Jakarta | PT Medco Energi Internasional Tbk atau MedcoEnergi menandatangani kesepakatan dengan Eni S.p.A. untuk mengakuisisi hak partisipasi non-operator sebesar 10 persen. Kesepakatan tersebut mencakup kepemilikan partisipasi dalam empat kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC) yang berada di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.
Informasi mengenai transaksi ini merujuk pada keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia. Dalam struktur kesepakatan tersebut, MedcoEnergi akan mengambil alih porsi hak partisipasi dari Eni, sementara status non-operator menunjukkan bahwa perusahaan tidak menjadi pihak yang bertindak sebagai operator dalam pengelolaan blok-blok terkait.
Keempat PSC yang berada di wilayah Cekungan Kutai menjadi bagian utama dari transaksi kedua perusahaan. Cekungan tersebut merupakan salah satu kawasan penting dalam kegiatan hulu minyak dan gas bumi di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. Dengan adanya kesepakatan ini, MedcoEnergi memperoleh hak ekonomi sebesar 10 persen pada masing-masing kepentingan yang termasuk dalam cakupan transaksi, sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian dan kontrak yang berlaku.
Kesepakatan dengan Eni memperluas keterlibatan MedcoEnergi dalam aset hulu migas di wilayah tersebut melalui posisi sebagai pemegang hak partisipasi non-operator. Pengambilalihan ini juga menempatkan empat kontrak bagi hasil Cekungan Kutai sebagai bagian dari portofolio partisipasi perusahaan. Seluruh informasi mengenai ruang lingkup transaksi, termasuk besaran hak dan lokasi PSC, disampaikan melalui kanal keterbukaan informasi pasar modal.
Kesepakatan MedcoEnergi mencakup hak partisipasi sebesar 10 persen pada empat wilayah kerja migas, yaitu PSC Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal. Keempat aset tersebut berada di kawasan cekungan gas yang dikenal produktif, sehingga memiliki arti strategis dalam memperkuat portofolio hulu perusahaan. Akuisisi ini tidak hanya memberikan akses pada satu jenis aset, tetapi juga mencakup rangkaian wilayah kerja dengan tingkat kematangan yang berbeda.
PSC Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal mencerminkan kombinasi aset yang sudah menghasilkan, proyek yang berada dalam tahap pengembangan, serta area yang masih memiliki peluang eksplorasi. Aset produksi dapat mendukung kontribusi operasional yang telah berjalan, sementara proyek pengembangan menawarkan potensi pertumbuhan melalui tahapan lanjutan menuju produksi. Di sisi lain, wilayah eksplorasi memberikan ruang untuk menemukan sumber daya baru dan memperluas basis cadangan maupun sumber daya gas pada masa mendatang.
Keberagaman karakter tersebut menjadi salah satu aspek penting dari transaksi ini. Wilayah kerja yang telah berproduksi memberikan landasan kegiatan hulu, sedangkan aset dalam pengembangan dan eksplorasi dapat melengkapi kesinambungan portofolio dalam jangka panjang. Dengan berada dalam cekungan gas yang produktif, keempat PSC tersebut juga memiliki konteks geologi yang mendukung prospek kegiatan usaha, meskipun setiap wilayah tetap memiliki tahapan, risiko, dan kebutuhan pengelolaan yang berbeda.
Potensi dalam wilayah kerja tersebut turut tercermin dari pengumuman penemuan gas berskala besar Geliga yang baru-baru ini disampaikan. Penemuan ini menambah perhatian terhadap prospek gas di kawasan terkait dan memperlihatkan peluang yang dapat muncul dari aktivitas eksplorasi. Geliga menjadi bagian dari potensi yang melekat pada wilayah kerja dalam kesepakatan, tanpa mengubah fakta bahwa portofolio tersebut mencakup aset produksi, proyek pengembangan, serta area eksplorasi. Kombinasi itu menempatkan empat PSC sebagai rangkaian aset dengan profil yang beragam bagi MedcoEnergi.
CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan menilai transaksi pengambilalihan hak 10 persen di empat blok gas Kutai memiliki arti strategis bagi arah pertumbuhan perusahaan di Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut tidak sekadar menambah kepemilikan pada aset migas, tetapi juga melengkapi portofolio MedcoEnergi di dalam negeri. Penambahan ini memperkuat kombinasi aset yang telah berproduksi, proyek pengembangan, serta peluang eksplorasi. Dengan demikian, transaksi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkokoh fondasi bisnis gas perusahaan secara berkelanjutan, sejalan dengan kemampuan MedcoEnergi dalam mengelola aset dan mengembangkan peluang di sektor energi.
Selain memperluas portofolio domestik, akuisisi ini memperbesar kehadiran MedcoEnergi dalam rantai pasok gas alam cair atau LNG. Perusahaan telah membangun keterlibatan dalam rantai pasok tersebut dengan dukungan infrastruktur dan operasi berkelas dunia. Ronald memandang tambahan kepemilikan di blok-blok gas Kutai dapat melengkapi keberadaan perusahaan dalam ekosistem itu. Artinya, aset yang diperoleh tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang telah dikembangkan MedcoEnergi. Integrasi tersebut mencerminkan strategi untuk menghubungkan basis sumber daya gas dengan pengalaman operasional dan infrastruktur yang sudah tersedia.
Ronald juga menilai transaksi ini memperkuat basis produksi jangka panjang MedcoEnergi. Penguatan itu ditopang oleh perpaduan aset yang telah menghasilkan produksi, proyek pengembangan gas berskala besar, dan peluang eksplorasi di Cekungan Kutai. Ketiga unsur tersebut memberikan cakupan yang saling melengkapi dalam membangun kesinambungan portofolio perusahaan. Aset produksi mendukung basis yang telah berjalan, proyek pengembangan menyediakan ruang bagi pertumbuhan berikutnya, sedangkan eksplorasi membuka peluang dari wilayah yang masih memiliki potensi. Berdasarkan pandangan tersebut, transaksi di empat blok gas Kutai diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperluas portofolio Indonesia sekaligus memperkuat peran MedcoEnergi dalam rantai pasok LNG.
Keempat kontrak kerja sama (PSC) gas di wilayah Kutai tersebut saat ini dioperasikan oleh Searah, perusahaan patungan yang baru dibentuk oleh Eni dan Petronas. Posisi Searah sebagai operator berarti perusahaan ini menjalankan kegiatan operasional utama di lapangan, termasuk pengelolaan aktivitas eksplorasi, pengembangan, produksi, serta koordinasi teknis dan keselamatan kerja sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pengambilalihan hak partisipasi oleh MedcoEnergi tidak serta-merta mengubah peran operator pada keempat blok tersebut.
Dalam struktur pengelolaan PSC, operator bertanggung jawab memastikan kegiatan hulu migas berjalan berdasarkan rencana kerja dan anggaran yang telah disetujui. Pemegang hak partisipasi lainnya tetap memiliki kepentingan ekonomi dan kewajiban sesuai porsi kepemilikannya, tetapi pelaksanaan operasi sehari-hari berada di bawah koordinasi operator. Pengaturan tersebut memungkinkan kesinambungan kegiatan di blok-blok gas Kutai selama proses perubahan kepemilikan berlangsung dan setelah transaksi memperoleh keabsahan sesuai persyaratan.
Namun, transaksi pembelian 10 persen hak di masing-masing dari empat PSC itu belum efektif sepenuhnya. Pelaksanaan akuisisi masih menunggu pemenuhan berbagai persyaratan yang berlaku, termasuk persetujuan dari pemerintah Indonesia serta tahapan administratif dan kontraktual lain yang dipersyaratkan. Karena itu, pengumuman mengenai rencana pengambilalihan tersebut belum dapat dipahami sebagai tanda bahwa seluruh proses persetujuan telah selesai atau bahwa MedcoEnergi telah sepenuhnya menjadi pemegang hak yang efektif.
Keterangan mengenai status transaksi tersebut disampaikan oleh Ronald Gunawan pada Senin, 12 Oktober 2026. Penyebutan waktu itu merujuk pada saat pernyataan diberikan, bukan penanda bahwa seluruh persyaratan transaksi telah dipenuhi. Sampai persetujuan dan ketentuan terkait diselesaikan, Searah tetap menjadi perusahaan yang mengoperasikan keempat PSC gas Kutai, sementara perubahan hak partisipasi MedcoEnergi masih menunggu berlakunya secara resmi.

