Bekasi | Polres Metro Bekasi Kota menetapkan TM, pengemudi truk molen, sebagai tersangka dalam kecelakaan yang menewaskan enam orang di Jalan Cut Mutia, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Penetapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam penanganan perkara yang menyita perhatian publik itu. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyampaikan bahwa status tersangka diberikan setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Senin (2/11/2026).
Sebelum gelar perkara digelar, penanganan kasus telah lebih dahulu beralih dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Peralihan itu dilakukan pada Minggu (1/11/2026) malam, setelah polisi menilai perkara perlu ditangani lebih lanjut melalui proses penyidikan. Dengan demikian, penetapan TM sebagai tersangka dilakukan setelah peningkatan status perkara tersebut, bukan pada tahap awal penyelidikan. Informasi mengenai keputusan itu disampaikan Kapolres sebagai bagian dari penjelasan perkembangan proses hukum atas kecelakaan di Rawalumbu.
Selain menetapkan tersangka, penyidik juga telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi. Pengiriman SPDP merupakan pemberitahuan resmi bahwa proses penyidikan suatu perkara telah dimulai dan menjadi bagian dari koordinasi kepolisian dengan kejaksaan. Langkah itu menandai bahwa penanganan perkara tidak hanya berada pada tahap pengumpulan informasi awal, tetapi telah memasuki proses penyidikan yang diberitahukan kepada penuntut umum.
Kapolres Kombes Pol Putu Kholis Aryana menjadi pihak yang mengatribusikan penetapan TM sebagai tersangka kepada hasil gelar perkara tersebut. Dalam perkembangan ini, informasi yang telah disampaikan kepolisian mencakup identitas tersangka dengan inisial TM, lokasi kejadian, waktu peningkatan perkara, pelaksanaan gelar perkara, serta pengiriman SPDP. Penetapan tersangka merupakan bagian dari proses hukum yang masih berjalan. Perkara selanjutnya akan ditangani melalui tahapan penyidikan sesuai prosedur, sementara kepolisian telah menyampaikan perkembangan awalnya kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.
Kecelakaan yang melibatkan truk molen terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di depan Universitas BSI, Bekasi. Peristiwa tersebut menimbulkan 12 korban, dengan enam orang dinyatakan meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Jumlah itu menunjukkan bahwa dampak kecelakaan tidak hanya mengenai korban yang kehilangan nyawa, tetapi juga sejumlah orang yang harus mendapatkan perawatan medis. Lokasi kejadian berada di depan kampus, sementara para korban kemudian dibawa ke beberapa rumah sakit untuk memperoleh penanganan.
Enam korban meninggal dunia dibawa ke dua fasilitas kesehatan, yakni RS Siloam Sepanjang Jaya dan RSUD Kota Bekasi. Informasi mengenai rumah sakit penerima tersebut membedakan penanganan korban meninggal dari perawatan bagi korban yang terluka. Penyebutan kedua rumah sakit penting agar jelas tempat para korban meninggal dunia berada setelah kecelakaan. Sementara itu, enam korban yang mengalami luka-luka dirawat di RS Juwita dan RS Siloam Sepanjang Jaya. Dengan demikian, RS Siloam Sepanjang Jaya menerima korban dari kedua kelompok tersebut.
Korban luka mendapat perawatan di RS Juwita maupun RS Siloam Sepanjang Jaya. Keterangan yang tersedia menyebutkan bahwa sejumlah korban masih berusia anak-anak, tetapi tidak mencantumkan rincian usia mereka. Karena itu, informasi mengenai usia disampaikan secara terbatas tanpa menyebut angka atau identitas yang tidak tersedia. Kehadiran korban anak-anak menambah perhatian terhadap besarnya dampak kejadian, sementara jumlah keseluruhan korban tetap tercatat sebanyak 12 orang: enam meninggal dunia dan enam mengalami luka-luka.
Rangkaian informasi mengenai waktu, lokasi, jumlah korban, serta rumah sakit penerima memberikan gambaran dasar tentang akibat kecelakaan di depan Universitas BSI tersebut. Peristiwa berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB dan melibatkan korban dengan kondisi berbeda, yakni meninggal dunia dan luka-luka. Para korban meninggal dibawa ke RS Siloam Sepanjang Jaya serta RSUD Kota Bekasi, sedangkan korban luka dirawat di RS Juwita dan RS Siloam Sepanjang Jaya. Sejumlah korban disebut masih anak-anak, tanpa keterangan usia lebih terperinci.
Menurut keterangan sementara kepolisian, truk molen bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM sedang melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. Perjalanan kendaraan tersebut menjadi bagian dari pendalaman penyidik setelah kecelakaan yang menewaskan enam orang. Polisi masih menelusuri rangkaian kejadian serta kondisi kendaraan sebelum tabrakan, termasuk faktor yang mungkin menyebabkan truk tidak dapat dikendalikan dengan baik. Informasi mengenai urutan pergerakan truk sejauh ini disampaikan sebagai hasil pemeriksaan awal, sehingga belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan akhir penyidikan.
Dalam pendalaman sementara itu, kendaraan diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman ketika tiba di lokasi kejadian. Gangguan rem tersebut diduga membuat pengemudi kehilangan kendali atas truk. Kendaraan lalu bergerak oleng ke kiri, sebelum menabrak tembok pembatas kampus. Setelah membentur pembatas, truk terus melaju dan menghantam warga yang berada di depan bangunan di sisi kiri jalan. Urutan ini menggambarkan dugaan sementara mengenai bagaimana kecelakaan terjadi, tetapi penyidik masih perlu memeriksa keterangan saksi, kondisi fisik kendaraan, serta bukti lain di tempat kejadian untuk memastikan setiap tahap peristiwa.
Polisi belum menetapkan gangguan pengereman sebagai penyebab yang telah dipastikan. Dugaan tersebut masih bersumber dari pendalaman sementara dan perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan teknis terhadap truk, termasuk komponen pengereman dan kemungkinan faktor lain yang berpengaruh pada kendali kendaraan. Karena itu, keterangan mengenai truk yang oleng, menabrak tembok, kemudian mengenai warga perlu dipahami dalam konteks penyelidikan yang masih berlangsung. Hasil pemeriksaan lanjutan dapat memperjelas apakah sistem rem benar-benar mengalami masalah, kapan gangguan itu terjadi, dan sejauh mana hal tersebut berkaitan dengan tabrakan. Kepolisian juga dapat mencocokkan temuan teknis dengan kesaksian dan rekaman yang tersedia. Hingga ada penjelasan resmi lebih lanjut, penyebab kecelakaan tetap menjadi materi penyidikan, sementara urutan kejadian yang disampaikan merupakan gambaran awal berdasarkan informasi yang dihimpun petugas di lapangan.
Dalam keterangan yang menjadi rujukan, sejumlah nama disebut bersama rumah sakit tempat mereka tercatat. Nama-nama tersebut disampaikan untuk memperjelas informasi mengenai orang-orang yang terkait dengan peristiwa kecelakaan di Bekasi. Namun, keterangan yang tersedia tidak selalu menjelaskan keadaan setiap orang secara terperinci. Karena itu, pencantuman nama dan rumah sakit di sini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan apakah seseorang meninggal dunia atau mengalami luka. Status masing-masing hanya dapat dipastikan apabila dinyatakan secara tegas oleh sumber yang berwenang.
Adisa, seorang anak perempuan, disebut berada di RS Siloam Sepanjang Jaya. Nama lain yang tercantum untuk rumah sakit yang sama adalah Sodik, seorang anak laki-laki, serta Dian. Sementara itu, Adisha Raiqa Syafia, juga seorang anak perempuan, disebut di RSUD Kota Bekasi. Di rumah sakit tersebut, keterangan sumber turut mencantumkan Siti Nur Latifah dan Muhamad Ferdiansa. Penyebutan nama-nama ini mengikuti informasi yang tersedia, termasuk penulisan nama dan lokasi rumah sakit sebagaimana dicantumkan dalam bahan sumber.
Selain itu, Muhammad Maulana dan Raihan, seorang anak laki-laki, disebut berada di RS Juwita. Dengan demikian, daftar yang tercantum menghubungkan Adisa, Sodik, dan Dian dengan RS Siloam Sepanjang Jaya; Adisha Raiqa Syafia, Siti Nur Latifah, serta Muhamad Ferdiansa dengan RSUD Kota Bekasi; dan Muhammad Maulana serta Raihan dengan RS Juwita. Informasi ini dibatasi pada nama, keterangan anak perempuan atau anak laki-laki yang tersedia, serta rumah sakit yang disebutkan. Tidak ada keterangan tambahan dalam daftar tersebut yang cukup untuk menetapkan kondisi atau status setiap nama secara individual.
20 kunjungan

