BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sulawesi Utara hingga 8 November

BMKG Peringatkan Potensi Hujan, Gelombang Tinggi, dan Rob pada 28 Oktober

Kota Manado | BMKG mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 8 November 2026. Kondisi yang perlu diantisipasi mencakup hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang. Masyarakat juga diminta mencermati kemungkinan bertambahnya akumulasi curah hujan harian selama periode tersebut. Imbauan ini disampaikan Karina Husna, Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, di Manado pada Senin, 2 November 2026.

Potensi hujan lebat dapat menimbulkan dampak berbeda bergantung pada kondisi setempat, terutama apabila hujan berlangsung dalam waktu lama atau turun dengan intensitas tinggi. Karena itu, warga perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan memperhitungkan kondisi lingkungan masing-masing. Petir dan angin kencang yang menyertai hujan juga dapat meningkatkan risiko saat beraktivitas di luar ruangan. BMKG mengingatkan agar kewaspadaan tidak hanya dilakukan ketika hujan mulai turun, tetapi juga selama periode peringatan masih berlaku.

Perubahan cuaca dapat terjadi dari waktu ke waktu, sehingga masyarakat sebaiknya mengikuti pembaruan prakiraan dan peringatan resmi dari BMKG. Informasi tersebut dapat menjadi acuan untuk menyesuaikan kegiatan harian serta merencanakan perjalanan dengan lebih hati-hati. Warga juga perlu memperhatikan tanda-tanda cuaca memburuk di lingkungan sekitar dan menghindari situasi yang berisiko ketika petir atau angin kencang terjadi. Jika hujan deras meningkatkan genangan atau mengganggu akses, utamakan keselamatan dan hindari memaksakan perjalanan.

Peringatan hingga 8 November ini menjadi pengingat bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk bersiap menghadapi kemungkinan cuaca yang kurang kondusif. Dengan memantau informasi meteorologi secara berkala dan menerapkan langkah pencegahan yang sesuai, risiko akibat hujan, petir, maupun angin kencang dapat dikurangi. BMKG mengimbau warga tetap tenang, dan merujuk pada informasi resmi untuk mengetahui perkembangan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.

Karina menjelaskan bahwa salah satu latar kondisi cuaca di Sulawesi Utara adalah masuknya angin muson Asia. Aliran angin ini membawa kandungan uap air yang dapat menambah kelembapan atmosfer, sehingga mendukung terbentuknya awan dan meningkatkan aktivitas konvektif di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika memperkirakan potensi hujan, terutama saat udara lembap bertemu dengan keadaan atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan. Masuknya muson Asia juga mengindikasikan bahwa wilayah Sulawesi Utara mulai memasuki periode musim hujan. Peralihan menuju musim hujan dapat membuat pola cuaca lebih dinamis, dengan peluang hujan yang meningkat di sejumlah daerah, meski intensitas dan sebarannya dapat berbeda-beda.

Di sisi lain, Karina menyebut indeks Nino 3.4 tercatat sebesar 2,88 dan masih berpengaruh terhadap berkurangnya curah hujan di wilayah tersebut. Indeks ini menjadi bagian dari gambaran kondisi iklim yang lebih luas dan dapat memengaruhi distribusi hujan. Pengaruh tersebut perlu dibaca bersama faktor-faktor atmosfer lain yang berlangsung secara bersamaan. Dengan demikian, adanya dampak yang menekan curah hujan tidak serta-merta berarti hujan lebat tidak dapat terjadi. Sebaliknya, potensi hujan yang meningkat akibat pasokan uap air juga tidak menghapus pengaruh indeks Nino 3.4. Kedua informasi itu menjelaskan aspek berbeda dari kondisi cuaca, sehingga pemantauan tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan terbaru di masing-masing wilayah.

Faktor lain yang mendukung pembentukan hujan adalah labilitas lokal yang kuat. Keadaan atmosfer yang labil dapat memudahkan udara naik, berkembang, lalu membentuk awan hujan. Pertumbuhan awan tersebut berpotensi disertai petir, sehingga cuaca tidak hanya dapat menghadirkan hujan, tetapi juga kondisi yang perlu diwaspadai saat aktivitas luar ruang berlangsung. Kombinasi kelembapan dari muson Asia, aktivitas konvektif, serta labilitas setempat dapat mendukung proses pembentukan awan, sementara indeks Nino 3.4 tetap memberi pengaruh pada curah hujan dalam skala yang lebih luas. Karena berbagai faktor tersebut bekerja bersamaan, kondisi di Sulawesi Utara dapat berubah menurut lokasi dan waktu. Masyarakat sebaiknya memperhatikan informasi dan peringatan cuaca resmi BMKG, khususnya ketika hujan disertai petir atau angin kencang berpotensi terjadi.

Pada Senin, 2 November, potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Utara. Daerah yang disebut meliputi Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Minahasa Selatan. Prakiraan ini menunjukkan bahwa perhatian perlu diberikan pada beberapa kawasan di sekitar Manado dan Minahasa, terutama ketika kondisi atmosfer mendukung terbentuknya hujan lebat atau angin kencang. Namun, daftar tersebut merupakan wilayah yang berpotensi terdampak, bukan kepastian bahwa cuaca ekstrem akan terjadi di seluruh lokasi.

Memasuki Selasa hingga Rabu, prakiraan umum menunjukkan cuaca cerah hingga hujan ringan. Gambaran ini berbeda dari daftar wilayah berpotensi cuaca ekstrem untuk Senin dan hari-hari berikutnya. Karena itu, kondisi pada kedua hari tersebut sebaiknya dipahami sebagai kecenderungan cuaca secara umum, bukan sebagai pernyataan bahwa setiap daerah di Sulawesi Utara akan mengalami hujan dengan intensitas yang sama. Perubahan kondisi setempat tetap dapat terjadi, sehingga perkembangan informasi cuaca perlu diperhatikan.

Pada Kamis, 5 November, potensi cuaca ekstrem kembali dicantumkan untuk wilayah tertentu, kali ini Kabupaten Kepulauan Talaud. Perhatian terhadap wilayah kepulauan tersebut menjadi penting karena kondisi cuaca dapat berubah dan memengaruhi kegiatan masyarakat. Informasi ini tetap bersifat prakiraan; warga dapat menggunakan pembaruan resmi sebagai acuan untuk menilai keadaan terkini, khususnya sebelum melakukan perjalanan atau kegiatan di luar ruangan.

Untuk Jumat, 6 November, cakupan wilayah yang berpotensi terdampak lebih luas. Daftar kota mencakup Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu, sedangkan kabupaten yang disebut adalah Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, serta Kepulauan Sangihe. Penyebutan wilayah-wilayah ini tidak mengubah prakiraan umum cerah hingga hujan ringan pada Selasa dan Rabu, karena masing-masing keterangan merujuk pada hari yang berbeda. Warga di daerah yang masuk daftar dapat memantau informasi BMKG secara berkala, memperhatikan peringatan yang diperbarui, dan menyesuaikan rencana apabila kondisi hujan lebat atau angin kencang terpantau. Langkah tersebut membantu masyarakat memperoleh gambaran cuaca sesuai lokasi dan waktu, tanpa menganggap seluruh wilayah akan mengalami kondisi seragam.

Pada Sabtu, 7 November, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Utara. Hujan tersebut dapat disertai petir dan angin kencang. Selain itu, beberapa daerah berpotensi mengalami peningkatan akumulasi curah hujan harian. Kondisi ini merupakan prakiraan, sehingga tidak berarti seluruh wilayah yang disebutkan pasti mengalami cuaca tersebut.

Wilayah kota yang masuk dalam daftar potensi pada Sabtu adalah Kota Manado, Kota Tomohon, dan Kota Kotamobagu. Sementara itu, daerah kabupaten yang berpeluang terdampak meliputi Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan. Potensi serupa juga mencakup Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, serta Bolaang Mongondow Timur.

Warga di wilayah-wilayah tersebut dapat mencermati perkembangan cuaca, terutama apabila hujan mulai turun dengan intensitas meningkat. Petir dan angin kencang berpotensi menyertai hujan, sedangkan penambahan akumulasi curah hujan harian dapat terjadi di sejumlah daerah. Namun, waktu, durasi, dan kondisi aktual hujan dapat berbeda satu lokasi dan lokasi lainnya. Karena itu, prakiraan ini sebaiknya dipahami sebagai informasi potensi, bukan kepastian kejadian di setiap kecamatan atau lingkungan.

Pada Minggu, 8 November, hujan sedang hingga lebat yang berpeluang disertai petir dan angin kencang diprakirakan dapat terjadi di wilayah yang berbeda.

Baca juga: Silaturahmi Penuh Jelang HUT TNI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Ingatkan tentang Profesionalisme Prajurit

15 kunjungan