Kota Cilegon | KMP Batumandi mengalami kebakaran pada malam Selasa, 20 Oktober 2026, ketika kapal tersebut hendak bersandar di Dermaga 6 Pelabuhan Merak. Peristiwa itu terjadi saat kapal sedang dalam perjalanan dari Lampung menuju Jakarta. Di penumpangnya terdapat Sersan Satu Marinir Rico Sumantri, yang berada di kapal bersama sejumlah rekannya ketika insiden berlangsung.
Api diketahui bermula dari percikan di bagian buritan kapal. Titik awal kebakaran berada di dek atas, area yang digunakan untuk memuat kendaraan kecil. Percikan tersebut kemudian memicu kobaran api di bagian kapal itu, ketika KMP Batumandi mendekati dermaga. Kejadian berlangsung pada malam hari, saat kapal bersiap menjalani proses bersandar di pelabuhan.
Informasi mengenai lokasi awal api menjadi bagian penting untuk memahami situasi yang dihadapi penumpang dan awak kapal. Buritan merupakan bagian belakang kapal, sementara dek atas yang disebut dalam laporan digunakan untuk membawa kendaraan kecil. Dengan demikian, kebakaran berlangsung di area tertentu di kapal, bukan disebut bermula di bagian lain. Tidak ada keterangan yang dapat memastikan penyebab munculnya percikan tersebut, sehingga penyebab kebakaran tidak dapat disimpulkan dari informasi yang tersedia.
Rico Sumantri dan rekan-rekannya berada di dalam KMP Batumandi dalam perjalanan tersebut. Keberadaan mereka di kapal menempatkan rombongan itu di tengah situasi darurat yang terjadi menjelang kapal merapat. Peristiwa kebakaran kemudian menjadi perhatian karena berlangsung di kapal penyeberangan yang sedang mendekati salah satu dermaga di Pelabuhan Merak.
Kronologi awal ini menggambarkan urutan dasar kejadian: KMP Batumandi berlayar dari Lampung menuju Jakarta, mendekati Dermaga 6 pada malam 20 Oktober, lalu percikan muncul di buritan pada dek atas dan api terjadi. Rincian tersebut memberi konteks sebelum proses evakuasi penumpang, termasuk anak-anak, menjadi perhatian. Informasi tentang titik awal dan waktu kejadian penting dicatat secara terpisah dari tindakan penyelamatan yang dilakukan setelah api terlihat.
Setelah mengetahui adanya keadaan darurat di KMP Batumandi, Rico segera ikut membantu penumpang meninggalkan kapal. Ia bergerak untuk mendukung proses evakuasi dan memastikan orang-orang dapat menjauh dari area yang terdampak api. Dalam situasi yang mendesak, ia terlebih dahulu memprioritaskan penumpang lanjut usia. Menurut keterangan Rico, kelompok ini menjadi perhatian awalnya karena mereka perlu dibantu saat keluar dari kapal. Ia berupaya membantu mereka meninggalkan kapal sebelum melanjutkan ke penumpang lain yang membutuhkan pertolongan.
Di tengah proses tersebut, Rico melihat seorang anak perempuan berusia lima tahun bersama ibunya. Keduanya tampak panik dan menangis. Pemandangan itu membuat Rico memberikan perhatian kepada mereka, terutama karena anak tersebut masih kecil dan berada dalam suasana darurat. Namun, ketika hendak dievakuasi, anak itu sempat menolak. Situasi tersebut membuat proses membantu mereka tidak dapat dilakukan begitu saja; Rico perlu membujuknya agar bersedia meninggalkan kapal bersama ibunya.
Rico kemudian berusaha menenangkan anak itu dengan menjanjikan akan membelikan jajanan. Setelah dibujuk dengan cara tersebut, anak perempuan itu akhirnya bersedia untuk dievakuasi. Keterangan ini menggambarkan bagaimana Rico menyesuaikan pendekatannya ketika menghadapi penumpang yang ketakutan, tanpa memaksakan anak itu secara langsung. Ia mengupayakan agar anak tersebut mau mengikuti proses evakuasi, sementara sang ibu yang panik dan menangis berada bersamanya. Tidak ada rincian percakapan lain yang disampaikan dalam keterangan Rico.
Pengalaman itu menjadi bagian dari upaya Rico membantu penumpang keluar dari KMP Batumandi saat api menimbulkan keadaan darurat. Ia lebih dahulu membantu penumpang lanjut usia, kemudian turut menangani kebutuhan anak kecil dan ibunya ketika menemui mereka dalam proses evakuasi. Kisah tersebut menunjukkan bahwa pertolongan dalam keadaan seperti itu dapat mencakup bantuan fisik sekaligus pendekatan yang menenangkan, sesuai situasi yang dihadapi. Bagi anak yang sempat menolak, janji sederhana tentang jajanan menjadi cara yang akhirnya membuatnya bersedia meninggalkan kapal. Rico menyampaikan pengalaman ini sebagai bagian dari tindakannya saat membantu evakuasi, tanpa mengubah urutan pokok kejadian tersebut.
Dalam proses evakuasi di KMP Batumandi, Rico menggendong seorang anak berusia lima tahun saat turun menggunakan satu tali. Situasi di kapal sedang berbahaya karena api, sehingga pemindahan penumpang dilakukan dalam kondisi yang menuntut kehati-hatian. Di bawah, sebuah kapal nelayan telah menunggu untuk membantu menerima orang-orang yang turun dari kapal. Dengan anak berada dalam gendongannya, Rico bergerak melalui tali menuju kapal tersebut. Anak itu akhirnya berhasil diselamatkan dan dibawa menjauh dari sumber bahaya.
Aksi Rico itu terekam kamera dan kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan momen ketika ia menggendong anak saat proses turun, serta kapal nelayan yang berada di bawah. Banyak perhatian tertuju pada upaya penyelamatan tersebut karena menggambarkan salah satu tindakan nyata di tengah keadaan darurat. Meski demikian, cuplikan itu hanya menunjukkan bagian tertentu dari operasi, bukan keseluruhan proses evakuasi. Karena itu, penggunaan tali dalam momen tersebut tidak berarti bahwa seluruh penumpang turun dengan cara yang sama.
Tim SAR menyampaikan bahwa seluruh 420 penumpang dan 40 awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Tidak ada korban meninggal dalam kejadian tersebut. Data itu memberi gambaran mengenai hasil keseluruhan operasi, sementara rekaman penyelamatan anak menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan publik. Evakuasi berlangsung dengan keterlibatan berbagai pihak, termasuk personel yang membantu memindahkan penumpang dan kapal nelayan yang menunggu di bawah. Keberhasilan menyelamatkan anak itu merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memastikan semua orang di kapal dapat meninggalkan lokasi dengan selamat. Informasi mengenai jumlah penumpang dan awak yang selamat juga menegaskan bahwa hasil evakuasi tidak hanya ditentukan oleh satu aksi, melainkan koordinasi sepanjang operasi. Dalam konteks tersebut, tindakan Rico menjadi sorotan karena dilakukan sambil membawa anak melalui tali, sedangkan tim SAR mencatat seluruh penumpang dan awak berhasil diselamatkan.
Sehari setelah insiden evakuasi yang mengundang perhatian, KMP Batumandi dilaporkan tenggelam di perairan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Prosesnya berlangsung bertahap: kapal mula-mula tampak miring, kemudian terbalik, sebelum akhirnya tenggelam. Meski demikian, sebagian badan kapal masih terlihat di permukaan laut. Kapal tersebut merupakan milik PT ASDP Indonesia Ferry. Kondisi itu menjadi perhatian petugas dan pengguna jalur penyeberangan, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan dengan lalu lintas kapal yang aktif.
Petugas Vessel Traffic Service (VTS) Merak menyampaikan peringatan kepada kapal-kapal yang melintas agar meningkatkan kewaspadaan ketika berada di alur masuk penyeberangan. Imbauan tersebut penting untuk mengurangi risiko saat kapal lain bermanuver di sekitar lokasi dan mengantisipasi kemungkinan bahaya dari bagian kapal yang masih muncul di permukaan. Pengawasan lalu lintas laut juga diperlukan agar arus pelayaran tetap terkendali. Sementara itu, keadaan kapal yang terbalik dan tenggelam menjadi perkembangan penting dalam rangkaian peristiwa KMP Batumandi, setelah sebelumnya berlangsung evakuasi penumpang di tengah situasi darurat.
Di sisi lain, aksi Rico dalam membantu seorang anak berusia lima tahun menjauhi kobaran api mendapat penghargaan dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut. Penghargaan itu disampaikan pada momen peringatan Sumpah Pemuda ke-92, di atas kapal induk Sriwijaya-100. Dalam keterangannya, Rico menyebut apresiasi tersebut sejalan dengan perintah yang diterima, yakni agar TNI AL senantiasa memberi manfaat bagi rakyat Indonesia.
Baca juga: Semangat Prajurit Petarung, Praka Marinir Simangunsong Terima Penghargaan dari Danbrigif 1 Marinir | Lapangan Karel Gobay Makin di Percantik, Prajurit Yonif 2 Marinir Matangkan Persiapan Geladi Jelang HUT TNI Tahun 2026 | Jelang HUT TNI ke-81, Satgas Habema Yonif 2 Marinir Tuntaskan Pembersihan Fasilitas Publik Langan Karel Gobay di Hari Kedua






