Dua Pengunjung Tertimbun Longsor di Eco Park Pelaga, Pencarian Berlangsung

Dua Pengunjung Tertimbun Longsor di Eco Park Pelaga, Pencarian Berlangsung

Kabupaten Badung | Dua orang diduga tertimbun material longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Hingga informasi ini disampaikan, tim gabungan masih melakukan pencarian di lokasi kejadian. Longsor terjadi dalam dua kali pergerakan pada Minggu (1/11) malam, ketika hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Peristiwa pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.00 WITA. Sekitar 20 menit kemudian, tepatnya pada pukul 23.20 WITA, longsor kembali terjadi. Rentetan kejadian itu membuat kondisi di area glamping berubah dalam waktu singkat dan menyulitkan upaya penanganan. Material tanah bergerak menerjang sejumlah bangunan yang berada di kawasan tersebut.

Beberapa bangunan glamping dilaporkan roboh akibat terjangan material longsor. Sebagian bangunan bahkan terbawa hingga ke aliran sungai di sekitar lokasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian tim pencari karena material yang menutup area dan bangunan yang berpindah dapat membuat titik pencarian semakin sulit dijangkau. Dua orang yang diduga tertimbun masih belum ditemukan.

Hujan dengan intensitas tinggi disebut telah turun sejak sekitar pukul 15.00 WITA, beberapa jam sebelum longsor pertama terjadi. Curah hujan yang berlangsung selama berjam-jam diduga memicu pergerakan tanah di kawasan itu. Ketika longsor kedua menyusul pada malam yang sama, dampaknya meluas terhadap bangunan-bangunan di sekitar lokasi.

Tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap dua orang tersebut sambil menangani dampak longsor. Proses pencarian berlangsung di area yang terdampak, termasuk sekitar bangunan glamping yang roboh dan aliran sungai tempat material terbawa. Kondisi lapangan menjadi pertimbangan penting dalam upaya pencarian, terutama setelah dua pergerakan tanah terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan.

Peristiwa di Eco Park Pelaga ini menunjukkan besarnya dampak hujan intensitas tinggi terhadap kawasan yang rentan mengalami pergerakan tanah. Namun, hingga pencarian berlangsung, prioritas utama tim di lapangan adalah menemukan kedua orang yang diduga tertimbun. Informasi lanjutan mengenai kondisi korban maupun perkembangan penanganan belum disebutkan dalam laporan awal kejadian tersebut.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, dua orang yang masih dicari setelah tertimbun longsor di Eco Park Pelaga merupakan laki-laki penghuni room 6. Informasi tersebut menjadi bagian dari identifikasi awal terhadap orang-orang yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi. Hingga pencarian berlangsung, keduanya belum ditemukan.

Salah satu orang yang dicari diketahui bernama Bangkit Mubarok. Ia merupakan warga negara Indonesia berusia 30 tahun. Keterangan mengenai nama dan usia tersebut disampaikan oleh Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari sebagai bagian dari informasi yang telah diperoleh pihak kepolisian. Bangkit termasuk dalam dua penghuni room 6 yang keberadaannya masih ditelusuri.

Sementara itu, identitas orang kedua belum dipastikan. Menurut keterangan yang disampaikan, orang tersebut merupakan warga negara asing, tetapi informasi lebih lanjut mengenai nama maupun kewarganegaraannya belum tersedia. Karena proses identifikasi masih berlangsung, data mengenai sosok tersebut belum dapat dipastikan secara resmi.

Polisi menyebut kedua laki-laki itu masih dalam pencarian. Dengan demikian, belum ada keterangan yang memastikan kondisi atau nasib mereka. Informasi yang tersedia sejauh ini terbatas pada identitas Bangkit Mubarok, statusnya sebagai warga negara Indonesia, usianya, serta keterangan bahwa orang kedua adalah warga negara asing yang belum teridentifikasi. Keduanya tercatat sebagai penghuni room 6.

Perkembangan mengenai identitas dan keberadaan kedua orang tersebut perlu merujuk pada keterangan resmi dari pihak berwenang. Sampai ada pembaruan, status yang dapat disampaikan adalah bahwa pencarian masih berlangsung dan kedua penghuni room 6 belum ditemukan. Penyampaian informasi secara hati-hati penting agar kabar mengenai korban tidak melampaui fakta yang telah dikonfirmasi. Belum ada rincian tambahan yang dapat memastikan identitas orang kedua ataupun keadaan mereka, sehingga hal-hal tersebut tidak dapat disimpulkan dari informasi yang tersedia saat ini.

Upaya mencari dua pengunjung yang tertimbun longsor di Eco Park Pelaga menghadapi kendala karena lokasi kejadian berada di kawasan perbukitan, tidak jauh dari aliran sungai. Kondisi tersebut membuat medan pencarian berat, sementara sebagian akses jalan tertutup material longsor. Petugas dan tim yang terlibat perlu bergerak dengan hati-hati agar dapat menjangkau area terdampak tanpa menambah risiko bagi personel maupun orang lain di sekitar lokasi.

Hujan lebat dan jalur yang curam turut membatasi upaya awal pengelola bersama BPBD Kabupaten Badung, Camat Petang, dan Polsek Petang. Dalam kondisi tersebut, kegiatan pencarian dihentikan sementara. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan keselamatan, sebab tanah yang masih labil dapat bergerak kembali, terutama ketika hujan berlanjut. Akses yang tertutup juga menyulitkan pergerakan tim dan peralatan menuju titik yang perlu diperiksa.

Situasi lapangan dapat berubah mengikuti cuaca dan kondisi lingkungan. Karena itu, pengaturan pencarian memerlukan kehati-hatian, termasuk dalam menentukan jalur aman, waktu untuk kembali bekerja, serta cara mendekati area longsor. Risiko longsor susulan perlu diperhitungkan sepanjang proses berlangsung. Kedekatan lokasi dengan sungai juga menjadi perhatian, karena kenaikan debit air dapat memengaruhi keselamatan personel dan kondisi sekitar. Pemeriksaan situasi secara berkala penting sebelum kegiatan dilanjutkan, sehingga keputusan di lapangan dapat disesuaikan dengan perkembangan cuaca, kestabilan tanah, dan keadaan aliran sungai.

Medan perbukitan, akses yang sebagian tertutup, serta hujan yang mengguyur kawasan membuat pencarian tidak dapat dilakukan dengan terburu-buru. Keselamatan tim menjadi pertimbangan utama saat menentukan langkah berikutnya. Koordinasi pengelola dan unsur terkait diperlukan untuk menilai kondisi lapangan, mengatur pergerakan personel, dan memastikan area yang berisiko tetap diwaspadai. Dengan kondisi yang terus dipantau, pencarian dapat dilanjutkan ketika situasi dinilai lebih aman bagi semua pihak yang terlibat.

Penanganan kejadian di Eco Park Pelaga dimulai setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan pada Senin (2/11) pukul 06.10 WITA. Informasi awal tersebut berasal dari pemilik glamping yang mencurigai bahwa dua pengunjung berada di dalam bangunan yang tertimbun longsor. Kecurigaan itu menjadi dasar untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan, agar kondisi di lokasi dapat diperiksa dan upaya pencarian segera dilakukan. Setelah menerima laporan, petugas menyiapkan pengerahan personel menuju area terdampak.

Pengelola kemudian meminta bantuan SAR untuk menangani kemungkinan adanya korban yang tertimbun. Menindaklanjuti permintaan tersebut, satu tim rescue yang terdiri atas sembilan personel diberangkatkan ke lokasi. Pengerahan awal ini menjadi bagian dari respons lapangan, sementara informasi mengenai situasi dan kebutuhan penanganan dihimpun dalam koordinasi bersama pihak terkait. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan unsur gabungan, sehingga proses pencarian dapat didukung oleh personel dari berbagai instansi serta bantuan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Secara keseluruhan, operasi pencarian melibatkan 123 personel gabungan dari berbagai instansi, dengan dukungan masyarakat. Jumlah tersebut mencerminkan koordinasi yang diperlukan dalam penanganan kejadian, termasuk untuk melaksanakan pencarian dan mendukung kegiatan di area terdampak. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa tim masih berupaya mencari dua pengunjung yang diduga berada di bangunan tertimbun. Operasi pencarian masih berlangsung saat informasi ini disampaikan. Dalam pelaksanaan tugas, keselamatan seluruh personel yang bekerja di lokasi tetap menjadi perhatian, terutama ketika mereka melakukan upaya pencarian di tengah kondisi yang terdampak longsor.

Baca juga: Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyampaian aspirasi direncanakan berlangsung tertib, meskipun melibatkan massa dalam skala besar | Pelantikan itu berlangsung dalam suasana agenda kenegaraan yang melibatkan pimpinan TNI dan Polri | Perkembangan ini menunjukkan penanganan di lokasi terus berlangsung untuk memastikan api tidak kembali meluas