Jakarta | Mohammad Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, memastikan langkah ke final French Open 2026 setelah menundukkan wakil tuan rumah, Alex Lanier, dalam pertandingan semifinal yang berlangsung pada Minggu di Arena Grand, Paris. Pebulu tangkis Indonesia itu menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor akhir 21-16, 16-21, 21-17. Duel tersebut berjalan selama 1 jam 14 menit, menandai ketatnya persaingan kedua pemain untuk memperebutkan satu tempat di partai puncak.
Kemenangan atas Lanier menjadi pencapaian penting bagi Ubed yang kini berusia 19 tahun. Hasil itu mengantarkannya ke final turnamen BWF World Tour Super 750 untuk pertama kalinya. Ia mampu mengatasi tekanan menghadapi pemain tuan rumah di hadapan penonton Paris, sekaligus menjaga peluang Indonesia untuk meraih gelar di ajang tersebut. Tiket final ini juga menjadi tonggak baru dalam perjalanan kariernya di level elite internasional.
Ubed memulai laga dengan merebut gim pertama, 21-16. Lanier kemudian membalas pada gim kedua dengan skor 21-16, sehingga pertandingan harus ditentukan melalui gim ketiga. Dalam gim penentuan, Ubed kembali menemukan momentum dan mengamankan kemenangan 21-17. Rangkaian skor tersebut memperlihatkan bahwa kedua pemain saling memberi tekanan, sementara keunggulan Ubed baru dipastikan setelah ia menutup gim terakhir dengan selisih empat poin.
Dengan hasil semifinal ini, Ubed kini bersiap menghadapi tantangan di final. Lawannya di partai puncak adalah Christo Popov, yang menanti setelah Ubed memastikan kemenangan atas Lanier. Pertemuan tersebut akan menjadi kesempatan bagi pemain muda Indonesia itu untuk melanjutkan penampilan positifnya di Paris dan berjuang meraih gelar pertamanya di turnamen Super 750. Setelah melewati duel panjang selama 74 menit, fokus Ubed beralih pada persiapan menghadapi Popov dalam pertandingan penentuan. Keberhasilan mencapai final untuk pertama kali sudah memastikan capaian penting, namun ia masih memiliki peluang menambah catatan prestasinya di French Open 2026.
Sejak pertandingan dimulai, Alex Lanier langsung berusaha mengambil inisiatif. Bermain di hadapan pendukung tuan rumah, pemain Prancis itu tampil agresif dan menekan Ubed melalui tempo cepat serta serangan yang terus diarahkan ke berbagai sudut lapangan. Suasana arena memberi Lanier dukungan tambahan, sementara Ubed harus menghadapi tekanan sejak reli-reli awal. Meski demikian, ia tidak terburu-buru mengubah pola permainannya. Ubed berusaha menjaga ketenangan, membaca arah serangan, dan mencari kesempatan untuk membalas dengan penempatan bola yang cermat. Ia juga berupaya memperpanjang reli ketika diperlukan, sehingga Lanier tidak selalu dapat menyelesaikan poin dengan mudah. Awal gim berlangsung ketat, dengan kedua pemain berusaha membangun kendali tanpa memberikan banyak ruang bagi lawan.
Memasuki bagian tengah gim pembuka, Ubed mulai menemukan ritme yang lebih stabil. Ia tetap menghadapi tekanan dari Lanier, tetapi mampu menjaga konsentrasi dan mengelola jalannya pertandingan dengan baik. Beberapa poin penting diraih melalui kombinasi permainan sabar dan serangan yang tepat pada saat peluang terbuka. Lanier terus mencoba mempertahankan intensitas, tetapi Ubed tidak membiarkan dukungan publik tuan rumah mengganggu fokusnya. Keunggulan yang dibangun Ubed kemudian dijaga hingga fase akhir gim. Dalam situasi tersebut, ia mampu meredam upaya Lanier untuk mengejar dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-16. Hasil itu menjadi modal awal bagi Ubed, sekaligus menunjukkan bahwa ia sanggup bertahan di tengah tekanan dan tetap menjalankan rencana permainannya.
Lanier merespons pada gim kedua dengan meningkatkan agresivitas. Ia berusaha mengubah momentum melalui serangan yang lebih berani, sementara Ubed tetap berupaya mengimbangi dan mencari celah untuk kembali memimpin. Perolehan angka berlangsung rapat; kedua pemain saling menyusul hingga kedudukan mencapai 10-10. Persaingan pada fase ini memperlihatkan bahwa belum ada pemain yang mampu menjauh secara berarti. Setelah skor imbang, Lanier mulai mengambil alih kendali. Ia memanfaatkan momentum untuk menekan Ubed, meraih poin demi poin, lalu memperlebar jarak keunggulan. Ubed mencoba menjaga jarak dan menghentikan laju lawannya, tetapi Lanier mampu mempertahankan permainan agresif hingga akhir. Pemain Prancis itu merebut gim kedua dengan skor 21-16, menyamakan kedudukan dalam pertandingan, dan memaksa duel berlanjut ke gim penentuan.
Gim ketiga menjadi bagian paling menentukan dalam upaya Ubed mengamankan tiket ke final French Open 2026. Setelah dua gim sebelumnya, tekanan meningkat karena satu gim terakhir akan menentukan hasil pertandingan melawan Lanier. Pada awal gim penentuan, Ubed belum langsung menemukan kendali permainan. Ia sempat tertinggal ketika Lanier tampil agresif dan berusaha mengambil inisiatif melalui tempo cepat. Situasi tersebut membuat Ubed perlu menata kembali pendekatan agar tidak terus berada di bawah tekanan.
Perubahan mulai terlihat ketika Ubed memperbaiki ritme dan lebih sabar membangun reli. Ia tidak terburu-buru memaksakan serangan, melainkan berusaha mengembalikan bola dengan terukur dan memilih kesempatan yang tepat untuk menekan. Upaya itu membantunya mengejar ketertinggalan, lalu membalikkan keadaan. Ubed memasuki interval dengan keunggulan 11-7, sebuah jarak yang memberinya ruang untuk mengatur permainan, tetapi belum cukup untuk memastikan kemenangan karena Lanier masih terus mencari celah.
Selepas interval, Lanier berusaha mendekat dengan serangan-serangan cepat. Ubed menghadapi tekanan tersebut tanpa kehilangan ketenangan, terutama ketika reli berlangsung ketat dan setiap poin berpengaruh pada momentum. Ia menjaga jarak dari lawannya dengan mempertahankan disiplin dalam pengembalian serta memanfaatkan peluang untuk memperoleh angka. Lanier tetap berupaya mengubah arah permainan, tetapi Ubed mampu merespons tanpa membiarkan keunggulannya terhapus. Pertukaran poin itu membuat gim penentuan berlangsung kompetitif hingga memasuki fase akhir.
Dengan permainan yang lebih terkendali, Ubed mencapai match point pada kedudukan 20-17. Lanier masih memiliki kesempatan untuk memperpanjang pertandingan, tetapi Ubed tidak membiarkan tekanan mengganggu fokusnya. Pada kesempatan berikutnya, ia menuntaskan pertandingan dan memastikan kemenangan gim ketiga dengan skor 21-17. Urutan tersebut menegaskan arti kebangkitan Ubed: sempat tertinggal pada awal gim, ia memperbaiki ritme, unggul saat interval, lalu menjaga keunggulan dalam poin-poin penting. Hasil itu mengantarkannya ke final, tempat Christo Popov telah menanti.Ubed akan menghadapi Christo Popov pada final French Open 2026 yang dijadwalkan berlangsung hari ini, 25 Oktober. Popov merupakan wakil tuan rumah, sehingga pertandingan perebutan gelar ini juga akan mempertemukan Ubed dengan pemain yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Popov memastikan tempat di partai puncak setelah menundukkan Hu Zhe An dari China. Dengan demikian, laga final menghadirkan tantangan tersendiri bagi Ubed, yang berpeluang mengejar gelar pertamanya di Paris. Kesempatan tersebut menjadi konteks penting menjelang pertandingan, tetapi hasilnya masih harus ditentukan di lapangan.
Perjalanan Ubed menuju final mencakup kemenangan atas Koki Watanabe dari Jepang, kemudian Chi Yu Jen dari Taiwan pada babak perempat final. Hasil-hasil itu membawanya melewati sejumlah lawan dan menjaga langkahnya tetap berlanjut hingga pekan terakhir turnamen. Kini, ia tinggal menghadapi satu pertandingan untuk merebut trofi, dengan Popov sebagai lawan yang juga telah melewati rangkaian pertandingan menuju final. Latar perjalanan tersebut menempatkan partai puncak sebagai ujian berikutnya bagi Ubed, sekaligus kesempatan untuk menuntaskan penampilannya di Paris dengan gelar.
Final ini mempertemukan dua pemain yang sama-sama berhasil mencapai babak penentuan, tetapi membawa konteks berbeda: Ubed memburu gelar pertamanya di Paris, sedangkan Popov tampil sebagai wakil tuan rumah.
Baca juga: Menggelegar di Surabaya! Kontingen Kodim Bojonegoro Borong Medali di ‘Open Tournament Taekwondo’ Piala Panglima TNI 2026 | Taruna Akmil Raih Medali Perak dan Emas pada Akmil Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026 | Open Tournament Bola Voli Piala Panglima TNI 2026 Resmi Ditutup






