Jakarta | PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP), yang dikenal sebagai KB Bank, menawarkan obligasi subordinasi dengan nilai total Rp500 miliar. Penawaran ini menjadi bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank Tahap II Tahun 2026. Melalui penerbitan tersebut, perseroan berupaya menghimpun dana dari pasar modal untuk mendukung kebutuhan pendanaan dan penguatan struktur permodalan bank.
Program PUB Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank memiliki target penghimpunan dana hingga Rp1 triliun. Dengan demikian, penerbitan tahap II senilai Rp500 miliar merupakan bagian dari keseluruhan rencana pendanaan yang telah ditetapkan dalam program tersebut. Pelaksanaan secara bertahap memberikan ruang bagi perseroan untuk mengakses pasar modal sesuai kebutuhan dan kondisi pendanaan yang berlaku.
Sebelum menawarkan obligasi subordinasi tahap II tahun 2026, KB Bank telah menerbitkan obligasi subordinasi tahap I pada 2025. Penerbitan sebelumnya memiliki nilai pokok Rp248 miliar. Rekam penerbitan tersebut menjadi konteks penting dalam melihat kesinambungan strategi pendanaan perseroan melalui instrumen utang subordinasi.
Obligasi subordinasi tahap II tahun 2026 dibagi menjadi dua seri. Masing-masing seri memiliki tingkat bunga yang berbeda, sehingga investor dapat mempertimbangkan karakteristik imbal hasil sesuai dengan preferensi dan profil risikonya. Tingkat bunga tertinggi yang ditawarkan mencapai 9,30 persen. Perbedaan kupon tersebut menjadi salah satu aspek utama yang perlu diperhatikan dalam menilai instrumen yang ditawarkan.
Sebagai instrumen subordinasi, obligasi ini memiliki karakteristik yang berbeda dari obligasi senior, terutama dalam urutan pembayaran apabila terjadi kondisi tertentu pada penerbit. Karena itu, calon investor perlu mempelajari informasi penawaran secara menyeluruh, termasuk struktur seri, tingkat bunga, jangka waktu, serta ketentuan lain yang tercantum dalam dokumen resmi. Nilai penerbitan Rp500 miliar dan target program Rp1 triliun menunjukkan peran pasar modal dalam mendukung agenda pendanaan KB Bank.
Obligasi subordinasi yang ditawarkan KB Bank memiliki total nilai penawaran sebesar Rp500 miliar dan dibagi ke dalam dua seri, yaitu Seri A dan Seri B. Pembagian tersebut mencakup perbedaan nilai penerbitan, tingkat bunga, serta jangka waktu investasi. Struktur ini memberikan pilihan kepada investor berdasarkan preferensi terhadap imbal hasil dan durasi penempatan dana.
Seri A ditawarkan dengan nilai nominal Rp425 miliar. Seri ini memberikan tingkat bunga tetap sebesar 8,95% per tahun dengan tenor lima tahun. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pembayaran pokok Seri A dilakukan sekaligus pada saat jatuh tempo, yaitu 16 Januari 2031. Dengan demikian, investor Seri A menerima pembayaran bunga secara berkala selama masa obligasi, sedangkan pelunasan nilai pokok dilakukan pada tanggal tersebut.
Seri B memiliki nilai penawaran yang lebih kecil, yakni Rp75 miliar. Sebagai kompensasi atas tenor yang lebih panjang, Seri B menawarkan tingkat bunga sebesar 9,30% per tahun. Jangka waktu obligasi ini adalah tujuh tahun, sehingga tanggal jatuh temponya ditetapkan pada 16 Januari 2033. Pokok Seri B juga dibayarkan sekaligus ketika obligasi mencapai tanggal pelunasan tersebut.
Pembayaran bunga untuk kedua seri dilakukan setiap tiga bulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 16 Januari 2027, kemudian dilanjutkan secara berkala sesuai ketentuan penerbitan hingga masing-masing seri jatuh tempo. Mekanisme pembayaran berkala ini memungkinkan investor memperoleh arus kas secara rutin, tanpa mengubah jadwal pelunasan pokok yang berbeda Seri A dan Seri B.
Perbedaan utama kedua seri terletak pada nilai penawaran, kupon, dan tenor. Seri A memiliki nilai Rp425 miliar, bunga 8,95% per tahun, serta tenor lima tahun, sedangkan Seri B bernilai Rp75 miliar dengan bunga 9,30% per tahun dan tenor tujuh tahun. Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan tanggal pembayaran bunga dan tanggal pelunasan pokok sebelum menentukan seri yang sesuai dengan tujuan investasinya.
Pelaksanaan penawaran umum Obligasi Subordinasi KB Bank senilai Rp500 miliar dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 12–13 Oktober 2026. Dalam periode tersebut, investor dapat menyampaikan pemesanan sesuai ketentuan yang tercantum dalam dokumen penawaran. Besaran pemesanan dan tata cara penyampaian permintaan mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pihak penjamin pelaksana emisi serta jaringan distribusi yang ditunjuk.
Setelah masa penawaran berakhir, proses penjatahan dijadwalkan pada 14 Oktober 2026. Tahap ini menentukan alokasi obligasi bagi investor berdasarkan hasil penghimpunan pemesanan dan ketentuan penjatahan yang berlaku. Apabila terdapat kelebihan pemesanan atau penyesuaian terhadap jumlah yang dapat diperoleh investor, informasi alokasi akan disampaikan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan dalam penawaran.
Pengembalian uang pemesanan bagi investor yang tidak memperoleh alokasi, atau memperoleh jumlah lebih kecil dari pesanannya, dijadwalkan dilakukan pada 16 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama, distribusi obligasi kepada investor juga direncanakan berlangsung. Setelah seluruh rangkaian administrasi dan distribusi diselesaikan, Obligasi Subordinasi KB Bank direncanakan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 19 Oktober 2026. Pencatatan tersebut akan membuat instrumen ini dapat diperdagangkan melalui mekanisme pasar sekunder sesuai peraturan bursa dan ketentuan yang berlaku.
Dari sisi kualitas kredit, penerbitan obligasi subordinasi ini memperoleh peringkat AA(idn), atau double A, dari PT Fitch Ratings Indonesia. Peringkat tersebut dikonfirmasi kembali pada 23 September 2026 dan menjadi salah satu informasi penting yang dapat dipertimbangkan investor dalam menilai risiko penerbitan. Meski demikian, peringkat kredit tidak menghilangkan seluruh risiko investasi. Investor tetap perlu mempelajari prospektus, termasuk struktur subordinasi, tingkat bunga, jangka waktu, mekanisme pembayaran, serta ketentuan apabila terjadi perubahan kondisi keuangan penerbit sebelum mengambil keputusan.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan, KB Bank membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp19,02 miliar per 30 Juni 2026. Nilai tersebut menjadi salah satu informasi keuangan yang menyertai rencana penerbitan obligasi subordinasi dengan nilai hingga Rp500 miliar dan tingkat bunga maksimal 9,30%.
Dalam perbandingan tahunan, laba tahun berjalan per Juni 2026 tercatat sebesar Rp19,02 miliar. Angka tersebut dapat ditempatkan dalam konteks kinerja yang tercantum untuk periode sebelumnya, yakni rugi sebesar Rp6,33 triliun pada 2024 dan laba sebesar Rp66,59 miliar pada 2025. Perbandingan ini menyajikan perubahan nilai laba atau rugi sebagaimana tercantum dalam informasi keuangan perseroan, tanpa memasukkan faktor atau penjelasan tambahan di luar data tersebut.
Dari sisi neraca, total aset KB Bank per 30 Juni 2026 mencapai Rp93,01 triliun. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan total aset pada akhir Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp89,79 triliun. Dengan demikian, data keterbukaan informasi memperlihatkan posisi aset pada pertengahan 2026 dan posisi pembanding pada penghujung tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp84,75 triliun. Sementara itu, total ekuitas mencapai Rp8,26 triliun per 30 Juni 2026. Angka laba, aset, liabilitas, dan ekuitas tersebut menjadi konteks keuangan dalam pemberitaan mengenai penawaran obligasi subordinasi KB Bank. Informasi tersebut mencerminkan posisi keuangan yang dilaporkan perseroan hingga akhir Juni 2026 dan disajikan bersamaan dengan rincian rencana pendanaan melalui instrumen tersebut.

