Persaingan Liga Putri Indonesia Kian Berimbang, Shafira Ika Merasa Tertantang

Persaingan Liga Putri Indonesia Kian Berimbang, Shafira Ika Merasa Tertantang

Jakarta | Shafira Ika menyambut positif bergulirnya kembali Liga Putri Indonesia, atau Indonesia Women’s League, setelah kompetisi tersebut vakum selama tujuh tahun. Bagi kapten Dewa United Women sekaligus kapten timnas putri Indonesia itu, kembalinya liga menjadi perkembangan penting bagi sepak bola perempuan nasional. Kompetisi yang berjalan secara teratur dapat memberi pemain kesempatan untuk menguji kemampuan, menjaga ritme pertandingan, dan berkembang bersama klub masing-masing.

Ika menilai persaingan musim ini terasa lebih menantang karena para pemain timnas putri tidak berkumpul dalam satu klub saja. Mereka tersebar di sejumlah peserta, sehingga setiap tim memiliki pemain berpengalaman yang bisa memberi pengaruh di lapangan. Situasi tersebut membuat pertandingan lebih sulit diprediksi dan menuntut setiap klub menyiapkan strategi serta kerja sama tim secara konsisten, bukan hanya mengandalkan nama besar pemain tertentu.

Menurut Ika, kekuatan para peserta tampak relatif merata. Pemerataan pemain timnas membuat kualitas antarklub tidak terpaut terlalu jauh, sehingga peluang untuk bersaing terbuka bagi lebih banyak tim. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Dewa United Women, tetapi juga memberi nilai tersendiri bagi liga. Setiap pertandingan berpotensi berlangsung ketat dan menuntut pemain menjaga fokus sepanjang laga.

Persiapan menuju kompetisi sempat terpotong oleh agenda timnas. Meski demikian, Ika melihat keadaan tersebut tidak serta-merta menghilangkan keseimbangan persaingan. Klub tetap berupaya mematangkan tim, sementara para pemain yang menjalani tugas negara membawa pengalaman pertandingan ke lingkungan klub. Bagi Ika, kemampuan menyatukan pemain dan membangun pemahaman taktik akan menjadi bagian penting dalam menghadapi liga yang kompetitif ini.

Pandangan itu disampaikan Ika di Stadion Madya, Jakarta, pada Minggu (18/10). Ia merasa tertantang menghadapi liga yang kembali bergulir dengan susunan kekuatan lebih tersebar dan relatif setara. Kehadiran kompetisi juga memberi ruang bagi pemain untuk menunjukkan kualitas secara berkelanjutan. Dengan persaingan yang lebih terbuka, setiap tim dituntut tampil maksimal, sementara para pemain memperoleh dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan dan berkontribusi bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia.

Pelatih Bekasi City, Rudy Eka Priyambada, menyambut baik persebaran pemain timnas putri Indonesia di klub-klub peserta liga. Menurutnya, cara seseorang memahami perkembangan kompetisi dapat berbeda-beda, sehingga penilaian terhadap persaingan maupun komposisi pemain tidak selalu sama. Pandangan tersebut ia sampaikan dengan melihat kondisi pemain di timnya dan keberadaan mereka di sejumlah klub lain. Bagi Rudy, sebaran pemain timnas menjadi salah satu hal yang dapat diamati ketika menilai liga, tanpa harus menganggap semua orang memiliki ukuran atau sudut pandang yang seragam. Pernyataannya berangkat dari situasi para pemain yang ia ketahui, baik yang memperkuat timnas maupun yang berkompetisi bersama klub.

Rudy mencontohkan bahwa beberapa pemainnya berada di timnas. Pada saat yang sama, pemain yang ia latih juga tersebar di Persija dan Dewa United. Contoh itu menggambarkan bahwa pemain yang berada dalam lingkungan latihan Bekasi City tidak hanya terhubung dengan satu klub dalam kompetisi. Mereka menjalani peran di klub masing-masing, sementara beberapa di antaranya juga mendapat tempat dalam tim nasional. Rudy menyebut persebaran tersebut sebagai bagian dari keadaan yang ia lihat secara langsung. Ia tidak menjadikan contoh itu sebagai ukuran tunggal untuk seluruh liga, melainkan sebagai gambaran tentang bagaimana pemain dapat berada di berbagai klub dan timnas. Dengan demikian, penjelasan Rudy tetap berfokus pada distribusi pemain yang ia ketahui.

Dalam konteks pembicaraan tentang persaingan Liga Putri Indonesia, pandangan Rudy memiliki titik temu terbatas dengan penilaian Shafira Ika. Keduanya melihat bahwa pemain timnas tersebar di klub peserta, dan Rudy menilai persebaran itu sudah cukup baik. Namun, keterkaitan tersebut sebaiknya dipahami sebatas soal distribusi pemain, bukan sebagai klaim bahwa keduanya menyampaikan pandangan yang sama mengenai seluruh aspek kompetisi. Penjelasan Rudy juga mengingatkan bahwa pemahaman tentang perkembangan liga bisa berbeda, bergantung pada hal yang diperhatikan masing-masing orang. Contoh pemain Bekasi City yang berada di timnas, serta pemain yang ia latih dan kini tersebar di Persija maupun Dewa United, menjadi dasar konkret dari pandangannya. Ia menyambut baik kondisi sebaran tersebut tanpa memperluas pernyataannya menjadi penilaian lain tentang klub atau kualitas liga.

Kompetisi Liga Putri Indonesia musim 2026/2027 diikuti enam klub, yaitu Persija Jakarta, Persikad Depok, FC Bekasi City, Persita Tangerang, Dewa United, dan Garudayaksa. Komposisi peserta tersebut menjadi dasar persaingan sepanjang musim ini. Keenam tim akan bertanding dalam kompetisi yang menghadirkan klub-klub dari sejumlah daerah, dengan nama-nama yang telah ditetapkan sebagai peserta. Daftar itu mencakup klub yang berbasis di Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, serta Garudayaksa. Dengan enam peserta, setiap klub menjadi bagian dari susunan liga pada musim 2026/2027, yang pembukaannya ditandai dengan pertandingan Dewa United Women melawan Persikad Depok di Jakarta.

Selain jumlah dan daftar peserta, liga menetapkan ketentuan mengenai komposisi pemain. Setiap klub wajib diperkuat minimal satu pemain berlabel timnas Indonesia. Persyaratan tersebut berlaku bagi seluruh peserta, termasuk Persija Jakarta, Persikad Depok, FC Bekasi City, Persita Tangerang, Dewa United, dan Garudayaksa. Ketentuan pemain timnas itu menjadi bagian dari aturan kompetisi musim ini. Informasi yang disampaikan mengenai regulasi tersebut terbatas pada kewajiban setiap klub untuk memiliki sedikitnya satu pemain dengan label timnas Indonesia. Sementara itu, keenam klub tercatat sebagai peserta Liga Putri Indonesia 2026/2027.

Laga pembuka mempertemukan Dewa United Women dengan Persikad Depok di Stadion Madya, Jakarta, pada Minggu (18/10). Dalam pertandingan tersebut, Dewa United Women meraih kemenangan dengan skor 1-0. Hasil ini tercatat sebagai hasil pertandingan pembuka kompetisi musim 2026/2027. Persikad Depok menjadi lawan pertama Dewa United Women dalam jadwal liga, sementara Stadion Madya menjadi lokasi pertandingan tersebut. Skor tipis 1-0 memastikan kemenangan bagi Dewa United Women pada laga perdana itu. Pertandingan tersebut menghadirkan dua klub yang sama-sama masuk dalam daftar enam peserta musim ini. Dengan demikian, catatan awal kompetisi memuat susunan peserta, aturan minimal pemain berlabel timnas di setiap klub, serta hasil laga pembuka Dewa United Women dan Persikad Depok.

Pelatih Dewa United Women, Dicky Firasat, menilai performa tim masih perlu dievaluasi setelah menjalani pertandingan di kompetisi Liga Putri Indonesia. Evaluasi tersebut tidak hanya menyangkut permainan secara umum, tetapi juga kesiapan pemain menghadapi berbagai keadaan selama kompetisi berlangsung. Salah satu perhatian utamanya adalah kemampuan beradaptasi dengan kondisi cuaca, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan penampilan di lapangan. Menurut Dicky, proses penyesuaian ini penting agar para pemain mampu tampil lebih konsisten ketika menghadapi jadwal pertandingan berikutnya.

Cuaca panas menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian pemain Dewa United Women. Dicky menyebut pemain asing di dalam tim masih mengeluhkan suhu udara yang terasa panas. Situasi ini memperlihatkan bahwa adaptasi terhadap lingkungan pertandingan tidak selalu berlangsung seketika, terutama bagi pemain yang harus menyesuaikan diri dengan kondisi berbeda dari yang biasa mereka hadapi. Karena itu, tim perlu mencermati respons para pemain dan mengevaluasi apa saja yang masih dapat diperbaiki. Dicky tidak memandang keluhan tersebut sebagai satu-satunya ukuran performa, melainkan sebagai bagian dari proses penyesuaian yang patut diperhatikan oleh tim pelatih.

Di luar evaluasi tim Dicky juga berharap kompetisi resmi seperti Liga Putri Indonesia dapat.