Jakarta | Persija Women dan FC Bekasi City Women mengawali perjalanan mereka di Indonesia Women’s League (IWL) 2026/2027 dengan hasil imbang 1-1. Pertandingan pekan pertama yang berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Stadion Madya, Jakarta, itu menjadi laga pembuka kompetisi musim ini. Kedua tim tampil dengan tujuan meraih hasil positif sejak pertandingan pertama, tetapi harus puas berbagi poin setelah masing-masing mencetak satu gol.
FC Bekasi City Women lebih dahulu memecah kebuntuan pada menit ke-29. Nao Tsukamoto sukses mengeksekusi tendangan penalti dan membawa timnya unggul 1-0. Gol tersebut memberi Bekasi City keunggulan dalam pertandingan pembuka, sekaligus menambah tekanan bagi Persija Women untuk mengejar ketertinggalan sebelum jeda. Persija kemudian berupaya merespons dan mencari celah untuk menyamakan kedudukan.
Upaya Persija membuahkan hasil menjelang turun minum. Saki Nishihara mencetak gol melalui tendangan bebas yang mengarah ke pojok kanan gawang. Gol itu mengubah skor menjadi 1-1 dan membuat kedua tim memasuki jeda dalam keadaan sama kuat. Persija pun berhasil menjaga peluangnya di laga perdana, sementara Bekasi City kehilangan keunggulan yang sebelumnya didapat lewat penalti.
Setelah skor kembali imbang, pertandingan pembuka IWL musim ini berakhir tanpa tambahan gol. Dengan hasil tersebut, Persija Women dan FC Bekasi City Women sama-sama mengantongi satu poin dari pekan pertama. Hasil imbang 1-1 menjadi penanda dimulainya persaingan musim 2026/2027 di Stadion Madya, Jakarta. Kedua tim membuka kompetisi dengan kontribusi gol, tetapi belum ada yang mampu mengamankan kemenangan. Masing-masing kini membawa satu poin dari pertemuan pertama mereka di liga, setelah laga berlangsung hingga peluit akhir dengan skor tetap sama.Kapten FC Bekasi City Women, Ade Mustikiana Oktafiani, mengakui timnya datang dengan target meraih kemenangan saat menghadapi Persija. Karena itu, hasil imbang pada laga pembuka Indonesia Women’s League (IWL) 2026/2027 belum sepenuhnya memuaskan. Menurut Ade, pertandingan tersebut menyisakan sejumlah hal yang perlu dibenahi, baik dalam permainan maupun kesiapan tim menghadapi laga berikutnya. Hasil seri tetap menjadi bekal penting, tetapi FC Bekasi City ingin memastikan evaluasi dilakukan agar peluang mencetak hasil lebih baik dapat dimaksimalkan. Ia menilai seluruh pemain perlu meninjau kembali jalannya pertandingan, memahami aspek yang sudah berjalan baik, serta memperbaiki kekurangan secara bersama-sama. Dengan begitu, tim dapat berkembang sepanjang kompetisi.
Ade memandang IWL 2026/2027 sebagai kesempatan untuk membuktikan kemampuan, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi FC Bekasi City. Kompetisi yang telah lama tertunda membuat musim ini terasa penting bagi para pemain yang ingin menunjukkan perkembangan dan kualitas mereka di lapangan. Meski sempat merasakan gugup, ia mengaku lega karena tim akhirnya dapat menuntaskan pertandingan. Kembali bermain dalam kompetisi resmi setelah penantian panjang tentu menghadirkan tantangan tersendiri, terlebih laga pertama berlangsung di hadapan banyak penonton. Namun, pengalaman tersebut juga menjadi dorongan untuk terus menjaga fokus dan meningkatkan performa. Ade berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh anggota tim untuk tampil konsisten dan menunjukkan bahwa mereka siap bersaing.
Ia juga menyampaikan harapan agar IWL, yang kembali berlangsung setelah vakum sejak 2019, dapat terus berkembang dengan lebih baik. Keberlanjutan kompetisi dinilai penting agar para pemain memiliki ruang untuk bertanding, berkembang, dan memperlihatkan potensi sepak bola putri Indonesia. Ade mengapresiasi suasana meriah pada laga pembuka, yang menurutnya memberi energi positif bagi tim dan membuat pertandingan terasa istimewa. Antusiasme penonton menjadi bagian yang berkesan di tengah rasa gugup sebelum dan selama pertandingan. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara atas terselenggaranya kompetisi dan suasana pembuka yang semarak. Bagi Ade, dukungan tersebut menjadi awal yang menggembirakan, sekaligus harapan agar IWL terus berjalan dan membawa dampak baik bagi perkembangan sepak bola wanita.
Pelatih kepala FC Bekasi City Women, Rudi Eka Priambada, menilai laga pembuka Indonesia Women’s League (IWL) melawan Persija Women bukan pertandingan yang mudah. Ia menyebut Persija memiliki kedalaman skuad yang baik dan cukup mumpuni untuk menjalani kompetisi sepanjang musim. Kondisi tersebut membuat pertandingan berlangsung kompetitif sejak awal, sekaligus menjadi ujian penting bagi FC Bekasi City Women dalam memulai perjalanan mereka di liga. Hasil imbang yang diraih pun tidak mengurangi apresiasi Rudi Eka terhadap upaya timnya. Menurutnya, menghadapi lawan dengan kualitas dan pilihan pemain yang memadai menuntut konsentrasi serta kerja keras dari seluruh anggota tim.
Rudi Eka secara khusus memuji para pemain FC Bekasi City Women yang terus berjuang hingga pertandingan berakhir. Ia melihat para pemain tidak menyerah meskipun laga berjalan sulit dan mereka harus menghadapi tekanan dari Persija. Sikap tersebut menjadi hal positif yang dapat dibawa ke pertandingan-pertandingan berikutnya, terutama karena perjalanan kompetisi masih panjang. Pelatih berharap semangat dan daya juang yang diperlihatkan dalam laga pembuka dapat dipertahankan, sementara tim terus membenahi aspek permainan yang masih perlu ditingkatkan. Baginya, hasil pertandingan bukan satu-satunya tolok ukur; komitmen pemain untuk tetap bekerja keras juga penting dalam membangun performa tim selama musim.
Apresiasi juga disampaikan kepada para pemain asing FC Bekasi City Women. Rudi Eka menilai komitmen mereka tetap tinggi, meski masih berada dalam proses adaptasi terhadap cuaca tropis di Indonesia. Penyesuaian tersebut tentu membutuhkan waktu, tetapi ia melihat para pemain tetap berusaha memberikan kontribusi maksimal bagi tim. Dengan dukungan seluruh skuad dan proses adaptasi yang terus berjalan, FC Bekasi City Women diharapkan dapat berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Rudi Eka menegaskan bahwa tim akan terus bekerja demi meraih kemenangan. Sasaran mereka bukan hanya tampil kompetitif, melainkan juga membawa FC Bekasi City mencapai puncak kompetisi atau melangkah ke babak final. Target tersebut menjadi dorongan bagi tim untuk menjaga fokus, meningkatkan kualitas permainan, dan berjuang konsisten sepanjang IWL.
Kompetisi Indonesian Women’s League (IWL) 2026/2027 diikuti enam tim, termasuk FC Bekasi City Women dan Persija Women yang tampil pada laga pembuka. Format ini memberi setiap peserta rangkaian pertandingan sepanjang musim, dengan total 15 laga yang akan dijalani masing-masing tim. Karena itu, hasil dan pengalaman dari setiap pekan menjadi bagian penting dalam perjalanan kompetisi, sekaligus membuka kesempatan bagi seluruh peserta untuk menguji konsistensi mereka dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Selain dua tim yang bertemu pada pertandingan pembuka, empat peserta lainnya adalah Garudayaksa Women, Persita Women, Dewa United FC Women, dan Persikad Women. Kehadiran enam klub tersebut membentuk persaingan IWL musim ini, dengan agenda pertandingan yang mempertemukan para peserta secara bertahap. Pekan kedua akan menjadi kesempatan bagi tim-tim lain untuk melanjutkan kompetisi dan mencatat penampilan berikutnya. Seluruh pertandingan pada pekan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Rangkaian pertandingan pekan kedua dimulai pukul 07.30 WIB, saat Garudayaksa Women menghadapi FC Bekasi City Women. Setelah itu, Persita Women dijadwalkan bertemu Dewa United FC Women pada pukul 15.30 WIB. Pertandingan terakhir mempertemukan Persija Women dan Persikad Women pada pukul 18.30 WIB.





