Jakarta | Pertamina tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada Senin, 26 Oktober 2026. Dengan demikian, harga yang berlaku pada tanggal tersebut tetap sama seperti pada periode sebelumnya. Ketentuan harga ini telah diberlakukan sejak Rabu, 2 September 2026, dan masih menjadi acuan bagi konsumen ketika membeli BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina. Tidak adanya perubahan berarti masyarakat belum menghadapi penyesuaian harga baru untuk kelompok BBM tersebut pada akhir Oktober.
Informasi ini khusus merujuk pada harga BBM nonsubsidi, sehingga tidak dapat diartikan bahwa seluruh jenis BBM Pertamina memiliki harga yang sama. Harga produk dapat berbeda menurut jenis BBM dan wilayah pemasaran. Karena itu, konsumen yang ingin mengetahui besaran harga untuk produk tertentu sebaiknya memeriksa informasi resmi sesuai lokasi masing-masing. Rincian yang berlaku di satu daerah belum tentu sama dengan harga di daerah lain, meskipun keputusan pada 26 Oktober adalah tidak adanya kenaikan harga nonsubsidi.
Keputusan untuk mempertahankan harga ini memberikan kepastian bahwa tarif BBM nonsubsidi tidak berubah dibandingkan periode sebelumnya. Bagi pengguna kendaraan, informasi tersebut dapat menjadi acuan dalam memperkirakan pengeluaran bahan bakar, terutama saat merencanakan perjalanan atau mengatur anggaran bulanan. Namun, jumlah biaya yang dikeluarkan tetap bergantung pada jenis produk yang digunakan, harga setempat, serta volume pembelian. Konsumen disarankan memastikan harga yang tertera atau diumumkan di wilayahnya sebelum bertransaksi, sehingga tidak mengandalkan rincian dari lokasi berbeda.
Dengan tidak adanya penyesuaian pada Senin, 26 Oktober 2026, harga BBM nonsubsidi Pertamina masih mengikuti ketentuan yang berlaku sejak 2 September. Periode tanpa perubahan ini mencakup harga yang sama dengan periode sebelumnya, bukan penetapan satu harga seragam untuk semua daerah ataupun semua produk. Pembaruan harga berikutnya, apabila ada, perlu merujuk pada pengumuman resmi Pertamina. Untuk sementara, konsumen dapat menggunakan informasi harga setempat sebagai pegangan dan memperhatikan jenis BBM yang dipilih. Langkah tersebut membantu memastikan perbandingan biaya dilakukan secara tepat, khususnya ketika membandingkan produk atau wilayah.VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa keputusan untuk mempertahankan harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor serta kondisi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Penjelasan tersebut menjadi dasar yang disampaikan perusahaan mengenai alasan harga BBM nonsubsidi tetap bertahan pada periode ini.
Dalam keterangannya, Kitty tidak menguraikan faktor-faktor tersebut secara satu per satu. Ia menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga mempertimbangkan berbagai hal sebelum melakukan penyesuaian harga, sekaligus memperhatikan kondisi masyarakat. Dengan demikian, keputusan tidak dijelaskan sebagai hasil dari satu pertimbangan saja, melainkan sebagai keputusan yang melalui penilaian terhadap beragam faktor dan keadaan masyarakat.
Pernyataan itu juga menunjukkan bahwa kondisi masyarakat termasuk dalam pertimbangan perusahaan ketika memutuskan apakah harga perlu disesuaikan. Namun, tanpa rincian lebih lanjut, tidak ada dasar untuk menyimpulkan faktor spesifik apa saja yang menjadi bagian dari pertimbangan tersebut. Karena itu, alasan yang dapat dipastikan dari keterangan Kitty terbatas pada adanya pertimbangan berbagai faktor dan kondisi masyarakat sebelum penyesuaian dilakukan.
Untuk pembaca yang mengikuti informasi harga BBM nonsubsidi, keterangan tersebut memberi konteks mengenai pendekatan Pertamina Patra Niaga dalam menetapkan harga. Perusahaan menyatakan bahwa penyesuaian tidak dilakukan tanpa mempertimbangkan keadaan yang relevan, termasuk keadaan masyarakat. Pada 26 Oktober 2026, harga BBM nonsubsidi Pertamina tetap, sebagaimana tercermin dalam informasi harga yang menjadi perhatian publik. Keterangan Kitty menjelaskan pertimbangan umum di balik keputusan tersebut, tetapi tidak menyebutkan rincian atau bobot masing-masing faktor. Dengan demikian, informasi yang disampaikan tetap berfokus pada proses pertimbangan sebelum perubahan harga, bukan pada daftar faktor tertentu. Pembaca dapat memahami bahwa Pertamina menyatakan memperhatikan berbagai faktor dan kondisi masyarakat, sementara rincian lebih jauh tidak disampaikan dalam keterangan pada Kamis tersebut.
Pada 26 Oktober 2026, harga sejumlah BBM nonsubsidi yang dipasarkan Pertamina dilaporkan tidak mengalami perubahan. Jenis bahan bakar yang disebut tetap harganya mencakup Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Dengan demikian, informasi tersebut menunjukkan bahwa kelima produk itu tidak mengalami penyesuaian harga pada bulan yang dimaksud. Keterangan ini berfokus pada status perubahan harga, bukan pada rincian tarif setiap produk.
Meski daftar jenis BBM telah disebutkan, informasi yang tersedia tidak memuat nominal harga untuk seluruh produk tersebut. Karena itu, tidak tepat untuk menyimpulkan berapa harga per liter Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, maupun Pertamina Dex hanya berdasarkan keterangan bahwa harganya tetap. Istilah “tetap” menjelaskan bahwa tidak ada perubahan dibandingkan acuan harga sebelumnya, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan nilai rupiah yang berlaku. Pembaca yang membutuhkan angka harga perlu merujuk pada pengumuman atau daftar harga resmi yang mencantumkan tarif produk secara lengkap.
Pemisahan informasi perubahan dan nominal harga penting agar kabar mengenai BBM nonsubsidi tidak disalahartikan. Pernyataan bahwa harga tidak berubah dapat menjadi gambaran umum bagi konsumen, tetapi belum cukup untuk membandingkan biaya pengisian jenis bahan bakar. Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo merupakan produk dalam rangkaian bensin nonsubsidi, sedangkan Dexlite dan Pertamina Dex termasuk produk diesel yang disebut dalam informasi tersebut. Penyebutan kategori ini hanya membantu mengenali nama produk; bukan penjelasan mengenai besaran harga atau spesifikasi teknisnya.
Jadi, daftar yang dapat dipastikan dari keterangan tersebut terbatas pada lima nama produk: Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kelimanya dinyatakan tidak mengalami perubahan harga pada 26 Oktober 2026. Namun, karena nominal masing-masing tidak dirinci, angka harga sebaiknya tidak dicantumkan tanpa sumber pendukung yang jelas. Konsumen dapat memeriksa informasi harga resmi terbaru sebelum melakukan pembelian, terutama bila memerlukan nominal yang berlaku untuk produk tertentu.
Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, daftar harga BBM nonsubsidi Pertamina yang tercantum pada laman resmi perusahaan menunjukkan beberapa nominal untuk produk bensin. Wilayah yang masuk dalam kategori ini mencakup DKI Jakarta dan sejumlah daerah di sekitarnya. Informasi tersebut menjadi acuan untuk melihat harga yang berlaku pada 26 Oktober 2026, sesuai daftar yang dirujuk.
Pertamax Turbo tercatat seharga Rp19.600 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 dibanderol Rp19.150 per liter, dan Pertamax berada pada angka Rp15.950 per liter. Ketiganya merupakan produk dengan spesifikasi dan pilihan berbeda, sehingga konsumen dapat mencermati jenis BBM yang sesuai dengan rekomendasi kendaraan serta kebutuhan penggunaan. Harga per liter yang disebutkan berlaku untuk kelompok wilayah dengan PBBKB 5 persen, bukan secara otomatis untuk seluruh daerah di Indonesia.
Perbedaan ketentuan pajak daerah dapat membuat harga BBM Pertamina berbeda ant wilayah. Karena itu, angka untuk DKI Jakarta dan kawasan sekitar tidak sebaiknya langsung digunakan sebagai patokan bagi provinsi atau kota lain. Pengendara yang ingin memastikan harga di lokasi tertentu dapat memeriksa informasi wilayah pada laman resmi Pertamina sebelum melakukan pembelian. Daftar resmi tersebut merupakan rujukan untuk mengetahui nominal yang diumumkan perusahaan, sementara perubahan harga dapat mengikuti kebijakan dan pembaruan berikutnya.
Rincian yang tersedia untuk kelompok PBBKB 5 persen dalam bahan informasi ini mencakup Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, dan Pertamax.






