Jakarta | Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos setelah tim menelan kekalahan 1-5 dari Persija Jakarta pada pekan keenam Super League 2026/2027. Keputusan tersebut diumumkan klub pada Jumat, 23 Oktober 2026, menyusul hasil pertandingan yang menjadi sorotan bagi tim dan pendukungnya. Dalam pernyataan resmi, Arema menyampaikan bahwa kerja sama dengan Santos telah berakhir. Pengumuman itu menandai perubahan penting dalam perjalanan klub pada musim ini, terutama setelah pertandingan melawan Persija memperlihatkan kesenjangan hasil yang cukup besar. Meski kekalahan tersebut menjadi latar langsung pengumuman, klub juga menjelaskan bahwa langkah manajemen didasarkan pada evaluasi terhadap performa tim.
Hasil 1-5 itu disebut sebagai salah satu faktor yang melandasi keputusan, bukan satu-satunya pertimbangan. Manajemen terlebih dahulu mengevaluasi penampilan Arema, termasuk capaian tim dalam kompetisi, sebelum menentukan arah berikutnya. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya klub menilai situasi secara menyeluruh dan mempertimbangkan kebutuhan tim pada fase awal musim. Dengan demikian, berakhirnya kerja sama tidak semata-mata dijelaskan sebagai reaksi sesaat terhadap skor pertandingan. Namun, kekalahan telak dari Persija menjadi hasil yang sangat menonjol dalam rangkaian evaluasi itu, sekaligus mempertegas tekanan terhadap performa Arema di Super League.
Melalui pengumuman resminya, klub mengonfirmasi berakhirnya hubungan kerja dengan Santos tanpa mengubah pokok keputusan tersebut: ia tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala Arema. Pernyataan itu menjadi dasar informasi bagi publik mengenai status sang pelatih setelah pertandingan pekan keenam. Klub belum perlu dikaitkan dengan alasan lain di luar evaluasi performa dan hasil yang telah disampaikan. Bagi Arema, langkah ini membuka fase baru ketika manajemen perlu menentukan tindak lanjut untuk tim, sementara pemain harus bersiap menghadapi pertandingan berikutnya. Untuk saat ini, inti perkembangan yang telah dipastikan adalah keputusan manajemen mengakhiri kerja sama, diumumkan pada 23 Oktober, setelah kekalahan 1-5 dari Persija masuk dalam pertimbangan evaluasi klub.
Manajemen Arema menyampaikan bahwa keputusan mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap rangkaian hasil negatif yang dialami tim. Evaluasi tersebut menjadi dasar klub dalam menilai perjalanan Arema dan menentukan langkah yang dianggap perlu untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Dengan demikian, keputusan itu berkaitan dengan upaya memperbaiki perjalanan klub pada musim tersebut, sebagaimana disampaikan manajemen. Keterangan yang tersedia tidak menyebutkan alasan lain di luar evaluasi atas hasil pertandingan dan kebutuhan untuk memperbaiki perjalanan Arema. Penjelasan tersebut menempatkan rangkaian hasil negatif sebagai konteks utama keputusan, bukan sebagai satu kejadian yang berdiri sendiri. Klub meninjau hasil yang telah dicapai sebelum mengambil langkah itu.
Kekalahan dari Persija menjadi bagian dari rangkaian hasil yang menyertai evaluasi tersebut. Hasil pertandingan itu membuat posisi Arema semakin terpuruk dalam klasemen sementara. Hingga pekan keenam, Arema berada di peringkat ke-12. Posisi itu menggambarkan keadaan tim dalam kompetisi setelah enam pekan pertandingan, dan kekalahan dari Persija menambah tekanan pada perjalanan klub dalam rangkaian tersebut. Manajemen mengaitkan keputusan dengan evaluasi atas hasil-hasil negatif secara menyeluruh, sementara laga melawan Persija merupakan hasil terbaru yang memperburuk posisi Arema. Karena itu, konteks klasemen dan kekalahan tersebut menjadi bagian dari gambaran yang disampaikan mengenai keputusan klub, tanpa perlu menambahkan penjelasan lain yang tidak tercantum dalam keterangan manajemen.
Langkah mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos disampaikan sebagai upaya memperbaiki perjalanan Arema pada kompetisi musim 2026/2027. Fokus yang dinyatakan manajemen adalah perbaikan, berdasarkan peninjauan menyeluruh terhadap rangkaian hasil yang telah diperoleh. Hasil buruk yang berlanjut serta posisi ke-12 hingga pekan keenam memberi konteks bagi keputusan itu, setelah kekalahan dari Persija. Namun, keterangan manajemen yang menjadi dasar pembahasan ini hanya menegaskan evaluasi menyeluruh dan tujuan memperbaiki perjalanan Arema. Tidak ada alasan tambahan yang disampaikan dalam informasi tersebut. Dengan demikian, keputusan perubahan kerja sama dapat dipahami dalam lingkup penilaian terhadap performa hasil tim sejauh kompetisi berjalan, serta keinginan klub untuk memperbaiki perjalanan pada musim 2026/2027.
Marcos Santos, pelatih asal Brasil, mulai menangani Arema pada awal musim 2025/2026. Penunjukan tersebut menjadi awal kiprahnya bersama klub asal Malang itu, sekaligus periode pertamanya memimpin tim sepanjang satu musim kompetisi. Catatan pada musim tersebut mencakup seluruh pertandingan Arema di Super League, sehingga memberikan gambaran mengenai hasil yang diraih tim di bawah kepelatihannya.
Pada musim pertamanya, Marcos memimpin Arema dalam 34 pertandingan Super League. Setelah menjalani rangkaian laga tersebut, Arema menutup kompetisi dengan menempati posisi kesembilan. Posisi akhir itu merupakan catatan tim selama musim 2025/2026, sebelum memasuki kompetisi berikutnya. Angka jumlah pertandingan dan posisi klasemen tersebut menjadi bagian utama dari rekam jejak Marcos selama menangani Arema.
Memasuki musim 2026/2027, hasil Arema dalam enam pertandingan awal terdiri atas satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan dua kekalahan. Satu-satunya kemenangan dalam catatan itu diraih saat Arema menghadapi Isenmulang Kalteng FC. Dalam pertandingan tersebut, Arema menang dengan skor 4-0. Hasil itu menjadi kemenangan yang tercatat dari enam laga awal, sementara tiga pertandingan lainnya berakhir imbang dan dua berujung kekalahan.
Di luar catatan enam pertandingan tersebut, Arema juga mengalami kekalahan 1-5 dari Persija. Hasil melawan Persija itu menjadi bagian dari rangkaian hasil yang disebut dalam pembahasan kiprah Marcos pada awal musim 2026/2027. Dengan demikian, catatan yang tersedia mencakup hasil musim pertamanya di Super League, posisi akhir Arema pada musim tersebut, serta hasil-hasil awal pada musim berikutnya. Rincian ini menggambarkan performa tim berdasarkan jumlah pertandingan dan skor yang tercatat, tanpa mengaitkan hasil-hasil tersebut dengan alasan tertentu.
Dalam menyampaikan keputusan untuk mengakhiri kerja sama, Arema tetap memberikan penghargaan kepada Marcos Santos atas dedikasi dan kontribusinya selama menangani Singo Edan. Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa perpisahan ini tidak menghapus pengakuan klub terhadap upaya yang telah dilakukan Marcos selama menjalankan tugasnya. Klub juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan pengabdian sang pelatih dalam mendampingi tim, meskipun hasil pertandingan terakhir tidak sesuai harapan.
Arema turut meminta maaf kepada para pendukung atas hasil dan situasi yang mengecewakan. Permintaan maaf itu menjadi bagian penting dari sikap klub setelah kekalahan dari Persija dan keputusan berpisah dengan Marcos. Bagi suporter, hasil pertandingan serta posisi tim di kompetisi tentu menjadi perhatian, sehingga pernyataan klub dapat dipahami sebagai pengakuan atas kekecewaan yang dirasakan. Namun, informasi yang disampaikan klub tetap berfokus pada apresiasi kepada Marcos dan permohonan maaf kepada pendukung.
Situasi tersebut berlangsung ketika Arema berada di peringkat ke-12 klasemen setelah enam pekan. Posisi itu memberi gambaran tentang kondisi tim pada tahap awal kompetisi, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh perjalanan yang masih akan berlangsung. Keputusan berpisah dengan pelatih datang di tengah catatan tersebut, sementara klub belum menyampaikan informasi mengenai sosok pengganti ataupun langkah berikutnya. Karena itu, perkembangan yang dapat dipastikan saat ini terbatas pada berakhirnya kerja sama, apresiasi Arema kepada Marcos, permintaan maaf kepada suporter, dan posisi tim di klasemen.
Sikap klub menempatkan keputusan ini dalam konteks yang lebih luas daripada satu hasil pertandingan.






