JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026, di zona positif. Pada saat pembukaan, indeks tercatat naik 0,13 persen ke level 6.039. Pergerakan tersebut menandai posisi awal IHSG yang lebih tinggi dibandingkan level acuannya sebelum perdagangan hari itu berlangsung.
Penguatan berlanjut pada menit pertama perdagangan. IHSG naik 0,24 persen ke level 6.045. Dengan demikian, indeks menambah penguatan sebesar 0,11 poin persentase dari posisi saat pembukaan. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa IHSG masih bergerak di area positif pada awal sesi, meskipun perkembangan berikutnya tetap akan menentukan arah perdagangan sepanjang hari.
Pergerakan pada menit-menit awal ini menjadi gambaran awal kondisi pasar saham domestik pada Jumat pagi. IHSG bergerak dari level 6.039 ketika perdagangan dibuka menuju level 6.045 pada menit pertama. Kenaikan itu berlangsung bersamaan dengan posisi sejumlah saham yang berada di zona hijau, sehingga suasana awal perdagangan tercatat positif. Namun, data tersebut baru mencerminkan perkembangan pada pembukaan dan menit pertama, bukan hasil akhir perdagangan.
Investor dan pelaku pasar akan mencermati keberlanjutan penguatan IHSG setelah fase awal tersebut. Level 6.045 menjadi posisi yang dicapai indeks pada menit pertama, sementara kenaikan 0,24 persen menjadi catatan pergerakan awal sesi. Hingga tahap itu, IHSG masih mempertahankan tren positif sejak pembukaan, tanpa adanya perubahan arah yang tercatat dalam perkembangan awal perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026.
Pada fase awal perdagangan, pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia menunjukkan kecenderungan yang relatif positif. Sebanyak 224 saham tercatat menguat, menandakan bahwa sebagian pelaku pasar mulai memberikan respons positif terhadap sejumlah emiten. Kenaikan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan sesi perdagangan.
Di sisi lain, sebanyak 166 saham bergerak melemah. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih hadir di sejumlah saham, meskipun belum cukup kuat untuk mendominasi keseluruhan aktivitas pasar. Sementara itu, 573 saham tidak mengalami perubahan atau berada dalam kondisi stagnan. Besarnya jumlah saham yang belum bergerak mencerminkan bahwa sebagian investor masih mengambil sikap hati-hati sambil menunggu perkembangan sentimen pasar dan arah perdagangan berikutnya.
Dari sisi aktivitas transaksi, nilai perdagangan pada awal sesi telah mencapai Rp248 miliar. Nilai tersebut terbentuk dari volume transaksi sebanyak 2,9 miliar lembar saham. Kombinasi nilai transaksi dan volume perdagangan ini memberikan gambaran mengenai tingkat partisipasi investor pada awal perdagangan, sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas bursa telah berlangsung cukup aktif sejak pembukaan.
Distribusi saham yang menguat, melemah, dan stagnan juga membantu menggambarkan kualitas penguatan IHSG. Kenaikan indeks tidak semata-mata dilihat dari perubahan level indeks, tetapi turut dipengaruhi oleh sebaran pergerakan saham secara keseluruhan. Dengan lebih banyak saham yang berada di zona hijau dibandingkan saham yang melemah, sentimen awal terlihat cenderung konstruktif. Namun, dominasi saham stagnan tetap menjadi catatan karena menunjukkan bahwa penguatan belum sepenuhnya merata di seluruh pasar.
Data tersebut masih merepresentasikan kondisi pada tahap awal sesi, sehingga komposisinya dapat berubah seiring masuknya transaksi baru. Investor umumnya akan mencermati kelanjutan arus dana, perubahan harga saham berkapitalisasi besar, serta perkembangan sentimen domestik dan global sebelum menentukan arah pasar yang lebih jelas.
Sejumlah indeks saham unggulan turut bergerak di zona hijau pada awal perdagangan. Penguatan tersebut terlihat pada beberapa indeks acuan yang mencerminkan kinerja kelompok saham dengan karakteristik dan kapitalisasi berbeda. LQ45 naik 0,36 persen ke level 595. Indeks ini mencakup saham-saham berlikuiditas tinggi dan sering menjadi perhatian investor dalam memantau pergerakan pasar domestik.
Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat 0,35 persen ke level 360. Pergerakan positif tersebut menunjukkan adanya peningkatan pada kelompok saham yang memenuhi kriteria dan prinsip syariah. Sementara itu, MNC36 meningkat 0,49 persen ke level 262, menjadi indeks dengan kenaikan persentase paling tinggi di sejumlah indeks unggulan yang tercatat pada awal sesi. IDX30 turut berada di zona hijau setelah naik 0,35 persen ke level 331.
Di tingkat sektoral, penguatan terjadi pada sektor konsumer non-siklikal, keuangan, properti, bahan baku, dan industri. Sektor konsumer non-siklikal mencakup emiten yang produknya cenderung dibutuhkan dalam berbagai kondisi ekonomi, sedangkan sektor keuangan meliputi perbankan dan perusahaan jasa keuangan lainnya. Pada saat yang sama, saham-saham properti, bahan baku, dan industri juga mencatat pergerakan positif dalam perdagangan awal.
Di sisi lain, beberapa sektor berada di zona merah. Kelompok tersebut terdiri atas sektor energi, konsumer siklikal, infrastruktur, transportasi, teknologi, dan kesehatan. Pergerakan beragam antarsektor memperlihatkan adanya dinamika pada masing-masing kelompok saham selama sesi perdagangan berlangsung. Dengan demikian, perubahan indeks unggulan dan sektor pada awal perdagangan mencerminkan kondisi pasar pada periode tersebut, ketika saham-saham penguat dan pelemah bergerak berdampingan.
Pada awal perdagangan, perhatian pelaku pasar tertuju pada sejumlah saham yang mencatat pergerakan paling menonjol. Kelompok tersebut terbagi menjadi saham yang berada dalam daftar kenaikan terdalam atau top gainers dan saham yang masuk daftar penurunan terdalam atau top losers. Daftar ini memberikan gambaran mengenai emiten yang menempati posisi teratas berdasarkan arah pergerakan harga pada sesi pembukaan.
PT Atlas Resources Tbk dengan kode saham ARII tercatat sebagai salah satu saham yang masuk kategori top gainers. Posisi serupa juga ditempati oleh PT Steady Safe Tbk berkode SAFE. Selain itu, PT Ever Shine Tex Tbk dengan kode ESTI turut berada dalam jajaran saham dengan kenaikan terbesar pada awal perdagangan. Ketiganya menjadi bagian dari kelompok saham yang mencatat penguatan paling menonjol dalam daftar perdagangan tersebut.
Di sisi lain, beberapa saham tercatat dalam kelompok top losers. PT Puri Sentul Permai Tbk berkode KDTN berada dalam daftar saham dengan penurunan terdalam. PT Alakasa Industrindo Tbk dengan kode ALKA juga termasuk dalam kategori yang sama. Sementara itu, PT MPX Logistics International Tbk berkode MPXL melengkapi jajaran saham yang berada pada posisi penurunan terbesar.
Dengan demikian, ARII, SAFE, dan ESTI tercatat sebagai penggerak harga terbesar dari sisi kenaikan pada awal perdagangan. Adapun KDTN, ALKA, dan MPXL berada dalam daftar penggerak harga terbesar dari sisi penurunan. Penyebutan tersebut menunjukkan posisi masing-masing saham dalam daftar pergerakan harga, tanpa memerinci besaran perubahan atau faktor yang melatarbelakanginya. Informasi ini melengkapi gambaran perdagangan saham pada awal sesi, ketika indeks dan ratusan saham lainnya bergerak di zona hijau.

