Dua Pengunjung Diduga Tertimbun Longsor di Glamping Pelaga, Basarnas Bali Bergerak

Dua Pengunjung Diduga Tertimbun Longsor di Glamping Pelaga, Basarnas Bali Bergerak

Kabupaten Badung | Dua pengunjung diduga tertimbun longsor di Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kabupaten Badung. Tebing yang berada di sekitar area penginapan dilaporkan tiba-tiba longsor dan materialnya menimbun satu unit glamping yang saat itu sedang ditempati dua orang. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena kedua pengunjung berada di dalam unit ketika longsoran terjadi. Informasi awal mengenai kejadian ini disampaikan oleh pemilik glamping, Kadek Suardika. Hingga laporan ini disusun, kondisi dua orang yang diduga tertimbun belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia.

Menurut laporan Suardika, longsor dipicu hujan lebat yang mengguyur Desa Pelaga dan daerah sekitarnya sejak Minggu malam, 1 November 2026. Hujan tersebut disebut berlangsung sebelum tebing di dekat area penginapan runtuh. Material dari tebing kemudian menimbun unit yang sedang dihuni para pengunjung. Keterangan itu menggambarkan adanya hubungan curah hujan dan kejadian longsor, tetapi tidak merinci durasi hujan, kondisi tanah, maupun luas bagian tebing yang runtuh. Tidak tersedia pula keterangan mengenai kerusakan pada bagian lain dari kawasan glamping.

Lokasi kejadian berada di kawasan Desa Pelaga, wilayah Kabupaten Badung yang menjadi tujuan kunjungan dan penginapan. Dugaan bahwa dua orang masih tertimbun membuat peristiwa ini memerlukan penanganan segera serta kepastian mengenai keadaan mereka. Namun, informasi awal yang disampaikan pemilik usaha tersebut belum memuat rincian lebih lanjut tentang identitas pengunjung, kondisi bangunan, atau proses pemeriksaan lokasi. Karena itu, kronologi yang dapat dipastikan sejauh ini terbatas pada longsornya tebing dan tertimbunnya satu unit yang sedang ditempati dua orang.

Hujan lebat yang mengguyur kawasan sejak malam sebelumnya menjadi konteks penting dalam laporan awal mengenai longsor di Pelaga. Meski demikian, penyebab dan dampak kejadian secara lengkap tetap memerlukan informasi lanjutan dari pihak yang menangani peristiwa tersebut. Belum ada keterangan dalam laporan ini mengenai waktu tepat longsor terjadi, sehingga waktu kejadian tidak dapat dipastikan. Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi dua pengunjung yang diduga berada di dalam unit tertimbun, sekaligus memperoleh perkembangan resmi mengenai penanganan di lokasi. Keterangan selanjutnya diharapkan dapat menjelaskan situasi secara lebih menyeluruh tanpa mendahului hasil pemeriksaan lapangan.

Basarnas Bali mengerahkan satu tim rescue yang terdiri atas sembilan personel untuk menuju lokasi longsor di kawasan Glamping Pelaga, Kabupaten Badung. Tim tersebut diberangkatkan dari Pos SAR Jimbaran setelah kantor menerima laporan resmi mengenai dua pengunjung yang diduga tertimbun material longsor. Informasi awal itu menjadi dasar bagi petugas untuk segera menyiapkan dan menggerakkan personel menuju titik kejadian. Pengerahan dilakukan sebagai langkah awal dalam merespons laporan dan mendukung upaya pencarian di lokasi.

Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menyampaikan informasi mengenai pengerahan tersebut di Denpasar pada Senin, 2 November 2026. Ia menjelaskan bahwa laporan resmi diterima pada pukul 06.10 Wita, kemudian satu tim dari Pos Jimbaran disiapkan untuk bergerak. Tim beranggotakan sembilan personel itu ditugaskan menuju kawasan Pelaga, yang berada di wilayah Badung utara. Keterangan tersebut menggambarkan tahapan awal respons Basarnas Bali setelah memperoleh laporan terkait dugaan korban tertimbun longsor.

Perjalanan dari Pos Jimbaran menuju lokasi diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua jam. Dengan perkiraan itu, petugas harus menempuh perjalanan terlebih dahulu sebelum dapat tiba di kawasan terdampak dan melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan. Lokasi yang berada di Badung utara menjadi tujuan tim dalam operasi pencarian terhadap dua pengunjung yang dilaporkan diduga tertimbun. Informasi mengenai waktu tempuh tersebut masih berupa perkiraan perjalanan, bukan keterangan bahwa personel telah tiba di lokasi. Pengerahan sembilan personel menandai dimulainya langkah pencarian oleh Basarnas Bali setelah laporan diterima, sementara perkembangan berikutnya bergantung pada kedatangan tim dan situasi di titik longsor.

Berdasarkan pendataan sementara di lokasi longsor di kawasan glamping Pelaga, satu orang yang terdampak telah teridentifikasi. Korban tersebut bernama Bangkit Mubarok, laki-laki berusia 30 tahun dan berkewarganegaraan Indonesia. Informasi mengenai nama, usia, dan kewarganegaraannya menjadi data awal yang telah dihimpun petugas dalam penanganan kejadian tersebut.

Sementara itu, identitas pengunjung kedua yang diduga ikut tertimbun longsor belum diketahui. Hingga pendataan sementara dilakukan, belum tersedia keterangan yang dapat memastikan nama, usia, jenis kelamin, maupun data personal lainnya dari orang tersebut. Status kewarganegaraannya juga belum dapat dipastikan. Karena itu, informasi mengenai sosok pengunjung kedua masih terbatas pada dugaan bahwa ia berada di lokasi dan mungkin ikut tertimbun.

Perbedaan tingkat kepastian informasi tersebut penting dicatat. Identitas Bangkit Mubarok telah tercantum dalam pendataan awal, sedangkan keberadaan serta identitas orang kedua masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Data yang belum lengkap tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan identitas ataupun keadaan orang tersebut secara pasti. Petugas di lokasi masih mengumpulkan informasi yang relevan dalam proses penanganan.

Seluruh keterangan mengenai identitas dan jumlah orang yang diduga terdampak dalam kejadian ini masih mengacu pada pendataan sementara di lokasi. Informasi tersebut dapat diperbarui seiring proses pencarian, pemeriksaan, dan verifikasi data oleh pihak berwenang. Oleh sebab itu, rincian mengenai pengunjung kedua, termasuk data personal dan kewarganegaraannya, belum dapat disampaikan sebagai fakta yang telah terkonfirmasi. Perkembangan berikutnya bergantung pada hasil pemeriksaan petugas serta pencocokan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian dan pihak terkait.

Sebelum tim Basarnas tiba di lokasi, pengelola glamping telah melakukan pencarian awal bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung, Camat Petang, dan jajaran Polsek Petang. Mereka berupaya memeriksa area yang diduga menjadi titik tertimbunnya dua pengunjung setelah longsor terjadi. Namun, pencarian mandiri tersebut tidak dapat dilanjutkan ketika kondisi di lapangan dinilai belum aman. Hujan masih turun deras, sementara jalur menuju titik longsor memiliki kontur sangat curam. Kedua faktor itu menyulitkan pergerakan petugas dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan susulan.

Cuaca buruk tersebut juga sejalan dengan peringatan dini yang sebelumnya dikeluarkan BMKG Wilayah III Denpasar. Peringatan itu menyebut potensi hujan lebat disertai angin kencang di kawasan tengah Bali, termasuk Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Kondisi cuaca seperti ini dapat menghambat proses pencarian, mengurangi jarak pandang, serta membuat jalur yang telah licin menjadi lebih berbahaya. Di area yang terdampak longsor, hujan berkelanjutan juga berpotensi memengaruhi kestabilan tanah. Karena itu, penghentian sementara pencarian awal dilakukan sebagai langkah kehati-hatian, sembari menunggu penanganan yang lebih terkoordinasi dan kondisi yang memungkinkan.

Setelah upaya awal terkendala, pihak pengelola kemudian meminta bantuan Basarnas untuk melanjutkan pencarian sekaligus menangani aspek teknis operasi SAR. Dukungan tim penyelamat diperlukan untuk menilai medan, menentukan metode pencarian, dan mengatur pengerahan personel sesuai kondisi lokasi. Operasi direncanakan menyesuaikan perkembangan cuaca serta hasil pemantauan di lapangan. Prioritasnya adalah keselamatan seluruh personel dan pihak yang terlibat, sehingga kegiatan dapat dihentikan atau diubah apabila hujan, akses, maupun kondisi tanah kembali berisiko. Penyesuaian tersebut penting agar pencarian terhadap dua pengunjung dapat berlangsung secara terukur, tanpa menambah ancaman bagi petugas di area longsor.

Baca juga: TNI Fair 2026, Stand Pusterad Dipadati Ribuan Pengunjung Hadirkan Edukasi dan Beragam Inovasi | Siang Hingga Dini Hari, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Terus Bergerak, Terjang Padamkan Api di Lahan Gambut