Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Picu Pengalihan Kendaraan pada 28 Oktober

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Picu Pengalihan Kendaraan pada 28 Oktober

Jakarta | Sejumlah ruas jalan di sekitar Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, ditutup pada Rabu sore, 28 Oktober 2026. Penutupan mulai diberlakukan sekitar pukul 15.30 WIB dan berkaitan dengan aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan tersebut. Pengaturan ini berdampak pada kendaraan yang melintas di sekitar lokasi, sehingga pengguna jalan perlu memperhatikan kondisi lalu lintas di area Bundaran HI.

Aksi mahasiswa menjadi latar belakang penutupan akses di sejumlah ruas tersebut. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa kebijakan berlaku di sekitar Bundaran HI dan wilayah Menteng, namun tidak merinci nama jalan yang ditutup maupun batas kawasan pengalihan kendaraan. Karena itu, pengendara sebaiknya mengikuti petunjuk petugas di lapangan dan memperhatikan informasi lalu lintas terkini sebelum melintasi kawasan Jakarta Pusat.

Penutupan dimulai pada sore hari, ketika kegiatan demonstrasi berlangsung di kawasan itu. Belum ada keterangan dalam informasi awal mengenai berapa lama pengaturan lalu lintas akan diterapkan atau kapan seluruh ruas kembali dibuka. Rincian mengenai jumlah peserta dan tuntutan aksi juga tidak disebutkan. Perkembangan lebih lanjut mengenai kondisi jalan dan pengaturan kendaraan dapat berubah mengikuti situasi di lapangan. Pengguna jalan yang memiliki tujuan di sekitar Bundaran HI dapat mempertimbangkan kondisi tersebut saat merencanakan perjalanan pada Rabu sore. Untuk sementara, fakta utama yang diketahui adalah sejumlah ruas di sekitar Bundaran HI dan Menteng ditutup mulai sekitar pukul 15.30 WIB karena aksi mahasiswa. Informasi tersebut menjadi dasar bagi pengendara untuk mengantisipasi perjalanan, tanpa mengasumsikan bahwa seluruh akses di kawasan itu tertutup.Personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk mengamankan kawasan Bundaran HI dan Jalan MH Thamrin pada 28 Oktober. Pengamanan dilakukan bersamaan dengan pemasangan blokade di sejumlah titik, sehingga arus kendaraan yang melintas perlu diarahkan menyesuaikan kondisi di lapangan. Kehadiran petugas dan penghalang menjadi bagian dari pengaturan akses di sekitar lokasi aksi mahasiswa. Pengendara diimbau memperhatikan arahan petugas ketika mendekati kawasan tersebut, terutama pada ruas yang mengarah ke pusat kegiatan dan area yang dibatasi.

Di ruas Jalan MH Thamrin dari arah Bundaran HI menuju Monas, blokade berada di kawasan air mancur Bundaran HI. Dengan demikian, titik penghalang berada di sekitar air mancur pada sisi yang mengarah dari Bundaran HI ke Monas. Pada sisi Jalan MH Thamrin yang menuju Semanggi, penghalang juga ditempatkan di kawasan air mancur Bundaran HI. Kedua keterangan arah ini merujuk pada sisi jalan yang berbeda, meskipun titik lokasinya sama-sama disebut berada di area air mancur Bundaran HI.

Sementara itu, untuk kendaraan yang datang dari arah Monas, blokade berada di sekitar Gedung UOB. Lokasi ini menjadi titik pembatas akses dari arah Monas menuju kawasan Bundaran HI di Jalan MH Thamrin. Penempatan penghalang di sekitar Gedung UOB perlu dibedakan dari blokade di kawasan air mancur Bundaran HI, karena keduanya berada pada titik yang berbeda dalam ruas jalan tersebut. Personel gabungan TNI-Polri mengamankan area blokade dan membantu mengatur pergerakan kendaraan di sekitar titik pembatas.

Susunan lokasi itu menunjukkan bahwa pengalihan kendaraan berkaitan dengan beberapa akses menuju Bundaran HI, bukan hanya satu titik penutupan. Pengendara dari arah berbeda dapat menjumpai penghalang pada lokasi yang berlainan: kawasan air mancur bagi arus dari Bundaran HI menuju Monas maupun sisi menuju Semanggi, serta sekitar Gedung UOB bagi arus dari Monas. Karena pengaturan dapat berubah mengikuti situasi, pengguna jalan sebaiknya mengikuti petunjuk petugas dan mempertimbangkan rute alternatif sebelum melintasi Jalan MH Thamrin pada waktu kegiatan berlangsung.

Penutupan ruas di sekitar Bundaran HI selama aksi mahasiswa pada 28 Oktober berdampak pada kelancaran arus kendaraan di pusat Jakarta. Pengendara yang biasanya melintasi kawasan tersebut perlu mengikuti pengalihan sesuai arah perjalanan, karena akses langsung menuju Bundaran HI dapat dibatasi. Perubahan jalur berpotensi membuat perjalanan lebih panjang dan menambah kepadatan pada ruas alternatif, terutama ketika kendaraan dari beberapa arah bertemu di jalan penghubung. Pengguna jalan disarankan memperhatikan rambu dan arahan petugas di lapangan.

Bagi kendaraan yang bergerak dari arah Monas menuju Semanggi, rute pengalihan dimulai dengan melewati Jalan KH Wahid Hasyim. Dari jalan tersebut, perjalanan kemudian diteruskan menuju Jalan Hos Cokroaminoto atau Jalan KH Mas Mansyur. Kedua pilihan ini menjadi jalur alternatif untuk menghindari area yang terdampak penutupan di Bundaran HI. Pengendara perlu mencermati kondisi lalu lintas sebelum memilih kelanjutan rute, sebab kepadatan dapat berbeda pada masing-masing ruas dan berubah mengikuti situasi aksi.

Sementara itu, kendaraan dari arah Semanggi diarahkan melalui Jalan Karet Pasar Baru Timur III. Setelah melewati jalan tersebut, pengendara dapat melanjutkan perjalanan menuju Jalan Galunggung atau Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo. Urutan rute ini perlu diikuti agar arus kendaraan dapat menyebar ke jalur alternatif dan tidak menumpuk di akses menuju Bundaran HI. Pengemudi juga sebaiknya menjaga jarak, mengurangi kecepatan ketika memasuki persimpangan, serta mematuhi petunjuk petugas yang mengatur lalu lintas.

Pengalihan tersebut dapat memengaruhi waktu tempuh, khususnya pada jam ramai atau saat jumlah peserta aksi meningkat. Karena itu, pengguna jalan yang melintas di sekitar Monas, Semanggi, dan Bundaran HI sebaiknya mempertimbangkan waktu keberangkatan serta menyiapkan pilihan perjalanan lain bila diperlukan. Kendaraan yang tidak berkepentingan melewati kawasan terdampak dapat memilih menghindari pusat kegiatan untuk membantu mengurangi beban di ruas alternatif. Dengan memperhatikan arah pengalihan sejak awal, pengendara dapat mengurangi risiko salah jalur dan membantu menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi.

Hingga sore pada 28 Oktober, mahasiswa masih menyampaikan orasi di kawasan air mancur Bundaran HI. Aksi tersebut tetap berlangsung di titik itu, sementara personel gabungan tampak berjaga untuk mengamankan demonstrasi. Keberadaan petugas dan aktivitas peserta menjadi keadaan yang terlihat di sekitar lokasi pada waktu tersebut. Mahasiswa berorasi di area air mancur, dan pengamanan oleh personel gabungan terus tampak menyertai berlangsungnya kegiatan. Situasi ini menunjukkan bahwa hingga sore, demonstrasi belum berhenti berdasarkan pengamatan yang disampaikan. Informasi mengenai aksi pada sore hari berpusat pada dua hal tersebut: mahasiswa yang masih berorasi dan petugas gabungan yang berjaga di sekitar kawasan Bundaran HI.

Di sekitar air mancur, para mahasiswa tetap menyuarakan orasi ketika personel gabungan berada di lokasi untuk menjaga keamanan demonstrasi. Keadaan itu terlihat hingga sore, tanpa keterangan bahwa kegiatan telah selesai. Dengan demikian, gambaran dari kawasan Bundaran HI pada waktu tersebut masih memperlihatkan berlangsungnya penyampaian orasi oleh mahasiswa. Petugas gabungan tampak berjaga, sementara peserta aksi tetap berada di sekitar air mancur dan melanjutkan orasi. Keduanya menjadi bagian dari keadaan demonstrasi yang terpantau pada sore itu. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai perubahan pada situasi tersebut; yang terlihat adalah pengamanan oleh personel gabungan dan mahasiswa yang masih berorasi di lokasi.

Hingga sore, situasi aksi di kawasan air mancur Bundaran HI masih ditandai oleh mahasiswa yang berorasi dan personel gabungan yang berjaga untuk mengamankan demonstrasi. Keterangan tersebut menggambarkan keadaan yang tampak di lokasi pada waktu itu, tanpa menyatakan kapan aksi akan berakhir. Mahasiswa masih menyampaikan orasi di sekitar air mancur, sedangkan petugas gabungan tampak menjalankan pengamanan di kawasan demonstrasi. Dengan kondisi yang dilaporkan tersebut, kegiatan masih berlangsung pada sore hari.

Baca juga: Krida Nusantara: Mahasiswa PPG UHAMKA Kenalkan Budaya melalui Bermain dan Berkarya | Perkuat Kesiapsiagaan Dalam Menangani Karhutla, Personel Lanud Sjamsudin Noor Asah Kemampuan Operasikan Kendaraan Pemadam Kebakaran