Dewa United Gagal Menjaga Keunggulan atas Persib, Osmar Loss Soroti Hilangnya Kendali

Dewa United Gagal Menjaga Keunggulan atas Persib, Osmar Loss Soroti Hilangnya Kendali

Bandung | Dewa United harus puas berbagi poin dengan Persib Bandung setelah keunggulan dua gol yang mereka bangun sejak babak pertama tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir. Dalam laga lanjutan kompetisi yang berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, kedua tim bermain imbang 2-2. Hasil ini terasa mengecewakan bagi Dewa United karena mereka sempat berada dalam posisi ideal untuk mengamankan kemenangan.

Dewa United tampil dominan sejak awal pertandingan. Permainan agresif dan distribusi bola yang rapi membuat mereka mampu menekan Persib di wilayah pertahanan sendiri. Tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-14 ketika Egy Maulana Vikri mencatatkan namanya di papan skor. Gol itu memperkuat kepercayaan diri para pemain Dewa United sekaligus membuat Persib harus meningkatkan intensitas permainan untuk mengejar ketertinggalan.

Keunggulan Dewa United bertambah menjelang turun minum. Noah Sadaoui berhasil mencetak gol pada menit ke-45, sehingga tim tamu menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Keunggulan tersebut mencerminkan efektivitas Dewa United dalam memanfaatkan peluang serta kemampuan mereka mengendalikan jalannya pertandingan selama 45 menit pertama. Persib, di sisi lain, terlihat kesulitan menemukan ruang dan membangun serangan yang konsisten.

Namun, situasi berubah setelah pertandingan memasuki babak kedua. Persib meningkatkan tekanan, sementara Dewa United mulai kehilangan kendali atas tempo permainan dan tidak lagi mampu menjaga soliditas seperti sebelumnya. Dua gol balasan Persib menghapus keunggulan tersebut dan mengubah arah pertandingan. Skor akhir 2-2 menunjukkan bahwa dominasi pada satu babak belum cukup untuk memastikan kemenangan. Dewa United perlu mengevaluasi cara mengelola keunggulan, terutama ketika lawan meningkatkan tekanan dan mengubah pendekatan permainan.

Persib menunjukkan kebangkitan setelah turun minum dengan mengubah keadaan pertandingan dalam waktu yang sangat singkat. Setelah memasuki babak kedua, tim tersebut berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Balsa Sekulic pada menit ke-51. Gol itu membuat selisih skor kembali menjadi satu gol dan memberikan perubahan penting pada kedudukan pertandingan.

Belum lama setelah gol pertama Persib, Marc Klok mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-54. Hanya berselang tiga menit, dua gol balasan tersebut menghapus keunggulan Dewa United yang sebelumnya berada dalam posisi nyaman dengan skor 2-0. Kedudukan kemudian berubah menjadi 2-2.

Rentang waktu tiga menit itu menjadi titik penting dalam pertandingan karena Persib mampu membalas dua gol secara beruntun setelah turun minum. Keunggulan Dewa United yang dibangun hingga dua gol tidak bertahan lama, sementara Persib berhasil mengembalikan keseimbangan skor. Gol Sekulic dan Klok sekaligus menandai perubahan hasil pertandingan dari ketertinggalan 0-2 menjadi imbang 2-2.

Perubahan tersebut memperlihatkan betapa cepatnya kedudukan dapat bergeser dalam pertandingan. Dewa United yang sempat unggul dua gol harus menerima kenyataan bahwa margin tersebut hilang dalam waktu singkat. Sementara itu, Persib memanfaatkan fase setelah turun minum untuk mencetak dua gol yang mengubah arah skor. Hingga setelah gol Klok, pertandingan berada dalam keadaan seimbang dengan kedua tim sama-sama mengoleksi dua gol.

Pelatih Dewa United, Osmar Loss, mengaku frustrasi setelah timnya gagal mempertahankan keunggulan atas Persib. Menurutnya, situasi tersebut seharusnya dapat dihindari karena para pemain telah menunjukkan penampilan yang sangat baik pada babak pertama. Dewa United dinilai mampu menjalankan rencana permainan, menjaga organisasi tim, serta memberikan tekanan yang menyulitkan lawan. Keunggulan yang berhasil diperoleh juga semestinya menjadi modal untuk mengendalikan jalannya pertandingan hingga akhir.

Namun, pertandingan berubah setelah Persib mencetak gol pertama. Osmar menilai gol tersebut memengaruhi mentalitas para pemain Dewa United. Reaksi tim setelah kebobolan membuat permainan menjadi lebih emosional, sementara konsentrasi dan ketenangan yang sebelumnya terlihat mulai berkurang. Dalam kondisi itu, Dewa United tidak lagi sepenuhnya mampu menjalankan instruksi dengan disiplin. Tekanan dari Persib semakin besar, sedangkan tim asuhan Osmar kesulitan mengembalikan kendali permainan.

Pelatih asal Brasil tersebut menyebut hilangnya kontrol sebagai persoalan utama yang membuat hasil pertandingan mengecewakan. Ia menilai timnya seharusnya tetap tenang ketika lawan memperkecil ketertinggalan, bukan terbawa momentum dan emosi pertandingan. Kebobolan dua gol pada babak kedua menjadi bagian yang paling disesalkan oleh Osmar. “Kebobolan dua gol pada babak kedua adalah hal yang membuat perasaan saya tidak senang,” ujarnya. Pernyataan itu menggambarkan kekecewaan terhadap kegagalan tim mempertahankan performa positif dari babak pertama. Evaluasi selanjutnya akan diarahkan pada kemampuan pemain dalam menjaga fokus, mengelola tekanan, dan mempertahankan kendali ketika pertandingan memasuki fase penting.

Osmar Loss menerima hasil imbang yang diraih Dewa United setelah timnya gagal mempertahankan keunggulan atas Persib. Menurutnya, pertandingan di kandang Persib memang menghadirkan tantangan tersendiri. Dukungan suporter, tekanan permainan, serta kualitas lawan membuat setiap keunggulan harus dijaga dengan konsentrasi penuh hingga peluit akhir. Dewa United sempat memiliki peluang untuk membawa pulang kemenangan, tetapi kendali permainan tidak dapat dipertahankan secara konsisten.

Pelatih Dewa United tersebut memahami bahwa Persib bukan lawan yang mudah dihadapi, terutama ketika bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Ia juga menyebut Persib sebagai salah satu tim penting di kompetisi liga. Penilaian itu didasarkan pada sejarah dan pencapaian klub tersebut, termasuk keberhasilan Persib meraih gelar juara tiga kali secara berturut-turut. Karena itu, menghadapi Persib membutuhkan kedisiplinan, ketenangan, serta kemampuan untuk menjaga fokus dalam setiap fase pertandingan.

Hilangnya kendali atas pertandingan menjadi catatan yang perlu diperhatikan Dewa United. Keunggulan yang sudah dimiliki seharusnya dapat dikelola dengan lebih baik melalui penguasaan bola dan pengambilan keputusan yang tepat. Meski demikian, Loss tidak mengabaikan usaha para pemainnya. Mereka tetap berjuang menghadapi tekanan hingga pertandingan berakhir, sehingga hasil imbang masih mencerminkan kerja keras tim dalam laga tandang yang berlangsung sulit.

Tambahan satu poin dari lawatan ke markas Persib tetap diapresiasi oleh Dewa United. Hasil tersebut menjadi pelajaran penting bagi tim, khususnya dalam mempertahankan kendali ketika berada dalam posisi unggul. Evaluasi terhadap jalannya pertandingan diharapkan membantu para pemain memahami hal-hal yang perlu diperbaiki. Bagi Loss, pengalaman melawan tim kuat di kandangnya dapat menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan kematangan Dewa United dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.