Sosial  

Ria Ricis Cerita Soal Gaya Unggahan Moana yang Bikin Heran

Ria Ricis Cerita Soal Gaya Unggahan Moana yang Bikin Heran

Jakarta | Ria Ricis mengaku kerap dibuat bingung oleh pilihan unggahan putrinya, Moana, di media sosial. Foto yang menurut Ricis sudah disiapkan untuk dibagikan ternyata tidak selalu menjadi gambar yang akhirnya muncul di akun tersebut. Moana justru dapat memilih penampilan atau foto lain, sehingga sang ibu merasa heran melihat hasil akhirnya.

Cerita itu disampaikan Ricis saat ditemui di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/10/2026). Ia menggambarkan perbedaan foto yang telah dipersiapkan dan pilihan yang kemudian diunggah sebagai hal yang kerap terjadi. Bagi Ricis, momen tersebut terasa mengundang tanya karena keputusan Moana tidak selalu sejalan dengan pilihan awal yang sudah dibuat.

Pengalaman itu memperlihatkan bahwa urusan mengunggah foto sederhana pun bisa menjadi kejutan bagi Ricis. Ia mungkin telah membayangkan satu gambar tertentu akan dibagikan, tetapi Moana memiliki pilihan sendiri. Ketika hasil unggahan berbeda dari yang diperkirakan, Ricis mengaku bingung sekaligus heran dengan selera putrinya.

Perbedaan pilihan tersebut menjadi bagian dari cerita keseharian ibu dan anak yang dibagikan Ricis kepada awak media. Ia tidak menjelaskan bahwa unggahan itu menimbulkan persoalan; yang menjadi sorotan adalah kebiasaan Moana memilih foto yang berbeda dari materi yang telah disiapkan. Cerita ini menunjukkan bagaimana keputusan kecil di media sosial dapat menjadi pengalaman menarik bagi keluarga mereka.

Unggahan Moana pun menarik perhatian karena memperlihatkan sudut pandang anak yang mungkin berbeda dari orang tuanya. Foto yang dipilih sang ibu belum tentu menjadi pilihan favorit Moana, dan hal itu membuat Ricis tak selalu dapat menebak hasil akhirnya. Dari kisah singkat tersebut, Ricis menggambarkan rasa herannya menghadapi gaya putrinya dalam menentukan gambar yang ingin dibagikan. Perbedaan itu kemudian menjadi cerita yang ia sampaikan saat bertemu wartawan di Lebak Bulus. Pengakuan Ricis memberi gambaran bahwa proses memilih foto bersama Moana tidak selalu berjalan sesuai rencana, meski kejutan dari pilihan sang anak menjadi bagian yang ia ceritakan dengan ringan.

Di tengah perhatian publik terhadap unggahan Moana, Ria Ricis turut menjelaskan bahwa keseharian putrinya cukup padat. Moana menjalani berbagai kegiatan, mulai dari bersekolah, mengikuti les, hingga bermain bersama teman-temannya. Jadwal tersebut membuat waktu mereka untuk bertemu tidak selalu banyak. Ricis menyampaikan bahwa dirinya kerap menitipkan Moana kepada asisten serta orang-orang yang berada di rumah ketika ia tidak dapat mendampingi putrinya secara langsung.

Dalam keseharian itu, orang-orang di sekitar Moana sesekali memilihkan pakaian dan mendandaninya dengan gaya yang dianggap lucu. Pilihan busana tersebut kemudian dapat terlihat dalam unggahan Moana. Ricis mengatakan bahwa ia memiliki harapan tersendiri mengenai penampilan putrinya, yakni agar Moana kelak tumbuh dengan pembawaan anggun dan feminin. Harapan itu disampaikan sebagai pandangan seorang ibu, bukan sebagai tuntutan yang menjadi sumber persoalan serius di mereka.

Meski demikian, hasil penampilan yang muncul di media sosial terkadang tidak sesuai dengan bayangan Ricis. Ia mengaku bisa merasa pusing dan bingung saat melihat gaya Moana yang berbeda dari gambaran yang ada dalam pikirannya. Perbedaan tersebut tampaknya berkaitan dengan pilihan pakaian atau cara Moana didandani, sementara Ricis menginginkan kesan yang lebih lembut dan anggun. Situasi ini menjadi cerita ringan tentang perbedaan selera, bukan pertanda adanya konflik keluarga.

Penjelasan Ricis juga menunjukkan bahwa penampilan Moana tidak selalu sepenuhnya ditentukan olehnya. Ketika jadwal mereka tidak bertemu, asisten dan orang-orang di rumah turut membantu mengurus berbagai kebutuhan Moana, termasuk menyiapkan pakaian. Unggahan yang terlihat oleh pengikutnya pun dapat mencerminkan pilihan mereka pada saat itu. Dengan kegiatan sekolah, les, dan waktu bermain yang mengisi hari-harinya, keseharian Moana melibatkan banyak orang yang mendukungnya.

Harapan Ricis agar Moana tumbuh anggun dan feminin tetap menjadi bagian dari pandangannya sebagai orang tua. Namun, rasa heran terhadap gaya tertentu disampaikan dengan nada ringan, sebagaimana seorang ibu yang melihat pilihan penampilan putrinya berbeda dari ekspektasi. Cerita tersebut memberi gambaran tentang kesibukan Moana sekaligus dinamika sederhana dalam mengasuh anak, ketika selera orang tua dan pilihan praktis orang-orang di rumah sesekali tidak sepenuhnya sejalan.

Dalam ceritanya tentang gaya unggahan Moana yang membuatnya heran, Ria Ricis mengungkapkan bahwa ia sempat menahan satu foto putrinya sebelum membagikannya kepada publik. Foto tersebut memperlihatkan Moana berdandan menyerupai Shaun the Sheep, karakter domba yang dikenal dengan tampilan khasnya. Untuk melengkapi riasan, wajah Moana dibuat dengan bagian yang dihitamkan dan diputihkan. Penampilan itu menarik perhatian Ricis, tetapi ia memilih tidak langsung mengunggahnya. Ia merasa perlu mempertimbangkan waktu yang tepat untuk membagikan foto tersebut, terutama karena tampilan Moana cukup berbeda dari biasanya. Cerita itu sekaligus menunjukkan bahwa Ricis tidak selalu mengikuti keinginan Moana untuk segera mengunggah setiap penampilannya di media sosial.

Ricis menjelaskan bahwa ia meminta Moana menunda unggahan tersebut. Cara menyampaikannya, menurut gambaran Ricis, dilakukan secara halus, bukan dengan melarang secara keras atau memarahi putrinya. Pendekatan itu menjadi bagian dari upayanya mengarahkan Moana, sambil tetap memberi ruang bagi anak untuk berekspresi. Dalam cerita yang sama, Moana juga menyiapkan kostum mumi untuk acara Halloween di sekolah. Dengan demikian, riasan Shaun the Sheep dan kostum mumi berkaitan dengan kegiatan atau tema tertentu, bukan penampilan yang dipilih untuk dikenakan sehari-hari. Ricis menahan foto itu karena ingin mengatur kapan momen tersebut dibagikan, sedangkan kostum Moana disiapkan dalam konteks acara sekolah yang sudah direncanakan.

Penjelasan tersebut memberi konteks pada unggahan yang mungkin tampak tidak biasa bagi pengikut Ricis. Riasan wajah Moana yang dibuat gelap dan terang merupakan bagian dari karakter Shaun the Sheep, sementara kostum mumi disiapkan untuk perayaan Halloween bersama lingkungan sekolahnya. Keduanya bukan gambaran kebiasaan berpakaian Moana di rumah atau saat menjalani aktivitas rutin. Ricis tidak menyebut bahwa kostum itu menjadi pilihan busana sehari-hari; ia justru menegaskan kaitannya dengan acara sekolah. Sikap menunda unggahan juga memperlihatkan bahwa keputusan membagikan foto anak dapat dipertimbangkan terlebih dahulu. Melalui cerita itu, Ricis mengajak publik memahami bahwa penampilan Moana tersebut hadir untuk kebutuhan acara tertentu, dan bukan sesuatu yang perlu ditafsirkan sebagai gaya hariannya.

Menurut Ria Ricis, gagasan mengenai kostum yang dikenakan Moana muncul setelah putrinya melihat pilihan teman-teman di sekolah. Dari situ, pembicaraan tentang pakaian untuk kegiatan tersebut berkembang, dan Moana pun memiliki ide sendiri. Ricis menjelaskan bahwa pilihan itu tidak muncul begitu saja, melainkan berkaitan dengan kostum yang dipilih anak-anak lain di lingkungan sekolahnya. Salah satu pilihan yang disebut adalah kostum Chucky, tokoh yang dikenal berpenampilan menyeramkan. Cerita tersebut menjadi bagian dari penjelasan Ricis tentang gaya unggahan Moana yang membuat orang bertanya-tanya.

Ricis mengaku bersyukur karena Moana tidak memilih kostum yang lebih menakutkan daripada pilihan teman-temannya. Ia menyebut kuntilanak dan genderuwo sebagai contoh sosok menyeramkan yang bisa saja menjadi inspirasi kostum. Namun, menurut ceritanya, Moana tidak memilih salah satu dari kedua sosok tersebut. Penjelasan itu menunjukkan bahwa Ricis mempertimbangkan tingkat keseraman kostum yang mungkin dipakai anaknya, terutama ketika membandingkannya dengan berbagai ide yang muncul di sekolah.