DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Dari 63 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang tercatat di Depok, baru satu gerai yang tampak memberikan pelayanan kepada warga. Namun, pemantauan terhadap sejumlah lokasi menunjukkan bahwa aktivitas pelayanan belum terlihat secara merata. Kondisi tersebut tampak di Kopdes Merah Putih Kelurahan Cipayung dan Kopdes Merah Putih Kelurahan Pancoran Mas, yang sama-sama belum menunjukkan kegiatan pelayanan ketika didatangi.
Kopdes Merah Putih Kelurahan Cipayung menempati sebuah bangunan ruko di deretan pertokoan dekat lapangan sepak bola Cipayung. Saat dipantau, gerai itu dalam keadaan tertutup. Hanya terlihat beberapa sepeda motor terparkir di sekitar lokasi. Tidak tampak aktivitas pelayanan maupun warga yang sedang bertransaksi di dalam gerai. Informasi mengenai kapan koperasi tersebut mulai beroperasi juga belum terlihat di lokasi. Keadaan itu membuat keberadaan gerai belum dapat dipastikan melayani masyarakat secara rutin.
Kondisi serupa terlihat di Kopdes Merah Putih Kelurahan Pancoran Mas yang berada di Jalan Pitara, Pancoran Mas. Pagar gerai terkunci dengan gembok. Di bagian halaman, tampak beberapa tumpukan sampah, sebuah gerobak, serta meja yang tertutup kain dan bekas spanduk usang. Warga setempat, Neneng, mengatakan gerai tersebut sempat dibuka sebentar. Setelah itu, gerai kembali tutup dalam waktu lama dan tampak tidak terurus. Keterangan warga tersebut menggambarkan bahwa kegiatan di lokasi belum berlangsung secara berkelanjutan. Hingga pemantauan dilakukan, tidak tampak pelayanan yang dapat diakses warga dari gerai tersebut.
Neneng menjelaskan bahwa bangunan yang kini disiapkan untuk Kopdes Merah Putih di Pancoran Mas sebelumnya memiliki fungsi sebagai kantor kelurahan. Bangunan tersebut kemudian tidak lagi digunakan setelah kantor kelurahan memiliki gedung baru. Sejak saat itu, lokasi tersebut tidak lagi dipakai sebagai kantor pelayanan kelurahan dan kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan usaha lain sebelum direncanakan menjadi koperasi.
Menurut keterangan Neneng, bangunan itu sempat dijadikan tempat usaha koperasi D’Co Mart. Namun, usaha tersebut hanya bertahan dalam waktu singkat. Neneng memperkirakan D’Co Mart tidak mampu bertahan karena kalah bersaing dengan minimarket yang berada di sekitar lokasi. Setelah kegiatan D’Co Mart berhenti, bangunan tersebut kembali menunggu pemanfaatan hingga muncul rencana pembukaan Kopdes Merah Putih Pancoran Mas.
Neneng berharap Kopdes Merah Putih segera dibuka dan dapat melayani kebutuhan warga. Ia menyebut koperasi tersebut berpihak kepada masyarakat, sehingga keberadaannya diharapkan memberikan manfaat bagi warga Pancoran Mas. Harapan lainnya adalah barang-barang yang dijual melalui koperasi dapat ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di minimarket maupun warung kelontong. Dengan harga yang lebih ringan, koperasi diharapkan dapat membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Keinginan itu disampaikan agar keberadaan Kopdes Merah Putih tidak hanya mengisi kembali bangunan yang sebelumnya tidak digunakan, tetapi juga benar-benar menjadi tempat warga memperoleh kebutuhan dengan biaya yang sesuai kemampuan mereka.
Kopdes Merah Putih Kelurahan Grogol menjadi satu-satunya gerai di Kota Depok yang telah membuka pelayanan kepada masyarakat. Gerai tersebut berada di kantor Kelurahan Grogol, sehingga warga dapat mendatanginya untuk melihat dan membeli sejumlah kebutuhan sehari-hari. Keberadaan layanan ini membuat Grogol memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan sejumlah lokasi lain yang hingga kini belum beroperasi.
Secara fasilitas, gerai di kantor kelurahan itu masih tampak sederhana. Rak yang tersedia baru diisi beberapa kebutuhan pokok, makanan ringan, dan minuman. Pilihan barangnya belum banyak, sehingga pelayanan yang diberikan masih berada pada tahap awal. Gerai tersebut juga belum memiliki lemari pendingin untuk menyimpan minuman. Selain itu, belum tersedia freezer yang dapat digunakan untuk menyimpan makanan beku. Kondisi itu menunjukkan bahwa operasional gerai masih dapat berkembang, baik dari sisi kelengkapan sarana maupun variasi produk yang ditawarkan kepada warga.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok, Mohammad Thamrin, menyampaikan bahwa terdapat 63 Kopdes Merah Putih yang tersebar di setiap kelurahan di Kota Depok. Namun, berdasarkan keterangan tersebut, baru gerai di Kelurahan Grogol yang telah melayani warga. Belum ada tambahan gerai lain yang beroperasi setelah Grogol membuka pelayanan. Pernyataan ini tidak berarti seluruh gerai lainnya tutup, melainkan menunjukkan bahwa sebagian gerai masih dalam tahap persiapan atau belum menjalankan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, Grogol untuk sementara menjadi titik layanan yang dapat diakses warga, sementara gerai di kelurahan lain masih menunggu kesiapan masing-masing sebelum mulai beroperasi.
Mohammad Thamrin menjelaskan bahwa hambatan utama operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Depok berkaitan dengan ketersediaan lahan. Sesuai arahan pemerintah pusat, setiap gerai idealnya dibangun di atas lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi. Ketentuan tersebut menjadi tantangan karena tidak banyak tanah di wilayah Depok yang memiliki luas memadai, sekaligus berada di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat. Kondisi ini membuat sebagian besar koperasi belum dapat segera membuka gerai untuk melayani kebutuhan warga.
Menurut Thamrin, sejumlah pengurus kemudian mengambil inisiatif dengan menyewa lahan secara mandiri. Langkah tersebut memungkinkan gerai dibuka meskipun dalam skala terbatas dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan fasilitas yang direncanakan. Gerai yang telah berjalan untuk sementara menyediakan beberapa jenis sembako, sehingga anggota dan masyarakat sekitar tetap memperoleh akses terhadap barang kebutuhan pokok. Inisiatif pengurus itu menunjukkan adanya upaya untuk mempertahankan kegiatan koperasi sambil menunggu dukungan lahan dan pembangunan fasilitas yang lebih memadai.
Thamrin juga menyampaikan bahwa Kopdes Merah Putih Cipayung belum beroperasi. Salah satu penyebabnya adalah adanya pergantian pengurus, sehingga proses penataan organisasi dan persiapan operasional masih harus dilakukan. Pergantian tersebut membutuhkan penyesuaian administrasi, pembagian tugas, serta penyusunan kembali rencana pengelolaan gerai agar kegiatan koperasi dapat berjalan secara tertib dan berkelanjutan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Depok berencana memfasilitasi pembangunan gerai di kelurahan-kelurahan, termasuk menyiapkan lahan melalui aset pemerintah daerah. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan layanan koperasi dan mengurangi beban pengurus dalam mencari tempat. Thamrin berharap gerai Kopdes Merah Putih Grogol dapat menjadi contoh atau percontohan bagi koperasi di kelurahan lain. Dengan menjadikan pengalaman Grogol sebagai bahan evaluasi, pembangunan gerai berikutnya diharapkan berlangsung lebih baik, sesuai kebutuhan setempat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi anggota.







