Kabupaten Seruyan | Helikopter Mi-17V5 milik TNI AD mengalami kecelakaan pada Rabu, 4 November 2026, di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Pesawat tersebut sedang melaksanakan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ketika insiden terjadi. Peristiwa ini menjadi perhatian karena helikopter digunakan dalam operasi penanggulangan api di wilayah yang terdampak kebakaran. Informasi awal mengenai kecelakaan disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono. Berdasarkan keterangannya, insiden berlangsung saat helikopter menjalankan rangkaian tugas untuk mendukung pemadaman karhutla. Informasi awal itu belum memastikan kondisi seluruh kru setelah kejadian.
Menurut Donny Pramono, helikopter sedang mengambil air laut untuk keperluan water bombing ketika kecelakaan terjadi. Pengambilan air merupakan bagian dari upaya pemadaman dari udara, dengan muatan air dibawa untuk membantu mengatasi titik api. Namun, keterangan yang tersedia belum memuat penjelasan lebih lanjut mengenai detik-detik sebelum maupun sesudah insiden. Belum ada pula rincian yang dapat memastikan bagaimana kondisi helikopter setelah mengalami kecelakaan. Dengan demikian, informasi mengenai jalannya misi tetap terbatas pada keterangan bahwa pesawat sedang menjalankan tugas pengambilan air untuk mendukung operasi pemadaman di kawasan tersebut.
Evakuasi kru berlangsung setelah kecelakaan, sementara perkembangan mengenai kondisi mereka dan proses penanganan masih menjadi perhatian. Pihak terkait belum menyampaikan keterangan lengkap mengenai jumlah personel di dalam helikopter ataupun hasil evakuasi. Penyebab kecelakaan juga belum dapat dipastikan dan masih dalam penyelidikan. Karena itu, informasi mengenai faktor yang mungkin berhubungan dengan insiden belum seharusnya disimpulkan sebelum ada hasil pemeriksaan resmi. Perhatian selanjutnya tertuju pada upaya evakuasi, pembaruan kondisi kru, serta penjelasan dari pihak berwenang. Operasi pemadaman karhutla dan penanganan kecelakaan berlangsung sebagai dua aspek penting yang menunggu keterangan lebih lanjut.
Helikopter Mi-17V5 yang terlibat dalam misi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Seruyan berangkat dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB. Tujuan penerbangan yang disebutkan adalah Telaga Pulang. Penerbangan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Informasi yang tersedia menetapkan titik keberangkatan, waktu lepas landas, dan tujuan, tetapi tidak merinci jalur yang ditempuh di lokasi-lokasi tersebut.
Rute dari Kuala Pembuang menuju Telaga Pulang berkaitan dengan penugasan helikopter untuk membantu pemadaman. Dalam rangkaian kegiatan misi itu, helikopter sedang melakukan pengambilan air laut ketika kecelakaan terjadi. Dengan demikian, perjalanan menuju Telaga Pulang dan kegiatan pengambilan air merupakan bagian dari konteks tugas penanganan karhutla yang sama. Keterangan yang tersedia tidak menjelaskan lebih lanjut urutan teknis kegiatan di udara ataupun titik pengambilan air secara terperinci, sehingga detail tersebut tidak dapat dipastikan dari informasi yang ada.
Kronologi yang dapat disampaikan secara terbatas adalah helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB dengan tujuan Telaga Pulang untuk mendukung misi pemadaman di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Pada saat kecelakaan, kegiatan yang disebutkan adalah pengambilan air laut. Fakta-fakta tersebut memberi gambaran mengenai tujuan penerbangan dan jenis tugas yang sedang dijalankan, tanpa menyimpulkan kondisi penerbangan, penyebab kecelakaan, atau keadaan di lokasi. Perincian mengenai tahap-tahap perjalanan dan waktu kecelakaan tidak tercantum dalam keterangan yang dirujuk, sehingga kronologi perlu dibatasi pada informasi tersebut.
Dalam keterangan yang disampaikan terkait jatuhnya helikopter Mi-17V5 saat menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Seruyan, kondisi delapan kru dilaporkan belum seluruhnya dapat dipastikan di lokasi kejadian. Satu kru ditemukan meninggal dunia. Jenazahnya telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang untuk penanganan lebih lanjut. Informasi tersebut menjadi bagian dari perkembangan proses pencarian dan evakuasi setelah helikopter mengalami kecelakaan.
Lima kru lainnya dilaporkan selamat dan telah menjalani perawatan di rumah sakit yang sama, yakni RS Kuala Pembuang. Mereka mendapatkan penanganan medis setelah berhasil dievakuasi dari lokasi. Keterangan ini mencatat bahwa kelima orang tersebut selamat, namun tidak merinci kondisi medis masing-masing ataupun perkembangan perawatan mereka. Karena itu, informasi yang tersedia perlu dipahami sesuai laporan pada saat disampaikan, tanpa menambahkan perkiraan mengenai tingkat cedera atau waktu pemulihan.
Sementara itu, dua kru masih berada dalam proses evakuasi ketika informasi tersebut disampaikan. Upaya untuk menjangkau dan membawa keduanya dari lokasi kejadian masih berlangsung. Belum ada keterangan yang memastikan kondisi mereka, sehingga status keduanya tetap dilaporkan sebagai masih dalam proses evakuasi. Tidak tepat untuk menyimpulkan bahwa mereka selamat maupun meninggal dunia sebelum ada informasi lanjutan dari pihak berwenang atau tim penanganan di lapangan.
Dengan demikian, laporan sementara menyebut satu kru meninggal dunia dan jenazahnya telah dibawa ke RS Kuala Pembuang, lima kru selamat dan dirawat di rumah sakit tersebut, serta dua kru masih dievakuasi. Perbedaan status ini penting dicatat secara cermat, terutama karena proses penanganan belum selesai saat keterangan diberikan. Pembaruan mengenai dua kru yang belum dievakuasi maupun kondisi lima kru yang dirawat perlu merujuk pada pernyataan resmi berikutnya. Informasi awal ini menggambarkan perkembangan yang tersedia pada waktu pelaporan, bukan kesimpulan akhir mengenai seluruh kru.Setelah kecelakaan helikopter Mi-17V5 dalam misi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Seruyan, upaya penanganan segera dilakukan dengan mengerahkan tim gabungan. Berdasarkan informasi yang disampaikan, personel mulai bergerak sekitar pukul 11.18 WIB. Pengerahan tersebut menjadi langkah awal untuk menjangkau lokasi kejadian dan memastikan seluruh kru memperoleh bantuan secepat mungkin. Kondisi medan serta akses menuju titik kecelakaan menjadi pertimbangan dalam penyusunan langkah evakuasi, sehingga koordinasi antarpihak diperlukan agar penanganan dapat berlangsung terarah. Tim bekerja dengan mengutamakan keselamatan personel dan mengupayakan agar setiap tindakan di lapangan sesuai kebutuhan situasi. Penanganan kemudian mencakup upaya pencarian, pertolongan, dan pemindahan kru dari area kejadian.
Evakuasi dilakukan melalui jalur udara maupun laut, dengan tim gabungan berupaya menjangkau lokasi dan membawa personel ke tempat yang dapat mendukung penanganan selanjutnya. Penggunaan kedua jalur tersebut menjadi bagian dari langkah untuk mengatasi akses menuju area kejadian. Fokus utama dalam proses ini adalah memberikan pertolongan kepada seluruh personel yang berada di dalam helikopter, sekaligus memastikan kebutuhan mereka dapat ditangani. Setiap perkembangan di lapangan menjadi bahan koordinasi bagi pihak-pihak yang terlibat. Upaya evakuasi berlangsung dengan memperhatikan kondisi kru dan kebutuhan untuk membawa mereka keluar dari lokasi secara aman. Informasi mengenai proses tersebut disampaikan seiring berlanjutnya penanganan di lapangan.
Donny menyatakan bahwa TNI AD terus mengupayakan evakuasi kru. Ia juga menegaskan bahwa penanganan medis bagi personel yang telah berhasil diselamatkan menjadi prioritas. Langkah tersebut dilakukan agar kru yang sudah dijangkau dapat memperoleh pemeriksaan dan bantuan sesuai kondisi masing-masing. Pihak terkait masih berfokus pada evakuasi dan pertolongan, sementara perkembangan mengenai para personel ditangani melalui koordinasi di lapangan. Adapun penyebab kecelakaan helikopter Mi-17V5 tersebut belum dapat dipastikan. Insiden ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Karena itu, informasi mengenai pemicu kejadian belum disimpulkan, dan penjelasan lebih lanjut menunggu hasil pemeriksaan resmi. Untuk saat ini, perhatian tetap tertuju pada keselamatan kru, kelanjutan evakuasi, serta penanganan medis bagi mereka yang telah diselamatkan.
Baca juga: Upacara HUT ke-81 TNI di Timika Berlangsung Khidmat | Kabut Asap Karhutla Menyelimuti Palembang, Warga Menanti Udara Kembali Pulih | Relawan Bertahan di Tengah Kepungan Karhutla Palangka Raya
55 kunjungan

