BSI Siapkan Operasional Cabang Jeddah, Target Mulai Layanan Januari 2027

BSI Siapkan Operasional Cabang Jeddah, Target Mulai Layanan Januari 2027

Jakarta | PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BSI/BRIS) menargetkan kantor cabang luar negerinya di Jeddah, Arab Saudi, mulai beroperasi paling lambat pada Januari 2027. Target tersebut menunjukkan jadwal pembukaan yang bergeser dari rencana semula. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan bahwa perseroan sebelumnya menargetkan layanan cabang itu dapat dimulai pada bulan berikutnya. Namun, jadwal tersebut kini berubah dan operasional diproyeksikan berlangsung pada tahun depan.

Meski target waktu telah disampaikan, cabang Jeddah belum memulai kegiatan operasional. Rencana tersebut masih bergantung pada tahapan pemeriksaan dan persetujuan dari regulator Arab Saudi. Karena itu, Januari 2027 merupakan batas waktu yang ditargetkan BSI, bukan tanggal pasti dimulainya layanan. Proses yang sedang berjalan perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum kantor dapat melayani nasabah dan menjalankan kegiatan perbankan secara resmi.

Perubahan jadwal ini menempatkan persiapan operasional dan pemenuhan ketentuan regulator sebagai perhatian utama menjelang pembukaan. BSI masih perlu menunggu hasil pemeriksaan serta keputusan otoritas setempat, sehingga kepastian mengenai waktu layanan akan mengikuti perkembangan proses tersebut. Sampai seluruh persyaratan dan persetujuan diperoleh, kantor cabang di Jeddah tetap berstatus belum beroperasi.

Target pembukaan cabang di Arab Saudi menjadi bagian dari rencana BSI untuk menghadirkan kehadiran langsung di luar negeri. Namun, informasi yang disampaikan saat ini menegaskan bahwa rencana itu belum memasuki tahap layanan bagi publik. Anggoro menyebut adanya perubahan dari perkiraan awal ke target tahun depan, dengan Januari 2027 sebagai waktu paling lambat yang dituju. Selanjutnya, realisasi jadwal akan ditentukan oleh proses pemeriksaan dan persetujuan regulator Arab Saudi. Dengan demikian, perkembangan menuju pembukaan masih menunggu keputusan otoritas, sementara perseroan menargetkan operasional dapat dimulai sesuai batas waktu tersebut.

Persiapan operasional kantor cabang Jeddah oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus berlanjut, dengan kemajuan pada sisi gedung dan sistem teknologi informasi yang masing-masing telah mencapai sekitar 80 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan utama untuk menyiapkan lokasi dan infrastruktur pendukung sudah berjalan, meskipun kantor belum dapat langsung melayani nasabah. BSI masih perlu menuntaskan rangkaian pemeriksaan sebelum memperoleh persetujuan untuk memulai kegiatan. Perkembangan ini menjadi bagian dari rencana bank untuk membuka layanan di Jeddah pada Januari 2027. Perkiraan persentase penyelesaian menggambarkan kemajuan persiapan, bukan tanda bahwa seluruh persyaratan operasional telah dipenuhi.

Direktur Utama BSI, Anggoro, menyatakan bahwa kantor dan infrastruktur teknologi informasi telah disiapkan. Namun, regulator setempat perlu memeriksa seluruh checkpoint atau titik pemeriksaan yang dipersyaratkan sebelum memberikan persetujuan. Karena itu, tahapan berikutnya tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik gedung, tetapi juga memastikan fasilitas, sistem, serta kesiapan operasional memenuhi ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan teknologi informasi dilakukan pada setiap tahapan persiapan, sehingga evaluasi berlangsung secara bertahap, bukan hanya pada akhir proses. Pendekatan tersebut memungkinkan regulator menilai kesiapan sistem dan memastikan setiap bagian infrastruktur telah melalui pengecekan sebelum layanan dibuka. Dengan demikian, jadwal pembukaan tetap berkaitan dengan penyelesaian pemeriksaan dan keputusan regulator.

Anggoro menyebut proses ini memiliki tantangan tersendiri karena BSI menjadi bank Indonesia pertama yang membuka kantor di wilayah tersebut. Posisi sebagai pelopor membuat persiapan memerlukan koordinasi dan pemahaman terhadap ketentuan lokal, termasuk proses pemeriksaan yang harus dilalui. Meski gedung dan sistem TI telah mencapai sekitar 80 persen, bank tetap harus mengikuti seluruh prosedur hingga mendapat izin resmi. Keterangan itu disampaikan Anggoro setelah konferensi pers BSI International Expo di Kopikalyan, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026. Ia menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi dasar penting, tetapi persetujuan regulator merupakan tahapan yang tidak dapat dilewati. BSI menargetkan layanan cabang Jeddah mulai beroperasi pada Januari 2027, dengan pelaksanaan yang menunggu rampungnya pemeriksaan dan persetujuan yang diperlukan.

Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jeddah direncanakan beroperasi dengan status full branch atau kantor cabang penuh. Rencana tersebut menunjukkan bahwa kehadiran BSI di Arab Saudi akan dibangun sebagai operasi cabang, bukan sekadar perwakilan. Meski demikian, status kantor sebagai full branch tidak berarti seluruh kegiatan dan jenis layanan langsung tersedia sejak hari pertama. Persiapan operasional akan dilakukan secara bertahap, dengan memperhatikan kesiapan organisasi, ketentuan yang berlaku, serta kebutuhan nasabah. Pendekatan ini memungkinkan pembukaan cabang berjalan terukur sebelum cakupan kegiatannya dikembangkan lebih lanjut.

Jenis layanan yang dapat diakses melalui kantor Jeddah akan dimulai secara bertahap. BSI belum merinci layanan tertentu yang akan tersedia pada tahap awal, sehingga informasi mengenai produk atau fasilitas khusus belum dapat dipastikan. Perkembangan operasional nantinya akan mengikuti tahapan persiapan dan pelaksanaan yang telah direncanakan. Dengan demikian, masyarakat sebaiknya membedakan rencana pembukaan cabang penuh dan waktu ketersediaan masing-masing layanan. Status full branch menjelaskan bentuk operasional yang dituju, sementara implementasi layanan tetap berlangsung melalui proses bertahap. Rencana tersebut juga memberi ruang bagi BSI untuk menyesuaikan kesiapan layanan dengan lingkungan setempat.

Selain menyiapkan operasional, BSI juga telah menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung keberadaan kantor cabang tersebut. Dalam pemenuhan tenaga kerja, pekerja lokal akan dilibatkan. Sekitar 70 persen tenaga kerja cabang disyaratkan berasal dari Arab Saudi. Ketentuan ini menjadi bagian penting dari persiapan sumber daya manusia dan menempatkan partisipasi tenaga kerja setempat sebagai unsur dalam pengembangan cabang. BSI tidak menyampaikan jumlah pekerja yang akan direkrut, sehingga angka keseluruhan tenaga kerja belum dapat disebutkan. Secara umum, kesiapan personel dan penerapan porsi pekerja lokal akan berjalan seiring dengan pembentukan operasional cabang. Informasi lebih lanjut mengenai susunan tim maupun pembagian pekerjaan dapat menunggu pengumuman resmi berikutnya.

Rencana BSI membuka kantor cabang di Jeddah berangkat dari persetujuan resmi pemerintah Arab Saudi. Pada 22 April 2025, otoritas Saudi menyetujui izin bagi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk membuka cabang di negara tersebut. Pengumuman disampaikan dalam sidang kabinet yang dipimpin Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud. Persetujuan ini menjadi landasan penting bagi persiapan operasional BSI di Jeddah, dengan sasaran mulai memberikan layanan pada Januari 2027.

Izin tersebut juga memiliki makna lebih luas daripada sekadar pembukaan kantor baru. Sumber terkait menyebut persetujuan itu memperkuat kolaborasi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia dan Arab Saudi. Kehadiran BSI di Jeddah berpotensi mendukung hubungan bisnis, perdagangan, investasi, serta kebutuhan transaksi masyarakat dan pelaku usaha yang memiliki keterkaitan dengan kedua negara. Namun, pembukaan cabang tetap bergantung pada penyelesaian berbagai persiapan operasional dan pemenuhan ketentuan yang berlaku. Karena itu, target layanan Januari 2027 perlu dipahami sebagai rencana yang ditetapkan perusahaan, bukan sebagai bukti bahwa seluruh proses telah selesai.

Langkah di Jeddah akan melengkapi kehadiran BSI di Timur Tengah. Sebelumnya, BSI telah beroperasi di Dubai, Uni Emirat Arab. Kantor di Dubai disebut sebagai satu-satunya bank syariah asal Indonesia yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Perbedaan lokasi ini juga menunjukkan bahwa ekspansi BSI tidak hanya berfokus pada satu pusat kegiatan ekonomi regional. Dubai menjadi pijakan yang telah berjalan, sedangkan Jeddah membuka peluang untuk memperluas jangkauan layanan ke Arab Saudi, salah satu pasar penting bagi hubungan Indonesia di kawasan.

Jika cabang Jeddah mulai beroperasi sesuai rencana Indonesia akan memiliki dua kantor cabang bank syariah di Timur Tengah yakni di Dubai dan.

Baca juga: Dari Pesantren untuk Ibu Pertiwi: Kodim 0813 Bojonegoro Bangun Sarana Olahraga Militer, Siapkan Santri Jadi Prajurit TNI