Prabowo Dorong Pembinaan Atlet dari SD dan Perbaikan Fasilitas Olahraga

Prabowo Dorong Pembinaan Atlet dari SD dan Perbaikan Fasilitas Olahraga

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto meminta pembinaan atlet nasional dilakukan secara berkelanjutan dan lebih sistematis sejak jenjang sekolah dasar. Menurutnya, proses menemukan serta mengembangkan kemampuan olahraga tidak seharusnya baru dimulai ketika seorang atlet memasuki kompetisi tingkat tinggi. Pembinaan sejak usia dini dapat memberi ruang bagi anak untuk mengenali minat dan potensinya, sekaligus memperoleh pendampingan yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Pesan tersebut disampaikan saat Prabowo memberikan apresiasi dan bonus kepada atlet peraih medali Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5 Aichi-Nagoya 2026.

Acara pemberian apresiasi itu berlangsung di halaman Istana , Jakarta, Kamis (29/10/2026). Di hadapan para atlet dan undangan, Prabowo menekankan pentingnya membangun sistem pembinaan yang tidak terputus, mulai dari lingkungan sekolah hingga jenjang prestasi nasional. Pendekatan tersebut dinilai memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sekolah, pemerintah, pelatih, dan keluarga. Dengan dukungan yang terarah, bakat olahraga dapat dikenali lebih awal dan dikembangkan melalui latihan yang terencana. Pembinaan juga perlu memberi kesempatan yang setara bagi anak-anak di berbagai daerah, bukan hanya mereka yang tinggal dekat pusat pelatihan atau memiliki akses ke fasilitas memadai.

Prabowo turut menggarisbawahi bahwa peningkatan kualitas sekolah dan ketersediaan sarana olahraga di berbagai daerah merupakan fondasi penting bagi pengembangan talenta muda. Fasilitas yang layak memungkinkan siswa berlatih dengan lebih aman dan teratur, sementara sekolah yang mendukung dapat membantu menghubungkan pendidikan dengan pengembangan kemampuan atletik. Karena itu, pembinaan sejak sekolah dasar perlu berjalan seiring dengan upaya memperbaiki lingkungan belajar dan akses terhadap fasilitas. Perhatian terhadap fondasi tersebut diharapkan memperluas kesempatan bagi calon atlet untuk berkembang, tanpa mengabaikan pendidikan mereka. Apresiasi bagi peraih medali, dalam konteks ini, juga menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga bertumpu pada proses panjang, dukungan konsisten, serta sistem yang mampu memupuk potensi sejak awal hingga ke tingkat kompetisi internasional.

Perbaikan sekolah menjadi salah satu bagian dari rencana yang disampaikan Prabowo untuk memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini. Sekolah dinilai memiliki peran penting karena menjadi lingkungan tempat anak-anak belajar, berkembang, dan mengenal berbagai kegiatan, termasuk olahraga. Karena itu, sekolah-sekolah di seluruh Indonesia disebut akan diperbaiki agar dapat mendukung proses pembinaan yang lebih baik. Upaya tersebut mencakup perhatian terhadap kondisi sekolah dan ketersediaan sarana yang menunjang aktivitas siswa. Perbaikan ini ditempatkan sebagai bagian dari penguatan lingkungan pendidikan, bukan sebagai langkah yang berdiri sendiri. Dengan sekolah yang lebih layak, anak-anak diharapkan memperoleh ruang yang memadai untuk mengikuti kegiatan belajar maupun berolahraga. Gagasan tersebut menghubungkan peningkatan kualitas sekolah dengan kebutuhan membangun dasar pembinaan atlet pada tahap awal, ketika minat dan potensi anak dapat mulai dikenali.

Selain perbaikan sekolah secara luas, Prabowo mendorong agar setiap kabupaten memiliki sekolah unggulan. Rencana ini menunjukkan perhatian terhadap pengembangan pendidikan dan pembinaan di tingkat daerah. Sekolah unggulan dapat menjadi bagian dari upaya menyediakan lingkungan yang lebih mendukung bagi anak-anak, termasuk mereka yang memiliki minat atau kemampuan di bidang olahraga. Namun, gagasan tersebut disampaikan sebagai arah kebijakan, tanpa rincian mengenai bentuk, jadwal, atau mekanisme pelaksanaannya. Penekanan utamanya adalah bahwa kabupaten diharapkan mempunyai sekolah unggulan sebagai salah satu unsur dalam sistem pembinaan yang lebih terarah. Dengan demikian, pembicaraan mengenai pembinaan atlet tidak hanya berpusat pada kompetisi atau prestasi, tetapi juga pada dukungan pendidikan yang tersedia di daerah. Pengembangan di tingkat kabupaten menjadi bagian dari gambaran lebih luas tentang pembinaan sejak usia sekolah.

Rencana lainnya menyangkut sekolah di setiap kecamatan. Sekolah-sekolah tersebut disebut akan diperbaiki dan dilengkapi sarana olahraga yang memadai. Ketersediaan fasilitas olahraga di lingkungan sekolah dapat memberi siswa ruang untuk beraktivitas dan mengembangkan kemampuan, sekaligus mendukung pengenalan olahraga sejak dini. Dalam rencana yang disampaikan, perbaikan sekolah dan penyediaan sarana itu menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan yang lebih terarah. Hubungan sekolah, fasilitas, dan pembinaan usia dini menjadi pokok perhatian: anak-anak perlu memiliki lingkungan yang mendukung agar potensi mereka dapat tumbuh. Dengan memperhatikan sekolah di seluruh Indonesia, sekolah unggulan di setiap kabupaten, serta fasilitas olahraga di tingkat kecamatan, gagasan tersebut menggambarkan pendekatan yang mencakup berbagai wilayah. Rincian lebih lanjut tidak disebutkan, sehingga fokusnya tetap pada arah umum penguatan sekolah dan sarana olahraga sebagai landasan pembinaan atlet sejak usia dini.

Prabowo menyampaikan apresiasi kepada kontingen Indonesia yang berhasil membawa pulang lima medali emas dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi bangsa sekaligus bukti bahwa para atlet mampu bersaing di tingkat Asia. Kerja keras atlet, dukungan pelatih, serta kontribusi berbagai pihak dalam pembinaan olahraga patut dihargai. Medali yang diraih juga mencerminkan dedikasi dan disiplin selama menjalani persiapan maupun pertandingan. Namun, apresiasi atas hasil tersebut bukan berarti perjalanan Indonesia telah selesai. Prestasi ini dapat menjadi pijakan untuk membangun capaian yang lebih baik pada kompetisi mendatang, dengan perhatian yang tetap diberikan kepada proses pembinaan dan kebutuhan atlet.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan meraih lima emas tidak seharusnya membuat Indonesia cepat berpuas diri. Persaingan olahraga terus berkembang, sementara negara lain juga meningkatkan kualitas atlet dan sistem pembinaannya. Karena itu, perjuangan yang lebih keras masih diperlukan agar Indonesia dapat menjaga daya saing dan memperluas prestasi di berbagai cabang. Para atlet didorong untuk terus berlatih, memperbaiki kemampuan, dan mempertahankan semangat juang. Pemerintah serta pemangku kepentingan olahraga juga perlu menjadikan hasil Asian Games sebagai bahan evaluasi, termasuk dalam melihat tantangan yang dihadapi atlet. Dengan begitu, apresiasi tidak berhenti sebagai perayaan, tetapi turut mendorong langkah nyata untuk meningkatkan kualitas olahraga nasional.

Prabowo turut mengajak para pemimpin negara dan pengelola olahraga untuk bersatu merumuskan langkah terbaik bagi kemajuan olahraga Indonesia. Kerja sama lintas pihak dinilai penting agar kebijakan, pembinaan, dan dukungan bagi atlet berjalan searah. Upaya tersebut bukan hanya ditujukan untuk mengejar medali, melainkan juga untuk membuka kesempatan bagi anak-anak Indonesia mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik melalui olahraga. Ia menekankan pentingnya semangat bersama dalam menyusun arah pembinaan yang berkelanjutan. Kepada para atlet, pesannya adalah terus berjuang, menjaga prestasi, dan mengharumkan nama Indonesia. Lima medali emas menjadi capaian yang layak disyukuri, sekaligus pengingat bahwa kerja keras dan persatuan tetap dibutuhkan untuk menghadapi tantangan berikutnya. Dengan dukungan yang konsisten, atlet diharapkan dapat tampil semakin kuat dan membawa kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Pemerintah menetapkan besaran bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali dengan nilai yang berbeda menurut jenis nomor pertandingan dan warna medali. Rincian ini mencakup nomor perorangan, ganda, dan beregu untuk atlet, serta kategori pelatih yang dibedakan berdasarkan jenis nomor. Urutan nilai pada setiap kategori mengikuti perolehan medali emas, perak, lalu perunggu.

Untuk atlet nomor perorangan, bonus medali emas sebesar Rp3 miliar, perak Rp525 juta, dan perunggu Rp262,5 juta. Pada nomor ganda, nilai bonusnya adalah Rp2,4 miliar bagi peraih emas, Rp420 juta bagi peraih perak, serta Rp210 juta bagi peraih perunggu. Sementara itu, atlet nomor beregu menerima Rp1,5 miliar untuk emas, Rp315 juta untuk perak, dan Rp157,5 juta untuk perunggu.

Baca juga: Olahraga Bersama, Panglima TNI Perkuat Kebersamaan dengan Prajurit Mabes TNI | Panglima TNI: Olahraga Bentuk Karakter dan Semangat Pantang Menyerah | Olahraga Bersama Pererat Persahabatan Prajurit TNI dan Negara Sahabat di SGS 2026