Jakarta | Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat membangun tangki septik komunal di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran. Proyek tersebut mencakup empat titik fasilitas sanitasi yang diperuntukkan bagi warga di kawasan itu. Pembangunan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi bagi 21 rumah warga yang belum memiliki fasilitas serupa. Dengan demikian, cakupan kegiatan tidak hanya merujuk pada satu fasilitas, melainkan empat titik yang menjadi bagian dari penyediaan layanan sanitasi komunal bagi rumah-rumah tersebut. Uraian ini menjelaskan lokasi, jumlah titik, serta kelompok rumah tangga yang menjadi sasaran pembangunan berdasarkan informasi yang disampaikan. Pembangunan dijalankan oleh instansi pemerintah daerah yang menangani sumber daya air.
Empat titik tangki septik komunal itu berada dalam satu kelurahan, yakni Cempaka Baru, yang secara administratif termasuk Kecamatan Kemayoran. Sasaran yang disebutkan dalam kegiatan ini adalah 21 rumah warga yang belum memiliki fasilitas sanitasi sejenis. Karena itu, angka empat merujuk pada titik fasilitas yang dibangun, sedangkan angka 21 menunjukkan jumlah rumah yang kebutuhannya hendak dipenuhi. Kedua angka tersebut menggambarkan cakupan program dalam berita ini. Fasilitas komunal disediakan sebagai jawaban atas kebutuhan sanitasi rumah-rumah tersebut, tanpa menyebutkan rincian teknis mengenai pembangunan maupun bentuk pengelolaannya. Informasi yang tersedia menekankan pelaksana, lokasi, jumlah titik, dan jumlah rumah penerima sasaran.
Program pembangunan ini menempatkan kebutuhan sanitasi 21 rumah warga sebagai tujuan utama penyediaan empat titik tangki septik komunal. Pelaksananya adalah Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat, dengan lokasi kegiatan di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran. Keterangan mengenai empat titik penting untuk menjelaskan skala fasilitas, sementara jumlah rumah menunjukkan cakupan warga yang menjadi sasaran. Informasi tersebut memberikan gambaran dasar tentang apa yang dibangun, di mana fasilitas berada, siapa pelaksananya, dan kebutuhan siapa yang dituju. Tidak ada rincian tambahan mengenai jadwal pengerjaan, spesifikasi konstruksi, atau kondisi lingkungan dalam keterangan ini. Fokus kegiatan sebagaimana diberitakan tetap pada penyediaan fasilitas sanitasi komunal bagi rumah yang belum memiliki fasilitas serupa.
Wintha Frilliana, Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Cempaka Baru, menjelaskan bahwa pembangunan empat tangki septik komunal merupakan bagian dari tindak lanjut program Open Defecation Free (ODF), atau bebas buang air besar sembarangan (BABS). Program ini mendorong tersedianya sarana sanitasi yang dapat dimanfaatkan warga, terutama untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat. Keberadaan fasilitas komunal diharapkan membantu masyarakat mengakses pengelolaan limbah domestik secara lebih layak, sekaligus memperkuat upaya lingkungan dalam menghentikan praktik BABS. Pembangunan tersebut juga menjadi langkah nyata di tingkat kelurahan untuk mendukung agenda sanitasi yang lebih luas.
Upaya di Cempaka Baru itu selaras dengan target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencapai kondisi ODF pada 2030. Target tersebut memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah wilayah, pelaksana proyek, dan warga yang menggunakan serta menjaga sarana sanitasi. Tangki septik komunal menjadi salah satu infrastruktur yang dapat menunjang pencapaian tujuan tersebut, karena menyediakan pilihan pengelolaan sanitasi bagi lingkungan yang membutuhkan fasilitas bersama. Namun, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Pemanfaatan secara tepat dan pemeliharaan berkelanjutan juga penting agar fasilitas berfungsi sesuai tujuan dan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Pekerjaan pembangunan dimulai pada 16 Oktober dan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026. Wintha menyampaikan bahwa koordinasi teknis dilakukan bersama pelaksana proyek untuk menjaga agar proses pengerjaan berjalan sesuai jadwal. Koordinasi itu juga mengacu pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat mengikuti ketentuan dan tahapan yang telah ditetapkan. Pemantauan jadwal menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu, tanpa mengabaikan aspek teknis di lapangan. Dengan koordinasi yang berjalan, pihak kelurahan dapat berkomunikasi dengan pelaksana mengenai kemajuan pekerjaan dan kebutuhan penanganan selama proses berlangsung. Penyelesaian sesuai target diharapkan membuat fasilitas segera tersedia bagi warga dan mendukung tindak lanjut program ODF di wilayah tersebut.
Pemerintah setempat berharap warga Cempaka Baru ikut menjaga empat tangki septik komunal yang telah dibangun agar fasilitas tersebut dapat berfungsi dengan baik dalam jangka panjang. Pemeliharaan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas atau pengelola, tetapi juga memerlukan kepedulian masyarakat yang menggunakan layanan sanitasi ini. Warga diharapkan memahami bahwa kondisi instalasi berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan dan kenyamanan bersama. Karena itu, penggunaan fasilitas perlu mengikuti peruntukannya serta ketentuan yang telah disampaikan oleh pengelola.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tidak membuang sampah ke dalam instalasi tangki septik. Sampah dapat mengganggu aliran dan proses pengolahan, serta berpotensi menimbulkan masalah pada fasilitas. Warga juga diharapkan menyampaikan kepada pengelola apabila melihat gangguan atau kerusakan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal. Kebiasaan menggunakan sarana dengan benar dan menjaga area di sekitarnya tetap bersih merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan manfaat pembangunan. Kerja sama semacam ini membantu memastikan fasilitas dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai kebutuhan dan tidak cepat mengalami penurunan fungsi.
Pembangunan fasilitas serupa direncanakan berlanjut ke wilayah lain, dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran Suku Dinas Sumber Daya Air serta kemungkinan dukungan melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Perencanaan tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan tiap wilayah dan kemampuan pendanaan yang tersedia. Wintha berharap kolaborasi pemerintah, pengelola wilayah, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendukung sanitasi universal di Jakarta Pusat. Harapan ini menempatkan keterlibatan berbagai pihak sebagai unsur penting dalam memperluas akses sanitasi yang layak, sekaligus menjaga fasilitas yang telah tersedia. Dengan koordinasi dan kepedulian bersama, pembangunan berikutnya dapat direncanakan secara bertahap, sementara warga turut berperan memastikan sarana di lingkungannya tetap digunakan sebagaimana mestinya.
Ketua RW 03 Cempaka Baru, Hasanudin Moni, mengapresiasi pembangunan empat tangki septik komunal bagi warga di lingkungannya. Menurut dia, fasilitas tersebut menjadi dukungan penting untuk mewujudkan permukiman yang lebih sehat dan tertata. Pengelolaan air limbah rumah tangga melalui jaringan bersama diharapkan dapat membantu mengurangi praktik buang air besar sembarangan (BABS), sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Hasanudin menilai pembangunan itu sebagai langkah yang bermanfaat bagi warga, terutama bagi rumah tangga yang dapat tersambung dengan jaringan. Namun, ia juga menyampaikan bahwa jangkauan fasilitas tersebut belum dapat mencakup seluruh rumah warga di RW 03. Ada beberapa kondisi lokasi yang menjadi kendala sambungan.
Hasanudin menjelaskan, tiga rumah warga belum dapat tersambung ke jaringan tangki septik komunal. Kendala tersebut berkaitan dengan keterbatasan lokasi atau kontur tanah di sekitar rumah, sehingga penyambungan tidak mudah dilakukan melalui jaringan yang tersedia. Kondisi setiap rumah dan posisi lahannya perlu diperhatikan agar solusi sanitasi yang diterapkan benar-benar dapat berfungsi. Karena itu, meskipun pembangunan fasilitas komunal telah diapresiasi, masih ada kebutuhan yang belum terjawab bagi ketiga keluarga tersebut. Hasanudin berharap persoalan ini dapat menjadi perhatian dalam upaya memperluas akses sanitasi yang layak. Ia menyebut pentingnya mencari pilihan yang sesuai bagi rumah-rumah yang secara teknis belum memungkinkan terhubung ke sistem bersama.
Untuk itu, Hasanudin meminta Wali Kota Jakarta Pusat mempertimbangkan solusi alternatif bagi tiga rumah tersebut, yakni bantuan tangki septik individual. Menurut harapannya, pilihan itu dapat membantu keluarga yang tidak bisa tersambung ke jaringan komunal agar tetap memperoleh fasilitas pengolahan limbah yang layak.






