Jakarta | Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) menggelar FP Run for Good Journalism 2026 di Jakarta pada Minggu dengan mengusung tema “Pers untuk Publik”. Kegiatan ini memadukan aktivitas lari dengan kampanye mengenai peran jurnalisme yang bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat. Melalui ajang tersebut, Forum Pemred ingin mengajak publik melihat pers bukan hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga bagian dari ruang bersama yang membantu warga memahami berbagai persoalan. Tema yang dipilih menegaskan bahwa kerja jurnalistik perlu berangkat dari kepentingan masyarakat, sekaligus menjaga kepercayaan melalui informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pesan itu menjadi landasan kegiatan, baik bagi insan pers maupun peserta dari kalangan umum yang ikut hadir.
FP Run for Good Journalism 2026 juga diarahkan untuk mengampanyekan jurnalisme berkualitas. Di tengah derasnya arus informasi dan beragamnya saluran komunikasi, mutu berita menjadi perhatian penting. Informasi yang disajikan dengan proses verifikasi, konteks yang memadai, serta prinsip etika dapat membantu publik mengambil keputusan secara lebih baik. Karena itu, kampanye ini mengajak masyarakat menghargai proses di balik sebuah berita dan memahami pentingnya media yang bekerja secara profesional. Ajang lari menjadi cara untuk membawa pesan tersebut ke ruang publik dengan suasana yang terbuka dan inklusif. Selain menyampaikan gagasan, kegiatan ini memberi kesempatan bagi komunitas pers untuk bertemu warga secara langsung, membangun komunikasi, dan memperkuat hubungan yang didasarkan pada keterbukaan serta kepercayaan.
Acara di Jakarta itu dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, serta Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat. Sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya juga turut hadir, menunjukkan bahwa upaya menjaga kualitas informasi melibatkan berbagai pihak. Kehadiran unsur pemerintah, lembaga pers, dan komunitas dalam satu kegiatan memberi ruang untuk menegaskan pentingnya kerja sama tanpa mengaburkan peran masing-masing. Pers tetap perlu menjaga independensi dan menjalankan fungsi jurnalistiknya, sementara masyarakat berhak memperoleh informasi yang bermutu. Dengan membawa kampanye “Pers untuk Publik” ke tengah warga, Forum Pemred berharap interaksi komunitas pers dan masyarakat semakin dekat. FP Run 2026 pun menjadi sarana untuk mengingatkan bahwa jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan publik, komitmen profesional, dan perhatian berkelanjutan terhadap kebutuhan informasi masyarakat.
Pemilihan tema “Pers untuk Publik” dalam FP Run 2026 berangkat dari perhatian Forum Pemred terhadap hubungan pers dan masyarakat. Ketua Forum Pemred Retno Pinasti menyampaikan bahwa belakangan muncul keraguan publik terhadap integritas pers arus utama. Situasi tersebut menjadi alasan penting untuk menegaskan kembali siapa yang dilayani pers dan tanggung jawab apa yang melekat pada kerja jurnalistik.
Keraguan terhadap integritas pers perlu dipahami sebagai tantangan bagi media untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Tema ini menempatkan publik sebagai titik perhatian, sekaligus mengingatkan bahwa pers memiliki kewajiban menyampaikan informasi dengan mengutamakan ketepatan. Kepercayaan tidak dapat dipisahkan dari mutu informasi yang diterima masyarakat, terutama ketika publik menghadapi berbagai kabar dan pendapat yang beredar.
Menurut Retno, derasnya disinformasi dan opini membuat peran pers semakin penting. Di tengah arus informasi tersebut, pers dapat berfungsi sebagai pemeriksa informasi. Tugas ini membantu membedakan hal yang sesuai dengan fakta dari hoaks, sehingga masyarakat memiliki pijakan yang lebih jelas saat menerima kabar. Pers tidak sekadar meneruskan informasi, tetapi juga perlu menilai dan memverifikasi kebenarannya sebelum menyampaikannya kepada publik.
Penekanan pada verifikasi menunjukkan bahwa tanggung jawab pers berkaitan erat dengan ketelitian. Ketika informasi bercampur dengan disinformasi dan beragam opini, proses pemeriksaan menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pemberitaan. Peran tersebut juga relevan dengan keraguan yang muncul terhadap media arus utama: pers perlu menjalankan fungsi pemeriksa informasi secara konsisten agar publik dapat membedakan fakta dari kabar yang tidak benar.
Melalui tema “Pers untuk Publik”, Forum Pemred menyoroti pentingnya pers hadir bagi masyarakat dengan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Pesan yang disampaikan Retno bukan sekadar ajakan untuk mendekat kepada publik, melainkan juga penegasan atas fungsi pers di tengah kondisi informasi yang penuh tantangan. Dengan memeriksa informasi secara cermat, pers menjalankan tanggung jawabnya untuk membantu masyarakat memahami mana informasi yang sesuai fakta dan mana yang merupakan hoaks.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan bahwa kode etik perlu menjadi pijakan dalam setiap tahap kerja jurnalistik, mulai dari pengumpulan bahan hingga penyajian berita. Kepatuhan terhadap prinsip tersebut membantu jurnalis menjaga profesionalisme, menghormati kepentingan publik, serta menghindari penyebaran informasi yang dapat menyesatkan. Di tengah arus berita yang bergerak cepat, kecepatan tidak seharusnya mengalahkan ketelitian. Informasi yang akan dibagikan kepada masyarakat perlu diperiksa kembali agar isi, sumber, dan konteksnya akurat serta dapat diverifikasi.
Pemeriksaan ulang juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab media dalam mempertahankan kepercayaan publik. Jurnalis perlu memastikan bahwa fakta telah dikonfirmasi dan keterangan yang digunakan tidak dipotong dari konteksnya. Jika terdapat kekeliruan, koreksi yang jelas dan tepat waktu dapat membantu mencegah informasi keliru terus beredar. Pesan ini relevan ketika masyarakat menerima kabar dari beragam saluran, termasuk media sosial, yang tidak selalu memiliki proses verifikasi seperti dalam kerja jurnalistik. Dengan menerapkan kode etik dan mengutamakan akurasi, pers dapat menyampaikan berita secara bertanggung jawab sekaligus memberi ruang bagi publik untuk memahami persoalan secara lebih utuh.
Meutya juga mengingatkan insan pers untuk menjaga kesehatan tubuh. Kondisi fisik yang baik dapat mendukung jurnalis menghadapi tuntutan profesi, termasuk ritme kerja yang dinamis dan kebutuhan untuk meliput berbagai peristiwa. Perhatian terhadap kesehatan merupakan bagian dari kesiapan menjalankan tugas secara berkelanjutan, bukan sekadar urusan pribadi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo turut menegaskan pentingnya peran pers dan jurnalis di tengah banyaknya informasi yang beredar. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kerja jurnalistik untuk memperoleh informasi yang jernih, akurat, dan akuntabel. Peran tersebut menuntut media menyajikan fakta secara berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga publik memiliki dasar yang lebih kuat untuk menilai berbagai isu. Penekanan kedua pejabat itu menempatkan etika, verifikasi, dan kesiapan jurnalis sebagai unsur penting dalam menjaga mutu informasi sekaligus mendekatkan pers dengan masyarakat.Ketua Panitia FP Run for Good Journalism 2026, Masirom, menyampaikan bahwa sekitar 500 orang mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah peserta itu mencakup pemimpin redaksi media massa nasional, anggota komunitas pers, masyarakat umum, serta pemangku kepentingan terkait. Keberagaman latar belakang ini mempertemukan berbagai pihak dalam satu kegiatan yang membawa perhatian pada jurnalisme dan hubungan pers dengan publik. Kehadiran peserta dari kalangan media maupun di luar media juga menunjukkan bahwa pembahasan mengenai mutu informasi tidak hanya menjadi urusan ruang redaksi, tetapi relevan bagi masyarakat luas.
Melalui pertemuan semacam ini, pers dan publik memiliki ruang untuk berinteraksi dalam suasana yang berbeda dari rutinitas pemberitaan. Kegiatan yang melibatkan komunitas pers, masyarakat, dan pemangku kepentingan dapat membuka kesempatan untuk memperkuat pemahaman bersama tentang pentingnya informasi yang dapat dipercaya. Dalam konteks itu, jumlah peserta menjadi salah satu gambaran keterlibatan beragam unsur dalam kegiatan. Namun, yang lebih penting adalah perhatian berkelanjutan terhadap kualitas kerja jurnalistik serta kebutuhan publik akan informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Kedekatan media dan masyarakat dapat tumbuh melalui komunikasi, keterbukaan, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.
Selain kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut Forum Pemred juga.
Baca juga: Marine Force Lampung Uji Kemampuan Tempur Jarak Dekat Serta Serangan Malam Di SGS 2026 | Berita Terkini dan Informasi Terbaru Hari Ini





