Jakarta | Persiapan kontingen Indonesia untuk mengikuti defile pada upacara pembukaan Asian Para Games 2026 telah rampung. Para peserta yang terpilih akan tampil mengenakan busana rancangan Ivan Gunawan, yang disiapkan khusus untuk mengiringi langkah Merah Putih dalam parade pembukaan. Kesiapan tersebut mencakup pembagian seragam serta atribut yang diperlukan selama defile. Dengan perlengkapan yang telah tersedia dan diserahkan kepada calon peserta, kontingen kini tinggal mengikuti rangkaian acara sesuai jadwal penyelenggara.
Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani, menyampaikan bahwa berbagai kebutuhan untuk penampilan kontingen sudah dipenuhi. Ia menjelaskan bahwa seragam dan atribut telah dibagikan kepada peserta yang masuk dalam daftar defile. Reda juga menyebut perlengkapan yang diperlukan telah lengkap dan seragam sudah diserahkan kepada calon peserta. Keterangan itu menandai selesainya persiapan teknis yang berkaitan dengan penampilan rombongan Indonesia pada upacara pembukaan.
Meski demikian, tidak seluruh atlet maupun anggota CdM akan berjalan dalam parade. Jumlah orang yang dapat mengikuti defile terbatas, sehingga hanya peserta yang telah dipilih yang akan mewakili kontingen dalam prosesi tersebut. Pembatasan ini membuat pembagian seragam dan atribut dilakukan berdasarkan daftar calon peserta, bukan kepada seluruh rombongan. Atlet dan anggota tim lainnya tetap menjadi bagian dari kontingen Indonesia, meskipun tidak semuanya tampil langsung dalam parade pembukaan.
Busana rancangan Ivan Gunawan menjadi salah satu unsur yang akan dikenakan peserta saat membawa nama Indonesia di hadapan publik dan kontingen dari negara lain. Rampungnya persiapan memberi kepastian bahwa calon peserta telah menerima perlengkapan yang dibutuhkan sebelum acara berlangsung. Fokus berikutnya adalah memastikan para peserta mengikuti arahan dan susunan defile yang ditetapkan. Dengan seragam dan atribut yang telah dibagikan, kontingen terpilih siap menjalankan perannya dalam upacara pembukaan Asian Para Games 2026.
Kostum yang akan dikenakan kontingen Indonesia dalam defile Asian Para Games 2026 dirancang khusus oleh Ivan Gunawan. Perancang busana tersebut tidak hanya terlibat di balik layar, tetapi juga direncanakan ikut berjalan bersama rombongan Indonesia. Kehadirannya diharapkan menambah makna pada penampilan kontingen sekaligus mengiringi para atlet dan anggota rombongan saat membawa identitas bangsa ke panggung internasional. Menurut Reda, keterlibatan Ivan berlangsung langsung dalam proses perancangan, mulai dari pakaian utama hingga jaket dan sepatu yang melengkapi penampilan.
Rancangan tersebut mengambil inspirasi dari dua gagasan, yakni Sekar Jagat dan Vijaya. Ivan menjelaskan bahwa Sekar Jagat melambangkan keindahan dalam keberagaman. Makna ini selaras dengan Indonesia sebagai negara yang terdiri atas beragam budaya, tradisi, dan latar belakang, sekaligus mencerminkan kebersamaan para anggota kontingen. Sementara itu, Vijaya bermakna kemenangan. Unsur tersebut membawa harapan dan semangat bagi para atlet yang akan bertanding, tanpa mengurangi penghargaan terhadap perjalanan serta perjuangan yang telah mereka tempuh.
Kedua inspirasi itu diterjemahkan ke dalam busana yang menghubungkan nilai budaya dengan pendekatan modern. Rancangannya tidak sekadar menampilkan elemen visual, tetapi juga menyampaikan gagasan tentang keberanian untuk melangkah, kekuatan untuk terus berjuang, dan tekad untuk melampaui batas. Pesan tersebut relevan dengan pengalaman atlet para yang menghadapi tantangan dalam perjalanan menuju kompetisi, sekaligus mencerminkan semangat kontingen Indonesia sebagai satu kesatuan. Dengan demikian, busana menjadi bagian dari narasi yang dibawa rombongan, bukan hanya pelengkap penampilan dalam defile.
Sentuhan budaya Indonesia dalam rancangan Ivan hadir berdampingan dengan bentuk dan gaya yang terasa kontemporer. Perpaduan tersebut memberi ruang bagi identitas nasional untuk tampil dengan cara yang segar, tanpa kehilangan makna yang menjadi sumber inspirasinya. Pakaian, jaket, dan sepatu dirancang sebagai satu tampilan yang saling mendukung, sehingga pesan Sekar Jagat dan Vijaya dapat terasa utuh. Jika rencana keikutsertaan Ivan berjalan sesuai rencana, ia akan menyertai rombongan saat melangkah, bersama busana yang membawa simbol keberagaman, kemenangan, dan semangat untuk terus maju.
Bagi Ivan Gunawan, seragam yang dikenakan kontingen Indonesia memiliki makna lebih luas daripada sekadar pakaian untuk tampil dalam defile. Busana tersebut menjadi pembawa identitas bangsa sekaligus lambang kebanggaan yang melekat pada para atlet ketika mereka mewakili Indonesia. Di balik rancangan dan penampilannya, terdapat pesan yang diharapkan dapat menyertai langkah setiap atlet, baik saat mengikuti rangkaian acara maupun ketika berjuang di arena pertandingan.
Ivan memandang seragam sebagai bagian dari semangat yang dibawa para atlet. Pakaian itu dapat mengingatkan mereka pada dukungan dan harapan yang menyertai perjalanan menuju Asian Para Games 2026. Makna tersebut juga selaras dengan pesan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi, berkarya, dan meraih prestasi. Setiap atlet memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan memberikan yang terbaik, sementara busana kontingen menjadi salah satu penanda bahwa mereka hadir membawa identitas Indonesia.
Melalui pesan yang disampaikan, Ivan mendorong para atlet untuk membawa semangat Merah Putih dan nama Indonesia dalam setiap langkah. Semangat itu tidak hanya tercermin dari busana yang dikenakan, tetapi juga dari tekad, perjuangan, dan sikap mereka selama mengikuti ajang. Ia berharap para atlet dapat menjalani kompetisi dengan penuh keyakinan dan kembali membawa cerita kemenangan. Pesan tersebut menempatkan seragam sebagai pengingat akan kebanggaan dan tanggung jawab yang menyertai kesempatan untuk mewakili bangsa. Dengan demikian, busana kontingen bukan sekadar unsur penampilan dalam defile, melainkan simbol identitas, kebanggaan, semangat, serta doa yang menemani para atlet. Nilai-nilai itu memberi makna pada kehadiran mereka dan menguatkan pesan bahwa impian serta prestasi dapat diraih melalui usaha, tanpa menjadikan keterbatasan sebagai batas untuk melangkah.
Upacara pembukaan Asian Para Games 2026 dijadwalkan berlangsung di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, pada Minggu, 18 Oktober 2026. Rangkaian acara akan dimulai pukul 18.00 waktu setempat, menjadi penanda dimulainya perhelatan olahraga para atlet tingkat Asia tersebut. Dalam kesempatan itu, kontingen dari berbagai negara akan mengikuti parade pembukaan, termasuk rombongan Indonesia. Defile menjadi salah satu bagian yang dinantikan karena memperkenalkan para atlet dan ofisial kepada penonton, sekaligus menghadirkan identitas masing-masing negara melalui penampilan dan busana yang dikenakan. Indonesia akan membawa rancangan busana karya Ivan Gunawan dalam momen tersebut, sebagai bagian dari penampilan resmi kontingen saat memasuki stadion.
Atlet para atletik Maria Goreti Samiyati akan dipercaya membawa bendera Merah Putih dalam parade. Peran pembawa bendera menempatkannya di barisan depan rombongan Indonesia dan menjadi simbol kehadiran bangsa di ajang ini. Maria akan memimpin kontingen yang terdiri dari 47 atlet dan ofisial. Mereka berasal dari 12 cabang olahraga yang diikuti Indonesia pada Asian Para Games 2026. Bersama para atlet dan ofisial, anggota tim Chef de Mission (CdM) juga akan bergabung dalam defile. Dengan susunan tersebut, parade menampilkan bukan hanya para peserta yang akan bertanding, melainkan juga jajaran pendukung yang mendampingi persiapan dan keikutsertaan tim Indonesia.
Penampilan kontingen dalam upacara pembukaan menggabungkan unsur olahraga dan representasi budaya melalui pilihan busana. Rancangan Ivan Gunawan akan dikenakan oleh rombongan Indonesia ketika melintasi area stadion, di tengah perhatian penonton dan delegasi negara peserta lainnya. Busana untuk defile memiliki fungsi lebih dari sekadar pakaian seragam: tampilannya dapat menjadi cara untuk menyampaikan karakter dan nilai yang ingin dibawa kontingen. Dalam konteks parade, keseragaman penampilan juga membantu menghadirkan identitas tim sebagai satu rombongan, meskipun anggotanya datang dari latar belakang serta cabang olahraga yang berbeda.
Baca juga: Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Hadiri Pelepasan Kontingen Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Kontingen Karate Akmil Raih 9 Medali pada _National Karate Championship Bhayangkara Eager Series_ II 2026 | Misi Close Air Support AH-64 Apache Warnai SGS 2026




