Jakarta | Survei nasional Parameter Politik Indonesia (PPI) mencatat bahwa 65,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Angka tersebut merangkum dua kategori jawaban yang disampaikan dalam pemaparan hasil, yakni 62,3 persen responden menyatakan puas dan 2,9 persen menyatakan sangat puas. Dengan demikian, temuan yang diumumkan PPI memberikan gambaran tingkat kepuasan berdasarkan jawaban para peserta survei, bukan penilaian yang dilepaskan dari data responden.
Survei ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Cakupan wilayah tersebut menjadi bagian dari gambaran nasional yang disajikan PPI. Hasilnya merangkum pandangan responden dari berbagai provinsi, sementara angka kepuasan yang dipaparkan mencakup keseluruhan sampel sebagaimana disampaikan oleh lembaga tersebut. Rincian yang tersedia dalam pemaparan mencantumkan persentase puas dan sangat puas, tanpa menguraikan lebih lanjut variasi angka menurut provinsi atau kelompok responden.
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno memaparkan hasil survei itu dalam acara peluncuran bertajuk “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran”. Acara tersebut berlangsung di Jakarta pada Minggu, 18 Oktober 2026. Dalam konteks peluncuran itu, angka 65,2 persen menjadi temuan utama mengenai kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan kepada publik. Komposisi 62,3 persen puas dan 2,9 persen sangat puas menjelaskan bagaimana total tersebut terbentuk.
Temuan ini perlu dibaca sesuai ruang lingkup informasi yang diumumkan PPI: survei nasional dengan 1.200 responden di 38 provinsi serta hasil agregat mengenai kepuasan. Data yang dipaparkan menunjukkan proporsi responden yang memberikan penilaian puas atau sangat puas, tetapi tidak menyertakan uraian tentang alasan di balik jawaban mereka. Karena itu, angka tersebut dapat menjelaskan tingkat kepuasan yang tercatat dalam survei, namun tidak dengan sendirinya menerangkan faktor yang membentuk penilaian responden. Rincian tersebut menjadi batas penting dalam memahami hasil yang dipublikasikan.
Data PPI menunjukkan bahwa persentase responden yang menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo berbeda di kelompok wilayah. Angka tertinggi tercatat di Kalimantan dan Sulawesi, dengan tingkat kepuasan sebesar 81,3 persen. Setelah itu, Bali, kawasan Nusa Tenggara, dan kawasan Indonesia timur mencatat 70,9 persen. Di kelompok Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, persentasenya mencapai 65,5 persen. Sementara itu, Sumatra berada pada 63,1 persen, dan kelompok Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Yogyakarta mencatat angka terendah dalam daftar tersebut, yaitu 57,6 persen.
Jika pembacaan disederhanakan berdasarkan pulau, terdapat perbedaan responden yang tinggal di luar Jawa dan mereka yang berada di Pulau Jawa. Sebanyak 70,1 persen responden di luar Jawa menyatakan puas, sedangkan persentase di Pulau Jawa tercatat sebesar 61,4 persen. Dengan demikian, selisih kedua kelompok mencapai 8,7 poin persentase. Perbandingan ini memberi gambaran umum mengenai sebaran jawaban menurut lokasi, tetapi menggabungkan beragam wilayah di dalam masing-masing kelompok. Angka luar Jawa, misalnya, merangkum responden dari pulau dan kawasan yang memiliki nilai kepuasan berbeda-beda sebagaimana terlihat pada rincian regional.
Rangkaian persentase tersebut perlu dibaca sebagai hasil pengelompokan jawaban responden dalam survei PPI. Data memperlihatkan variasi tingkat kepuasan yang dilaporkan di wilayah dan perbandingan agregat Jawa dengan luar Jawa. Namun, angka itu sendiri tidak menerangkan alasan munculnya perbedaan, dan tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa lokasi menyebabkan tingkat kepuasan tertentu. Karena itu, hasilnya sebaiknya digunakan untuk mendeskripsikan pola jawaban dalam survei, bukan sebagai bukti mengenai faktor sosial, ekonomi, politik, atau kebijakan yang mendasarinya. Penjelasan tentang penyebab memerlukan informasi tambahan dan analisis tersendiri, di luar persentase kepuasan yang dicantumkan di sini.
Dalam pembacaan hasil survei PPI menurut tempat tinggal terdapat perbedaan tingkat kepuasan yang dilaporkan responden pedesaan dan perkotaan. Sebanyak 70,2 persen responden yang tinggal di pedesaan menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo. Pada kelompok responden perkotaan, angka kepuasan tercatat sebesar 61,4 persen. Dengan demikian, kedua kelompok sama-sama menunjukkan adanya responden yang menyatakan puas, tetapi proporsinya berbeda dalam data yang disajikan. Perbandingan ini menggambarkan distribusi jawaban berdasarkan kategori tempat tinggal, bukan penilaian bahwa satu wilayah memiliki pandangan yang seragam. Angka tersebut merujuk pada bagian responden di masing-masing kategori yang memberikan jawaban puas dalam survei. Pembacaan perlu tetap memperhatikan bahwa rincian ini merupakan ringkasan hasil survei menurut pengelompokan lokasi responden.
Rincian menurut tingkat pendidikan memperlihatkan variasi angka kepuasan pada setiap kategori yang dicantumkan. Responden yang tidak tamat SD atau tidak sekolah mencatat tingkat kepuasan sebesar 79,3 persen. Pada kategori tamat SD, angkanya mencapai 74,9 persen. Responden tamat SMP mencatat 64,3 persen, sedangkan kategori tamat SMA/SMK berada pada 62,4 persen. Untuk responden yang tamat perguruan tinggi, angka kepuasan tercatat sebesar 43,2 persen. Penyajian ini mempertahankan kategori pendidikan sebagaimana dilaporkan, termasuk pembedaan tidak tamat SD atau tidak sekolah dan tamat SD. Seluruh angka menunjukkan proporsi jawaban puas di dalam masing-masing kelompok pendidikan, bukan jumlah keseluruhan responden survei.
Interpretasi kedua rincian ini sebaiknya dibaca sebagai gambaran deskriptif atas jawaban responden menurut tempat tinggal dan pendidikan. Persentase pedesaan serta perkotaan menggunakan kategori lokasi, sementara persentase pendidikan mengacu pada kelompok pendidikan yang berbeda. Oleh karena itu, angka dari kedua pengelompokan tersebut tidak perlu diperlakukan sebagai ukuran yang saling menggantikan. Data menyampaikan berapa banyak persen responden dalam tiap kategori menyatakan puas, dan tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan di balik jawaban tersebut. Rincian survei tidak menetapkan bahwa tingkat pendidikan atau tempat tinggal menyebabkan perbedaan kepuasan. Dengan membaca kelompok secara terpisah, pembaca dapat melihat variasi yang dilaporkan tanpa menarik kesimpulan sebab-akibat.
Menurut temuan survei PPI, tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo berbeda di responden dengan latar profesi yang beragam. Persentase tertinggi dalam daftar yang dipaparkan berasal dari petani, dengan 76,3 persen menyatakan puas. Berikutnya, responden yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) mencatat angka 75 persen. Persentase yang sama, yakni 75 persen, juga terlihat pada pengurus RT/RW atau aparat desa. Dengan demikian, kelompok petani berada di posisi teratas, sementara PNS dan pengurus RT/RW atau aparat desa menempati urutan berikutnya dengan nilai setara.
Di kelompok selanjutnya, 69,4 persen ibu rumah tangga menyatakan puas. Angka untuk ojek atau pengemudi daring mencapai 62,5 persen, disusul pensiunan sebesar 61,3 persen. Sebanyak 59,8 persen buruh kasar atau pekerja serabutan menyampaikan kepuasan, sedangkan pada karyawan swasta angkanya 58,6 persen. Responden yang berprofesi sebagai wiraswasta atau pedagang mencatat 55,7 persen. Urutan ini memperlihatkan bahwa persentase kepuasan pada profesi-profesi tersebut berada di rentang 55,7 hingga 69,4 persen. Penyajian berdasarkan pekerjaan membantu menunjukkan variasi antarkelompok, tanpa dengan sendirinya menjelaskan alasan di balik penilaian responden.
Pada kelompok dengan angka lebih rendah dalam daftar, guru sekolah dan nelayan masing-masing mencatat 50 persen responden yang puas. Persentase responden yang masih sekolah atau kuliah adalah 48,6 persen. Sementara itu, kalangan profesional, termasuk dokter dan pengacara, mencatat angka 33 persen, yang menjadi persentase terendah di kategori profesi yang disebutkan.
Baca juga: Penanganan Karhutla di Wilayah Kalbar Terus Membaik, Titik Api Turun | Tanggap Darurat, Kodim Bojonegoro Salurkan 77.000 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan | TNI Kerahkan Personel dan Heli Caracal Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah IKN






