Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Tetap, Pertamax di Jakarta Rp15.950 per Liter

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Tetap, Pertamax di Jakarta Rp15.950 per Liter

Jakarta | Pada Kamis, 22 Oktober 2026, harga BBM nonsubsidi Pertamina di SPBU seluruh Indonesia tidak mengalami kenaikan selama bulan ini. Dengan demikian, sejumlah produk yang dijual untuk konsumen umum masih tercatat pada harga yang sama seperti sebelumnya. Produk yang dinyatakan tetap meliputi Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Kondisi tersebut berarti pengguna kendaraan belum menghadapi perubahan harga pada lima jenis BBM nonsubsidi itu pada Oktober. Meski demikian, harga yang berlaku dapat berbeda menurut wilayah, sehingga konsumen sebaiknya memeriksa informasi sesuai lokasi pengisian. Angka yang tercantum untuk Pertamax di Jakarta adalah Rp15.950 per liter. Informasi ini merujuk pada harga di wilayah tersebut, bukan patokan tunggal untuk seluruh daerah.

Pertamina menyediakan beberapa pilihan bahan bakar nonsubsidi dengan jenis dan spesifikasi yang berbeda. Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo merupakan produk bensin, sedangkan Dexlite dan Pertamina Dex termasuk bahan bakar diesel. Perbedaan produk tersebut memberi konsumen pilihan untuk menyesuaikan bahan bakar dengan kebutuhan kendaraan dan rekomendasi pabrikan. Namun, informasi harga untuk masing-masing produk tidak dapat disimpulkan hanya dari angka Pertamax di Jakarta.

Bagi masyarakat yang hendak mengisi BBM, pengecekan harga lokal tetap penting sebelum berkunjung ke SPBU. Daftar harga resmi dapat digunakan untuk memastikan nominal yang berlaku di kota atau provinsi masing-masing, terutama karena penetapan harga dapat disajikan berdasarkan wilayah. Dengan begitu, konsumen tidak keliru menganggap harga di Jakarta berlaku seragam di seluruh Indonesia.

Untuk saat ini, kabar utamanya adalah tidak adanya kenaikan harga pada produk nonsubsidi Pertamina yang disebutkan. Pertamax di Jakarta tercatat Rp15.950 per liter, sementara rincian angka untuk Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak dicantumkan di sini. Pengendara dapat memantau pembaruan berikutnya apabila ada penyesuaian harga pada periode mendatang.

Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina yang menjadi perhatian dalam pemberitaan ini telah berlaku sejak Rabu, 2 September 2026. Dengan demikian, angka yang dikutip bukan harga yang baru ditetapkan pada 22 Oktober, melainkan harga dari penetapan yang sudah berjalan sejak awal September. Untuk wilayah Jakarta, Pertamax tercatat sebesar Rp15.950 per liter. Harga tersebut menjadi salah satu acuan dalam laporan mengenai tarif BBM nonsubsidi Pertamina pada periode tersebut.

Pada Kamis, 22 Oktober 2026, harga yang disebutkan masih sama dengan harga pada periode sebelumnya. Tidak terdapat perubahan untuk harga BBM nonsubsidi yang dibahas dibandingkan masa berlaku sebelumnya, sehingga konsumen tetap merujuk pada angka yang telah ditetapkan sejak 2 September. Penegasan ini penting agar tanggal pemberitaan tidak disalahartikan sebagai tanggal mulai berlakunya harga atau sebagai pengumuman penyesuaian baru. Tanggal 22 Oktober menunjukkan kapan informasi tersebut diberitakan, sementara harga yang ditampilkan telah berlaku lebih dahulu.

Keterangan terkait harga itu disampaikan oleh Kitty Andhora pada Kamis, 1 Oktober 2026. Tanggal penyampaian keterangan tersebut juga perlu dibedakan dari tanggal pemberitaan, yaitu 22 Oktober 2026, serta dari tanggal mulai berlakunya harga, yakni Rabu, 2 September 2026. Ketiga tanggal tersebut merujuk pada hal yang berbeda: penetapan dan pemberlakuan harga, penyampaian keterangan, serta publikasi berita. Karena itu, laporan pada 22 Oktober sebaiknya dibaca sebagai konfirmasi bahwa harga BBM nonsubsidi yang telah berlaku sejak 2 September masih bertahan, bukan sebagai penetapan harga baru pada hari itu. Dalam konteks Jakarta, harga Pertamax tetap Rp15.950 per liter menurut informasi yang dikutip. Pembedaan waktu ini membantu pembaca memahami bahwa harga pada saat pemberitaan tidak berubah dibandingkan periode sebelumnya dan bahwa keterangan Kitty Andhora telah disampaikan beberapa pekan sebelum laporan diterbitkan. Informasi tersebut menunjukkan kelanjutan harga, bukan perubahan tarif.Belum adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamina dijelaskan oleh VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, sebagai keputusan yang tidak ditetapkan secara terpisah dari berbagai pertimbangan. Perusahaan menilai sejumlah faktor sebelum menentukan apakah harga perlu berubah. Karena itu, harga yang berlaku saat ini tetap dipertahankan sementara Pertamina menimbang keadaan yang menjadi dasar penetapan harga. Penjelasan tersebut menegaskan bahwa perubahan harga bukan keputusan otomatis yang dilakukan tanpa melihat pertimbangan terkait.

Dalam keterangannya, Kitty menyampaikan bahwa kondisi masyarakat turut diperhatikan dalam proses pengambilan keputusan. Pertamina mempertimbangkan keadaan yang dihadapi masyarakat sebelum menetapkan perubahan pada harga BBM nonsubsidi. Dengan demikian, kebijakan harga tidak hanya diputuskan dengan melihat kebutuhan perusahaan, tetapi juga memperhatikan situasi masyarakat. Pertimbangan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi sebelum ada keputusan untuk mengubah atau mempertahankan harga yang sedang berlaku.

Pernyataan itu tidak merinci faktor-faktor tertentu yang menjadi bahan pertimbangan, sehingga alasan tersebut sebaiknya dipahami sesuai dengan keterangan yang disampaikan: Pertamina melihat berbagai faktor dan kondisi masyarakat secara menyeluruh. Tanpa rincian tambahan, tidak tepat menyimpulkan bahwa satu faktor khusus menjadi penyebab tunggal harga belum disesuaikan. Yang dapat dipastikan dari penjelasan Kitty adalah penetapan harga mempertimbangkan lebih dari satu hal dan dilakukan dengan memperhatikan keadaan masyarakat.

Untuk saat ini, Pertamina belum mengumumkan perubahan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax yang di Jakarta tercatat Rp15.950 per liter. Harga tersebut masih berlaku seiring perusahaan mempertimbangkan berbagai faktor serta kondisi masyarakat. Keterangan Kitty menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam menilai kebijakan harga, bukan kepastian bahwa harga akan tetap sama untuk jangka waktu tertentu. Apabila nantinya terdapat penyesuaian, keputusan itu akan mengikuti hasil pertimbangan Pertamina. Sampai ada pengumuman baru, masyarakat dapat merujuk pada harga yang berlaku saat ini.

Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, harga Pertamax tercatat Rp15.950 per liter. Angka ini berlaku untuk wilayah yang dikenai ketentuan PBBKB tersebut, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya. Dengan demikian, harga yang dicantumkan merujuk pada kelompok wilayah tertentu, bukan daftar harga yang otomatis berlaku sama di setiap daerah.

Selain Pertamax, harga Pertamax Green 95 di wilayah dengan PBBKB 5 persen adalah Rp19.150 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo dijual Rp19.600 per liter pada wilayah dengan ketentuan pajak yang sama. Perbedaan jenis produk dan nilai PBBKB menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika membaca rincian harga, sebab nominal untuk satu wilayah tidak selalu dapat digunakan sebagai acuan bagi wilayah lain.

Rincian tersebut memberi gambaran harga tiga jenis BBM nonsubsidi Pertamina yang tersedia untuk kawasan ber-PBBKB 5 persen, termasuk Jakarta dan sekitarnya. Konsumen di luar kawasan itu sebaiknya memeriksa informasi harga yang sesuai dengan lokasi masing-masing sebelum mengisi bahan bakar. Daftar ini tidak memuat nominal untuk semua daerah, sehingga angka Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo di atas tidak boleh dianggap sebagai tarif nasional yang seragam. Harga BBM dapat disajikan berdasarkan wilayah dan besaran pajak daerah yang berlaku.

Untuk Dexlite dan Pertamina Dex, angka harga tidak dicantumkan dalam rincian yang menjadi acuan di sini. Karena itu, kedua produk tersebut tidak dapat dibandingkan berdasarkan informasi ini. Pembaca perlu merujuk pada pembaruan resmi Pertamina atau informasi di SPBU setempat apabila membutuhkan harga produk diesel untuk lokasi tertentu.

Baca juga: Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi di Jakarta | Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan TNI Layani Masyarakat di Jakarta | TNI-Polri Gelar Patroli Terpadu, Jaga Keamanan dan Kondusivitas Jakarta