Surabaya | Yadea GT80 menempuh jarak 182 kilometer dalam tantangan “Yadea Go Beyond Limits 180 km on One Charge”, dengan rute dari kawasan Gunung Bromo hingga Pulau Madura. Pengujian dilakukan di jalan nyata, bukan hanya berdasarkan perkiraan jarak tempuh. Hasil akhirnya melampaui target tantangan sejauh dua kilometer. Seluruh peserta menyelesaikan perjalanan menggunakan satu baterai, dan kendaraan tiba dengan sisa daya sebesar 12 persen.
Capaian tersebut menjadi hasil utama perjalanan jarak jauh ini. Target yang ditetapkan adalah 180 kilometer dengan sekali isi daya, sementara jarak yang tercatat mencapai 182 kilometer. Dengan demikian, perjalanan berakhir setelah menempuh jarak lebih jauh daripada sasaran yang diumumkan. Sisa baterai 12 persen tercatat saat kendaraan sampai di tujuan; angka itu merupakan bagian dari hasil pengujian, bukan perkiraan jarak tambahan yang dapat ditempuh.
Rute yang menghubungkan kawasan Bromo dan Madura memberi konteks nyata bagi tantangan tersebut. Sepanjang perjalanan, GT80 digunakan di jalan umum dan menjalani perjalanan dari titik awal menuju pulau tujuan. Hasil uji ini menunjukkan bahwa peserta berhasil menuntaskan rute yang telah ditentukan tanpa mengganti baterai atau mengisi daya di tengah perjalanan. Namun, capaian pada rute dan pengujian ini tidak dengan sendirinya menetapkan jarak tempuh yang sama untuk setiap penggunaan.
Jarak aktual kendaraan listrik dapat dipengaruhi oleh kondisi pemakaian dan situasi perjalanan. Karena itu, hasil 182 kilometer sebaiknya dipahami sesuai konteks tantangan ini: satu pengujian di jalan nyata, pada rute Bromo–Madura, dengan seluruh peserta menyelesaikan perjalanan menggunakan satu baterai. Data yang dilaporkan secara khusus mencakup jarak tempuh, keberhasilan menuntaskan perjalanan, dan sisa daya ketika tiba. Hasil tersebut melampaui target 180 kilometer, sementara sisa baterai pada akhir perjalanan tercatat 12 persen.
Rombongan memulai perjalanan dari Lereng Bromo Hotel, membawa Yadea GT80 menuruni kawasan pegunungan menuju tujuan akhir di Bangkalan, Madura. Dari titik keberangkatan, rute mengarah ke Bukit Cinta Bromo, lalu berlanjut melalui Nongkojajar. Bagian awal ini memperlihatkan perubahan ketinggian yang nyata: jalan berkelok, tanjakan, turunan, serta udara sejuk khas dataran tinggi. Kondisi tersebut menjadikan lintasan pembuka berbeda dari ruas perkotaan yang lebih padat dan relatif datar. Pengendara perlu menjaga kecepatan dan memperhatikan permukaan jalan, terutama ketika melintasi tikungan atau turunan. Perjalanan panjang ini sekaligus menguji kesiapan kendaraan dalam menghadapi karakter medan yang beragam sejak awal.
Setelah meninggalkan Nongkojajar, rombongan meneruskan perjalanan menuju Pasuruan, kemudian memasuki jalur antarkota ke Sidoarjo dan Surabaya. Pergantian wilayah menghadirkan ritme berkendara yang berubah. Jalan pegunungan yang menanjak dan menurun berganti menjadi ruas lebih lebar, lalu lintas lebih ramai, serta persimpangan yang memerlukan perhatian ekstra. Di jalur ini, pengendara menghadapi kombinasi perjalanan luar kota dan area perkotaan, dengan kebutuhan berhenti, mengatur jarak, serta menyesuaikan laju kendaraan terhadap kondisi sekitar. Di Surabaya, rombongan melintasi dealer Yadea Kapas Krampung. Titik tersebut menjadi penanda perjalanan di kota sebelum rute kembali bergerak ke arah timur, menuju akses penyeberangan ke Pulau Madura.
Perjalanan berlanjut melalui Jembatan Suramadu, yang menghubungkan Surabaya dengan Madura. Setelah melintasi jembatan, rombongan meneruskan perjalanan menuju garis akhir di Bebek Sinjay, Bangkalan. Bagian terakhir ini memberikan suasana berbeda dari jalur pegunungan dan jalan perkotaan yang telah dilewati. Secara keseluruhan, rute tersebut mencakup perubahan ketinggian di kawasan Bromo, jalan antarkota, lalu lintas Surabaya, serta perjalanan menuju Madura. Variasi medan itu menjadikan perjalanan sejauh 182 kilometer sebagai satu lintasan panjang dengan kondisi berkendara yang beragam. Dengan titik awal di lereng gunung dan garis akhir di Bangkalan, perjalanan ini memperlihatkan bagaimana perjalanan antardaerah dapat menggabungkan jalur pegunungan, jalan raya, dan jembatan penghubung dalam satu rangkaian.
Dedy Surjansah, ketua komunitas Molis Yadea Surabaya, menyampaikan bahwa ia telah yakin sejak awal terhadap kemampuan Yadea GT80. Baginya, perjalanan dari kawasan Gunung Bromo menuju Pulau Madura merupakan kesempatan untuk membuktikan kemampuan kendaraan dalam menempuh jarak jauh dengan satu kali isi daya. Keyakinan tersebut kemudian mendapat jawaban nyata ketika seluruh peserta berhasil tiba di tujuan setelah menempuh jarak lebih dari 180 kilometer. Hasil itu memperlihatkan bahwa perjalanan lintas wilayah tersebut dapat diselesaikan sesuai tantangan yang dihadapi rombongan.
Dedy menyebut tantangan dari Gunung Bromo ke Pulau Madura berhasil diselesaikan dengan sisa baterai 12 persen. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Kamis, 22 Oktober 2026. Informasi mengenai jarak tempuh dan sisa daya menjadi bagian penting dari capaian perjalanan: peserta tidak hanya sampai di tujuan, tetapi juga masih memiliki daya tersisa setelah menempuh rute tersebut. Dengan demikian, pengalaman itu menjadi bukti konkret yang mendukung keyakinan Dedy terhadap GT80.
Keberhasilan seluruh peserta mencapai tujuan juga memberi konteks pada penilaian Dedy. Keyakinannya sejak awal bukan hanya pandangan pribadi yang berdiri sendiri, melainkan selaras dengan hasil perjalanan yang dijalani bersama. Jarak lebih dari 180 kilometer, rute dari Bromo ke Madura, dan sisa baterai 12 persen merupakan rincian yang menjelaskan capaian tersebut tanpa perlu menambahkan klaim lain mengenai kondisi perjalanan. Ketiganya membantu menggambarkan apa yang berhasil dituntaskan oleh rombongan dalam satu kali pengisian daya.
Bagi komunitas Molis Yadea Surabaya, pengalaman ini dapat menjadi rujukan ketika membicarakan kemampuan GT80 untuk perjalanan jarak jauh. Namun, inti pernyataan Dedy tetap terletak pada hasil yang benar-benar dicapai: peserta menuntaskan tantangan dan tiba di tujuan. Pengalaman tersebut membuat keyakinannya sejak awal terasa terukur, karena didukung oleh capaian perjalanan yang dilaporkan. Dari Bromo hingga Madura, perjalanan itu menegaskan bahwa GT80 mampu mengantar seluruh peserta menempuh jarak lebih dari 180 kilometer dengan sisa baterai 12 persen.
Selain kemampuan menempuh perjalanan jauh, kenyamanan berkendara menjadi salah satu aspek yang dirasakan peserta dalam perjalanan Yadea GT80 dari Bromo ke Madura. Perjalanan sejauh 182 kilometer memberi kesempatan bagi peserta untuk merasakan motor dalam penggunaan di rute panjang, bukan hanya perjalanan singkat. Kenyamanan tersebut hadir sebagai bagian dari pengalaman berkendara selama kegiatan, berdampingan dengan kemampuan perjalanan dan perangkat yang mendukung motor. Faktor-faktor seperti posisi berkendara, karakter suspensi, serta ban dapat berperan dalam pengalaman pengguna, tetapi keterangan yang tersedia tidak merinci penilaian khusus peserta atas setiap faktor. Karena itu, kenyamanan dapat dipahami sebagai salah satu kesan yang menyertai perjalanan tanpa menganggapnya sebagai ukuran teknis atau klaim performa tersendiri.
GT80 disebut memiliki daya kontinu 3.000 watt dan daya puncak 5.000 watt. Informasi ini menggambarkan spesifikasi tenaga motor yang digunakan dalam perjalanan, namun tidak dengan sendirinya menetapkan kecepatan, akselerasi, atau kemampuan pada kondisi tertentu. Untuk sistem pengereman, motor ini menggunakan rem cakram ganda yang dilengkapi Combi Brake System (CBS). Perangkat tersebut menjadi bagian dari perlengkapan GT80 selama berkendara. Sistem suspensinya menggunakan suspensi hidraulis di bagian depan maupun belakang, sementara ban berprofil lebar melengkapi rancangan motor. Spesifikasi tersebut dapat dicatat sebagai perangkat pendukung yang hadir pada kendaraan, tanpa menambahkan kesimpulan mengenai hasil pengujian atau tingkat kenyamanan yang tidak disebutkan.
Keterangan mengenai baterai juga menjadi bagian dari gambaran perjalanan. Penggunaan dua baterai memungkinkan GT80 menempuh perjalanan lebih jauh, sehingga relevan untuk rute panjang seperti perjalanan dari Bromo menuju Madura.






