Sugiono Tinggalkan Kemlu, Diantar Tata dan Dilepas dengan Nyanyian Pegawai

Sugiono Tinggalkan Kemlu, Diantar Tata dan Dilepas dengan Nyanyian Pegawai

Jakarta | Sugiono berpamitan kepada jajaran Kementerian Luar Negeri setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia. Momen tersebut berlangsung setelah prosesi serah terima jabatan kepada Arrmanatha Nasir, yang akrab disapa Tata, di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, pada Senin, 12 Oktober 2026.

Serah terima jabatan itu menandai dimulainya tugas Tata sebagai Menteri Luar Negeri. Prosesi tersebut dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta serta sejumlah pegawai Kementerian Luar Negeri. Kehadiran jajaran kementerian mencerminkan suasana resmi sekaligus hangat dalam pergantian kepemimpinan di institusi yang menangani hubungan diplomatik Indonesia.

Setelah rangkaian acara serah terima selesai, Sugiono meluangkan waktu untuk menyampaikan salam perpisahan kepada para pegawai. Ia diantar Tata ketika meninggalkan lingkungan Kementerian Luar Negeri. Sejumlah pegawai juga melepas kepergiannya dengan menyanyikan lagu, sehingga suasana perpisahan terasa lebih emosional dan penuh penghargaan.

Perpisahan itu menjadi penutup masa tugas Sugiono sebagai Menteri Luar Negeri. Selama menduduki jabatan tersebut, ia menjadi bagian dari pemerintahan yang menjalankan kebijakan luar negeri serta menjaga komunikasi Indonesia dengan berbagai negara dan organisasi internasional.

Meski meninggalkan Kementerian Luar Negeri, Sugiono tetap melanjutkan tugas dalam pemerintahan dengan tanggung jawab baru. Ia kini dipercaya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan. Posisi tersebut memiliki cakupan kerja yang berbeda, dengan fokus pada koordinasi kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan manusia, pendidikan, kesehatan, sosial, kebudayaan, serta bidang lain yang mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Pergantian jabatan ini sekaligus memperlihatkan kesinambungan kerja pemerintahan. Tata akan melanjutkan kepemimpinan di Kementerian Luar Negeri, sementara Sugiono mengemban mandat baru sebagai menteri koordinator. Momen ketika para pegawai mengantar dan menyanyikan lagu untuk Sugiono menjadi bagian penting dari proses transisi tersebut, sebelum ia resmi menjalankan peran barunya di kementerian koordinator.

Sugiono bersama istrinya meninggalkan Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, pada Senin, 12 Oktober 2026. Keduanya keluar dari gedung tersebut sekitar pukul 11.42 WIB. Momen itu menjadi bagian dari kepulangan Sugiono setelah menjalankan tugasnya di lingkungan Kementerian Luar Negeri.

Dalam perjalanan keluar dari Gedung Pancasila, Sugiono tidak hanya didampingi oleh istrinya. Arrmanatha Nasir, yang akrab disapa Tata, turut mengantar Sugiono hingga ke luar gedung. Kehadiran Tata menandai perhatian dalam momen perpisahan tersebut, sekaligus mendampingi Sugiono sampai rangkaian keberangkatannya dari gedung selesai.

Perpisahan itu berlangsung dalam suasana hangat. Sugiono dan istrinya meninggalkan Gedung Pancasila, sementara Tata berada bersama mereka hingga mencapai bagian luar gedung. Tidak ada rangkaian kegiatan lain yang disebutkan dalam momen tersebut selain pengantaran itu. Adegan singkat tersebut menjadi penanda kepulangan Sugiono dari Kementerian Luar Negeri pada hari itu.

Pegawai Kementerian Luar Negeri turut melepas kepergian Sugiono dengan nyanyian. Nyanyian tersebut melengkapi suasana perpisahan yang hangat ketika Sugiono dan istrinya keluar dari gedung. Momen ini memperlihatkan adanya penghormatan dan kebersamaan dalam pelepasan tersebut, dengan Tata yang mengantar hingga bagian luar Gedung Pancasila.

Dengan demikian, kepulangan Sugiono pada sekitar pukul 11.42 WIB berlangsung melalui prosesi perpisahan yang sederhana dan hangat. Ia keluar bersama istrinya, diantar oleh Arrmanatha Nasir atau Tata, serta dilepas dengan nyanyian para pegawai Kementerian Luar Negeri. Seluruh momen itu berlangsung di Gedung Pancasila pada Senin, 12 Oktober 2026.

Pegawai Kementerian Luar Negeri memberikan pelepasan yang hangat kepada Sugiono dengan cara yang penuh perhatian. Di area kementerian, mereka membentangkan sejumlah spanduk sebagai bentuk dukungan atas tugas baru yang akan dijalankan Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Sambutan tersebut menjadi wujud penghargaan sekaligus doa agar ia dapat menjalankan amanah barunya dengan baik.

Spanduk-spanduk yang dibawa pegawai memuat pesan penyemangat dan ungkapan kedekatan personal. Salah satu tulisan yang terlihat berbunyi, “Sukses selalu Pak Menko, Bapak selalu di hati.” Kalimat itu menunjukkan bahwa para pegawai Kemlu tidak hanya menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga mengenang hubungan kerja yang telah terjalin selama Sugiono berada di lingkungan kementerian tersebut.

Selain mengangkat spanduk, para pegawai turut menyanyikan lagu ketika mengantar kepergian Sugiono. Suasana berlangsung meriah, tetapi tetap terasa emosional karena para pegawai memberikan penghormatan secara langsung. Nyanyian dan pesan yang tertulis pada spanduk membuat momen pelepasan tersebut tampak akrab, sekaligus memperlihatkan dukungan kolektif terhadap perjalanan Sugiono dalam mengemban tanggung jawab di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.

Sugiono tampak tersenyum ketika menerima sambutan itu. Senyum tersebut terlihat saat ia menyaksikan para pegawai menyampaikan dukungan melalui spanduk dan nyanyian. Responsnya mencerminkan apresiasi terhadap perhatian yang diberikan oleh keluarga besar Kemlu. Bagi para pegawai, pelepasan itu menjadi kesempatan untuk menyampaikan harapan agar Sugiono senantiasa sukses dalam menjalankan peran barunya, membawa pengalaman dari bidang diplomasi, serta tetap mengingat ikatan yang terbentuk selama bertugas di kementerian luar negeri.

Suasana perpisahan di Kementerian Luar Negeri berlangsung dengan nuansa haru ketika Sugiono berjalan keluar dari gedung. Para pegawai mengantarnya dengan menyanyikan lagu “Sebuah Kisah Klasik”. Nyanyian tersebut terdengar saat Sugiono meninggalkan lingkungan kementerian setelah menjalankan tugasnya sebagai Menteri Luar Negeri.

Momen itu menjadi bagian dari pelepasan Sugiono setelah terjadi pergantian jabatan Menteri Luar Negeri. Para pegawai yang berada di lokasi menyampaikan penghormatan dan perpisahan melalui lagu yang dinyanyikan bersama. Sugiono kemudian merespons sambutan tersebut dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada para pegawai Kementerian Luar Negeri.

Di tengah suasana pelepasan itu, Sugiono mengucapkan, “Makasih semuanya, makasih.” Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi kepada para pegawai yang menyambut dan mengantarnya ketika ia berjalan keluar gedung. Nyanyian “Sebuah Kisah Klasik” dan ucapan terima kasih Sugiono menandai momen perpisahan setelah pergantian jabatan Menteri Luar Negeri.

Baca juga: Gabriel Martinelli Segera Tinggalkan Arsenal, tapi Transfer ke Al Hilal Belum Diumumkan