Kota Nusantara | Bahlil Lahadalia dan Basuki Hadimuljono bertemu singkat setelah Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Dalam momen tersebut, keduanya tampak berpelukan. Pertemuan itu menjadi sorotan setelah agenda sidang kabinet selesai, ketika dua anggota pemerintahan tersebut berinteraksi di lingkungan istana.
Bahlil dan Basuki merupakan anggota Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Keduanya hadir dalam rangkaian kegiatan pemerintahan di Istana Kepresidenan, lalu bertemu seusai sidang. Informasi yang tersedia mengenai peristiwa ini terbatas pada waktu, tempat, dan momen pertemuan mereka. Tidak ada keterangan lebih lanjut tentang percakapan yang berlangsung atau alasan keduanya berpelukan.
Karena itu, momen tersebut dapat dipahami sebagai pertemuan singkat dua pejabat yang sama-sama berada dalam kabinet. Tidak tersedia penjelasan mengenai topik yang dibicarakan, durasi interaksi, maupun apakah pertemuan itu telah direncanakan sebelumnya. Rincian tersebut tidak dapat dipastikan hanya dari keterangan bahwa keduanya bertemu setelah sidang kabinet.
Sidang Kabinet Paripurna berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Setelah agenda tersebut, Bahlil Lahadalia dan Basuki Hadimuljono terlihat bertemu dan berpelukan. Keterangan mengenai pertemuan ini tidak mencantumkan agenda tambahan ataupun hasil sidang, sehingga tidak ada dasar untuk mengaitkan interaksi keduanya dengan keputusan atau pembahasan tertentu dalam rapat.
Momen itu memperlihatkan interaksi langsung Bahlil dan Basuki di sela kegiatan pemerintahan. Namun, tanpa keterangan resmi lebih jauh, makna di balik pelukan tersebut tidak perlu ditafsirkan secara berlebihan. Informasi pokok yang dapat dipastikan adalah bahwa pertemuan berlangsung singkat setelah Sidang Kabinet Paripurna, bertempat di Istana Kepresidenan, dan melibatkan dua anggota Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dengan demikian, perhatian terhadap peristiwa ini berpusat pada pertemuan mereka seusai sidang, bukan pada dugaan mengenai isi rapat atau hal lain yang tidak dijelaskan.
Usai sidang kabinet di Istana, Bahlil sedang berjalan menuju mobilnya. Di sekelilingnya terdapat kerumunan awak media, sementara ia terus bergerak ke arah kendaraan tersebut. Di tengah situasi itu, Basuki tiba-tiba menghampiri Bahlil. Kedatangannya terjadi saat Bahlil masih berjalan, bukan ketika keduanya sudah berdiri bersama. Momen tersebut berlangsung di hadapan para jurnalis yang berada di sekitar mereka. Urutan peristiwa itu dimulai dengan langkah Bahlil menuju mobil, kemudian Basuki mendekat dari tengah kerumunan. Perhatian pun tertuju kepada keduanya ketika Basuki memanggil Bahlil dan menyentuh sisi tubuhnya. Pertemuan singkat itu menjadi momen yang terlihat setelah sidang kabinet berakhir.
Basuki mencolek bagian kanan tubuh Bahlil sambil memanggil namanya. Sentuhan tersebut membuat Bahlil berbalik untuk melihat siapa yang menghampirinya. Saat menoleh, Bahlil tampak terkejut ketika menyadari bahwa orang di hadapannya adalah Basuki. Reaksi itu terlihat dalam pertemuan mereka di tengah awak media, ketika Bahlil yang sebelumnya berjalan menuju mobil kini berhenti untuk menanggapi sapaan. Basuki berada cukup dekat untuk menyapa dan mencolek sisi kanan tubuhnya. Rangkaian singkat ini berlangsung secara langsung: Basuki mendekat, memanggil Bahlil, lalu mencolek bagian kanan tubuhnya sebelum Bahlil berbalik. Bahlil kemudian melihat Basuki yang datang menghampirinya.
Penampilan Basuki turut menjadi hal yang tampak jelas dalam momen tersebut. Rambutnya telah memutih penuh uban, sehingga penampilannya terlihat berbeda dari sosok yang mungkin diingat orang sebelumnya. Bahlil tampak terkejut saat melihat perubahan warna rambut itu ketika ia berbalik. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab rambut Basuki memutih, sehingga detail yang dapat dicatat hanya penampilannya pada saat pertemuan tersebut. Adegan itu memperlihatkan Basuki menghampiri Bahlil di tengah kerumunan awak media setelah sidang kabinet di Istana. Bahlil sedang menuju mobil, lalu menerima sapaan dan colekan dari Basuki. Setelah menyadari siapa yang datang, ia berbalik dan tampak terkejut melihat rambut Basuki yang penuh uban.
Usai sidang kabinet di Istana, pertemuan Bahlil dan Basuki berlangsung dalam suasana akrab. Dari gerak tubuh keduanya, momen itu terasa seperti perjumpaan kawan lama yang kembali bertemu. Bahlil mengarahkan kedua tangannya ke sisi pundak Basuki sebelum merangkulnya. Sambutan tersebut tampak hangat, tetapi tetap sederhana, tanpa kesan formal yang kaku. Keduanya berdiri berdekatan dan berbincang ringan saat saling menyapa. Gestur itu menjadi bagian yang paling menonjol dari pertemuan singkat setelah agenda pemerintahan tersebut. Tanpa perlu mengetahui isi pembicaraan mereka, kedekatan tampak melalui cara keduanya menyambut dan memberi perhatian satu sama lain.
Pelukan tersebut berlangsung beberapa kali, bukan sekadar sapaan singkat sebelum mereka berpisah. Bahlil tampak kembali merangkul Basuki sambil tetap berbincang, sementara Basuki menyambut kedekatan itu. Interaksi mereka berjalan santai dan tidak menunjukkan jarak seperti dalam pertemuan resmi. Suasana yang terlihat menyerupai dua kawan lama yang menikmati kesempatan untuk bertemu kembali. Momen itu berlangsung sekitar 20 detik. Dalam rentang waktu tersebut, keduanya tetap berada dalam percakapan ringan dan beberapa kali kembali berpelukan. Tidak ada keterangan tentang hal yang mereka bicarakan, sehingga isi percakapan tidak dapat dipastikan. Yang terlihat adalah sambutan akrab, gestur bersahabat, dan suasana pertemuan yang cair.
Peristiwa singkat itu memberi gambaran tentang hubungan personal yang tampak dekat di tengah rangkaian kegiatan kenegaraan. Setelah sidang kabinet, perhatian tertuju pada interaksi spontan Bahlil dan Basuki, terutama ketika Bahlil meletakkan kedua tangan di sisi pundak Basuki dan memeluknya berulang kali. Keduanya tampak menikmati pertemuan tersebut, terlihat dari kesediaan mereka meluangkan beberapa saat untuk saling menyapa dan berbincang. Durasi sekitar 20 detik itu cukup untuk memperlihatkan suasana akrab tanpa menjadikan momen tersebut sebagai percakapan yang lebih panjang. Adegan itu berlangsung sederhana, tetapi menghadirkan kesan hangat seperti perjumpaan kawan lama. Tidak ada kutipan atau rincian pembicaraan yang disampaikan; perhatian tetap pada gestur dan suasana pertemuan mereka.
Setelah berpelukan usai sidang kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta, Bahlil Lahadalia dan Basuki Hadimuljono kemudian saling melempar salam. Momen itu menjadi bagian penutup pertemuan mereka di halaman istana. Keduanya tidak melanjutkan kebersamaan dalam kegiatan lain yang terlihat setelahnya; masing-masing bersiap meninggalkan lokasi. Urutan peristiwa berlangsung sederhana: pelukan, salam, kemudian langkah menuju kendaraan yang sudah menunggu. Tidak ada keterangan tambahan yang diperlukan untuk menggambarkan bagian akhir pertemuan tersebut.
Mobil masing-masing telah menunggu di halaman Istana Kepresidenan Jakarta. Setelah saling menyampaikan salam, Bahlil dan Basuki bergerak menuju mobil mereka sendiri. Keduanya berpisah untuk menuju kendaraan masing-masing, bukan pergi bersama dalam satu mobil. Adegan itu menutup rangkaian peristiwa setelah sidang kabinet, dengan perhatian beralih dari pertemuan di keduanya ke keberangkatan masing-masing dari lingkungan istana. Informasi yang tampak pada bagian ini terbatas pada salam dan langkah mereka menuju mobil yang telah tersedia.
Dengan demikian, setelah pelukan dan salam, Bahlil menuju mobilnya, sementara Basuki menuju mobilnya sendiri. Kendaraan-kendaraan itu sudah menunggu di halaman Istana Kepresidenan Jakarta ketika keduanya beranjak. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai tujuan perjalanan atau percakapan setelah mereka berpisah, sehingga bagian akhir ini hanya mencatat urutan yang terlihat. Peristiwa tersebut berakhir saat keduanya menuju kendaraan masing-masing. Pelukan menjadi momen sebelum mereka saling melempar salam dan meninggalkan area halaman secara terpisah, sementara mobil yang menunggu menjadi tujuan berikutnya bagi masing-masing.





