Persebaya Taklukkan Madura United, Bhayangkara FC dan PSM Berbagi Poin

Persebaya Taklukkan Madura United, Bhayangkara FC dan PSM Berbagi Poin

Surabaya | Dua pertandingan Super League yang berlangsung pada Senin (26/10) menghadirkan hasil berbeda. Persebaya Surabaya meraih kemenangan 3-1 atas Madura United dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Sementara itu, Bhayangkara FC dan PSM Makassar harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol di Stadion Sumpah Pemuda. Kedua hasil tersebut menjadi sorotan dalam rangkaian pertandingan hari itu, dengan satu laga menghasilkan empat gol dan laga lainnya berakhir tanpa gol.

Kemenangan Persebaya atas Madura United membuat tuan rumah mengamankan hasil maksimal di hadapan pendukungnya. Skor 3-1 menunjukkan Persebaya mampu mencetak tiga gol, sedangkan Madura United hanya membalas satu kali. Pertandingan di Gelora Bung Tomo menjadi satu-satunya dari dua laga tersebut yang menghasilkan pemenang. Hasil ini menempatkan Persebaya sebagai tim yang meraih poin penuh pada pertandingan Senin, sementara Madura United pulang tanpa tambahan poin dari pertemuan itu.

Di pertandingan lain, Bhayangkara FC dan PSM Makassar sama-sama gagal mencetak gol. Laga yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda tersebut berakhir dengan skor 0-0, sehingga masing-masing tim memperoleh satu poin. Berbeda dengan duel Persebaya dan Madura United yang ditentukan oleh empat gol, pertemuan Bhayangkara FC kontra PSM berjalan tanpa gol hingga hasil imbang menjadi keputusan akhir. Dengan demikian, dua pertandingan Super League pada Senin (26/10) menghasilkan total satu kemenangan dan satu hasil seri. Persebaya mencatat kemenangan kandang 3-1, sedangkan Bhayangkara FC dan PSM membawa pulang poin dari laga tanpa gol. Rangkaian hasil ini memperlihatkan dua jalur berbeda dalam persaingan liga: Persebaya mendapatkan keunggulan melalui kemenangan, sementara dua tim lainnya berbagi angka setelah menjaga skor tetap seimbang sepanjang pertandingan.

Pada awal pertandingan, Persebaya menghadapi Madura United dalam laga yang kemudian berjalan dengan kendali lebih besar berada di pihak tuan rumah. Memasuki babak pertama, Persebaya mampu menguasai jalannya pertandingan. Keunggulan itu tercipta pada menit ke-22 melalui gol Miguel Pinto. Gol tersebut membawa Persebaya memimpin atas Madura United dan menjadi momen penting dalam perkembangan pertandingan. Setelah unggul, tuan rumah semakin bersemangat untuk menekan lawan. Dengan demikian, gol Pinto bukan hanya mengubah kedudukan, tetapi juga diikuti oleh dorongan Persebaya untuk terus memberikan tekanan kepada Madura United. Hingga bagian awal laga itu, Persebaya tampil sebagai tim yang mengendalikan jalannya babak pertama, sementara keunggulan mereka tetap terjaga.

Gol pada menit ke-22 menjadi penanda utama dalam urutan kejadian babak pertama. Miguel Pinto mencatatkan namanya sebagai pencetak gol yang membuat Persebaya berada di depan. Sesudah momen tersebut, semangat tuan rumah untuk menekan lawan semakin meningkat. Persebaya tetap menguasai jalannya babak pertama, sehingga keunggulan yang diperoleh melalui gol Pinto menjadi dasar situasi pertandingan sebelum jeda. Tidak ada gol tambahan yang tercipta setelah gol tersebut hingga babak pertama berakhir. Karena itu, Persebaya memasuki waktu turun minum dengan posisi unggul, sementara Madura United belum menyamakan kedudukan. Rangkaian kejadian pada paruh pertama berlangsung dengan jelas: Pinto mencetak gol, Persebaya terdorong untuk semakin menekan, dan tuan rumah mempertahankan keunggulan hingga jeda.

Sampai wasit meniup tanda berakhirnya babak pertama, skor tidak berubah lagi. Dominasi Persebaya atas jalannya permainan pada paruh tersebut berjalan beriringan dengan keunggulan yang mereka dapatkan pada menit ke-22. Gol Miguel Pinto menjadi satu-satunya gol sebelum turun minum. Respons tuan rumah setelah mencetak gol juga tercermin dari semangat mereka untuk meningkatkan tekanan terhadap Madura United. Namun, tekanan itu tidak menghasilkan gol tambahan pada babak pertama. Dengan demikian, Persebaya menutup paruh pertama dalam keadaan memimpin, sedangkan Madura United masih tertinggal ketika kedua tim beristirahat. Urutan ini menggambarkan awal pertandingan tanpa menambahkan rincian lain: Persebaya menguasai babak pertama, Pinto mencetak gol pada menit ke-22, dan skor bertahan hingga jeda.

Selepas jeda, jalannya Derbi Suramadu berubah. Madura United tampil lebih berani dan meningkatkan intensitas permainan untuk menekan Persebaya. Perubahan pendekatan itu membuat pertandingan semakin terbuka, dengan kedua tim berusaha memanfaatkan setiap ruang dan peluang. Persebaya tetap berupaya menjaga keunggulan, sementara Madura United tidak mengendurkan serangan meski menghadapi tekanan. Pertarungan di lapangan pun berlangsung semakin sengit seiring meningkatnya tempo laga.

Situasi Madura United kian sulit ketika Paulo Sitanggang menerima kartu merah pada menit ke-65. Bermain dengan sepuluh orang tidak menghentikan upaya tim tamu untuk mengejar ketertinggalan. Mereka justru mampu menyamakan kedudukan melalui Gali Freitas. Kecepatan pemain asal Timor Leste tersebut menjadi faktor penting dalam gol itu. Gali melaju dengan cepat, sehingga kiper Persebaya, Reza Arya, tidak mampu menghentikan bola yang mengarah ke gawang. Gol tersebut menghidupkan kembali persaingan dan menambah tekanan bagi Persebaya, meskipun Madura United harus melanjutkan laga dengan jumlah pemain lebih sedikit.

Memasuki masa injury time, Persebaya memperoleh kesempatan emas setelah Pedro Monteoro melakukan pelanggaran terhadap Pinto di area terlarang. Wasit kemudian meninjau insiden tersebut melalui VAR sebelum memutuskan memberikan penalti. Yuran Fernandes, mantan pemain PSM Makassar, maju sebagai eksekutor. Ia mampu menaklukkan Angga Saputra dan membawa Persebaya kembali unggul. Keputusan penalti itu menjadi momen krusial dalam akhir pertandingan, setelah Madura United sempat menyamakan kedudukan meski bermain dengan sepuluh pemain. Persebaya lalu memastikan kemenangan lewat gol Yann Mbella pada menit ke-90+6. Gol tersebut mengunci hasil akhir 3-1 bagi tim tuan rumah. Dengan demikian, tekanan Madura United pada babak kedua dan gol penyeimbang Gali Freitas tidak cukup untuk mengubah hasil akhir. Persebaya mampu memanfaatkan peluang pada penghujung laga untuk mengamankan kemenangan dalam Derbi Suramadu, sementara penalti Yuran menjadi pembeda setelah kedua tim sempat kembali berada dalam kedudukan imbang.

Bhayangkara FC dan PSM Makassar menutup pertandingan di Stadion Sumpah Pemuda tanpa gol. Hingga laga berakhir, kedua tim tidak berhasil mengubah skor, sehingga pertemuan tersebut berakhir imbang 0-0. Hasil ini membuat Bhayangkara FC dan PSM sama-sama membawa pulang satu angka dari pertandingan. Tidak ada gol yang tercipta untuk memisahkan kedua kesebelasan, dan skor tetap bertahan tanpa perubahan sampai peluit akhir. Dengan demikian, laga ini menjadi pertandingan yang berakhir dengan berbagi poin, bukan kemenangan bagi salah satu tim.

Bagi Bhayangkara FC, hasil seri itu berlangsung dalam konteks catatan tak terkalahkan pada Super League 2026/2027. Tim tersebut tercatat sebagai satu-satunya peserta liga yang belum mengalami kekalahan. Meski menjaga rekor itu, Bhayangkara FC masih berada di papan tengah klasemen, tepatnya di peringkat kedelapan. Catatan belum terkalahkan dan posisi klasemen tersebut menunjukkan dua hal yang perlu dibedakan: tim belum tumbang dalam pertandingan liga, tetapi posisinya saat ini belum berada di jajaran teratas. Hasil imbang melawan PSM menjadi bagian dari perjalanan musim tersebut, tanpa mengubah fakta yang tersedia mengenai status dan peringkat Bhayangkara FC.

Pertandingan di Stadion Sumpah Pemuda itu pun berakhir dengan hasil akhir yang sederhana: Bhayangkara FC 0, PSM Makassar 0. Kedua tim tidak mencetak gol dan harus puas berbagi angka. Untuk Bhayangkara FC, laga ini sekaligus mempertahankan status sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Super League 2026/2027, sementara mereka tetap menempati peringkat kedelapan klasemen.

Baca juga: Kontingen Karate Akmil Raih 9 Medali pada _National Karate Championship Bhayangkara Eager Series_ II 2026 | Marfor Berbagi Ilmu Jungle Operation dan Fire Support Team Pada Latgabma SGS 2026