIL maupun kerja sama Universitas Teknokrat Indonesia dengan Balai Bahasa Lampung. Keberagaman inisiatif tersebut menunjukkan bahwa penguatan mahasiswa dapat hadir melalui literasi, pendampingan keagamaan dan kewirausahaan, maupun edukasi perencanaan pendidikan, dengan masing-masing institusi menjalankan peran sesuai mandatnya.

Perkembangan akademik UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) tercermin melalui perluasan akses pendidikan dan peningkatan mutu kelembagaan. Pada penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), sebanyak 2.927 siswa dinyatakan diterima. Selain itu, pada 2023 UIN RIL menyediakan kuota bagi 6.000 calon mahasiswa baru. Informasi mengenai jadwal pendaftaran juga disebut telah tersedia pada periode tersebut, sehingga calon peserta dapat menyesuaikan persiapan dan mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Penguatan kehidupan akademik turut terlihat dalam pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), yang diikuti 4.926 mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pengenalan lingkungan perguruan tinggi, nilai akademik, serta budaya kemahasiswaan bagi peserta didik baru. Di sisi lain, UIN RIL menyelenggarakan wisuda yang diikuti 1.000 mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, rektor menyampaikan harapan agar para alumni dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pengetahuan, kompetensi, dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

Capaian akademik dan pengembangan sumber daya manusia juga ditandai dengan diraihnya doktor ke-289 di UIN RIL serta pengukuhan lima guru besar. Pencapaian tersebut menunjukkan kesinambungan upaya institusi dalam memperkuat kapasitas keilmuan dan kepakaran dosen. Dukungan terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa dan sivitas akademika tampak melalui tes TOEFL gratis yang digelar UPT Pusat Pengembangan Bahasa.

Aktivitas akademik lainnya mencakup kehadiran dosen tamu dari Bangladesh, India, dan Jepang pada program studi fisika. Interaksi tersebut memperluas perspektif keilmuan sekaligus membuka peluang pertukaran pengalaman dalam bidang pendidikan dan penelitian. Pada jenjang pascasarjana, UIN RIL juga menyelenggarakan konferensi internasional pertama yang mengangkat tema keluarga sakinah. Beragam kegiatan ini memperlihatkan penguatan mutu akademik melalui penerimaan mahasiswa, pengembangan kompetensi, jejaring internasional, serta pencapaian dosen dan lulusan.

UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) terus memperluas jejaring kerja sama sebagai bagian dari percepatan internasionalisasi kampus. Kemitraan dengan Universiti Geomatika Malaysia menjadi salah satu langkah dalam agenda tersebut. Di tingkat nasional, UIN RIL tercatat terlibat dalam simposium nasional AAFI dan seminar nasional UKM. Berbagai kegiatan ini menunjukkan upaya kampus untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, memperluas kolaborasi kelembagaan, dan meningkatkan kontribusi akademik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam konteks tata kelola yang terbuka, rektor menyatakan bahwa UIN merupakan kampus Islam yang inklusif. Pernyataan tersebut juga disertai catatan mengenai lulusan doktor nonmuslim pertama di lingkungan UIN RIL, tanpa memperluas makna pernyataan di luar informasi tersebut. Prinsip inklusivitas turut diwujudkan melalui sosialisasi dan pendampingan mahasiswa untuk menanggulangi kekerasan seksual. Langkah ini menempatkan perlindungan warga kampus sebagai bagian dari pengelolaan institusi.

Penguatan layanan dan administrasi dilakukan melalui peluncuran aplikasi survei kepuasan layanan institusi serta sosialisasi pedoman remunerasi terbaru. UIN RIL juga meresmikan UIN Mart sebagaimana tercantum dalam agenda kelembagaan kampus. Pada sisi pengelolaan sumber daya, institusi tersebut memperoleh penghargaan sebagai pengelola dana SBSN terbaik 2023. Selain itu, sebanyak 22 ASN UIN menerima Satyalancana Karya Satya sebagai pengakuan atas pengabdian mereka.

Rangkaian agenda tersebut berjalan bersamaan dengan penegasan kesiapan UIN RIL dalam menerapkan program Kementerian Agama. Dengan demikian, aktivitas kampus mencakup pengembangan pendidikan, perluasan kerja sama, perlindungan warga kampus, serta pembenahan tata kelola dan layanan institusi. Seluruh langkah itu menjadi bagian dari upaya UIN RIL membangun kampus hijau yang inklusif, melalui penguatan kelembagaan dan pelaksanaan program yang mendukung kebutuhan sivitas akademika.