BOGOR, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, FDC Dental Clinic menerapkan teknologi Google Cloud AI melalui aplikasi FDC untuk membantu melayani konsumen sekaligus mempercepat proses reservasi dokter gigi. Teknologi yang digunakan mencakup Vertex AI dan Gemini, yang menjadi bagian dari pengembangan pengalaman pemesanan di dalam aplikasi. Penerapan ini menandai perubahan dari proses reservasi yang sebelumnya dilakukan melalui chatbot manual menuju proses yang lebih praktis melalui ponsel.
Sebelum aplikasi FDC digunakan dengan dukungan teknologi tersebut, konsumen yang ingin membuat reservasi dokter gigi melalui chatbot manual dapat membutuhkan waktu sekitar satu jam. Durasi tersebut berkaitan dengan proses pemesanan yang dilakukan secara manual. Bagi konsumen, waktu yang panjang dapat membuat proses untuk menentukan dan mengajukan reservasi terasa kurang praktis, terutama ketika pemesanan perlu dilakukan melalui percakapan chatbot.
Melalui aplikasi FDC, proses reservasi kini dapat dilakukan menggunakan ponsel dalam sekitar 15 detik. Perubahan durasi ini menunjukkan bagaimana pemanfaatan Vertex AI dan Gemini diarahkan untuk membuat tahapan pemesanan menjadi lebih singkat. Konsumen tidak lagi harus mengandalkan proses chatbot manual yang dapat memakan waktu sekitar satu jam, melainkan dapat melakukan reservasi melalui aplikasi FDC secara lebih praktis. Dengan demikian, penerapan Google Cloud AI pada aplikasi tersebut berfokus pada kebutuhan layanan konsumen dan percepatan pemesanan dokter gigi, tanpa mengubah inti layanan yang hendak diakses oleh pasien.
Founder and CEO FDC Dental Clinic, drg. Ita Lestari, MARS, menyampaikan bahwa pertumbuhan perusahaan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan, penguatan inovasi, serta perluasan akses terhadap kesehatan gigi. Menurutnya, perkembangan FDC tidak semata-mata diukur dari bertambahnya jumlah jaringan klinik, tetapi juga dari kemampuan perusahaan dalam menghadirkan pengalaman layanan yang semakin baik dan relevan bagi kebutuhan pasien.
Ia menjelaskan bahwa penguatan layanan berbasis teknologi menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung pertumbuhan tersebut. Teknologi dipandang dapat membantu FDC meningkatkan kemudahan akses, mempercepat proses reservasi, dan memberikan pengalaman yang lebih teratur bagi pasien. Langkah ini juga mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus menyesuaikan layanan dengan perubahan kebutuhan masyarakat.
Hingga saat ini, FDC Dental Clinic telah memberikan layanan melalui lebih dari 70 cabang di Indonesia. Jaringan tersebut turut mencakup cabang yang baru dibuka di Bogor Darmaga. Perluasan jaringan ini disebut menjadi bagian dari upaya FDC untuk menjangkau lebih banyak pasien sekaligus memperkuat akses terhadap layanan kesehatan gigi.
FDC Dental Clinic menargetkan kepemilikan 100 cabang pada 2026. Target tersebut, menurut drg. Ita Lestari, menjadi bagian dari agenda pertumbuhan perusahaan yang tetap menempatkan kualitas, inovasi, dan akses layanan sebagai landasan utama. Dengan pendekatan itu, ekspansi jaringan diharapkan tidak hanya memperbesar jangkauan perusahaan, tetapi juga memperkuat kontribusinya terhadap kebutuhan kesehatan gigi masyarakat.
Percepatan proses booking menjadi salah satu fungsi penting dalam pengembangan aplikasi FDC Dental Clinic. Melalui aplikasi tersebut, calon pasien dapat memperoleh akses yang lebih praktis untuk melakukan reservasi layanan. Informasi mengenai jadwal dan kebutuhan kunjungan dapat disampaikan melalui kanal digital, sehingga proses awal sebelum datang ke klinik dapat berlangsung secara lebih terarah. Pemanfaatan teknologi ini mendukung upaya FDC untuk menyediakan sarana layanan konsumen yang mudah dijangkau melalui perangkat digital.
Menurut keterangan drg. Ita Lestari, aplikasi FDC saat ini telah digunakan oleh lebih dari 2,5 juta pengguna. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai luasnya pemanfaatan aplikasi di masyarakat yang berinteraksi dengan layanan FDC. Dalam konteks ini, jumlah pengguna menunjukkan jangkauan penggunaan platform sebagai sarana reservasi dan layanan konsumen, bukan ukuran tingkat kepuasan atau hasil transaksi yang terjadi di dalamnya.
Keberadaan basis pengguna yang besar juga menempatkan aplikasi sebagai bagian penting dari titik kontak FDC dan pasien. Ketika kebutuhan reservasi dapat diakses melalui satu platform, informasi terkait kunjungan dan komunikasi layanan memiliki saluran digital yang lebih terpusat. Namun, data jumlah pengguna saja belum dapat digunakan untuk menyimpulkan frekuensi pemesanan, jumlah transaksi, tingkat kunjungan, maupun dampak bisnis aplikasi terhadap operasional klinik.
Dengan demikian, penggunaan aplikasi oleh lebih dari 2,5 juta pengguna terutama menunjukkan bahwa platform tersebut telah dimanfaatkan dalam skala luas. Fakta ini melengkapi pembahasan mengenai percepatan booking sekaligus memperlihatkan peran aplikasi sebagai salah satu sarana digital FDC untuk menghubungkan kebutuhan reservasi dengan layanan konsumen. Penilaian mengenai efektivitas, kepuasan pengguna, atau kontribusinya terhadap kinerja klinik memerlukan data dan indikator tambahan yang tidak tercantum dalam keterangan tersebut.
Pengalaman FDC Dental Clinic dalam memanfaatkan teknologi untuk mempercepat proses reservasi pasien turut mendapat perhatian di tingkat regional. FDC disebut menjadi percontohan praktik penggunaan teknologi tersebut di Singapura, terutama dalam konteks penerapan solusi digital yang mendukung akses dan pengalaman pasien. Penyebutan ini menjadi bagian dari pengakuan terhadap upaya FDC dalam mengembangkan layanan kesehatan gigi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan teknologi dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Menurut drg. Ita, FDC baru-baru ini menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang diundang ke Google Singapore untuk berbagi kisah sukses bersama para CEO perusahaan dari Singapura, Jepang, Hong Kong, dan negara lainnya. Pernyataan tersebut menggambarkan kesempatan FDC untuk memperkenalkan pengalaman perusahaan dalam memanfaatkan Vertex AI dan Gemini, tanpa mengesampingkan kebutuhan utama pasien. Undangan itu juga menempatkan pengalaman FDC dalam ruang diskusi regional yang mempertemukan berbagai pemimpin perusahaan dari sejumlah negara. Keterangan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pengalaman perusahaan, tanpa menyatakan bentuk kerja sama atau hasil tertentu dari undangan tersebut.
Bagi FDC, pemanfaatan teknologi tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan perangkat atau sistem baru, melainkan dengan upaya menghadirkan layanan yang lebih mudah dijangkau dan relevan. Prinsip yang disampaikan narasumber mencakup kemudahan akses bagi pasien serta harapan agar teknologi semakin relevan dengan kebutuhan mereka. FDC juga berharap ekosistem yang dibangun bersama dapat memberikan dampak yang lebih luas. Dengan pendekatan tersebut, inovasi digital ditempatkan sebagai sarana untuk mendukung hubungan pasien dan penyedia layanan, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan praktik layanan kesehatan yang lebih responsif. Pengalaman di Singapura menjadi bagian dari perjalanan FDC dalam membagikan pembelajaran mengenai penerapan teknologi, sementara perhatian tetap diarahkan pada manfaat yang dapat dirasakan pasien dalam mengakses layanan dental secara lebih praktis.







