Jakarta | Road to Awards 2026 “Best Beauty and Clinic” digelar sebagai bentuk apresiasi bagi perusahaan yang berkontribusi terhadap perkembangan industri kecantikan di Indonesia. Penghargaan ini menjadi kesempatan untuk mengakui peran pelaku usaha dan layanan yang turut membentuk sektor kecantikan, termasuk klinik yang berfokus pada kesehatan kulit serta perawatan estetika. Melalui ajang tersebut, kontribusi berbagai pihak dalam mendukung pertumbuhan industri mendapat perhatian dan pengakuan.
Dalam kategori Dermatology and Aesthetic Clinic Excellence Award, penghargaan diberikan kepada Klinik Bamed. Pengakuan ini menempatkan layanan dermatologi dan estetika sebagai bagian penting dari perkembangan industri kecantikan. Bagi Klinik Bamed, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusinya di bidang layanan klinik. Pemberian penghargaan dalam kategori ini juga menegaskan bahwa layanan kesehatan kulit dan estetika memiliki ruang tersendiri dalam ajang yang merayakan pencapaian di sektor kecantikan.
Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti kepada Adhimukti T. Sampurna, Chief Medical Ancillary and Services Officer Klinik Bamed. Penyerahan tersebut berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, dalam rangkaian acara Road to Awards 2026 “Best Beauty and Clinic”. Momen ini menandai diterimanya penghargaan oleh perwakilan Klinik Bamed sekaligus memberikan perhatian pada kontribusi klinik dalam bidang dermatologi dan estetika. Pengakuan di ajang apresiasi industri kecantikan tersebut menjadi bagian dari upaya menghargai perusahaan yang berperan dalam perkembangan sektor ini di Indonesia.
Adhimukti memandang penghargaan yang diterima Bamed sebagai pengakuan bermakna atas perjalanan institusi selama 16 tahun. Nilai penghargaan tersebut, menurutnya, tidak hanya terletak pada pencapaian yang dirayakan, tetapi juga pada proses panjang membangun layanan kesehatan kulit yang terus berkembang. Selama perjalanan itu, Bamed mengembangkan layanan spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dengan perhatian pada kebutuhan pasien serta perkembangan ilmu kedokteran. Penghargaan ini menjadi penanda bahwa upaya tersebut mendapat apresiasi, sekaligus pengingat akan tanggung jawab untuk mempertahankan kualitas pelayanan. Bagi Adhimukti, perjalanan 16 tahun itu mencerminkan komitmen untuk menjadikan keahlian medis sebagai dasar setiap layanan, termasuk ketika layanan tersebut berkaitan dengan estetika.
Dalam pandangannya, layanan dermatologi dan estetika perlu dibangun melalui perpaduan keahlian medis, bukti ilmiah, dan pemanfaatan teknologi modern. Ketiga unsur tersebut mendukung pelayanan yang terarah dan relevan bagi kondisi setiap pasien. Keahlian tenaga medis diperlukan untuk memahami masalah kulit dan menentukan pendekatan yang sesuai. Bukti ilmiah menjadi landasan dalam mempertimbangkan tindakan, sehingga keputusan perawatan tidak semata mengikuti tren atau preferensi sesaat. Sementara itu, teknologi modern dapat menunjang proses pemeriksaan maupun perawatan, selama digunakan secara tepat dalam kerangka medis. Pendekatan ini menunjukkan bahwa estetika di Bamed tidak dipisahkan dari tanggung jawab klinis. Perawatan dipahami sebagai bagian dari layanan kesehatan yang perlu memperhatikan keselamatan, kebutuhan, dan kondisi pasien.
Adhimukti juga menekankan bahwa perawatan kulit dan estetika tidak semestinya dipandang hanya sebagai urusan penampilan. Kesehatan kulit merupakan bagian dari kesejahteraan, sedangkan kondisi kulit dapat berpengaruh pada rasa nyaman dan cara seseorang menjalani aktivitas sehari-hari. Perawatan yang sesuai dapat mendukung kepercayaan diri, tetapi tujuannya tidak berhenti pada perubahan visual. Bagi Bamed, perhatian terhadap kesehatan, kepercayaan diri, dan kualitas hidup menjadi bagian dari pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai kebutuhan pasien. Cara pandang tersebut menempatkan estetika dalam konteks pelayanan medis, bukan sekadar memenuhi standar penampilan tertentu. Dengan demikian, penghargaan yang diterima selaras dengan arah pengembangan layanan Bamed: menggabungkan kompetensi spesialis, dasar ilmiah, serta teknologi, sambil tetap melihat pasien sebagai individu dengan kebutuhan kesehatan dan kualitas hidup yang perlu diperhatikan.
Pendekatan layanan Bamed menempatkan deteksi dini sebagai langkah penting untuk membantu pasien memahami kondisi kesehatan sebelum keluhan berkembang. Melalui pemeriksaan yang sesuai kebutuhan, risiko dapat dikenali lebih awal dan dibicarakan bersama tenaga medis. Informasi tersebut memberi pasien kesempatan untuk mempertimbangkan tindakan yang tepat, baik berupa pemantauan maupun penanganan medis. Dengan demikian, layanan tidak hanya berfokus pada respons ketika masalah sudah terasa, tetapi juga pada upaya menjaga kesehatan secara terencana. Pasien dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dirinya, faktor yang perlu diperhatikan, serta langkah lanjutan yang disarankan berdasarkan hasil konsultasi dan pemeriksaan.
Pemantauan berkelanjutan menjadi bagian dari alur tersebut. Setelah konsultasi atau pemeriksaan awal, kondisi pasien dapat ditinjau kembali sesuai kebutuhan, sehingga perubahan kesehatan tidak luput dari perhatian. Pendekatan ini mendukung komunikasi yang lebih terarah pasien dan tenaga medis, sekaligus membantu pasien mengambil keputusan secara lebih dini. Sistem terintegrasi menghubungkan konsultasi, pemeriksaan, dan tindakan medis dalam satu alur layanan yang efisien. Keterhubungan ini memudahkan proses tindak lanjut, karena kebutuhan pasien dapat dipahami sebagai bagian dari rangkaian perawatan, bukan sebagai kunjungan yang terpisah. Pasien pun dapat mengetahui tahap berikutnya dengan lebih jelas.
Layanan Bamed berfokus pada preventive care dan mencakup beragam bidang kesehatan. Cakupannya meliputi kesehatan kulit dan rambut, obstetri dan ginekologi, andrologi, pediatri, nutrisi klinis, akupunktur medis, kedokteran gigi, laktasi, serta praktik umum. Ragam layanan tersebut memungkinkan pasien mengakses konsultasi dan pemeriksaan sesuai kebutuhan, mulai dari kesehatan keluarga hingga perawatan spesifik. Dengan dukungan deteksi dini dan pemantauan berkelanjutan, perhatian terhadap kesehatan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. Pasien dapat membicarakan faktor risiko, memperoleh pemeriksaan yang relevan, lalu mempertimbangkan tindak lanjut bersama tenaga medis. Integrasi layanan juga membantu mengarahkan pasien ke bidang yang sesuai apabila evaluasi menunjukkan kebutuhan tertentu. Model ini menempatkan pencegahan, pemahaman kondisi, dan kesinambungan perawatan sebagai bagian dari pengalaman layanan kesehatan.
Berdiri pada 2010, Bamed telah berkembang dari sebuah layanan kesehatan menjadi jaringan klinik dengan sembilan cabang di Indonesia. Pertumbuhan ini memperluas akses masyarakat terhadap layanan dermatologi dan estetika, sekaligus membawa tanggung jawab untuk menjaga mutu perawatan di setiap lokasi. Operasional jaringan tersebut didukung oleh lebih dari 100 dokter spesialis dan subspesialis. Keahlian para dokter menjadi salah satu landasan dalam memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien, baik untuk konsultasi, pemeriksaan, maupun penanganan yang memerlukan pertimbangan klinis lebih lanjut.
Dengan cabang yang tersebar, konsistensi layanan menjadi perhatian penting. Bamed berupaya menjaga standar mutu melalui penerapan standar operasional prosedur dan protokol medis di seluruh cabang. Pedoman tersebut membantu menyelaraskan proses pelayanan, mulai dari tahap penerimaan dan pemeriksaan hingga tindakan serta tindak lanjut. Penerapan prosedur yang terukur juga mendukung koordinasi dokter dan tenaga kesehatan, sehingga informasi klinis dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Dengan demikian, pasien di berbagai cabang dapat memperoleh proses perawatan yang mengacu pada prinsip dan standar yang sama.
Fasilitas klinik dan teknologi medis turut mendukung upaya tersebut. Perangkat yang tersedia membantu dokter melakukan pemeriksaan dan menilai kondisi pasien secara lebih terarah, sehingga diagnosis dapat ditegakkan pada waktu yang tepat. Dukungan teknologi juga dapat mempercepat pertimbangan mengenai intervensi yang diperlukan. Ketika layanan pemeriksaan dan penanganan tersedia dalam satu jaringan fasilitas, pasien berpeluang menjalani tahapan perawatan tanpa perlu berpindah ke tempat lain. Ketersediaan layanan yang terintegrasi ini membantu proses berlangsung lebih praktis, sekaligus mendukung kesinambungan komunikasi pasien dan tim medis.
Adhimukti menyampaikan apresiasi kepada dokter spesialis, tenaga kesehatan, tim manajemen, serta para pasien yang telah memberikan kepercayaan kepada Bamed. Ia menilai dedikasi seluruh pihak berperan dalam mendukung pelayanan dan perkembangan jaringan klinik.






